
Maha menendang Elmo sampai Elmo terjerembab ke lantai dan terbangun. Maha memekik kencang sambil bangun dan melotot ke Elmo, "kenapa kau tidur di sini? kenapa kau memeluk aku? dasar gila!"
Elmo berdiri dan tersenyum ke arah papa mertuanya, "Pa, tenang dulu! coba papa ingat-ingat lagi, kemarin papa tidur di mana?"
Maha terdiam lalu merona malu lalu berdiri dan pergi begitu saja meninggalkan Elmo saat dia ingat, justru dia yang menghampiri Elmo sampai kemudian di terbangun di pagi hari sambil memeluk Elmo dengan sangat erat.
Elmo tertawa ringan sambil menyusul langkah papa mertuanya, dia bertanya, "Pa, udah ingat ya?"
Maha terus berjalan sambil berkata tanpa menoleh ke belakang, "berani tanya lagi, aku akan mencekikmu" lalu Maha berjalan dengan lebih cepat mendahului Elmo. Maha sungguh-sungguh merasa malu, rahasia besarnya yang sering tidur sambil berjalan diketahui oleh Elmo dan parahnya dia terbangun dengan posisi sedang memeluk Elmo.
Maha masuk ke dalam kamarnya dengan cepat dan membanting pintu kamar itu sambil mengumpat kesal.
Elmo tertawa lepas melihat tingkah konyol papa mertuanya. Elmo kemudian masuk ke kamar yang ditunjuk oleh Maha untuknya. Elmo mandi dan memakai baju yang sama karena, Bagas belum datang untuk membawakannya baju ganti.
Elmo keluar dari dalam kamar dan segera ditarik oleh seseorang menuju ke teras belakang istananya Maha, "tuan muda Elmo Elruno, saya orangnya papa anda, tuan Moses Elruno"
"Hah?!" Elmo menurunkan rahang bawahnya kemudian dengan cepat mengatupkannya lagi dan berkata, "papa menanam kamu di sini? sejak kapan?"
"Setahun silam. Saya akan membantu anda memenjarakan Maha dan dokter Goh. Saya udah punya bukti-bukti yang kuat mengenai kejahatan mereka" kata orang dengan seragam chef itu.
"Tunggu! aku nggak ingin papa mertuaku dipenjara karena, dari hasil penyelidikanku, dokter Goh yang........"
"Tapi, Maha juga memiliki kejahatan yang begitu besar"
"Oke-oke! Kamu urus saja dokter Goh karena, mulai dari sekarang, aku yang akan mengurus papa mertuaku kalau beliau memang harus dipenjara aku akan usahakan hukumannya tidak akan lama"
"Baik tuan muda" lalu chef itu melesat pergi meninggalkan Elmo begitu saja.
Papa ternyata lebih cepat bergerak daripada aku. Salut aku sama kamu, Pa. Batin Elmo.
Setelah sarapan, Elmo mendapatkan sambungan Video Call dari istrinya. Maha melompat senang lalu berkata, "sambungkan ke layar TV, aku mau melihat dan mengobrol dengan putriku"
Elmo menyambungkannya ke layar TV dan nampaklah wajah kedua laki-laki yang sangat disayangi Lili. Lili menautkan alisnya dan langsung bertanya, "sayang, kamu di rumah papa?"
"Kok dia dulu yang kamu sapa?" Maha merengut.
Lili tertawa lirih dan bertanya, "Pa, apa kabar? udah sarapan dan minum obat?"
Maha tersenyum bahagia lalu berkata, "papa udah sarapan, udah minum obat, papa udah jadi anak baik hari ini, hehehehe"
Elmo menoleh dan menatap Maha. Elmo sungguh tidak menyangka bisa melihat sisi lain dari seorang Maha Adijaya. Pimpinan Mafia yang sangat disegani dan ditakuti itu, ternyata bisa bersikap sangat manis dan sangat menyayangi putrinya.
