My Cute Nanny

My Cute Nanny
Duuuh gemes


__ADS_3

Moses terus mendekap Chery di dalam pelukannya. Chery tertawa renyah khasnya bayi. Moses mencoba menimang nimang bayinya, mencoba mengobrol, dan bercanda dengan Chery.


Chery seolah mengerti apa yang diucapkan Moses "Waahh, kamu pintar ya, ngerti banget kalau papa bilang cantik, kamu langsung senyum, duuhhh, gemessss" Moses berkata sambil menciumi wajahnya Chery.


Melati duduk di sampingnya Moses. Melati tersenyum bahagia melihat Moses sudah mulai akrab dengan Chery.


"Kalau kamu mau tidur, tidurlah!" kata Moses.


"Aaah, tidak tuan, mana bisa saya tidur kalau tuan ada di dalam kamar saya sekarang ini" ucap Melati.


"Hahaha, aku nggak akan ngapa ngapain kamu, percaya sama aku, aku akan jaga Chery, tidurlah kalau kamu capek!" kata Moses kemudian.


"Tidak tuan, terima kasih, saya tidak capek kok" kata Melati sambil tersenyum.


Ray tiba tiba masuk ke dalam kamarnya Melati sambil terengah engah "tuan, semua sudah beres, Alfa Elruno, sudah saya bawa ke rumah sakit, untung lukanya tidak begitu parah, tuan"


Alfa Elruno



"Baguslah" jawab Moses dengan santainya sambil terus tersenyum menatap wajah cantiknya Chery.


"Bagus kata tuan, hadeeehh, tuan, anda tidak tahu seberapa susahnya saya mencoba untuk menyembunyikan masalah ini dari para wartawan dan saya memeriksa satu per satu semua ponsel dari pelanggan restonya Dimas, kalau ada yang merekam adegan tuan baku hantam dengan Alfa Elruno, saya hapus, supaya tidak tersebar ke medsos" kata Ray masih terengah engah dan melangkah menuju ke lemari es yang ada di dekat meja susunya Chery. Ray mengambil sebotol air mineral dan langsung meminumnya tanpa permisi.


"Good job Ray, aku akan kasih bonus untuk kamu nanti" kata Moses tanpa menoleh ke arah Ray.


Ray hanya bisa menggeleng nggelengkan kepalanya.


"Tuan, jam empat ada pertemuan dengan PT.Global, saya mundurkan jamnya" kata Ray mengingatkan jadwal tuannya, yang tadi ditunda.


Moses lalu menoleh ke Melati "Kamu ambil Chery lagi ya, aku mau ke kantor!"


Melati tersenyum dan berdiri, membungkukkan badannya kembali ke hadapannya Moses untuk mengambil Chery dari dekapannya Moses.


Moses langsung membeku saat dia mendongakkan wajahnya, dia langsung melihat bibir indahnya Melati, berada sangat dekat dengan bibirnya. Moses menelan pelan pelan salivanya. Shit! pikiran apa ini, dia gadis baik baik, tidak sepantasnya aku mempunyai pikiran untuk mencium bibirnya. Kata Moses di dalam hatinya.


Melati berhasil meraih tubuh mungilnya Chery kembali masuk ke dalam pelukannya dan langsung menegakkan kembali badannya.


Moses masih membeku menatap Melati dan Chery.


"Tuan?" suaranya Ray membuyarkan lamunannya Moses akan bibir ranumnya Melati yang begitu menggoda.


"Moses menghela napas panjang lalu berdiri. Moses mencium pipinya Chery secara dadakkan dan itu kembali membuat dia kesal, karena di saat dia mencium pipinya Chery, pandangan Moses secara tidak sengaja mengarah ke buah dadanya Melati karena, Chery masih berada di dalam dekapannya Melati.


Shit! Moses kembali mengumpat di dalam hatinya dan langsung menegakkan badannya, melangkah keluar dari kamarnya Melati tanpa pamit sama Melati. Wajah Moses langsung terasa panas dan nampak merah itulah kenapa, Moses langsung memalingkan wajahnya dari Melati dan melangkah pergi tanpa pamit.


Ray, langsung mengekor langkah tuannya dan menutup kedua daun pintunya kamarnya Melati dengan sangat pelan.


Moses melangkah menuju ke mobil sportnya sambil meraup kasar wajahnya.



