My Cute Nanny

My Cute Nanny
Elmo dan Moses Meradang.


__ADS_3

Moses bangun lalu berjalan menuju ke pintu kamarnya ketika ia mendengar pintu kamarnya diketuk oleh seseorang. Dia membuka pintu kamar itu dan tampaklah wajah tampan putra kebanggaannya, Elmo Elruno.


Elmo membawa nampan yang di atasnya tertata rapi piring nasi, lauk pauk, dan sayur hasil masakannya Lili dan satu gelas jus lemon dan satu gelas jus tomat. "Pa, Lili memasak untuk Mama dan Papa. Mama dan Papa belum makan kan dari tadi siang? Dan ini ada jus lemon dan tomat yang sangat bagus untuk mengurangi dan mengobati memar di tubuhnya Mama.


Moses membuka lebar pintu kamarnya dan berkata, "masuklah!"


Elmo melangkah masuk dan menaruh nampan tersebut di atas meja. Celyn tiba-tiba nyelonong masuk ke dalam kamar itu dan langsung duduk di tepi ranjang untuk melihat mamanya.


Moses menghela napas panjang berkata dengan suara lirih, "Jangan bangunkan Mama kamu!"


Celyn meringis ke papanya saat niatnya untuk mencium dan membangunkan mamanya terbaca oleh papanya. Lalu ia bertanya dengan volume rendah, "Mama belum bangun dari tadi?"


Moses duduk di tepi ranjang berhadapan dengan Celyn lalu berkata, "Sudah bangun tadi. Tapi karena kecapekkan dan sepertinya masih terasa sakit badannya, Mama kamu tertidur lagi"


Elmo berkata, "semoga Mama nggak apa-apa dan cepat pulih" Elmo lalu menatap Celyn, "Dek, ayo keluar! jangan ganggu Mama!"


Celyn menganggukkan kepalanya lalu mengikuti kakak laki-lakinya, melangkah keluar dari dalam kamar itu setelah ia mencium pipi Melati lalu pipinya Moses dengan berkata, "nggak boleh marah! Celyn cium Maman pelan dan tuh Mama nggak terbangun"


Moses hanya menghela napas dan tersenyum lebar melihat kekonyolannya putri bungsunya itu.


Setelah Elmo keluar dan menutup kembali pintu kamar itu, Moses menatap Melati setelah ia melirik jam dinding yang telah menunjukkan jam sepuluh malam. Dia teringat Melati punya sakit maag dan tidak boleh telat makan. Maka, dengan penuh kelembutan dan cinta kasih, ia membangunkan Melati.


Melati membuka kedua matanya dan bertanya lirih sambil tersenyum ke suaminya, "Hmm, ada apa sayang?"


Moses mengelus mesra pipinya Melati, "Makan dulu ya!? Lili masak buat kamu, sayang kalau nggak dimakan dan kamu nggak boleh telat makan"


Melati menganggukkan kepalanya dan Moses segera membantu Melati bangun untuk bersandar di ranjang. Melati diserang rasa kantuk, lelah dan sakit di sekujur tubuhnya. Tanpa sadar ia mendesis dan meringis ketika bersandar di ranjang.


Moses yang tengah mengambil nampan menoleh lalu segera berlari mendekati Melati. Ia segera duduk di tepi ranjang, memangku nampan, dan mengelus pipinya Melati dengan tangan kanannya, "apa masih sakit? di bagian mana yang sakit?"


Melati tersenyum, menggelengkan kepalanya dan membuka mulutnya, "aaaaaa"


Moses tersenyum lalu menyuapkan satu sendok nasi dengan lauk dan sayurnya ke dalam mulutnya Melati dengan hati-hati. Moses mengamati wajah cantik istrinya itu dan ia bisa melihat sudut bibirnya Melati yang tampak memar, pipinya sedikit bengkak, dan ada darah mengering di lubang hidungnya Melati.


Melati mengunyah makanannya dan sesekali mengernyit kesakitan. Moses langsung panik setiap kali Melati mengernyit menahan sakit. Dan Melati langsung tersenyum lalu berkata kalau ia tidak apa-apa.


"Kenapa kau terus mengernyit kalau tidak apa-apa? bagian mana yang terasa sakit?" tanya Moses dengan wajah penuh kekhawatiran.


"Hanya sedikit terasa perih di sudut bibirku kalau dibuat mengunyah makanan dan membuka mulut agak lebar"


Tangan Moses yang sebelah kiri langsung mencengkeram nampan melihat istrinya mengernyit menahan sakit dan di dalam hatinya ia bertekad, besok dia akan mengunjungi Goh di penjara untuk bikin perhitungan dengan Goh karena, Goh telah berani menyerang rumah putranya dan mengakibatkan istrinya terluka cukup parah.


