
Ray, asistennya Moses yang ganteng, handal,cekatan dan pintar, tengah mengajukan cuti selama tiga bulan ke depan. Kakinya retak karena tidak berhati hati dia jatuh dari tangga rumahnya.
Ray, memutuskan untuk tinggal di apartemen karena, tidak mau merepotkan mama dan papanya. Alasan yang lainnya karena apartemen dia lebih dekat jaraknya dengan rumah sakitnya Dokter Erlangga sehingga, Dokter Erlangga bisa menyempatkan diri singgah ke apartemennya Ray, untuk memeriksa kondisinya Ray, sebelum berangkat dinas. Ray tinggal sendirian di apartemen tersebut.
Kesempatan bagi Delia untuk mulai menunjukkan cinta dan perhatiannya. Selama dua bulan ini dia selalu rutin menengok Ray pagi dan malam hari. Hari ini, Delia ketiduran di apartemennya Ray. Karena kecapekkan pulang kerja singgah ke apartemennya Ray dan masih menyempatkan diri memasak makan malam untuk Ray.
Delia paham kalau Ray itu sangat kaku dan gila kerja jika bukan dia yang mengambil peran untuk lebih aktif maka selamanya Ray tidak akan bertindak dan membuka hati untuknya.
Ray bangun dari tidurnya dan melangkah ke ruang tengah apartemennya, langsung terlonjak kaget. Ray memakai alat penyangga di kedua ketiaknya untuk membantu dia berjalan karena, kakinya yang retak belum diijinkan oleh dokter untuk menapak dan berjalan.
Ray mendapati Delia masih tertidur pulas di hari Minggu nan cerah itu. Ray tersenyum geli dan bergumam lirih "emang gila nih cewek, bisa bisanya ketiduran di rumah seorang cowok"
Ray mengambilkan selimut dan menyelimuti Delia. Delia mendecakkan mulutnya kemudian ngelindur "Ray, aku mencintaimu, sangat mencintaimu"
Ray tersenyum geli mendengarnya. Cowok ganteng pujaan hatinya Delia itu menatap lekat wajahnya Delia "imut juga" gumam Ray dan Ray sepertinya mulai tersentuh dengan semua perhatian dan ceriwisnya Delia. "Mungkin aku akan mulai membuka hatiku untuk kamu" gumam Ray lirih, kemudian melangkah dengan alat penyangganya menuju ke kamar mandi.
"Kalian sepertinya butuh waktu untuk berdua, biar om sama mama kamu, mengajak jalan jalan Elmo dan Chery, sebentar" Dokter Erlangga mengerlingkan bola matanya ke Moses.
Moses langsung tersenyum lebar penuh arti "oke, silakan ajak anak anak. maaf kalau merepotkan"
"Tapi sayang, apa mama dan om Erlangga bisa mengasuh keduanya? Chery itu si penjelajah kecil, sangat aktif dan lincah, nanti mama dan om kewalahan lho"
"Bisa kok, tenang Mel. Mama akan ajak Ijah juga" mamanya Melati berucap sembari mengulas senyum sebagai simbol dukungan untuk Moses anak mantu kesayangannya.
Moses sering curhat ke mama mertua dan papa asuhnya kalau dia kurang mendapatkan perhatian dari Melati. Moses mengaku cemburu dengan anak anaknya. Karena sebagian besar waktunya Melati dihabiskan untuk mengasuh anak anaknya.
"Baiklah kalau begitu. Melati nitip anak anak ya ma, om" Melati menyerahkan strollernya Elmo ke tangan mamanya.
Akhirnya Dokter Erlangga dan mamanya Melati pergi berjalan jalan dengan cucu cucu kesayangannya mereka sembari berpacaran.
Moses menoleh ke Melati dan langsung protes saat melihat Melati melangkah menjauhinya "sayang, kamu mau ke mana?"
Melati berucap tanpa menoleh "aku mau berenang sayang, sudah lama aku tidak berolahraga, aku merasa kalau aku tuh tambah hari tambah gemuk, jadi perlu membakar lemak sebentar"
Moses menyeringai penuh arti dan melangkah pelan mengekor istrinya.
Melati sampai di tepi kolam renang dan sudah berganti baju renang di kamar ganti yang tersedia di dekat kolam renang pribadinya itu.