Melati ternyata sangat enak diajak ngobrol dan semakin hari semakin cantik. Kata Moses di dalam hatinya.


Shit! pikiran apa ini, ngapain aku memikirkan Melati. Moses mengumpat di dalam hatinya. tanpa sadar dia sudah duduk di dalam mobil sport mewahnya dan Ray sudah melajukan mobil kesayangannya Moses tersebut.

__ADS_1


"Tuan, kenapa tuan tadi bisa berada di restonya Dimas dan terlibat baku hantam dengan Alfa Elruno?" tanya Ray heran.


"Aku ajak Melati makan siang di sana dan Alfa menghina Melati" jawab Moses dengan santainya.


"Hah?" apa tuan Moses mulai tertarik sama Melati. batin Ray.


"Tuan pulang ke rumah siang tadi hanya untuk mengajak Melati makan siang?" tanya Ray penuh selidik.


"Aku ingin menghiburnya Ray, entahlah aku hanya mengikuti feelingku saja, emm, aku lihat dia menangis dan tiba tiba saja aku ingin membawa dia keluar sebentar melihat suasana di luar, biar bisa tenang kembali" Kata Moses.


Aaah, sial, tuan Moses Elruno beneran mulai tertarik sama Melati. Batin Ray.


"Tuan tertarik sama Melati?" tanya Ray dengan hati hati.


"Aaah, siapa bilang, emm, aku cuma merasa kasihan aja sama dia, selama dua Minggu ini dia kan nggak pernah keluar dari rumah, hanya mengurus Chery dan belajar di rumah, aku kasihan saat melihat dia menangis tadi, itu saja alasanku mengajak dia keluar makan siang tadi" jawab Moses dengan santainya.


Anda memang tertarik sama Melati tapi, anda belum menyadarinya, tuan. Batin Ray sambil terus mengemudikan mobil sportnya Moses.


"Alfa Elruno opname tidak?" Moses bertanya secara tiba tiba membuyarkan lamunannya Ray.


"Tidak tuan, dia tersadar kembali dari pingsannya tadi, setelah anda pergi meninggalkan restonya Dimas tapi, wajahya lebam, saya takut nantinya mamanya Alfa akan mencari anda dan melabrak anda" kata Ray mulai khawatir.


" Cih! nenek sihir itu, kalau dia menemuiku dan melabrak aku, akan aku ladeni" kata Moses dengan santainya.


Mereka akhirnya sampai di kantornya Moses dan langsung melangkah lebar menuju ke ruang meeting untuk mempersiapkan semuanya, sebelum tamu mereka datang.


Moses duduk di kursi kesayangannya sambil menunggu kedatangan kliennya.


Ray, duduk tidak jauh dari Moses.


Sekretarisnya Moses seorang wanita berusia empat puluh tahun, dia sejak masih muda sudah menjadi sekretaris di perusahaan peninggalan dari papanya Moses Elruno tersebut. Itulah kenapa Moses sangat menghargai dan mempercayai Ibu Irene, dia memanggil sekretarisnya dengan sebutan ibu karena Irene sudah sangat dekat dengan keluarganya Moses sejak Moses masih kecil dan sudah menganggap Moses seperti anaknya sendiri.


Tidak begitu lama masuklah seorang cewek yang sangat cantik, elegan, dan seksi.


Ray, Moses, dan Irene langsung berdiri untuk menyambut kedatangan klien mereka.


Mereka pun langsung memulai meetingnya.


Meeting berlangsung selama dua jam. Klien wanita yang begitu cantik dan seksi itu menatap Moses dan tersenyum.


Moses menatap wanita tersebut dan langsung mengernyitkan dahinya.


"Tuan, kita perlu makan makam bukan, untuk merayakan kerja sama kita kali ini?" tanya si wanita seksi dan cantik itu.


"Maaf kalau ingin makan makan, anda bisa pergi dengan asisten saya karena saya ingin cepat cepat pulang, saya ingin cepat cepat bertemu dengan anak saya" Kata Moses dengan santainya.


"Anda sudah menikah dan punya anak?" si wanita seksi dan cantik itu nampak terkejut. Karena yang dia tahu seorang Moses Elruno itu belum menikah dan belum memiliki anak.


