
Keesokan harinya, Raja telah duduk di ruang tamunya Moses Elruno. Tap tap tap tap, ada suara langkah kaki yang berlari menuju ke arahnya Raja, seketika itu pun Raja menoleh, cowok keren nan tampan itu tersenyum dan langsung bangkit.
Chery langsung memekik girang "kak Rajaaaaa, Chery kangeennnn!" dan cewek cantik itu pun melompat lalu menghambur masuk ke dalam pelukannya Raja, sampai Raja jatuh terhenyak dan kembali terduduk di atas sofa. Secara otomatis Chery ikutan terjatuh, tubuh rampingnya Chery mendarat dengan sempurna di atas dada bidangnya Raja.
Pandangan mereka beradu, napas mereka menderu menyatu seiring dengan debaran jantung mereka, Raja mendekap erat tubuhnya Chery dan Chery seolah enggan untuk bangun dari dada kekasihnya yang sangat terasa nyaman itu. Tiba tiba Raja berucap "Hahahahaha, sayang kalau begini terus nanti disemprit sama mama Melati lho, dikasih kartu merah entar"
Chery merona malu dan langsung bangun. "Maaf kak, saking senengnya kakak pulang, aku langsung berlari dan memeluk kakak" Chery berucap sembari memundurkan langkahnya untuk duduk di depan sofanya Raja.
Raja membetulkan letak duduknya dan tersenyum lebar "Nggak apa apa sayang, kakak justru senang banget bisa kamu peluk, heeeee"
Blush
Chery kembali merona malu.
Melati kemudian muncul dan mengajak Raja untuk sarapan bersama.
"Raja, tante sudah tahu kalau pelakunya adalah Natasha Windura" kata Melati.
"Hah?!" Chery dan Celyn langsung ternganga.
Elmo langsung menggeram kesal "kurang ajar! berani beraninya dia menghadang kakak dan adikku"
"Chery kira dia orang baik karena dia kan sahabatnya kakak?" Chery berucap sambil menoleh ke Raja.
"Maafkan kakak, sudah membawa Natasha ke kehidupan kamu dan membahayakan untuk kamu" Raja mengelus mesra rambutnya Chery.
"Kamu nggak salah Raja" sahut Melati.
"Celyn dah bilang ke mama kalau feeling Celyn nggak baik sama tuh cewek" sahut Celyn.
"Kok kamu nggak cerita ke aku?" Elmo mulai protes ke Celyn.
"Heeee, sori kak, Celyn lupa!" Celyn meringis ke Elmo.
"Dasar!" kata Elmo.
Raja kemudian menatap Elmo dan berucap "Kakak pulang karena ingin mengajak kamu untuk menemui Natasha Windura. Kita akan jebak dia dengan perkataannya sendiri. Kita akan buat dia mengaku dengan sendirinya dan kita akan rekam pengakuannya" kata Raja.
"Setuju! kapan kak?" tanya Elmo.
"Entar sore, aku telah mengirim pesan text ke dia, dan ajak dia ketemuan di sebuah restoran. Kancing kemejaku sudah terpasang alat penyadap, dan ini alat untuk merekam pembicaraanku dengan Natasha nanti, kamu yang pegang ya?! Kamu tunggu di dalam mobil dan tugas kamu merekam pembicaraanku dengan Natasha, nanti" kata Raja.
"Siap!" kata Elmo.
"Kak ati ati ya, dan dek jangan ceroboh lho kamu juga harus ati ati" kata Chery.
"Siap kakak cantikku!" kata Elmo.
__ADS_1
"Kakak akan jemput kamu sepulang dari kantor" kata Raja.
"Oke kak!" sahut Elmo.
"Celyn boleh ikut?" tanya Celyn.
"Kalau Celyn ikut, aku juga ikut" kata Chery.
Raja menghela napas hendak berucap tetapi keduluan oleh Melati "sayang, kalian harus di rumah menjaga mama, mama takut sendirian di rumah, entar kalau ada apa apa gimana?"
