
Moses melakukan sambungan Video Call dengan istrinya dan membuat Maha melirik dan berdecak kesal, "Kau pasti telepon istrimu"
Moses menghempaskan tubuhnya ke sofa dan berkata dengan santainya, "Ya iya lah. Enaknya punya istri tuh gini nih, ada yang dirindukan" Moses mengangkat salah satu alisnya kemudian ia terus menatap layar ponselnya karena, Melati belum juga menyambut sambungan VC darinya.
Klik. Moses menutup sambungan VC-nya dengan Melati lalu ia menelepon Elmo dan Elmo juga tidak mengangkat teleponnya. Moses menghela napas panjang dan Klik, ia menutup sambungan telepon dengan Elmo, memasukkan ponselnya kembali ke kemejanya dan berucap, "Ke mana ya semuanya, kenapa nggak ada yang angkat teleponku? Ray juga belum jawab pesan text dariku"
Maha tersenyum senang dan bergumam sangat lirih, "Sukurin, salah sendiri mau pamer. hasilnya, Melati nggak angkat panggilan VC-nya, hihihihi" Maha terkikik geli sambil terus mencari sesuatu di rak buku.
"Kau ngomong apa?" tanya Moses saat ia mendengar Maha bersuara tapi ia nggak bisa mendengarnya dengan jelas.
Maha menoleh, "Aku bilang, kenapa kau nggak bantuin aku cari sesuatu yang bisa jadi bukti keberadaannya Tommy Goh?"
"Ngapain dicari lagi. Buktinya sudah ada di luar kan? wanita itu Tommy Goh"
"Rambutnya panjang, Tommy Goh berambut cepak, mana bisa wanita di luar itu Tommy Goh"
"Cih! jadi orang kok ngeyelan (keras kepala) dibilangin wanita itu Tommy Goh kok nggak percaya" Moses melipat tangan dan bersandar ke sofa.
"Ngeyelan itu apa artinya?" Maha masih terus mencari sesuatu di rak buku sambil membuka-buka buku yang tertata rapi di rak buku itu.
"Ngeyelan itu, ya kayak kamu itu" sahut Moses asal dengan kesalnya.
Maha terkekeh geli lalu bertanya, "Aku ini sabar orangnya jadi ngeyelan itu artinya sabar ya?"
"Cih! terserah kamu mau ngomong apa. Aku mau memejamkan mata sebentar. Bangunkan aku kalau kau sudah menemukan yang kau cari" Moses lalu merebahkan dirinya dengan santai di atas sofa yang ada di ruang itu.
Maha hanya bisa menggeleng-nggelengkan kepalanya dan bergumam, "Dasar aneh! suka banget bertindak semaunya, cih! Beruntung sekali kau memiliki istri yang sabar dan lembut seperti Melati"
Dua jam berselang dan Maha tidak menemukan apapun di ruang baca, di kamar tidur, maupun di ruang keluarga. Bahkan dapur dan ruang makan pun ia jamah tapi, tidak ada apa pun yang bisa ia pakai untuk membuktikan keberadaannya Tommy Goh yang sesungguhnya.
Maha lalu kembali ke ruang baca dan membangunkan Moses, "Bangun! Alfa, Evan, dan Alexa sudah memasukkan wanita itu ke dalam mobil"
Moses membuka mata lalu bangun dan duduk, "Dia Tommy Goh kan?"
"Belum tahu karena, wanita itu terus saja membisu dan bergeming" sahut Maha.
Moses lalu bangkit dan mengikuti langkah Maha keluar dari ruang baca dan berlanjut melangkah keluar dari dalam rumah itu.
Maha berbelok ke kiri dan terus melangkah ke mobil sedangkan Moses berbelok ke kanan, dia memanggil nama, "Choky, where are you?" sambil celingukkan.
__ADS_1
Maha mengerem langkahnya dan memutar badan untuk melihat apa yang tengah Moses lakukan, "Kau ngapain?" Maha segera melempar tanya ketika ia menangkap Moses tengah celingukkan di halaman depan rumah itu
"Choky, mana dia? Kasihan kan kalau dia ditinggalkan sendirian di sini?"