Moses hanya berdiri, tersenyum, dan meninggalkan ruangan meetingnya.


"Mari saya temani anda makan" kata Ray dengan sopannya.


"Tidak usah, saya sudah tidak berselera" Si cewek cantik dan seksi itu langsung melangkah pergi meninggalkan Ray.


Ray hanya bisa tersenyum sambil menggeleng nggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Moses langsung masuk ke dalam mobil sportnya sambil menunggu Ray.


Tidak begitu lama Ray pun menyusul masuk ke dalam mobil sportnya Moses dan langsung meluncurkan mobil yang mirip dengan mobilnya Batman itu, menuju ke rumah.


Moses langsung masuk ke dalam rumah, mencuci tangannya dan mengetuk pintu kamarnya Melati.


Sedangkan Ray langsung naik ke ruang kerjanya Moses, untuk membereskan beberapa berkas terlebih dahulu.


Tok tok tok


"Boleh aku masuk?" tanya Moses dari balik pintu.


Agak lama Moses berdiri di depan pintu kamarnya Melati.


"Kenapa tidak ada jawaban?" gumam Moses heran.


Lalu dengan pelan pelan Moses membuka pintu kamar tersebut.


Moses langsung tertegun melihat Melati tertidur pulas sambil bersandar pada boxnya Chery.


Moses melangkah dengan pelan mendekati boxnya Chery, melongok ke dalam dan menatap bayi cantiknya lalu mengelus elus pelan wajahnya Chery sambil tersenyum.


Moses kemudian menoleh ke Melati yang tengah duduk sambil bersandar pada boxnya Chery dan tertidur dengan sangat pulas.


Moses tanpa sadar melangkah ke sampingnya Melati dan mulai mengamati wajahnya Melati. Hidung mancung dan mungil, indah banget dan bibirnya pun sangat menarik, bulu matanya pun lentik, sangat cantik. Batin Moses.


Saat Moses hendak merapikan rambutnya Melati, tiba tiba Melati bergerak gerak dan membuka matanya.


Moses langsung kaget dan diam mematung.


Melati mendongakkan wajahnya dan menatap Moses.


"Ma...maaf aku langsung masuk tadi karena, tidak ada sahutan dari dalam kamar" kata Moses yang nampak kebingungan dan canggung.


"Maafkan saya tuan, saya ketiduran" Melati mencoba bangun dari tempat dia duduk tapi tiba tiba kakinya selip dan tubuh Melati langsung oleng.


Moses langsung menangkap tubuhnya Melati dan mereka berdua jatuh terjerembab di atas kasur dengan posisi tubuh Melati berada di atas tubuhnya Moses dan lengan kekarnya Moses melingkar manis di pinggang rampingnya Melati.


Deg deg deg


Detak jantung mereka berdua seolah berlomba untuk berdetak lebih cepat, saat mata Moses bertemu dengan kedua manik manik indah yang ada di dalam kelopak mata cantiknya Melati.


Melati langsung bangun dan melepaskan diri dari pelukannya Moses.


Moses masih berbaring di atas ranjangnya Melati. Moses masih mencoba meredakan segala rasa yang berkecamuk ricuh di dalam dirinya.


Moses meletakkan kedua telapak tangannya di bawah kepalanya, masih berbaring dan masih menatap Melati.


Melati langsung menyeret kaki kirinya dan berjalan mundur menjauhi Moses. Dia langsung berbalik badan untuk menghindari tatapannya Moses. Melati melongok ke dalam boxnya Chery dan mengelus elus pelan pipinya Chery, Melati juga tengah mencoba meredakan detak jantungnya yang masih berpacu tidak beraturan saat ini.


Moses akhirnya bangun dan berdiri di sampingnya Melati ikutan melongok ke dalam boxnya Chery. Posisi mereka yang berdekatan saat melihat Chery, membuat Moses langsung merasa pusing.


Merasakan wangi tubuhnya Melati yang begitu hebatnya menelusup ke dalam indra penciumannya dan merasuk semakin dalam menuju ke angan angannya.


Shit! Moses mengumpat kesal, lalu melangkah pergi keluar dari kamarnya Melati tanpa pamit.

__ADS_1


Melati pun merasakan hal yang sama dan membuat dia terus mematung untuk mencoba memahami apa yang tengah dia rasakan.


__ADS_2