
Moses terus menatap Melati sembari menepuk nepuk pelan puncak kepalanya Melati. Beberapa detik kemudian ponselnya Moses bunyi.
"Ada apa Ray?"
"Tuan dan Melati ditunggu Dokter Erlangga di ruang kerja anda" Ray bersuara di seberang sana.
"Oke aku ke sana sebentar lagi" Moses menutup sambungan ponselnya lalu memasukkan ponselnya kembali ke dalam saku kemejanya.
"Mel, kita harus menemui om Erlangga. Ayok kita ke ruang kerjaku sekarang!" Moses berkata sembari berdiri dan mendorong strollernya Chery.
Ceklek
Moses membuka pintu ruang kerjanya.
Melati masih terheran heran menatap kemewahan yang berada di lantai empat istananya Moses Elruno. Apalagi tadi mereka naik ke lantai empat tersebut memakai lift. Jiwa miskinnya Melati mendadak meringis perih.
Dokter Erlangga yang tengah duduk di atas sofa langsung menoleh ke arah pintu dan mendapatkan Moses beserta Melati melangkah mendekatinya, Moses berjalan sembari mendorong strollernya Chery.
Moses dan Melati langsung duduk di depannyan Dokter Erlangga.
"Ada apa om? kok Melati dicari juga nih?" kata Moses sembari bersedekap dan menyandarkan tubuhnya di sofa.
"Om, tahu kejadian yang barusan menimpa kalian, Sri berkhianat dan menempatkan kalian semua dalam bahaya. Tadi sepulangnya Ray dari mengantarkan Sri ke stasiun. Ray menemuiku dan mengajak aku ke kantor polisi. Salah satu gerombolan yang menyerang rumah kamu dan hendak membawa Melati dan Chery, akhirnya mengaku kalau Dipo Herlambang yang menyuruh mereka" Dokter Erlangga berucap dengan mimik wajah serius.
"Kurang ajar!" Moses langsung menggeram kesal.
"Kamu terlalu ceroboh mengambil langkah untuk memperkenalkan anak kamu ke Dipo Herlambang" kata Dokter Erlangga datar.
"Aku memang berniat memancing dia, dengan mengenalkan Chery ke dia. Aku pikir jika dia sudah terpancing maka dia akan bertindak dan aku bisa mengawasinya. Aku masih penasaran siapa atasannya Dipo selama ini, tidak kusangka aku kalah dalam segala langkahnya Dipo Herlambang. Aku kecolongan" jawab Moses.
"Supaya kamu tidak kalah langkah lagi dan tidak kecolongan lagi, kamu harus nurut sama om kali ini!"
"Apa yang harus Moses lakukan om?"
"Kamu harus menikah dengan Melati sekarang juga!"
__ADS_1
"Apa?!" Moses dan Melati langsung berteriak kaget secara berbarengan.
"Om takut setelah ini, Dipo akan menyerang kamu lewat medsos. Dipo akan menyebar rumor tentang Chery lewat dunia maya. Om, yakin kalau dia akan menyebarkan berita kalau Chery adalah anak haram kamu sebentar lagi. Dia pasti sangat gusar saat ini karena, gagal lagi menyerang kamu di dunia nyata" kata Dokter Erlangga dengan nada yang mulai khawatir.
"Dipo sudah berkali kali hendak mencelakai kamu dan Melati sedari kalian masih kecil tapi, dia harus gigit jari dalam kegagalannya. Karena aku selalu menempatkan orang orang terpilihku untuk menjaga dan melindungi kalian" tambah Dokter Erlangga.
"Tapi kenapa harus menikah?" tanya Melati hati hati.
"Iya om, Melati benar. Kenapa harus menikah?" Moses tidak ingin Melati berkorban lagi demi Moses" sahut Moses.
"Mel, kamu mencintai Chery?" tanya Ray tiba tiba.
"Aku sangat mencintai Chery, kak" jawab Melati sambil menoleh ke arah Ray.
"Kalau begitu, tolong kamu setujui idenya Dokter Erlangga, demi Chery" kata Ray.
"Tidak boleh! ini sangat tidak adil untuk Melati. Melati baru putus sama pacarnya, Melati masih sedih dan kecewa, bagaimana bisa tiba tiba Melati diharuskan untuk menikah denganku?" Moses mulai protes.
"Om tahu kalau Melati sudah putus sama pacarnya, sedari tadi om sudah di sini. Karena itu, om berani mengambil keputusan ini. Hanya ini jalan satu satunya untuk melindungi Chery. Kalian tega kalau sampai Chery diserang sama warga net? dikatakan sebagai anak haram tanpa ibu? Kalau kalian menikah maka Chery akan memiliki seorang ibu dan itu bisa langsung mematahkan serangannya Dipo, kalau nanti Dipo nekat membuat berita tentang Chery, dan om yakin cepat atau lambat hal itu akan terjadi" " ucap Dokter Erlangga.
Moses langsung menoleh menatap Melati "Mel?" ucap Moses lirih setengah tidak percaya, Melati langsung bersedia untuk menikah dengannya.
