My Cute Nanny

My Cute Nanny
Ivan Goh Semakin Menggila


__ADS_3

Moses Elruno dan kawan-kawan telah sampai di kediamannya Moses Elruno yang berada di Jepang. Mereka segera membahas rencana penyergapan di kediamannya dokter Tommy Goh


"Kamu sudah pernah lihat yang namanya Tommy Goh?" tanya Maha saat ia mendengar Moses berkata, "Biar aku yang bertindak untuk memprovokasi kemunculannya Tommy Goh"


Moses meringis dan menggelengkan kepalanya.


"Belum pernah melihatnya kok sok-sokan mau memprovokasinya, cih! dasar bodoh!" sahut Maha kesal.


"Ah!" Moses mengabaikan kata bodoh yang meluncur dari mulutnya Maha dan kembali berkata, "Kau pasti punya foto berdua dengannya kan? mana aku lihat, berikan ponselmu!" Moses mencoba merebut ponselnya Maha dan Maha langsung memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya lalu berkata, "Nggak ada foto berdua dengan Goh. Cih! emangnya aku cowok apaan, foto berdua dengan cowok"


"Lho kamu dengan Goh kan sahabat bagai kepompong pasti punya foto berdua. Kenapa, kamu malu mengakui kalau kamu pernah foto berdua dengan Goh?" Moses terkikik geli.


Maha mendelik dan mendorong Moses untuk menjauh darinya, "Dibilang nggak ada ya nggak ada! minggir sana, jangan dekat-dekat!"


Moses mendelik kesal dan hendak membuka suara namun dicegah oleh Alfa, "Sudahlah, jangan ribut lagi! mendingan aku momong si kembar Bryna dan Barnes daripada momong kalian berdua, hadeeehhh!"


Evan dan Alexa terkekeh geli lalu Evan berkata, "Belum pernah ada orang yang bertatap muka dengan dokter Tommy Goh. Dia memeriksa pasiennya pun dari balik tirai"


"Mana bisa dokter memeriksa pasiennya dari balik tirai?" sahut Alfa.


"Iya emang gitu. Kalau terpaksa ia harus keluar dari balik tirai, ia langsung memakai masker" sahut Alexa.


"Aneh" sahut Alfa kesal, "Dokter apaan tuh, sama sekali nggak profesional dan pasti orangnya nggak ramah sama sekali"


"Maka dari itu, biar aku saja yang menarik dia untuk keluar dari sarangnya"


"Kita lihat dulu aja seperti apa sarangnya, kalau kecil dan tidak ada penjaganya, kita masuk aja ke dalam, kita serbu si Goh itu" sahut Moses dengan entengnya.


Maha menoleh ke Moses dengan sumringah, "Tumben kau cerdas"


Moses mendelik ke Maha, "Aku tuh nggak suka bertele-tele kayak kamu, cih! terlalu banyak teori hasilnya nol"


"Saya juga setuju dengan idenya Tuan Moses Elruno" sahut Evan.


"Ayok kita ke sarangnya Goh sekarang!" Moses bangkit dan berderap keluar.


Alfa segera berlari dan menarik lengannya Moses, "Tunggu dulu! Kita pakai rompi anti peluru dulu buat jaga-jaga dan......."


Moses menarik lengannya, "Gerah aku kalau pakai rompi anti peluru. Nggak mau!" Moses hendak meneruskan langkahnya dan Alfa Kembali menarik lengannya dan berkata, "Pakai atau aku akan telepon Melati?"

__ADS_1


Moses menarik lengannya dengan kesal lalu memakai rompi anti peluru yang disodorkan oleh Alfa.


Alfa menepuk pundaknya Moses dan berkata, "Nah ganteng kan pakai rompi anti peluru, kau tampak gagah, aku foto dulu ya"


Moses mendelik dan menepis tangannya Alfa yang bersiap mengambil gambar dirinya lalu berkata dengan nada kesal, "Apaan sih main foto-foto. Aku cuma mau foto kalau berdua dengan Melati. Nggak mau foto sendirian, cih!"


"Iya, baiklah. Ayok kita berangkat" Alfa tertawa ringan lalu merangkul bahu kakak sepupu yang sangat ia sayangi untuk melangkah masuk ke dalam mobil mereka.


Mereka membeli makanan dan minuman siap saji di jalan yang mereka lewati dan memakannya di dalam mobil karena, waktunya tidak cukup jika mereka makan, duduk santai, dan mengobrol di sebuah restoran.


"Maaf jika kalian harus makan kayak gini. Aku janji setelah misi kita selesai, aku akan mentraktir kalian makan besar di restoran mewah" kata Moses sambil mengunyah burgernya.


"Nggak masalah sih, Tuan. Saya terbiasa bekerja di lapangan jadi sudah biasa makan kayak begini. Ini mah masih mewah, bisa makan daging, burger dan minum cola. Biasanya saya hanya makan makanan kaleng yang hampir kadaluwarsa dan minum air putih" sahut Alexa.


"Kamu sangat cantik, postur dan wajah kamu cocok jadi seorang model, peragawati, atau pramugari. Kenapa malah jadi tentara?" tanya Maha dengan menjulurkan badannya ke jok depan.


"Karena, passion saya di sini. Saya juga pekerjaan yang menantang bahaya" sahut Alexa sambil menoleh ke kanan.


"Sayang sekali, aku nggak punya anak laki-laki, kalau punya pasti udah aku jodohkan sama kamu" Maha bersitatap dengan Alexa.


