
Awan kemudian merogoh sesuatu di dalam saku jasnya. Setelah dia keluarkan ternyata buku karyanya Melati. Awan mengetahui kalau Melati sudah mempunyai karya sebuah buku yang sangat bagus dan sangat laris, ketika dia baru menginjakkan kaki di Indonesia selama dua hari. Awan pun langsung membeli buku karyanya Melati itu, dia selalu baca buku itu di setiap malam sebelum dia tidur dan dia selalu peluk buku itu, untuk mengobati kerinduannya pada Melati.
Awan menyodorkan bukunya ke Melati dan berkata "maukah kamu menandatanganinya, Mel?"
Melati menoleh ke Moses. Moses tersenyum dan berkata "kok noleh ke aku?" Moses mengecup keningnya Melati dan terkekeh geli.
Awan tersenyum dan berkata "kalau nggak bersedia nggak apa apa, kok" Awan menarik lagi bukunya.
"Iya, aku mau tanda tangani kok" Melati menarik buku yang ada di atas meja. Buku hasil karyanya. Dia mengambil pulpen dari saku kemeja suaminya dan menandatangani buku itu lalu menyerahkan buku itu ke Awan.
Awan tersenyum dan kembali memasukkan buku itu ke dalam saku kemejanya "terima kasih, Mel"
Melati tersenyum dan berkata "sama sama"
"Kita makan malam dulu?" tanya Moses.
Awan menggelengkan kepalanya. Dia merasa tidak tahan jika harus melihat kemesraan Melati dan Moses untuk waktu yang lebih lama lagi.
"Terima kasih, tuan. Lain kali saja. Emm, dimana kak Ray?"
"Ray sudah menikah, dia sekarang ini setiap jam lima sore sepulang dari kantor langsung balik ke rumahnya. Ray sudah punya satu orang anak masih berumur dua bulan. Kamu bagaimana? mana istri kamu?" tanya Moses.
"Saya belum menikah"
"Kamu cuti berapa hari? jangan terlalu lama kau tinggalkan perusahaanku yang di sana, kamu sekarang ini seorang direktur, lho" kata Moses.
"Saya cuti selama dua Minggu, tuan. Minggu depan saya sudah balik ke Jerman. Terima kasih berkat anda saya bisa menjadi seperti sekarang ini" Awan berkata sembari berdiri.
"Baguslah! selamat untuk kamu, kamu bisa sukses itu karena kerja keras dan kegigihan kamu, aku hanya memberikan peluang" kata Moses sembari berdiri.
"Terima kasih banyak, tuan. Saya pamit, masih ada urusan yang harus saya selesaikan" Awan menyalami Moses.
"Dek, makasih untuk waktunya, kakak akan menjemput kamu atau kita langsung ketemu di penjara?" tanya Awan sambil menoleh ke Angel.
"Kita langsung ketemu di penjara saja ya, kak. Jam sepuluh ya?" kata Angel.
"Baiklah"
Lalu Awan menatap Melati "aku pamit, Mel"
Melati tersenyum dan berkata "iya"
Sepeninggalnya Awan, Moses, Angel dan Melati langsung pulang ke rumah.
Awan mengemudikan mobil sedan mewahnya yang merupakan keluaran terbaru dengan kesedihan. Lagu berjudul Rapuh dari salah satu band terkenal di Indonesia mengalun indah mendayu dari salah satu gelombang radio yang dia putar. Lagu itu seolah mengerti betul semua rasa yang ada di hatinya. Dia rapuh karena begitu merindukan Melati. Dia masih sangat mencintai Melati. Apalagi ketika melihat Melati semakin cantik, elegan dan bersinar. Kebaikan, kelembutan, dan keceriwisannya Melati yang khas, begitu dia dambakan.
Wan, Wan, kamu dulu tuh memang bodoh, sangat bodoh. Awan terus menerus menyesali kebodohannya.
Keesokan harinya.............
Semua sudah bersiap untuk refreshing ke wahana permainan. Raja, Danendra, dan Gideon juga sudah bergabung dengan Melati, Moses, Celyn, Elmo, dan Chery. Angel pamit tidak ikut kerena akan pergi ke penjara menjenguk papanya. Angel dijemput Arkan.
Ray, Delia dan anak mereka juga ikut bergabung, Alfa dan Rini nitip Celestia karena, Alfa ada seminar ke luar kota dan Rini harus mendampinginya sedangkan Celestia merengek minta ikut Melati.
Dengan sangat terpaksa papa Erlangga dan mama Heni pun ikut, begitu juga Ijah, dan Gini.
Moses mengeluarkan dua mobil Van mewahnya. Mereka meluncur menuju ke wahana permainan terbesar dan terlengkap di kota J.
Raja secara diam diam menempelkan alat pelacak ke tas ransel mini yang digendong oleh Chery. Raja mendapatkan alat pelacak itu dari om Rio Putra. Raja menceritakan semua kecurigaannya dan Rio langsung memberikan alat pelacak tersebut.
