My Cute Nanny

My Cute Nanny
Aku mencintaimu


__ADS_3

Sementara itu di kota J.........


Awan menemui Cleo di rumahnya Cleo dan langsung mengajak Cleo untuk keluar. Cleo merasa bahagia bukan main diajak kencan sama Awan.


Sesampainya mereka di dalam sebuah kafe khusus untuk para Mahasiswa. Awan langsung menatap Cleo tajam dan berkata "aku sudah tahu semuanya."


"Apa maksud kamu" ucap Cleo sembari memainkan sedotan di gelas jusnya.


"Kamu kemarin malam bertemu lagi dengan papaku, aku mendengar semua kata kata kalian. Kalian hendak mencelakai Melati pun aku juga mendengarnya dan aku sudah merekamnya" kata Alfa sembari menggertakkan gerahamnya.


Cleo langsung pucat dan panik. Cleo lalu mencoba memasang mata sayu dan wajah sendunya untuk menarik simpatinya Awan.


"Bisu kamu sekarang, hah? seorang wanita licik seperti kamu tuh nggak pantas memasang tampang sok polos seperti itu, cih!"


"Itu karena aku sangat mencintai kamu, Wan" kata Cleo.


"Cinta atau obsesi? cih! dasar wanita gila!" bentak Awan.


Semua pengunjung kafe langsung menoleh ke arah mereka berdua "Wan, pelankan suara kamu! malu dilihat orang banyak tuh!" kata Cleo dengan setengah berbisik


"Kamu lepaskan aku dan jangan ganggu Melati! atau aku akan laporkan kamu ke polisi, jangan lupa aku punya bukti rekaman percakapannya kalian!" kata Awan serius.


"Hahahahaha, kalau kamu melaporkan aku, sama saja kalau kamu juga melaporkan ayah kamu. Lagian apa kamu punya punya uang, hah? melaporkan sebuah kasus itu membutuhkan banyak uang" kata Cleo yang mulai bisa bersikap santai kembali.


"Ada tuan Moses Elruno di belakangku, aku juga sudah nggak peduli lagi sama papaku, kalau toh papaku harus dipenjara ya dipenjara saja, papaku pantas mendapat hukuman untuk semua perbuatannya" Awan menyeringai.


Cleo kembali terlihat pucat dan panik.


"Lepaskan aku! aku tidak sudi menikah dengan seorang cewek nggak jelas seperti kamu. Keluar masuk Pub setiap malam dan mabuk mabukan, cih!" Awan menatap Cleo dengan tatapan jijik.


Cleo nampak berpikir sembari mengamati Awan. "Huffftt okelah aku akan lepaskan kamu, toh aku juga sudah punya gebetan yang lain, lebih kaya dan lebih kece dari kamu" kata Cleo kemudian.


"Baguslah! aku rekam kata kata kamu barusan nih, kalau kamu ingkar janji, jangan salahkan aku kalau polisi akan menjemput kamu di rumah kamu. Jangan ganggu Melati juga, ingat itu!" kata Awan.


"Shit! oke oke! aku tidak akan menyentuh Melati. Aku juga akan mulai menjauhi papa kamu, aku nggak akan memeras papa kamu lagi, tapi paling nggak kasih aku uang sebagai gantinya karena, aku sudah nggak mungkin dapat uang lagi dari papa kamu setelah ini, heeee" kata Cleo dengan santainya.


"Dasar gila! berapa yang kamu minta?" tanya Awan.


"Kamu didukung sama tuan Moses Elruno, kan? aku akan minta sepuluh juta kalau begitu. Uang sepuluh juta itu kecil untuk seorang Moses Elruno" kata Cleo sambil tersenyum lebar tanpa dosa.


Awan yang baru saja mendapat transferan sebesar lima ratus juta dari Raymond sesuai perintah dari Moses Elruno untuk membayar flashdisk yang dia berikan, menatap Cleo dan mencoba berpikir. Kalau dia kasih ke Cleo sepuluh juta sayang juga. Kata Awan di dalam hatinya.