"Kenapa nggak Anda sendiri yang menikahi saya? Saya suka laki-laki yang lebih matang dari saya. Anda memenuhi kriteria itu" Alexa tersenyum lebar ke Maha.


Maha lalu berdeham dan berkata, "Maafkan aku. Hatiku sudah dimiliki oleh seseorang namun, sayangnya cintaku bertepuk sebelah tangan"


"Kenapa Anda tidak merelakannya dan mencoba menerima saya. Kita bisa mencoba untuk berkencan terlebih dahulu kalau Anda mau"


"Kacau....kacau!" pekik Evan sambil terus menyetir.


"Hahahaha, menarik, sangat menarik tapi maaf banget, walaupun cintaku bertepuk sebelah tangan tapi, aku tipe setia aku hanya akan mencintainya di sisa umurku ini karena, siapa tahu di kehidupan berikutnya, aku dan dia bisa bersatu. Reinkarnasi kami berdua bisa berjodoh berkat kesetiaanku ini" ucap Maha.


"Anda masih memercayai reinkarnasi?" tanya Evan.


"Hmm" Sahut Maha.


Alfa yang mengetahui kalau Maha mencintai Melati Arumi Putri Elruno, menoleh ke Maha dan berkata, "Kekasih dari wanita yang Anda cintai itu juga memiliki kesetiaan yang tinggi, Om Maha Adijaya. Jadi menurut saya, di kehidupan berikutnya, mereka berdua juga akan tetap berjodoh dan menjadi sepasang kekasih. Lebih baik Anda berhenti bermimpi dan berharap. Anda tidak akan pernah memiliki kesempatan memiliki wanita itu di kehidupan ini ataupun di kehidupan berikutnya"


Moses lalu menoleh dan menatap Alfa lalu memutar kepalanya untuk menatap Maha, "Siapa wanita yang Kalian bicarakan itu?"


Maha langsung memejamkan mata dan bersandar ke jok mobil.

__ADS_1


Moses menoleh ke Alfa, "Siapa wanita itu?"


Alfa pun memejamkan kedua matanya dan bersandar ke jok mobil.


Moses merengut dan mengerutkan keningnya dengan kesal, "Dasar gila semuanya, ditanya nggak menjawab malah molor, cih!"


Evan dan Alexa yang duduk di jok depan, langsung menggemakan tawa mereka.


Ivan Goh terbangun dan segera berlari ke kamar di mana wanita malam yang melayaninya semalam, terlelap. Ivan tidak sudi tidur seranjang dengan wanita malam yang telah ia buka segelnya dan ia cicipi madunya. Dia memilih tidur di kamar yang lain.


Ivan membuka kamar tempat ia merenggut paksa kesucian dari seorang gadis dan langsung beradu pandang dengan gadis tersebut yang tengah duduk di tepi ranjang dengan keluguannya.


"Ehem! Makanlah di ruang makan! dan anak buahku akan mengantarkanmu ke ruang kerjaku. Kita akan membahas bisnis kita selanjutnya" kata Ivan.


Ivan hendak berputar badan untuk meninggalkan wanita itu namun wanita itu menahan langkahnya dengan tanya, "Siapa Lili, Tuan?"


Ivan menoleh ke belakang, "Kenapa kau bisa tahu nama itu?"


"Tuan memanggil saya dengan nama Lili semalam"


Ivan mengepalkan kedua tangannya lalu berkata, "Jangan sebut nama yang sangat berharga bagiku itu dengan mulut kotormu!" lalu Ivan keluar dari kamar itu dan membanting pintu kamar itu dengan sangat keras.


Setelah menyelesaikan sarapannya, wanita itu menghadap ke Ivan dan bertanya, "Apa bisnis kita selanjutnya, Tuan"


Ivan melemparkan amplop cokelat yang berisi uang tunai sebanyak dua puluh juta rupiah, "Itu bonus buat kamu" Lalu Ivan menyerahkan selembar cek kosong yang sudah dibubuhi tanda tangannya Ivan Goh, "Isi cek ini sebanyak yang kau mau untuk biaya pengobatan ibu kamu tapi kamu harus bercinta dengan orang yang aku sandera di ruang bawah tanah. Ke sanalah sekarang juga dan tunggu aba-aba dariku lalu rayu dan godalah dia!"


"Ta....tapi....saya adalah milik Anda karena, Anda yang telah membuka segel saya. Bagaimana bisa saya melayani laki-laki lain, Tuan?"


"Lakukan perintahku atau aku akan membunuhmu dan membunuh ibu kamu!" jerit Ivan kesal.


Wanita itu tertegun dan terus menatap Ivan dengan kaki gemetaran.


Ivan lalu berteriak, "Seret wanita menjijikkan ini ke ruang bawah tanah dan awasi dia! jika aku sudah berikan aba-aba, suruh dia menggoda kalau perlu memerkosa Elmo Elruno"


Begitulah nasib wanita malang itu, dia terpaksa menuruti semua perintah menjijikkannya Ivan Goh demi keselamatan ibunya.


Wanita itu bersandar ke tembok dan mengawasi kedua laki-laki yang belum sadarkan diri dan diikat kedua kaki dan tangannya di atas bangku kayu.


Mereka berdua tampan tapi yang sebelah kanan lebih tampan dan outfitnya lebih berkelas. Siapa mereka berdua, kenapa disekap di sini? Sepertinya mereka berdua bukan orang jahat, apa aku bekerja sama saja dengan mereka untuk melepaskan diri dari Ivan Goh? Batin wanita malang itu.

__ADS_1


__ADS_2