
"Terima kasih ya udah maafin kakak" ucap Raja.
"Sama sama kak, Chery juga salah kok, nggak sepenuhnya salah kakak" ucap Chery.
"Lalu kenapa sedari tadi kamu diam aja dan nggak mau menatap kakak?" tanya Raja sembari mengelus tangannya Chery.
Chery merona malu, dia pun tersenyum, "Itu karena, Chery malu kak, dan Chery takut kak Raja mengganggap Chery gadis yang nggak baik"
"Ssssttt! jangan bilang seperti itu lagi! kamu itu gadis terbaik dan tersuci di matanya kakak" Raja mendengus kesal ke Chery.
"Iya kak, maaf!" ucap Chery.
" Ya udah nggak apa apa, tapi jangan pernah ucapkan kata itu lagi!" Raja berkata dengan penuh ketegasan
Chery tersenyum dan menganggukkan kepalanya ke Raja dengan serius pula.
Raja tersenyum lalu mengusap puncak kepalanya Chery, "Kakak cinta dan sayang banget sama kamu. Kita balik ke meja lagi yuk!"
"Yuk!" Chery bangkit dan berlari kecil ke Raja.
Raja langsung tersenyum dan menggandeng tangannya Chery.
Elmo terus bermuka masam dan menekuk wajah tampannya.
Chery dan Raja yang telah kembali ke meja Elmo, menjadi tergelitik untuk bertanya, "Mo ada apa?" tanya Raja.
"Iya dek, kenapa kok cemberut kayak gitu?" tambah Chery.
"Nggak ngerti tuh sedari tadi cemberut aja terus celingukkan ke sana kemari, pas Celyn tanya nggak mau jawab, huh aneh!" ucap Celyn kesal.
"Udah selesai makan semuanya?" tanya Elmo sembari bangkit.
Chery, Celyn dan Raja menganggukkan kepala mereka dan Elmo langsung berputar badan menuju ke kasir. Di depan kasir, sembari membayar bill-nya dia pun bertanya, "apa Loly tidak masuk kerja hari ini?"
"Biasanya sih kerja, dia anak yang rajin dan nggak pernah bolos, baru hari ini dia bolos kerja" jawab mbak kasir.
"Apa anda tahu dimana Loly tinggal?" tanya Elmo.
"Tahu, emm, sebentar ya saya catatkan dulu alamatnya Lily" mbak kasir tersebut menyobek secarik kertas mini dan menuliskan alamat kost-nya Loly.
Elmo menunggu dengan sabar di depan kasir tersebut.
"Ini, tuan. Loly kost di sini" ucap mbak kasir.
Elmo menerima kertas mini tersebut lalu memasukkannya ke dalam saku t-shirtnya, "terima kasih banyak"
"Sama sama" jawab mbak kasir tersebut sembari tersenyum.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian mereka telah masuk ke dalam mobilnya Raja, "emm, kak bisa antarkan Elmo ke alamat ini? sebentar aja kita ke sana, Elmo pengen menengok teman Elmo"
Elmo menyodorkan kertas mini yang dia ambil dari saku t-shirtnya ke jok depan dan Chery yang menerimanya, "Loly? ini teman kamu dek?"
"Iya kak. Dia pegawai kafe tadi, tapi dia nggak masuk kerja secara misterius, tanpa pamit padahal kata temannya tadi, Loly nggak pernah seperti itu. Makanya aku menjadi khawatir" ucap Elmo.
Raja menyuruh Chery untuk membacakan alamat tersebut dan Raja langsung menuju ke kost-nya Loly.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di kost tersebut.
Mereka kemudian turun dari dalam mobil dan langsung dikejutkan oleh teriakan seorang gadis. Arahnya dari lorong yang berada di sebelah kanan bangunan kost tersebut.
Elmo, Chery, Celyn dan Raja langsung meradang penuh emosi melihat seorang cewek dihadang oleh sepuluh pria berbadan kekar.
"Jangan lawan cewek yang lemah! lawan aku!" teriak Elmo sembari melangkah mendekati ke sepuluh laki laki berbadan kekar yang mengepung cewek itu.
Raja hendak maju tetapi dilarang sama Elmo, "tunggu di sana kak! aku bisa hadapi mereka semua sendirian!"
Raja pun memundurkan langkahnya, kembali berdiri diantaranya Chery dan Celyn. Mereka bertiga secara kompak bersedekap menunggu aksinya Elmo.
Cewek yang dikepung kesepuluh preman berbadan kekar itu pun menoleh ke Elmo dan Elmo langsung terlonjak kaget, "Loly!?"
Celyn telah selesai menelepon polisi, cewek cantik itu pun memasukkan kembali ponselnya ke dalam celana jinsnya dan diperkirakan paling lama sekitar tiga puluh lima menit ke depan, polisi akan datang.
Elmo mulai melancarkan serangannya, lima menit dia bisa bertahan tetapi di menit berikutnya dia berteriak dengan sangat lantang ke arah Chery, Celyn, dan Raja, "guys tolong aku! aku kewalahan"
Raja menoleh ke Chery yang berlari di sampingnya sembari berucap, "sayang! kamu coba selamatkan cewek itu dan bawa ke mobil ya? kamu jaga dia di mobil!"
Chery berlari sembari menganggukkan kepalanya.
Raja, Celyn,.dan Elmo mencoba mengecoh dan melindungi Chery dan Loly dari kelompok preman tersebut. Dengan perjuangan yang tidak mudah, akhirnya Chery berhasil menggandeng Loly untuk melepaskan diri dari kepungan preman itu dan menyuruh Loly untuk masuk ke dalam mobil, "Kunci pintunya, saya akan tunggu di luar!"