Moses menyuruh semua pengawal, karyawan dan pegawainya untuk pergi dari area kolam renang tersebut lalu Moses menutup pintu masuk ke kolam renang itu dan menguncinya.
Melati sudah mulai berenang dua putaran.
Moses melepas kaosnya dan kini bos tampan super kaya itu hanya mengenakan celana boxernya. Dia melangkah masuk ke dalam kolam renang.
__ADS_1
Setelah menggerak nggerakkan rahangnya sejenak, dan melakukan peregangan otot, Moses kemudian berteriak "sayang, aku di sini sekarang"
Melati menghentikan gerakannya kemudian mengepak ngepakkan kedua tangannya menuju ke Moses yang masih berdiri di tempat yang dangkal dari kolam renang tersebut.
"Hahaha, kamu memang butuh berendam sepertinya, sedikit berendam akan mendinginkanmu dari semua emosi kamu tadi" Melati menempelkan kedua tangannya ke dada Moses.
Mata indahnya Moses menjadi gelap dan diam memegang kedua tangan istrinya yang menempel di dadanya.
"Aku akan panas sebentar lagi tapi bukan karena emosi, sayang. Tapi karena kamu" Moses berucap dengan suara parau "aku sangat merindukanmu"
Melati mendorong Moses dengan sekuat tenaga lalu tertawa renyah "kalau kamu kangen sama aku, coba kejar aku" Melati mulai berenang kembali menjauhi Moses.
Moses menyeringai senang. Semakin hari istrinya itu semakin pandai menggoda dan menyiksanya.
"Jadi ini permainan baru kamu, sayang? waaahhh aku sangat menyukainya" Moses mulai berenang dan mengejar istrinya.
Moses tertawa senang saat berhasil meraih Melati ke dalam gendongannya. Melati kini melingkarkan kakinya di pinggang kekar suaminya karena takut terjatuh dan berucap "Sayang! turunkan aku!" Melati mulai mencengkeram pundaknya Moses.
"Aku memenangkan permainannya, aku berhasil mengejar kamu jadi aku tidak akan melepaskanmu, aku minta hadiahnya" Moses mengulas senyum penuh arti.
"Aku nggak mengatakan soal hadiah tadi" Melati tersenyum jahil menatap suaminya.
"Kamu semakin hari semakin seksi dan cantik sayang, dan aku tidak mendapatkan perhatian dari kamu sama sekali sejak Elmo lahir, aku kangen" Moses mulai merajuk dan mengecup ringan bibirnya Melati.
"Itu kan memang harus, kata om Erlangga itu sangat perlu dilakukan untuk membuka jalan bagi Elmo, nyatanya berkat aku yang sering menengok Elmo saat kamu sudah hamil tua, membuat lancar kan persalinan kamu, bisa normal tanpa perlu operasi"
"Huh! dasar kamunya aja yang pintar cari alasan" Melati tertawa lebar.
"Kita belum pernah melakukannya di kolam renang kan sayang?" Moses menatap Melati dengan penuh cinta dan rasa kangen yang membuncah. Sudah lama sekali rasanya dia tidak bercinta dengan istri cantiknya semenjak Elmo lahir.
"Baiklah" Melati mulai mengelus punggungnya Moses, lalu naik ke pundak suami tercintanya itu, dan mendaratkan kedua tangan mungilnya di rambut basahnya Moses. Melati meremas remas kepalanya Moses dengan lembut. Kemudian cewek cantik itu berucap "aku mencintaimu"
"Aku yang lebih dulu dan lebih besar memiliki cinta untuk kamu, istri cantikku" Moses mencium lembut bibirnya Melati, ciuman berikutnya lebih lama, lebih dalam, lebih menuntut, semakin liar, panas dan memabukkan.
Melati menjadi begitu tenggelam lebih dalam di dalam ciuman itu. Melati ternyata juga merindukan suaminya, merindukan ciuman dan sentuhan dari suami tampannya.
Melati menggigit pelan tempat pertemuan leher dan bahunya Moses. Melati sangat memahami kalau itu adalah titik sensitifnya Moses.
"Aku sangat menyukainya, sayang" Moses berucap lirih dan berjalan pelan menuju ke pinggiran kolam renang tersebut sambil terus menggendong tubuhnya Melati lalu mendudukkan Melati di tepi kolam tersebut.