"Siapa Choky?" Maha menautkan kedua alisnya.
"Anjing jenis Pinscher Doberman tadi, yang menyambutku dengan ramah tadi, kau lihat kan?" Moses menatap Maha.
"Cih! ramah apa? Dia hampir menggigitku dan Alexa menendangnya. Lalu anjing itu berlari ketakutan pergi keluar begitu saja" sahut Maha.
"Dasar nggak berperikehewanan" Moses mendengus kesal dan berjalan lebar mendahului Maha menuju ke mobilnya.
Maha berlari kecil menyusul Moses, "Kamu yang aneh. Lebih mementingkan anjing gila itu daripada sahabatmu ini. Kalau sampai aku kena gigit, terus kena rabies, aku bisa lho nulari kamu" Maha berucap sambil menutup pintu mobil.
Moses cuma merapatkan bibir dan mengangkat kedua alisnya Ke Maha karena, ia malas meladeni ocehannya Maha. Moses merasa sedih dan merasa nggak rela kalau Choky akan menjadi sebatang kara di jalanan.
Setelah Maha masuk, Evan langsung menekan pedal gasnya.
Baru melaju beberapa meter, tiba-tiba Moses memekik, "Berhenti!"
Evan segera mengerem mobil secara dadakan dan menoleh ke jok belakang, "Ada apa Tuan?"
Semua pun ikutan menoleh ke Moses dengan wajah kesal.
Moses membopong anjing itu dan hendak masuk ke jok tengah. Maha dan Alfa segera mengunci pintu jok tengah begitu pun Alexa dan Evan, mereka juga mengunci pintu jok depan Moses menautkan alisnya dengan kesal di saat ia mendapati semua pintu terkunci dan ia tidak bisa masuk ke dalam mobilnya sendiri. Alfa lalu membuka sedikit kaca jendelanya dan berteriak, "Dia termasuk jenis anjing yang ganas. Kalau kau bawa masuk ke sini, kau mau, kita semua mati digigitnya?"
"Dia anjing yang ramah dan lucu. Lihatlah dulu!" Moses menempelkan wajah Choky ke jendela mobil dan Choky langsung menggonggong keras lalu menyeringai menakutkan saat Choky bersitatap dengan Alfa dan Maha.
Alfa dan Maha tersentak kaget lalu secara spontan memundurkan wajah mereka dari kaca jendela itu
Maha mendengus kesal lalu berteriak, "Lucu dari mana? besar dan hitam, menyeringai kayak gitu kok lucu, dasar gila kau Mo!"
"Jangan kencang-kencang teriaknya Om! Telinga saya masih saya butuhkan nih" Alfa mengusap-usap telinganya dan Maha terkekeh sambil berkata, "Maaf"
"Lalu gimana nih?' Moses berteriak di luar mobil dengan sangat kesal.
"Kau lepas anjing itu di jalan dan aku ijinkan masuk dan duduk di tengah, atau kau duduk di jok paling belakang dengan anjing itu dan wanita itu, atau kau taruh anjing itu di belakang dan kau kembali ke tengah tanpa anjing itu?" Teriak Alfa.
Moses mendengus kesal lalu ia melangkah ke pintu belakang mobil miliknya dan setelah Evan membuka central lock di pintu belakang, Moses membuka pintu belakang itu dan menurunkan anjing berjenis Pinscher Doberman itu di jok paling belakang dan Alfa segera memencet tombol untuk menaikkan papan penghalang di antara jok belakang dengan jok tengah jika tidak begitu, Alfa khawatir anjing itu akan melahap kepalanya dari belakang.
__ADS_1
Moses menepuk-nepuk pelan kepalanya Choky dan berkata, "Be a good boy ya! Kamu di sini sementara dan aku akan ke depan"
Choky menggonggong ramah lalu mengangkat kaki depannya lagi. Moses tersenyum lalu menggenggam kakinya Choky, "kita teman baik sekarang, oke boy?"