Awan berencana akan pergi ke Jerman mengikuti Miracle kalau Miracle kekasihnya telah menyelesaikan program pertukaran pelajarnya di sini. Awan merasa sudah tidak nyaman hidup bersama dengan papanya. Dan kenangan akan Melati tanpa bisa dia pungkiri masih sering menghantui pikiran dan memenuhi hatinya. Dia merasa perlu meninggalkan negeri ini untuk menghirup udara yang baru karena, udara di sini sudah semakin menyesakkan dadanya.


Awan butuh uang yang banyak untuk memulai hidup barunya di Jerman nanti. Jadi dia berencana untuk tidak menyentuh sama sekali uang lima ratus juta rupiah yang baru saja dia dapatkan dari Moses Elruno.


"Wan" Cleo memanggil nama Awan.

__ADS_1


"Hah?" Awan langsung tersadar dari lamunannya.


"Sepuluh juta, deal?" tanya Cleo.


"Tidak akan aku kasih uang sepeser pun ke kamu, cih! minta saja sama gebetan baru kamu!" kata Awan.


"Kalau begitu aku akan.........."


"Akan apa? aku berada di posisi terkuat saat ini. Aku punya bukti dan kamu punya apa, hah?" kata Awan kesal.


"Shit" Cleo langsung berdiri dan pergi meninggalkan Awan.


Awan meraup kasar wajahnya. Awan stress memikirkan papanya. "papa ternyata sangat jahat dan kejam" gumam Awan lirih.


"Aku akan tetap melindungi Melati dari jauh. Tidak akan aku biarkan siapapun menyakiti Melati, termasuk papa" tekad Awan kepada dirinya sendiri.


Langit sudah menghitam pekat. Tiada rembulan dan bintang bintang. Semakin menambah kesepian di hatinya Melati.


Alfa dan Rini sudah kembali ke hotel tempat mereka menginap. Melati kini berada di dalam kamar berdua saja dengan Chery.


Mama, Ray dan Dokter Erlangga masih mengobrol di ruang tamu.


Raymond terpaksa menghubungi Dokter Erlangga tadi. Dokter Erlangga segera pergi ke kota S. Jam sembilan malam tepat, Dokter Erlangga sampai di rumahnya Melati dengan selamat. Tetapi Moses belum berhasil ditemukan di mana keberadaannya.


Melari menepuk nepuk pelan dadanya Chery sembari menyenandungkan lagu karya dia dan suami tercintanya.........


Ku kan selalu rindukan hadirmu


Melati mulai terisak tetapi tetap melanjutkan syair lagu yang merupakan sebuah puisi karya suaminya itu .......


Mengemis cinta yang kan ku sesap habis


Tapi kau telah menghilang buatku mendesis


Melati terus menyenandungkan lagu tersebut sambil terisak perih. Sampai pada syair terakhir...........


Tapi aku harus kuat


Pecahlah tangis Melati. Menangis dengan sangat hebatnya sembari memeluk Chery.


"Tuhan, tolong selamatkan suamiku. Tolong bawa dia kembali ke sisiku. Ijinkan aku mengatakan kalau aku mencintainya, hiks hiks hiks" Melati kembali terisak dengan sangat hebatnya "iya, Tuhan, aku sudah jatuh cinta pada Moses Elruno suamiku, ijinkan aku membelai kembali wajah tampannya dan mengatakan kepadanya, kalau aku sangat mencintainya, Tuhan.....tolong hambaMu ini, selamatkanlah suamiku, aku mohon" Melati berdoa dengan sungguh sungguh dan penuh pengharapan.


Di ruang tamu masih terjadi obrolan yang sangat panjang.


"Ray, coba kamu cek sinyal ponselnya Moses!" kata Dokter Erlangga.


"Sudah Dok, tapi saya cuma menemukan si blacky di sebuah gudang tua. Ponselnya tuan Moses tertinggal di dalamnya" ucap Ray.