Tanpa mereka sadari, Claudia yang sedari pagi parkir di depan istananya Moses pun membuntuti mereka.
Mereka sampai di wahana permainan. Elmo, Celyn, Danendra, Gideon, langsung berlari dengan cerianya.
"Pa, aku mau naik itu" kata Elmo.
"Aku mau yang itu" kata Celyn.
"Hadeeehh, iya sabar sebentar ya!? satu satu kita akan coba semua wahana di sini" kata Moses sambil terkekeh geli.
__ADS_1
Melati tersenyum bahagia melihat keceriaan anak anak.
Melati, mamanya, papa Erlangga, Chery dan Raja memilih untuk duduk di sebuah rest area. Celestia digendong Moses. Ray dan Delia mulai sibuk sendiri dengan anak mereka.
Chery duduk di atas tikar di sebelah mamanya sambil membaca buku dongeng anak anak yang kemarin dibelikan oleh Raja.
"Lho, nak? kamu nggak ikut bermain dengan adik adik kamu? susul papa sana gih!" kata Melati.
"Chery malas bermain, ma. Chery lebih suka membaca"
"Membaca kan bisa di rumah, bersenang senanglah, sayang!" kata kakek Erlangga.
Chery langsung duduk di atas pangkuan kakeknya. Sedari kecil Chery memang sangat dekat dan sangat menyayangi kakeknya.
"Lho, kok malah minta pangku sama kakek, hahahaha, apa mau ditemani sama kakek mainnya?" tanya kakek Erlangga.
"Atau mau sama aku?" tanya Raja.
"Iya nih, kasihan kak Raja kamu hanya duduk di sini menemani kamu" kata neneknya Chery.
Chery melihat Raja, lalu tersenyum dan menutup bukunya. Chery bangkit dan berkata "ayok, kak!"
Raja mengucapkan permisi ke semuanya lalu bergandengan tangan dengan Chery menuju ke salah satu wahana permainan.
Moses menggendong Celestia dan mendampingi Elmo, Celyn, Gideon dan Danendra, bermain bump bump car.
Ijah dan Gini menunggu di luar wahana tersebut.
Chery dan Raja bermain roller coaster. Mereka menaiki tangga menuju ke atas ke kereta roller coasternya.
"Kamu yakin berani naik?" tanya Raja.
"Berani" jawab Chery dengan polosnya.
Claudia terus mengawasi mereka dari kejauhan.
Setelah bermain roller coaster. Raja dan Chery turun ke bawah dengan penuh keceriaan.
"Kak, Chery pengen ke toilet" kata Chery.
"Oke, di sana toiletnya. Ayok kakak antar" kata Raja.
Chery masuk ke dalam toilet dan Raja menunggu Chery di luar.
Tiba tiba pundaknya Raja ditepuk seseorang dan raja secara spontan menoleh. Dilihatnya Gladys teman sekelasnya tersenyum ke arahnya dan berkata "kamu ngapain berdiri di depan toilet?"
"Menunggu adikku" jawab Raja.
"Adik? bukannya kamu anak tunggal?" tanya Gladys heran.
"Dia putri dari sahabatnya mamaku" jawab Raja dengan wajah kaku khasnya.
"Oooo. Iya Raja, aku datang ke sini bareng sama mama, papa, dan adikku. Di sana tuh. Kita ke sana yuk!" Gladys menunjuk ke sebuah rest area.
Raja menautkan alis dan berkata "untuk apa?"
"Aku kan calon istri kamu, kemarin kan papa kamu ngobrol sama papaku dan aku dengar tentang perjodohan kita, masak kamu nggak mau menyapa calon mertua kamu?" kata Gladys.
"Cih! itu hanya bercanda. Papaku memang suka bercanda jangan dianggap serius!" kata Raja.
"Tapi aku benar benar mau menjadi istri kamu nanti, Raja" Gladys tersenyum penuh harap.
Beberapa detik pandangannya Raja teralihkan dari Chery. Memberikan peluang ke Claudia untuk mendekati Chery.
Chery bersedia digandeng Claudia untuk diajak membeli minum dan makanan kecil. Chery menoleh ke kakak Rajanya dan dia melihat kak Rajanya tengah mengobrol dengan seseorang, Chery pun tidak memanggil kak Rajanya.
"Raja asal kamu tahu ya, aku mencintaimu sejak kita masih duduk di bangku TK" kata Gladys kemudian.
"Cih!" Raja mulai menoleh ke toilet dan langsung panik ketika melihat pintu toiletnya telah terbuka lebar dan Chery tidak ada di dalamnya.
__ADS_1
Raja tidak menggubris semua ocehannya Gladys dan pergi begitu saja meninggalkan Gladys untuk mencari keberadaannya Chery.
