My Cute Nanny

My Cute Nanny
Apa aku sudah mencintainya?


__ADS_3

Pengantin baru beserta saksi mereka dan Chery akhirnya meluncur kembali ke istananya Moses.


Dokter Erlangga langsung pamit karena ada panggilan darurat dari rumah sakit.


Ray, juga langsung paham kalau sepasang pengantin baru itu butuh privasi. Asisten andalannya Moses itu pun langsung pamit untuk ke kantornya Moses, mengurusi beberapa pekerjaan yang tertunda di hari itu.


Tinggallah Moses dan Melati duduk di atas sofa ruang tamu.


Chery sudah membuka matanya, Moses langsung tersenyum menatap Chery dan berkata "cantik, selamat ya, sekarang kamu memiliki seorang mama. Mama kamu cantik dan baik hati"


Chery merespon ucapan papa tampannya dengan menggerak nggerakkan kedua tangan dan kakinya.


Melati menatap Moses dan Chery. Aku sekarang seorang istri dan seorang ibu........astaga kegilaan apa ini? batin Melati.


"Mel, ayok kita naik ke kamarku!" ajak Moses dengan polosnya.


"Hah?!" Melati langsung terlonjak kaget.


"Kamu sekarang istri aku, wajar kalau kamu aku ajak ke kamar aku, kan?" Moses terkekeh geli melihat wajahnya Melati yang nampak kaget dan langsung pucat.


Moses mendekati Melati. Moses meraih tangannya Melati lalu menggenggamnya. Melati menatap kedua tangannya Moses yang tengah menggenggam tangannya.


"Mel, aku akan menunggu kamu sampai kamu benar benar mencintai aku. Aku nggak akan memaksa kamu untuk melakukan kewajiban kamu sebagai seorang istri"


"Ke...ke...kewajiban yang seperti apa, kak?" Melati mulai panik.


"Hahaha, kamu sudah gede gini masak nggak ngerti apa yang aku maksud hmm?"


"Kalau begitu, bo...bo...bolehkah Melati tidur di kamar Melati?"


Moses menghela napas panjang "oke, aku ijinkan kamu tidur di kamar kamu malam ini, tapi besok kamu harus mulai tidur satu kamar sama aku! mulai besok kamu harus pindah tidur di kamar aku"


Melati nampak pias dan langsung mematung. Bagaimana mungkin hal itu tidak terjadi kalau aku dan dia tidur sekamar setiap harinya. Dia pria normal dan mantan playboy. Tapi itu juga hak dia sih, kalau dia meminta aku menjalankan kewajibanku sebagai seorang istri, aku tidak boleh menolaknya. Aduh, bagaimana ini? hati dan pikirannya Melati mulai kebingungan.


"Mel?"


Melati melonjak kaget.


"Hahaha, apa yang kamu pikirkan sampai kaget gitu? Kamu nggak perlu takut sama aku, aku akan berusaha dengan sekuat hati dan tenaga untuk tidak melakukan hal itu jika kamu belum mengijinkannya"


Melati menatap Moses dengan wajah takut, ragu dan bingung harus ngapain.


"Sekarang masuklah ke kamarmu! beristirahatlah! kamu pasti capek seharian ini belum beristirahat" kata Moses.


Melati berdiri dan hendak mendorong strollernya Chery tapi Moses menepis pelan tangannya Melati "biar aku antarkan Chery sampai ke boxnya"


Melati melangkah di sampingnya Moses sampai masuk ke dalam kamarnya.

__ADS_1


Melati langsung merengkuh Chery ke dalam dekapannya lalu merebahkan Chery di dalam boxnya. Setelah itu, gadis cantik pujaannya Moses Elruno mulai membuat susu untuk Cheey. Sedangkan Moses memesan makan siang untuk mereka lewat ponselnya.


Moses duduk di tepi ranjangnya Melati sembari terus mengamati Melati. Kamu sekarang istriku. Betapa beruntungnya aku. Moses tersenyum senang.


Melati melangkah ke boxnya Chery untuk memberikan susu yang barusan dia buat ke Chery.


Setelah habis mengedot, Chery diambil kembali sama Melati dan dia baringkan di atas ranjangnya. Melati ingin merebahkan tubuhnya di samping Chery tapi kemudian dia urungkan karena, Moses Elruno masih duduk di tepi ranjangnya.


"Berbaringlah! jangan sungkan sama suami kamu sendiri, Mel!"


Aaahh, iya benar. Dia adalah suamiku sekarang ini. Akhirnya Melati pun merebahkan tubuhnya. Moses duduk di tepi ranjang di dekat ujung kakinya Melati, kini.


Moses menaruh ujung kakinya Melati di atas pangkuannya lalu memijitnya pelan. Melati kaget dan langsung menarik kakinya tapi Moses menahannya "kamu pasti capek, aku hanya ingin memijit kaki kamu, nggak lebih, janji"


Melati akhirnya mengalah dan pasrah karena, ternyata pijatannya Moses lumayan juga, bisa meredakan pegal pegal di kakinya. Dan Moses adalah suaminya dia mempunyai hak atas semua bagian tubuh istrinya.


"Terlalu keras nggak?" tanya Moses.


"Nggak, kak. Terima kasih" jawab Melati merona.


"Kamu itu menggemaskan Mel, kalau tersipu malu seperti itu" kata Moses sembari menatap Melati.