Melati menoleh ke arah Moses "demi Chery, Melati tidak tega kalau sampai Chery dijahati sama warga net dengan nyinyiran nyinyiran mereka. Chery masih suci dan Melati tidak tega kalau sampai Chery harus menerima semua itu" Melati memasang mimik wajah serius.
"Tapi kenapa harus kamu lagi yang harus berkorban demi aku? kamu kehilangan papa kamu juga karena aku dan sekarang kamu harus menyerahkan masa muda kamu, cita cita kamu, prinsip kamu, demi aku juga?" Moses berkata lirih penuh kesedihan.
"Karena om percaya sama Melati dan karena Melati mencintai Chery. Kalau kamu cari wanita lain apa kamu bisa menjamin kalau wanita itu akan tulus sama Chery?" tanya Dokter Erlangga.
"Setelah menikah, Melati masih bisa terus kuliah sampai lulus, tuan" sahut Ray.
Moses hanya bisa menghela napas panjang di saat menyadari kalau, semua ucapan papa asuhnya itu dan Ray, benar adanya.
"Kita akan ke kantor pencatatan sipil sekarang tapi om minta kalian jangan mengumumkan pernikahan kalian hari ini pada siapapun! kita tunggu serangannya Dipo dulu baru kalian umumkan pernikahan kalian! atau nanti tunggu perintah dari om!" kata Dokter Erlangga.
"Tapi........"
__ADS_1
"Nurut sama om, Mo! Kamu tahu kan kalau kamu bertindak di luar sepengetahuannya om dan kamu ngeyel sama om, akibatnya apa? pasti bakalan terjadi hal yang buruk, kan?" Dokter Erlangga langsung memotong ucapannya Moses.
Moses meraup kasar wajahnya. Dia merasa kasihan sama Melati. Dia juga dari awal tidak berniat untuk menikah dengan Melati karena, dia sadar diri seorang Moses Elruno yang kotor dan penuh dosa tidak pantas bersanding dengan seorang malaikat seperti Melati. Tapi sekarang, situasinya di luar kehendak dan nalar dia.
"Ayo kita berangkat sekarang keburu tutup kantor pencatatan sipilnya. Ray, sudah menyiapkan semua berkas berkasnya kalian" Dokter Erlangga berkata sembari berdiri dan tersenyum menatap Melati, "om ucapkan banyak terima kasih, Mel"
"Semua demi Chery, Dok. Melati akan lakukan apapun untuk melindungi Chery" jawab Melati lirih.
Sebenarnya perasaan dia pun sedang gamang saat ini. Beberapa jam lagi, dia akan menikah dengan Moses Elruno. Dia yang berprinsip akan menikah setelah lulus kuliah dan bekerja nanti. Sekarang harus menghempaskan prinsipnya itu karena, rasa cintanya yang begitu besar terhadap Chery.
Beberapa jam kemudian mereka telah sampai di depan kantor pencatatan sipil dan mulai melangkah masuk ke dalam kantor pencatatan sipil tersebut. Sembari membawa beberapa berkas yang diperlukan, Ray, masuk untuk mendaftarkan pernikahan Moses dan Melati.
"Mel, bagaiman dengan mama kamu? kamu tidak ingin mengabari beliau dulu?" tanya Moses.
Melati terhenyak kaget, dia sampai melupakan perihal mamanya.
Dokter Erlangga menatap Melati dengan tatapan sendu. Papa asuhnya Moses itu sebenarnya juga merasa kasihan sama Melati tapi inilah jalan satu satunya untuk menyelamatkan Moses, Melati dan Chery dari niat jahatnya Dipo Herlambang.
Melati akhirnya menghela napas panjang dan berkata "jangan beritahu mamanya Melati dulu kak! nanti saja kalau sudah tepat waktunya, Melati akan mengatakannya sama mama" jawab Melati.
"Maafkan aku, Mel" Moses berkata lirih.
"Kakak tidak salah kok. Melati melakukan semua ini demi Chery" jawab melati sembari menoleh ke arah Moses dan tersenyum dengan sangat tulus.
Kamu memang seorang malaikat yang diutus sama Tuhan untuk menyelamatkan Moses Elruno, Mel. Kata Dokter Erlangga di dalam hatinya.
Mereka duduk antri. Menunggu sampai namanya Moses dan Melati dipanggil.
Ray, sudah mengatur tanggal pernikahannya Moses dan Melati persis di tanggal putri tunggalnya Moses Elruno nan cantik itu, memasuki istana papa tampannya itu.
Beberapa jam kemudian Moses dan Melati telah resmi menjadi sepasang suami istri secara sah. Moses dan Melati menatap surat nikah mereka yang kini berada di dalam genggaman tangan mereka dengan perasaan aneh, hampa dan seolah tidak percaya kalau mereka benar benar sepasang suami istri sekarang.
"Selamat untuk kalian berdua" ucap Dokter Erlangga tulus sambil menatap keduanya.
"Selamat menempuh hidup baru nyonya dan tuan" sahut Ray sambil tersenyum senang.
__ADS_1
Moses dan Melati hanya membeku menanggapi ucapan selamat dari Dokter Erlangga dan Ray.