Gladys merasa kesal dan langsung menghentakkan kakinya di atas lantai.
Raja langsung panik, dia berlari ke sana kemari sambil terus mengedar pandangannya ke.seluruh penjuru dari wahana permainan tersebut dan terus memanggil manggil namanya Chery. Setelah dirasa cukup dia berkeliling dan belum menemukan Chery, Raja langsung berlari menuju ke ruang CCTV dari wahana tersebut sembari menghubungi papanya Chery.
Moses langsung menyerahkan Celestia ke Ijah dan Gini lalu menelepon papa Erlangga untuk ke wahana bump bump car agar menjaga dan mengawasi anak anak.
Papa Erlangga datang dengan tergopoh gopoh dan mendapati Moses sudah tidak berada di wahana itu. "ada apa?" tanya dokter Erlangga ke Ijah dan Gini. Tapi keduanya menjawab "tidak tahu, tuan"
Moses menemui Raja dan berkata "gimana sudah ketemu?"
"Aaah, itu om, Chery bersama wanita pakai topi putih" Raja menunjuk ke layar CCTV. Mereka melihat Chery digandeng seorang cewek menuju parkiran mobil.
Moses dan Raja langsung berlari menuju ke parkiran mobil, tapi terlambat.
Mobil itu sudah melaju pergi meninggalkan wahana permainan dengan sangat cepat.
Moses langsung berlari menuju ke parkiran mobilnya. Dia dan Raja langsung masuk ke dalam mobil Van mewah itu dan mengejar mobil yang membawa Chery.
"Tante kita mau ke mana? mama sama papa akan kebingungan mencari Chery, nanti. Chery belum pamit ke mama sama papa, tante" kata Chery.
Claudia mengusap lembut kepalanya Chery dan berkata "anak cantik, anak pintar, anak hebat, kita akan berpetualang ya, mulai sekarang kita akan berduaan terus dan nggak akan ada yang akan memisahkan kita"
Claudia memiliki pemikiran yang sederhana, Jika dia memiliki Chery maka Moses akan dengan sangat mudah dia miliki. Moses akan bersedia menemui dia dan Chery lalu mereka bertiga, dia, Moses dan Chery akan berkumpul menjadi keluarga kecil yang bahagia.
"Apa maksud tante? tadi Chery bersedia ikut karena tante bilang mau ambil barang sebentar di mobil, setelah itu mau menemui mamanya Chery, tapi kok malah pergi meninggalkan wahana permainan?"
"Mama kamu, siapa mama kamu, hah!?"
Claudia mulai frustasi mendengar Chery terus memanggil mama tapi bukan untuk dia panggilan itu.
Chery terlonjak kaget dan terus menatap Claudia dengan heran.
"Mama Chery, mama Melati, pasti mencari Chery saat ini. Ayok kita balik tante! kasihan mama, mama pasti kebingungan mencari Chery saat ini" kata Chery lirih.
Claudia memukul setir mobilnya dan semakin menambah kecepatan laju mobilnya tanpa menggubris ucapannya Chery.
Chery semakin merasa ketakutan.
Ma, tolong Chery. Chery takut, ma. Ucap Chery di dalam hatinya.
Chery ingin masuk ke dalam pelukan mama Melati-nya. Dia begitu ketakutan saat ini.
Melati langsung merasa nggak enak dan menelepon Moses.
"Sayang, anak anak nggak apa apa kan?"
Moses menghela napas panjang "kamu ajak anak anak dan semuanya balik ke rumah, tunggu aku ya"
"Tapi kenapa? ada apa?" tanya Melati mulai merasa khawatir.
"Sayang, dengar ya jangan panik dan sedih, aku sedang mengejar seseorang, dia menculik Chery"
"Hah!? sayang, tidak jangan Chery, kenapa Chery?" Melati mulai menangis histeris dan mama Heni langsung memeluk tubuhnya Melati.
"Sayang, aku janji akan membawa Chery pulang dengan selamat, kamu tunggu di rumah ya, Jangan khawatir! aku tutup dulu telponnya" kata Moses.
Melati langsung menelepon Ijah untuk membawa anak anak ke dalam mobil, mereka harus pulang.
Papa Erlangga menggeram penuh emosi ketika mendengar Chery diculik.
Ray nitip Delia dan anaknya ke Melati lalu dia dan dokter Erlangga menyusul Moses.
"Tante jangan ngebut! Chery, takut tante" suara Chery mulai bergetar ketakutan.
Tetapi Claudia tidak menggubris Chery dia terus menekan pedal gasnya dan mempercepat laju mobilnya.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1
mohon maaf utk beberapa hari ke depan tidak bisa update karena, saya akan menjalani bedah mulut. Gigi geraham tumbuhnya miring jadi harus diambil. Mohon doanya supaya besok operasinya berjalan dengan lancar. Terima kasih untuk dukungannya saat ini. Saya mencintai dan menyayangi kalian