Maha menoleh ke Elmo, untuk sepersekian detik mereka bersitatap dan Maha segera melotot ke Elmo, "kenapa menatapku terus?"
Elmo tersenyum lebar lalu mengalihkan pandangannya ke layar TV untuk menatap wajah manis istrinya dan berkata, "aku sekarang tinggal di rumah papa. Kamu tahu sayang, papa mertuaku ternyata sangat menyayangiku. Kemarin malam aku tidur di dalam pelukannya"
__ADS_1
Maha segera menutup mulutnya Elmo dengan tangan besarnya dan melotot.
Lili tertawa renyah lalu berkata, "Pa, jangan kasar sama suaminya Lili!"
Maha segera melepas tangannya dari mulutnya Elmo dan masih melotot ke Elmo.
Elmo tertawa lepas lalu berkata, "papa mertuaku ini baik banget kok sayang dan aku sangat menyayanginya"
"Cih!" Maha mengumpat di depannya Elmo namun, di dalam hatinya dia merasa senang mendengar Elmo mengatakan kalau Elmo menyayanginya.
"Kamu beneran nggak diapa-apain sama papa?" Lili masih merasa curiga dan menatap papanya dengan penuh tanda tanya.
Maha menunjuk Elmo tanpa menatap Elmo sambil berkata, "dia pintar merayu, aku jadi luluh melihatnya dan kamu harus hati-hati dengan laki-laki yang pintar merayu macam dia nih"
Elmo dan Lili terkekeh geli lalu Lili berkata, "Elmo hanya bisa merayu Lili dan papa. Elmo nggak bisa merayu orang lain, jadi semua aman terkendali, Pa"
"Terserahlah" dengus Maha dengan acuh tak acuh sambil menyalakan cerutunya.
"Kamu udah sampai?" tanya Elmo.
"Sudah, aku dalam perjalanan menuju ke rumahnya papa Moses"
"Nanti kalau udah sampai di rumahnya Moses VC lagi ya, aku pengen melihat wajahnya Melati eh wajah kamu lagi, maksud papa"
Lili tersenyum lalu berkata, "baik, Pa dan sayang, aku tutup dulu telponnya ya, kita udah mau sampai nih"
"Siap Brother!" sahut Bintang lalu Klik, sambungan VC itu pun terputus.
Elmo menoleh ke Maha dan dia bertanya, "kenapa papa ingin melihat wajah mama saya?"
"Apa? siapa yang bilang begitu?"
"Tadi Elmo dengar"
"Papa salah ucap" Maha kemudian memutar badan dan pergi meninggalkan Elmo.
Elmo kemudian pergi ke kantor dan berganti baju di ruangannya.
Bagas bertanya ke Elmo, "kau gila! kau langsung masuk ke kandang singa begitu saja? tanpa keraguan sedikit pun?"
"Aku berbuat benar, jika aku berbuat benar maka aku tidak akan pernah takut menghadapi apapun" sahut Elmo.
"Yeeeaahhh, salut Gue sama Lo" Bagas berucap sambil menepuk pundaknya Elmo.
Tidak begitu lama Linda masuk dan memberikan kode ke Bagas agar Bagas meninggalkannya sendirian dengan Elmo. Bagas mengernyit lalu pergi keluar dari ruangannya Elmo.
__ADS_1
Linda memeluk Elmo dari belakang saat Elmo sedang berdiri memasang dasi sambil menatap jalanan kota Tiongkok dari jendela besar transparan yang mengelilingi ruangannya.
Elmo tersentak kaget dan langsung melepas paksa tangannya Linda dari pinggangnya.
Elmo segera berputar badan dan menghadap ke Linda, "apa maksudmu memelukku?"
Linda melangkah maju dan Elmo dengan segera melangkah mundur sambil berkata, "Lin, jangan maju lagi! katakan apa mau kamu dari sana dan jangan mendekatiku!'