"Iya benar!" sahut Raja dan Elmo dengan kompak.
Akhirnya Chery dan Celyn menyetujui usulan semuanya untuk tetap di rumah bersama dengan mama cantik mereka.
Setelah menyelesaikan sarapan mereka, mereka semua pamit ke Melati, untuk pergi ke sekolah diantar oleh Raja.
Beberapa menit kemudian, Raja telah sampai di depan gedung sekolahnya Chery, Elmo, dan Celyn.
Elmo dan Celyn mengucapkan terima kasih ke Raja dan langsung melompat turun dari mobilnya Raja.
Chery melepas sabuk pengamannya dan menoleh ke Raja "terima kasih, ya kak" lalu Chery memutar badan hendak membuka pintu mobil tersebut tetapi lengannya ditahan oleh Raja.
Chery memutar badan dan menghadap ke Raja "ada apa kak? apa yang ketinggalan?"
"Emm, ini" Raja mengetuk kedua pipinya dan terakhir bibirnya dengan jari telunjuknya.
Raja tersenyum lalu berinisiatif terlebih dahulu untuk mendaratkan ciuman di kedua pipinya Chery, dan ketika bibir dia menuju ke bibirnya Chery.........................
Chery langsung menaruh tangan kanannya Chery di atas bibirnya sendiri. Chery menggelengkan kepalanya sebagai kode agar Raja tidak menciumnya di bibir sambil menutup bibirnya sendiri dengan tangan kanannya itu.
Raja tersenyum dan nekat mendaratkan ciumannya di tangan kanannya Chery yang masih berada di atas bibirnya Chery. Mata Chery langsung membulat sempurna dan merona malu.
"Hahahaha, kamu menggemaskan kalau malu malu meong kayak gitu" Raja menarik diri dari wajahnya Chery dan langsung menatap mesra wajah cantik kekasihnya itu.
"Apa sih malu malu meong" Chery mulai membuka mulutnya. "kakak nakal iihhh, kok nekat cium tangan Chery yang Chery pakai untuk menutup bibirnya Chery"
Raja tersenyum penuh arti "nakal sama calon bini sendiri boleh dong"
Chery langsung merona malu dan membuka pintu mobil itu, ketika Chery hendak melompat turun, Raja kembali menahan lengannya Chery "cium kakak dulu dong! komplit! kayak kakak tadi udah kasih ciuman komplit ke kamu"
Chery mencium pipi kirinya Raja dengan cepat dan menarik lengannya lalu melompat turun, Chery menutup pintu mobil itu dan melambaikan tangan ke Raja sembari tersenyum lebar. Lalu cewek cantik itu memutar badannya dan berlari kecil masuk ke dalam gedung sekolah.
Raja terkekeh geli dan menggeleng nggelengkan kepalanya melihat tingkah menggemaskan dari calon istrinya itu.
Raja kemudian meluncurkan mobilnya menuju ke kantornya Moses Elruno. Moses menugaskan Raja untuk menangani beberapa urusan bisnisnya yang ada di Indonesia, sehingga Moses bisa berkonsentrasi penuh dengan semua urusan pembukaan cabang bisnis barunya yang ada di Jepang.
Raja lumayan sibuk sampai hampir melupakan bekal yang dibawakan oleh tante Melati.
__ADS_1
Raja melirik jam tangannya dan mulai menutup berkas-berkasnya lalu mulai membuka bekal makanannya.
Raja tersenyum bahagia menikmati makanan hasil masakan dari calon mama mertuanya.
Pantas saja kalau Chery makin ke sini makin pandai memasak. Guru memasaknya mama Melati sih, masakan tante Melati memang top, nggak kalah enak sama masakannya papa Charlie. Numero Uno deh. Batin Raja sambil menikmati bekal makan siangnya.
Setelah menghabiskan bekalnya, Raja menutup wadah itu dan memasukkan kembali wadah bekal makan siangnya itu ke dalam tas selempangnya lalu mulai berkutat dengan berkas berkasnya kembali.
