
Moses langsung melangkah lebar memasuki rumahnya dan mendahului Melati. Terlihat acuh tak acuh dan masih mengeraskan bibirnya.
Moses langsung masuk ke dalam lift dan menahan pintu liftnya, menunggu Melati dan Chery memasuki lift itu.
Melati yang masih menggendong Chery kemudian melangkah masuk ke dalam lift sambil terus memperhatikan tingkah laku
suaminya yang tampak aneh baginya.
"Sayang, kamu marah sama aku? salah aku apa? katakanlah! jangan diam kaya gini, sayang!"
Ting
Pintu lift terbuka dan Mereka melangkah keluar dari lift tersebut.
Moses meraih tengkuknya Melati lalu mencium keningnya Melati cukup lama dan dengan penuh perasaan "Masuklah ke kamar! aku ke ruang kerja dulu" kemudian Moses mencium pipi gembulnya Chery dan melangkah lebar menuju ke ruang kerjanya.
Melati menghela napas panjang dan mengerucutkan bibirnya. Mama cantiknya Chery itu terpaksa menuruti suaminya untuk masuk ke dalam kamar mewahnya. Kemudian merebahkan Chery yang sudah tertidur lelap karena kecapekkan ke dalam box bayinya.
Moses masuk ke dalam ruang kerjanya dan menutup pintunya dengan keras kemudian melepas jasnya untuk dia hempaskan di atas sofanya dengan sangat kesal.
"Kurang ajar si Awan! berani benar dia mengatakan kalau dia masih mencintai Melati, apa maksudnya? dasar brengsek!"
Moses kemudian menghenyakkan dirinya di atas kursi kerjanya dan mulai membuka laptopnya untuk mengubungi rekan kerjanya yang berada di Jepang.
"Halo Mo, how are you?" sapa Itachi, rekan bisnisnya Moses Elruno, dari Jepang sana. ( Halo Mo, apa kabar?)
"I am fine, thank you. How is the development of our business there?" (Aku baik, terima kasih. Bagaimana perkembangan bisnis kita di sana?)
Ceklek
Melati melangkah masuk ke dalam ruang kerjanya Moses dan langsung duduk di atas sofa untuk mengawasi suami tampannya yang masih nampak sibuk bekerja.
Moses melirik sekilas ke arah istinya lalu menatap kembali layar laptopnya.
"Are you okay, Mo?" tanya Itachi. (kamu baik baik saja, Mo?)
"Yes, I am okay. Go on! explain it to me about our business there!" (ya, aku baik baik saja. lanjutkan! jelaskan padaku mengenai bisnis kita yang ada di sana)
"Our business is growing well and the profit is quite a lot" jawab Itachi. (bisnis kita berkembang dengan baik dan keuntungannya lumayan banyak)
"Good, I am very glad to hear that, report it directly to me, everyday! can you do that?"
(bagus, aku sangat senang mendengarnya, laporkan secara langsung kepadaku, setiap hari! Bisakah kamu melakukannya?)
__ADS_1
"Okay" jawab Itachi.
Moses berkata "thank you so much" lalu menutup sambungan VC-nya. Kemudian meraih sebuah buku dan berpura pura membacanya. Dia masih merasa kesal, cemburu dan merasa sangat lelah untuk berdebat saat ini.
Melati sedari tadi menatap kagum suami tampannya yang terlihat begitu keren saat bekerja. Melangkahlah gadis cantik itu untuk duduk di kursi yang berada di depan meja kerja suaminya.
"Chery masih bobok dan sudah aku tidurkan di dalam box, jadi aman" Melati membuka percakapan.
Tetapi moses hanya diam membisu dan masih memegang bukunya untuk menutupi wajahnya.
"Kamu beneran marah sama aku? aku minta maaf ya? tapi katakanlah ada apa sebenarnya! jangan diam saja kaya gitu!"
Moses masih terdiam dan tetap melakukan aksinya berpura pura membaca buku yang tengah dia pegang.
Melati terkekeh geli menatap buku yang dipegang Moses lalu berkata "aku tahu kalau kamu hanya berpura pura membaca buku itu"
Moses berucap "sok tahu" dari balik buku yang masih terus dia pegang untuk menutupi wajahnya.
"Hahahaha, kamu itu menggemaskan ya kalau ngambek, hahaha. Aku tahu kalau kamu hanya berpura pura membaca buku itu karena, kamu memegangnya terbalik tuh, hahahaha"
Moses mendengus kesal kemudian menutup bukunya dan menaruhnya di atas meja kerjanya.
Dengan rona merah karena malu, Moses kemudian berdiri memunggungi Melati untuk menatap teras belakang rumahnya dari jendela besar dan bening yang mengelilingi ruang kerjanya itu.
Moses kemudian memutar badannya sembari menarik kursi kerjanya yang beroda dan duduk persis di depannya Melati.
Melati menarik tangannya Moses dan menaruhnya di atas pangkuannya "maafkan aku kalau aku ada salah! tapi tolong katakan ada apa sebenarnya? jangan diam saja kaya gini!"
Moses terus melekatkan pandangannya di wajah cantiknya Melati "aku yang seharusnya meminta maaf" Moses berucap tanpa melepaskan pandangannya sedetik pun dari wajah putih bersih nan jelita, miliknya Melati.
"Tapi kenapa?"