Wanita majikannya Choky yang mereka curigai adalah Tommy Goh, akhirnya membuka suara."Kamu ternyata sangat baik dan berhati hangat. Baiklah! karena, kamu udah menyelamatkan Choky, aku akan katakan yang sejujurnya, aku bukan Tommy Goh. Aku saudari kembarnya Tommy Goh namaku Alice Goh. Aku akan bawa kalian ke tempat persembunyiannya Tommy Goh yang sebenarnya"
Moses langsung menarik rahang bawahnya.
Grab! Wanita itu tiba-tiba menarik dan menggenggam erat tangannya Moses dan berkata, "Aku jatuh cinta padamu sejak aku ditugaskan Tommy Goh mencari tahu soal kamu. Aku menyukai ketampanan kamu, kehebatan kamu, dan kebaikan hatimu. Itulah kenapa pas tadi kamu datang, aku langsung meniru tingkah lakunya Melati. Aku......"
Moses langsung menarik tangannya dan Bam! dia menutup pintu jok belakang dan Evan langsung memencet central lock untuk mengunci pintu jok belakang itu. Evan langsung menekan kembali pedal gasnya.
Moses melompat ke jok tengah lalu berkata ke Maha, "Kau benar, dia bukan Tommy Goh. Dia bilang dia saudari kembarnya Tommy Goh, namanya Alice Goh"
"Berarti kamu yang nge....nge apa tadi?"
"Apa? nggak bisa ngomong ya nggak usah ngomong, cih! nge...nge....ngesot maksudmu" Moses mendengus kesal lalu melipat tangan untuk menyembunyikan rasa malunya karena, dia sudah salah menerka kalau wanita yang duduk di jok belakang saat itu adalah Tommy Goh, sejak awal.
Maha terkekeh geli melihat muka kesalnya Moses.
"Lalu di mana Tommy Goh?" tanya Alfa.
"Kita bawa ia ke rumah dulu aja! Kita interogasi dulu di mana Tommy Goh" Moses menepuk bahunya Evan.
"Siap Tuan" Sahut Evan.
Ivan Goh merutuki nasibnya sendiri, ia berada di sel, terisolasi dari dunia luar dan tangannya digips karena, patah. Dia hanya bisa berharap, papanya yang berada bebas berkeliaran di luar sana, bisa segera mengambil tindakan untuk membebaskannya.
Lili berada di dalam dekapannya Elmo. Dengan tubuh yang masih sama-sama polos dan berada di dalam selimut tebal, Lili bertanya, "Apa Ivan Goh sudah tertangkap?"
"Iya. Ivan Goh sudah berada di sel penjara. Ia tinggal menunggu sidang dan aku yakin dia akan membusuk di penjara di sisa umurnya" ucap Elmo sambil mengelus punggung polos istri tercintanya.
"Kasihan sebenarnya. Dia itu anak yang cerdas dan memiliki karir yang gemilang di bidang kedokteran sayangnya, dia jahat, egois, dan kejam"
"Hmm. Semua tindakan pasti ada konsekuensinya" sahut Elmo.
"Kau lapar?" tanya Lili, "Kau menghajarku habis-habisan dan aku sangat lapar saat ini
Elmo terkekeh geli dan berkata, "Lapar. Kau mau makan di luar apa makan di rumah?" tanya Elmo.
__ADS_1
"Di rumah aja. Aku kangen sama semuanya. Aku sudah ingat semua memori di masa laluku dan itu membuatku merasa kangen sama semuanya" ucap Lili sambil bangun lalu berlari kecil ke kamar mandi.
Elmo lalu bangun dan memunguti baju dia dan Lili yang berserakan di lantai lalu ia masukkan baju-baju itu ke dalam keranjang khusus untuk baju-baju kotor dan menyusul Lili. Mereka hanya saling memandikan tanpa bertindak lebih karena, keduanya sudah sangat kelelahan berolah raga sebanyak dua ronde sebelumnya.