__ADS_1


"Siapa si Blacky?" tanya nyonya Teja Kusuma.


"Aaa, itu nama untuk mobil kesayangannya tuan Moses, nyonya" jawab Ray.


"Ooooo" kata mamanya Melati.


"Kamu sudah cek ponselnya? panggilan masuk terakhir dari siapa?" tanya mamanya Melati.


"Sudah nyonya, tapi nomer tersebut tidak terdaftar dan tidak bisa saya hubungi balik" jawab Ray.


"Siapa yang melakukan semua ini? apa mungkin Dipo Herlambang?" Dokter Erlangga nampak berpikir keras dan mulai bersedekap.


"Saya juga tidak tahu, tuan. Kita benar benar kalah telak kali ini. Saya menyesal karena, terlambat datang ke gudang tersebut, tuan Moses sudah tidak ada di sana" kata Ray frustasi.


"Kita hanya bisa berharap Moses segera mengaktifkan alat pelacak yang terpasang di kancing kemejanya" kata Dokter Erlangga.


"Kita masih ada harapan berarti, syukurlah" kata mamanya Melati yang selalu berpikiran positif dan optimis.


"Iya, kita masih punya harapan, nyonya benar" kata Ray.


"Karena hari sudah semakin malam, kami pamit dulu untuk kembali ke hotel" ucap Dokter Erlangga.


"Aaaa, iya Dok, terima kasih banyak sudah bersedia datang ke gubuk saya ini" kata nyonya Teja Kusuma sembari berdiri dan membalas uluran tangannya Dokter Erlangga.


Dokter Erlangga tersenyum dan Ray mencium punggung tangannya nyonya Teja Kusuma dan berkata "besok kita akan ke sini lagi, nyonya"


Nyonya Teja Kusuma mengantar kepergiannya Ray dan Dokter Erlangga sampai di depan pintu. Lalu mengunci rapat semua pintu rumahnya. Ray, menempatkan lima anak buah terbaiknya untuk berjaga di depan rumahnya nyonya Teja Kusuma.


Ceklek


Mamanya Melati membuka pintu kamar untuk menengok keadaannya Melati.


Melati sudah memejamkan matanya.


Nyonya Teja Kusuma mengelus pelan kepalanya Melati "kamu kecapekkan menangis sepertinya" kemudian mama cantik itu menutup jendela kamar tersebut karena, hujan sudah mulai turun membasahi bumi, seolah mewakili perasaannya Melati yang tengah merindukan suaminya.


Kemudian mamanya Melati menaruh guling di sisi kirinya Chery, lalu keluar dari kamar tersebut menuju ke kamarnya sendiri untuk mulai beristirahat.


Tengah malam Melati terbangun. Dia terbiasa terbangun di jam segitu untuk membuatkan Chery, susu.


Melati kembali tersadar kalau saat ini suaminya belum pulang dan belum diketahui di mana keberadaannya. Hujan deras di luar sana semakin menambah pilu hatinya.


Melati menaruh guling di sisinya Chery lalu melangkah sebentar ke jendela kamarnya dan menyibak tirainya. Menatap keluar lewat jendela kacanya, berharap menemukan sosok Moses di luar sana. Tapi hanya kekecewaan yang dia dapatkan. Dia hanya menatap pekatnya malam diiringi rintik hujan.


Tanpa sadar Melati menggerakkan jari telunjuknya dan terbentuklah sebuah gambar love di jendela kamarnya.


__ADS_1


"Cepatlah pulang, sayang. Aku sangat merindukanmu, aku sangat mencintaimu. Maafkan aku karena, terlambat menyadarinya" gumam Melati lirih dan kembali terisak dengan sangat hebatnya.


Gadis cantik istri kesayangannya Moses Elruno itu pun lalu menghela napas panjang dan kembali melangkah untuk mulai membuatkan Chery, susu.


__ADS_2