Raja terlonjak kaget ketika ponselnya berbunyi, Raja meraih ponselnya dan menatap layarnya "dari Bima? ada apa dia nelpon aku?"
Raja menggeser layar ponselnya ke kanan dengan ibu jarinya lalu berucap "Halo? ada apa Bim?"
"Kamu sombong ya sekarang, pulang dari Amerika nggak pernah menemui kami, kemarin anak anak berkumpul di sebuah bar, kamu juga nggak bisa datang"
"Maaf, kemarin aku masih ada di pesawat perjalanan pulang dari Jepang. Dan kalaupun bisa aku juga nggak akan datang kalau ketemuannya di sebuah bar. Kamu tahu kan, aku nggak suka tempat yang bising dan aku nggak suka minuman beralkohol" kata Raja.
"Aaahhh iya aku lupa. Kapan kita ketemuan nih? kamu sibuk terus" kata Bima yang adalah kakak laki lakinya Bagas.
"Satu Minggu lagi kan ada acara reuni Akbar. Kita akan ketemu di acara itu, kan?" kata Raja.
"Iya sih tapi paling nggak sebelum acara reuni kita bisa kumpul kumpul sama anak anak dulu, melepas kangen kita sama kamu" kata Bima.
"Maaf, tapi sepertinya akan sulit bagiku untuk cari waktu kumpul kumpul lagi sama anak anak, heeee. Kamu memangnya nggak kerja kok jam segini bisa telponan?" tanya Raja.
"Aku kerja jadi guru olahraga di sekolah kita dulu" Kata Bima. "Ini sudah longgar jadi bisa telponan. Aku satu kantor dengan Aurelia. Kamu tahu kan, dari dulu aku naksir berat sama Aurelia, aku pepet terus Aurelia nih, heeee tapi sepertinya Aurelia belum mau membuka hatinya untuk aku, huuffttt" Bima terdengar telah hilang harapan atas Aurelia.
"Hahahaha, segitu aja dah nyerah Bim, pepet terus jangan kasih kendor! mumpung kalian masih satu kantor kan bisa ketemu tiap detik, tiap menit, tiap jam, tiap hari, nah kesempatan emas tuh manfaatkan dengan sebaik baiknya, hahahaha, aku dukung seribu persen, deh" kata Raja.
"Kamu gampang bilang begitu, kamu tahu kan Aurelia itu galaknya kayak apa?" kata Bima.
"Hahahahaha, seorang Bima yang perkasa takut sama cewek? hadeeeeh" kata Raja.
"Ya beda aja kalau ceweknya itu Aurelia si macan betina, hahahaha. Eh, aku ada rencana akan nembak Aurelia di acara reuni nanti, kamu dukung aku ya?" kata Bima.
"Oke, apa yang bisa aku bantu?" tanya Raja.
"Aku telpon terus nggak ganggu kerjaan kamu kan? soalnya masih ada hal yang ingin aku sampaikan ke kamu, habisnya kamu sulit diajak ketemuan makanya aku telpon kamu"
"Kerjaanku dah selesai kok tinggal revisi aja nggak apa apa kalau masih ada hal yang ingin kamu sampaikan ke aku" kata Raja.
"Emm, tolong bikinkan slide yang tema-nya nembak cewek, kamu kan lulusan teknik dan jago soal teknologi, pasti bisa bikin slide kayak gitu!?"
Raja terkekeh geli lalu berucap "oke, kirim ke aku konsepnya, aku akan bikinkan slide-nya"
"Siap brother! makasih ya! beberapa menit lagi aku akan kirim ke kamu via pesan text konsepnya. Emm, aku tutup dulu kalau gitu telponnya ya, aku mau mulai memikirkan konsepnya" Kata Bima penuh semangat.
"Oke!" kata Raja.
__ADS_1
Bima kemudian menutup telponnya dan Raja kembali meninjau ulang pekerjannya sebelum dia turun untuk mengecek keadaan di lapangan secara langsung.