"Aku hanya cemburu, maaf"
"Cemburu?" Melati mencoba mencari jawaban dari kedua manik hitam milik suaminya.
Moses mendengus kesal masih di dalam pengaruh rasa cemburunya yang begitu menyesakkan dadanya "iya, aku dengar tadi sewaktu Awan berkata kalau dia masih mencintai kamu, itu membuat darahku mendidih karena cemburu"
"Kamu dengar aku meresponnya? kamu dengar aku menjawabnya?"
Moses menggelengkan kepalanya "tapi aku lihat Awan menggenggam tangan kamu dan kamu diam saja, kamu malah menatapnya penuh arti"
"Sayang, Awan tiba tiba menarik tanganku dan berkata seperti yang kamu ucapkan tadi, tentu saja aku jadi kaget dan mematung untuk beberapa detik. Aku tidak menatapnya dengan penuh arti, ralat perkataanmu itu!"
__ADS_1
Moses menatap istrinya dan kembali membisu.
"Kamu tidak percaya sama aku? tidak percaya sama cintaku ke kamu?" ucap Melati dengan sungguh - sungguh.
"Aku percaya, aku hanya cemburu karena, aku sangat mencintai kamu, cintaku padamu begitu besar, sayang" Moses mencium tangannya Melati dengan mesra.
"Kalau benar begitu besar cinta kamu ke aku, harusnya ada rasa percaya juga"
"Maafkan aku, aku cuma takut kamu akan menemui Awan dan aku akan kehilangan kamu"
"Aku tidak akan menemui Awan. Aku sudah melupakannya dan aku pernah bilang ke kamu kan, kalau aku tidak pernah merasakan bergetar saat disentuh, terasa sesak di dada saat dicium, dan rindu saat jauh, ketika masih menjalin hubungan pacaran dengan Awan. Aku merasakan semua itu saat bersama denganmu, sayang. semua hal pertama yang aku rasakan tentang cinta, aku rasakan saat bersama denganmu, hanya saat bersamamu, aku bersumpah" ucap Melati serius.
Moses langsung menarik Melati duduk di atas pangkuannya "Sayang, kita belum pernah melakukannya di sini kan?"
"Melakukan apa?" Melatii menatap Moses dengan penuh tanda tanya.
Moses meraih remote yang ada di atas meja kerjanya dan Klik, pintu ruang kerjanya sudah terkunci rapat. Kemudian dia taruh kembali remote itu di atas meja kerjanya.
Moses menyeringai penuh arti dan Melati langsung paham maksudnya Moses.
Melati kemudian tersenyum penuh sayang dan bertanya "Kamu sudah nggak marah lagi? sudah memaafkan aku?"
"Aku tidak pernah marah sama kamu, aku tidak pernah meragukan kamu, aku hanya cemburu karena aku sangat mencintaimu dan takut kehilangan kamu, sayang" Jawab Moses sembari memulai aksinya untuk mencium bibir ranumnya Melati, dengan sangat pelan, lembut dan penuh perasaan.
Melati melingkari lehernya Moses lalu Moses berdiri dan membopong tubuh rampingnya Melati kemudian mendesak Melati ke sofa.
Mungkin tidak ada siapa pun yang bisa memahami perasaan mereka berdua saat ini. Cinta dan gairah mereka terasa nyata, nyaman, seksi dan sempurna..............
Ciumannya Moses begitu hebat dan menguasai Melati. Dengan enggan Moses mundur sedikit, sebelah tangannya memegang kendali, tatapannya beralih ke wajah cantiknya Melati "kau akan membuatku gila, Mel" Moses berucap sembari terus bergerilya dengan tangannya dan Melati hanya bisa pasrah dan melenguh lirih, menggigil karena gairah sembari memejamkan mata.
Darah Moses mendidih melihat ekspresinya Melati. Kemudian pria tampan itu berbisik dengan suara parau di telinganya Melati "bolehkah aku melakukannya sekarang?"
Melati menatap Moses dengan penuh cinta dan menganggukkan kepalanya.
Moses mencium kembali bibirnya Melati dengan liar, panas sembari menyatukan cinta dan gairah mereka, berkali kali di ruang kerjanya Moses.
Mereka menggemakan suara merdu dari suatu kepuasaan secara bersama sama.
Moses memakaikan kembali dressnya Melati, merapikan rambutnya Melati lalu mengecup keningnya Melati "maafkan aku yang sudah cemburu dan membuatmu bingung. Terima kasih untuk hadiahnya"
Melati menepuk pelan dadanya Moses "aku akan melihat Chery, jangan - jangan sudah bangun, kamu sih lama banget kalau sudah dapat lampu hijau"
Moses membuka pintu ruang kerjanya dan tertawa penuh cinta "hahahaha, karena jika sudah bersama denganmu, satu kali saja tidaklah cukup, sayang. Oke, aku masih ada kerjaan, bentar lagi aku menyusul kamu ke kamar"
__ADS_1
Melati langsung menuju ke kamarnya dengan setengah berlari, takut kalau Chery sudah bangun. Dan aman ternyata. Chery masih tertidur pulas. Melati lalu merebahkan diri di atas ranjang memandang langit - langit kamar mewah tersebut sembari menyunggingkan senyum bahagianya, mengingat kembali percintaan yang sangat hebat yang baru saja dia lakukan bersama dengan suami tercintanya.