Loly pun menganggukkan kepalanya sembari mengunci semua pintu mobil tersebut dengan memencet central lock yang ada di pintu depan sebelah kanan, mobil tersebut.
Chery mengawasi Elmo, Celyn dan Raja yang masih melawan kesepuluh preman berbadan kekar itu dengan perlawanan yang cukup alot. Preman preman tersebut ternyata juga jago bela diri.
"Aduh sudah dua puluh lima menit berlalu kenapa polisi belum nongol juga?" gumam Chery sembari melirik jam tangan yangg melingkar di pergelangan tangan cantiknya.
Tepat di saat Raja berhasil melumpuhkan preman yang terakhir dan yang paling jago diantara kesepuluh preman lainnya, polisi pun datang.
Polisi langsung meringkus kesepuluh preman itu berdasarkan laporan dari Loly.
Mereka kemudian masuk ke dalam mobil kembali setelah para polisi pergi untuk memenjarakan kesepuluh tersebut.
Chery, Celyn, dan Raja menatap Loly.
Loly menjadi salah tingkah dan berucap sembari tersenyum, "terima kasih banyak, semuanya"
__ADS_1
"Ini temannya Elmo. Kita bawa ke rumah dulu ya, dia nggak aman tinggal di sini lagi" pinta Elmo.
"Baiklah dek!" ucap Chery.
Raja pun melajukan mobilnya menuju ke kediamannya Moses Elruno.
Beberapa jam kemudian mobilnya Raja telah berhenti dengan sangat cantik di depan bangunan utama istananya Moses Elruno.
Loly tercengang dan menatap bangunan megah, istananya Moses dengan sangat takjub, ini rumah apa istana? terus mau masuk ke sini aja perjalanan dari gerbang depan sampai di depan bangunan ini memakan waktu sepuluh menit, wow! luas dan mewah sekali rumah ini. Batin Loly.
"Yuk masuk!" ajak Chery dengan senyum ramahnya.
Loly melangkah masuk dengan ragu sembari mengedarkan pandangannya ke segala penjuru dengan tercengang, Wow! pengawalnya banyak banget, di depan ada lima orang cewek dan lima orang cowok, dan di dalam ada sepuluh pelayan wanita yang berseragam, ini rumah apa hotel sih? batin Loly.
Loly duduk di atas sofa dan kembali merasa takjub, lembut banget bulu sofa ini, empuk dan nyaman. Pasti mahal banget sofa ini. Jiwa miskinnya Loly seolah meronta melihat kemewahan dari rumahnya Moses Elruno dan kemewahan yang ada di dalam rumah tersebut.
"Mak Ijah, tolong siapkan kamar tamu yang ada di sayap barat ya! setelah siap, antarkan nona ini ke sana!" pinta Elmo.
"Baik tuan muda" ucap Mak Ijah yang langsung berangkat menuju ke sayap barat dari istananya Moses Elruno untuk menyiapkan sebuah kamar bagi tamunya tuan muda Elmo Elruno.
Sementara itu, di Jepang. Moses Elruno tengah menjamu para kliennya untuk.makan malam setelah acara peresmian perusahaan barunya.
Ada sekitar sepuluh kliennya yang hadir bersama dengan istri atau putra dan putri mereka. Moses Elruno memesan sepuluh meja di salah satu restoran mewah yang berada di kota Kyoto-Jepang, untuk menjamu semua klien terbaiknya beserta dengan keluarga mereka.
Moses, Melati, Ray, Delia dan Cinta, putrinya Ray, berada satu meja dengan keenam tamu undangannya Moses Elruno.
Moses duduk di tengah tengahnya Melati dan klien prianya. Pria tersebut merupakan blasteran Jepang dan Indonesia jadi dia sangat fasih berbahasa Indonesia. Dia pun datang sendirian menghadiri acara pembukaan perusahaannya Moses Elruno.
Moses mencoba berbasa basi, "anda datang sendiri? memangnya dimana anak dan istri anda?"
Dia tersenyum, "anak saya baru satu dan masih sangat kecil sedangkan istri saya kurang menyukai keramaian dan acara formal seperti ini"
Moses tersenyum, "saya paham, apalagi dengan anak yang masih kecil pasti akan sangat kerepotan untuk bisa duduk tenang seperti kita saat ini bukan?"
"Iya anda benar tuan" ucap kliennya Moses tersebut.
"Silakan dinikmati hidangannya, santai aja!" ucap Moses.
Melati pun melakukan hal yang sama beramah tamah dengan seorang wanita yang duduk di sebelahnya yang merupakan istri dari salah satu tamu suaminya.
"Istri anda masih sangat muda dan cantik, ya tuan?" kata klien yang duduk di sebelahnya Moses.
Moses langsung menghentikan aktivitas makannya dan menoleh ke klien tersebut, "dengar! maaf jika saya kurang sopan pada anda, tapi saya tidak suka jika seorang pria yang tidak dekat dengan saya, mengatakan kalau istri saya cantik"
Klien tersebut tersenyum ke Moses dengan penuh arti lalu berbisik di telinganya Moses, "kalau saya tidak boleh memujinya cantik, apa boleh saya meminjamnya satu jam saja tuan? saya sangat mengagumi istri anda, istri anda yang paling bersinar di sini" bisikannya begitu santai dan tanpa dosa.
Moses langsung meradang penuh emosi, menggeram penuh amarah, dan bangkit, dia memberikan bogem mentah terbaiknya di rahang kliennya itu dengan tanpa ampun dan tanpa berpikir panjang.
__ADS_1