Linda mengabaikan permintaannya Elmo dan dia terus melangkah maju dengan gerakan seksi menggoda, "aku melihat kamu masuk ke dalam sebuah kamar hotel dengan seorang wanita dua hari yang lalu. Aku salah menilai kamu selama ini, kamu ternyata seorang playboy. Aku siap melayani, Mo. Aku siap memberikan diriku seutuhnya untukmu" Linda mulai melepas kancing baju paling atas dari blus yang dia pakai dan tangannya bergerak menuju ke kancing baju yang kedua sambil terus melangkah gemulai mendekati Elmo.
"Stop! Linda stop!" Elmo berteriak lantang dan Linda segera mengerem langkahnya, seketika itu pula tangannya Linda berhenti bergerak di kancing baju ketiga dari blusnya
"Kamu salah paham. Wanita yang kamu lihat bersamaku dua hari yang lalu adalah istriku" ucap Elmo.
Linda tertawa lepas lalu berkata, "kau pikir aku akan memercayai kebohonganmu itu? kenapa kamu bisa tidur dengan pelacur itu tapi tidak mau tidur denganku? ayolah Mo! aku menawarkan diriku ke kamu, bukankah kamu merasa beruntung karena, tidak semua laki-laki aku berikan kesempatan emas ini" Linda mengedipkan mata syahdunya ke Elmo.
Elmo merapatkan gerahamnya sambil berkata, "Hentikan Linda! jangan merendahkan dirimu seperti ini! bagaimanapun juga, kamu adalah sahabatku dan wanita yang kamu kira pelacur itu adalah istriku"
"Bohong! Kau bohong, Mo!" Linda menjerit kesal.
Bagas segera masuk dan berkata, "Elmo tidak bohong, Elmo sudah menikah dengan wanita yang bersama dengannya di hotel"
Linda terduduk di lantai lalu menangis terisak.
Bagas membantu Linda untuk berdiri dan Linda segera melesat pergi meninggalkan Elmo dan Bagas sambil menutup mulut menahan tangis kecewanya.
Bagas menatap Elmo dan Elmo hanya bisa mendesah panjang.
Jelita Adijaya dan Bintang berjalan kaki memasuki pekarangan rumahnya Moses Elruno dan begitu langkah mereka terhenti di depan pintu masuk utama rumah besar tersebut, mereka segera disambut ramah oleh semua penghuni rumah itu yang masih tampak asing bagi Jelita Adijaya.
Melati yang terakhir kali memeluk Lili segera merangkul dan membimbing Lili masuk ke dalam. Mereka semua menuju ke ruang makan. Semua menatap Lili yang terus mengulas senyum dengan wajah bingung dan Bintang segera berkata, "Lili belum ingat sepenuhnya dengan anda semua"
"Kamu pasti kak Bintang" pekik Celyn dengan mata berbinar dia menatap Bintang.
Bintang tersenyum ke Celyn dan berkata, "iya benar. Kok kamu tahu?"
"Aku kan cerdas heeeee. Kak Elmo sering cerita kalau dia punya sahabat cewek yang tomboy dan pandai bela diri. Nanti kita coba tanding ya, Kak?"
Bintang tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Melati lalu mengusap kepalanya Lili yang duduk di sebelah kirinya Melati, "sayang, kamu adalah anak angkat mama. Putri mama dan sekarang ini kamu adalah menantunya mama jadi, santai aja dan jangan takut sama kita karena, kita semua menyayangimu"
"Iya Benar Li, aku Chery,. Aku kakaknya Elmo dan juga kakak kamu. Aku merindukanmu selama ini karena, aku sangat menyayangimu. Ini suamiku kak Raja dan itu Celyn adik bungsu kita yang super tomboy, hehehehe. Kami semua menyayangimu, Itulah kenapa kami semua langsung ke sini untuk menyambutmu karena, kami semua merindukanmu"
Lili tersenyum terharu lalu menitikkan air mata dan Melati langsung memeluknya.
__ADS_1
Moses dan keluarganya Alfa melangkah masuk ke ruang makan dan terdiam menatap Lili yang tengah terisak di dalam pelukannya Melati