"Sayang, sejak bersama denganmu banyak sekali pengalaman menarik dan asyik yang aku alami, kamu banyak mengajarkan hal baru ke aku, seperti sekarang ini, terima kasih, sayang" Melati mengusap pelan rambut basahnya Moses.
"Hahahaha, ini masih belum seberapa sayang. Masih banyak lagi hal baru yang belum aku ajarkan ke kamu, hahahaha" Moses tergelak geli dan merasa bangga kalau ternyata selama ini dia berhasil membuat Melati merasa puas dengan semua hal yang sudah dia lakukan untuk istrinya.
__ADS_1
Moses menyibakkan seuntai rambut basah dari wajah cantik istri tercintanya "aku akan memulainya ya?"
Moses menarik tubuh Melati untuk kembali masuk ke dalam kolam renang itu.
"Memulai apa?"
Moses kembali mencium bibir istrinya dengan sangat lama, bermain main di sana. kemudian menempelkan wajahnya di lehernya Melati dan berbisik lirih "bercinta di sini"
Melati langsung panik "nanti ada yang lihat"
Moses mengusap lembut bibir istri cantiknya itu dan berucap "aku sudah sterilkan tempat ini, lihat nggak ada orang lain kan, hanya ada kita berdua, dan aku juga sudah mengunci pintu masuknya"
Melati akhrinya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Suami istri itupun memadu kasih di dalam air sampai mereka merasa puas melepaskan semua kerinduan mereka dan berkali kali suara desahan kepuasan menggema di kolam renang tersebut, terdengar indah dan seksi di telinga keduanya.
Moses kemudian membalut tubuh polos istrinya dengan handuk saat mereka sudah naik ke permukaan kolam renang itu. Lalu menggendong istrinya masuk ke dalam kamar mandi yang ada di dekat kolam renang tersebut. Moses melakukan sekali lagi luapan cinta ke istri imutnya itu.
"Terima kasih sayang" Mereka akhirnya keluar setelah membersihkan diri dan berganti baju, dari area kolam renang pribadinya Moses, sambil bergandengan tangan dan rambut mereka tampak basah semuanya.
Para pegawai, pengawal dan karyawannya Moses hanya bisa menundukkan kepala dan tidak berani memandang tuan dan nyonya mereka ketika Moses dan Melati melangkah melewati mereka.
"Istirahatlah dulu di kamar! kalau nanti anak anak datang, aku akan jaga mereka sampai kamu bangun" Moses mengecup kening Melati dengan penuh cinta.
Melati menganggukkan kepalanya dan masuk ke kamarnya. Sedangkan Moses dengan wajah cerah ceria melangkah masuk ke ruang kerjanya. Semenjak Ray cuti banyak sekali pekerjaan yang harus dia lakukan secara mandiri. itulah kenapa di hari Minggu nan cerah ini pun, dia harus bekerja.
Delia terbangun dari tidur panjangya dan melihat selimut yang ada di atas tubuhnya. Delia tersenyum senang "ternyata dia perhatian juga sama aku" gumam Delia sembari menyibak selimutnya dan mulai bangun untuk duduk.
"Astagaaaa!!!" Delia terlonjak kaget dan hampir jatuh dari sofa saat melihat Ray duduk di depannya.
"Sudah bangun? ada ya anak gadis bangun sesiang ini?" Ray tersenyum jahil menyapa Delia.
Delia langsung merona malu dan berdiri mengambil tas kerjanya lalu pamit "maaf aku ketiduran, aku pulang dulu"
"Tunggu! aku ada baju ganti, kaos dan celana pendek, aku rasa muat untuk kamu, kamu mandi dulu baru pulang! tidak baik anak gadis keluar dengan wajah penuh iler dan rambut acak acakkan seperti itu, cih!"
Delia semakin malu mendengar ocehannya Ray, gadis cantik itu semakin menundukkan kepalanya.
Aduh apa benar ada iler di wajahku. Batin Delia.
"Kaos dan celananya sudah aku taruh di dalam kamar mandi, mandilah sana!"
Delia langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi dan dengan tidak sengaja membanting pintu kamar mandi tersebut.
__ADS_1
Ray tertawa terbahak bahak melihat tingkah konyolnya Delia.