"Melati langsung mengalihkan wajahnya dari tatapan Moses. Rasa panas semakin terasa di atas wajahnya.


Tok tok tok


"Makanan pesanannya tuan, sudah datang dan sudah saya tata di meja makan, tuan" jawab asisten rumah tangganya Moses dari balik pintu.


"Oke, aku akan ke sana" sahut Moses.


"Sebentar ya, aku ambil makanannya dulu" kata Moses sambil menghentikan pijatannya dan berdiri.


"Kenapa kakak mengambilnya sendiri?"


"Aku ingin melayani istri aku" Moses tersenyum dan langsung melangkah keluar untuk mengambil makan siang yang tadi dia pesan.


"Aaah, kenapa dia semanis itu. Dan kenapa aku selalu merona setiap kali dia bersikap manis sama aku? aaah, Chery, mama bingung nih,ada apa sebenarnya dengan mama?" Melati berucap sambil menciumi kedua pipi gembulnya Chery.


Tidak begitu lama Moses kembali masuk ke dalam kamarnya Melati, sembari mendorong sebuah meja yang sudah penuh makanan dan minuman.


Mereka makan dalam diam. Setelah selesai, Moses melarang Melati bangun dan hendak membereskan semuanya.


"Biarkan saja seperti ini, tidurlah! atau mau aku pijitin lagi?"


Melati menggelengkan kepalanya sembari merebahkan tubuhnya lagi. Tidak begitu lama Melati pun tertidur lelap karena kecapekkan.


Moses naik ke atas ranjang di sisi kanannya Chery. Chery menoleh ke papa tampannya dan tersenyum, mengajak papanya bercanda.

__ADS_1


"Anak papa yang cantik, kamu sekarang punya mama, iya mama, kamu senang, kan?" Moses berucap sembari menciumi wajahnya Chery. Chery terkekeh geli.


Moses melempar pandangannya ke Melati. Moses mengusap pelan tangan Melati yang tengah memeluk Chery.


"Aku sangat mencintai kamu, Mel. Semoga kamu pun bisa dengan segera mencintai aku. Kita suami istri sekarang, hahahaha, aku masih belum percaya kalau ini nyata" gumam Moses lirih.


Tiba tiba Melati membuka matanya "kakak mengatakan sesuatu?"


"Ya, aku mengatakan kalau aku mencintaimu"


Melati menatap Moses. Ada aura sensual menakjubkan yang terpancar dari diri pria itu yang menyebabkan getar getar indah yang berupa gairah di dalam dirinya Melati.


"Kakak bercanda, kan?"


"Aku serius"


"Tapi bagaimana mungkin? sejak kapan?"


"Entahlah, sejak kamu masuk ke rumah ini, mungkin"


Moses mulai menatap Melati dengan tatapan yang lain. Tatapan yang belum pernah Melati lihat sebelumnya.


Liar dan sensual. Melati terpaku dan dayanya mulai melemas. Jantungnya mulai berpacu cepat berlomba dengan deru napasnya.


Moses bisa melihat itu semua. Seorang mantan playboy bisa merasakan di saat mangsanya mulai melemah dan melepaskan semua kewaspadaannya.


Papanya Chery lalu menaruh guling di sisinya Chery kemudian berdiri dan melangkah ke arahnya Melati. Melati hanya bisa diam mematung. Dia seolah terpatri di atas ranjangnya. Tidak mampu bergerak sama sekali.


Moses duduk di tepi ranjang di sampingnya Melati yang masih berbaring miring. Memunggunginya.


"Mel?" Moses memanggil nama Melati dengan suara parau sembari memegang pelan bahunya Melati.


Melati tidak berani menoleh.


Moses mengumpat kesal di saat dia sudah tidak mempunyai daya lagi untuk menguasai dirinya sendiri, menciumi pipinya Melati sangat lama, lalu menggeser bibirnya di atas lehernya Melati, menghisap wanginya Melati dengan hidungnya dan menciuminya dengan lembut tanpa meninggalkan tanda kepemilikannya, belum saatnya. Batin Moses.


Tubuh Melati bergetar dengan sangat hebat merasakan hangatnya napas Moses di atas lehernya. Tapi sialnya dia tidak bisa menggerakkan tubuhnya untuk menjauhi Moses.


Moses kemudian tersadar. Dia tidak ingin berbuat lebih jauh lagi. Moses hanya mencium pipinya Melati dan mendaratkan bibirnya di atas lehernya Melati tanpa meninggalkan tanda kepemilikannya. Tapi itu sudah cukup membuat Moses merutuk dirinya sendiri yang telah berbuat nekat menyentuh dan mencium Melati.


Moses lalu menarik diri dari tubuhnya Melati dan berkata "maafkan aku, Mel. Aku akan ke kamarku, tidurlah!"


Moses akhirnya keluar dari kamarnya Melati.


Melati hanya membeku dalam diam. Tubuhnya masih bergetar dengan sangat hebatnya. Dadanya tiba tiba terasa sesak.


Mengapa aku menginginkannya lagi. Mengapa tubuhku tidak menolak semua sentuhannya, mengapa aku menikmati hangat napasnya tadi, aaahhh, sial, ada apa denganku? apa aku sudah mulai mencintainya, tanpa aku sadari? Melati masih mematung dengan segala tanya yang kini menari nari di dalam benaknya.

__ADS_1


__ADS_2