Melati berkata, "sudah sayang, aku udah nggak sanggup makan lagi, udah cukup. Makasih udah menyuapiku dengan sabar" setelah ia makan lima suapan dari Moses. Moses mengusap lembut dan pelan sudut bibirnya Melati lalu bertanya, "mau minum jus yang mana?"


"Emm, jus tomat aja deh"

__ADS_1


Moses lalu membantu Melati meminum jus tomat itu dengan telaten. Lalu ia menaruh nampan di atas nakas dan kembali merebahkan diri di sebelahnya Melati untuk kembali memeluk Melati, "Besok kita ke rumah sakit, ya?! untuk memeriksa luka kamu lebih teliti lagi"


"Aku malas, Sayang. Lagian Lili dan Kak Alfa bisa mengobati aku di rumah kan? mereka kan dokter"


"Aku takut kalau di organ dalam kamu ada yang luka jadi harus di cek dengan teliti di rumah sakit"


"Tapi......"


"Kamu cinta nggak sama aku?"


"Cinta dong. Cinta banget" sahut Melati.


"Kalau cinta berarti?" Moses menunduk lalu mengecup keningnya Melati.


"Harus nurut demi kebaikan bersama"


"Nah, pinter! Besok kita ke rumah sakit"


"Hmm" Akhirnya Melati mengalah dan mengiyakan perintah suaminya. Lalu ia bertanya, "sayang, kamu kok nggak makan. Udah makan tadi?"


Moses yang tidak terbiasa berbohong berkata, "belum"


"Dari tadi siang?" tanya Melati sambil mengangkat wajahnya untuk memandang wajah Moses


"Hmm" Moses menunduk, menatap Melati, dan menganggukkan kepalanya.


"Mengambil nampan itu dan mau menyuapi Kamu. Kamu kan belum makan dari tadi siang?"


Moses mempererat pelukannya lalu mengelus bahunya Melati, "Kamu masih sakit ngapain bangun? asal kau tahu ya, masih banyak cadangan makanan di tubuhku lagian, aku udah terbiasa puasa beberapa jam kalau pas jam sibuk dan aman, nggak pernah kena maag. Tubuhku ini bandel kayak aku jadi jangan khawatirkan aku, aku nggak akan sakit dan aku emang nggak pernah sakit, kan?


"Tapi tetap saja kamu harus makan, Sayang"


"Aku akan makan setelah kamu tidur. Nah, tidurlah sekarang!" Moses mengelus-elus punggungnya Melati.


"Makanlah dulu sana, gih! aku udah nggak apa-apa. Keburu dingin tuh sayurnya"


"Tidurlah dulu! aku nggak akan makan sebelum kamu tidur"


Melati langsung memejamkan kedua matanya dan sambil terkekeh geli, Moses mencium pucuk kepalanya Melati.


Bagas diobati lukanya oleh Bintang dan ia terus menatap Bintang. Ada desir aneh di dada Bagas ketika ia menatap Bintang, si cewek tomboy yang memiliki wajah manis dan kelembutan ketika mengobati luka seseorang.


Elmo masuk ke dalam kamarnya setelah ia selesai berdiskusi dengan Maha Adijaya, Raymond Wijaya, dan Alfa Elruno.


Elmo tersenyum ke Lili ketika ia naik ke ranjang lalu merebahkan diri dan menarik Lili ke dalam pelukannya. "Makasih udah berjuang menyelamatkan Mama"

__ADS_1


"Kenapa berterima kasih, itu sudah menjadi kewajibanku sebagai seorang anak" sahut Lili.


Ivan Goh benar-benar lancang, aku akan bikin perhitungan dengannya nanti. Batin Elmo.


"Sayang?"


Elmo langsung menunduk, "hmm?"


"Mikirin apa kok melamun?"


Elmo tersenyum jahil, ia mempererat pelukannya dan berkata, "mikirin cara bagaimana aku bisa berterima kasih dengan benar pada istri manisku ini"


Lili terkekeh geli di dalam pelukannya Elmo dengan rona merah di wajah manisnya.


Elmo langsung membanting Lili di atas ranjang, menindih tubuh Lili lalu bibirnya segera ia satukan dengan bibirnya Lili. Mencium bibir ranum istrinya yang manis bak madu dan semakin menggila ketika Lili membalas ciumannya. Elmo segera menyusupkan lidahnya ke dalam ketika Lili mengerang lirih dan permainan ciuman kedua sejoli itu semakin dalam, panas dan menggebu-nggebu.


Seolah mereka tak ingin saling melepaskan, bibir mereka semakin menuntut, menekan, mencium, menghisap, dan mengunci dengan lidah yang saling menggoda, bermain lincah di dalam mulut, dan saling terkait dengan indahnya berbalut hasrat yang membumbung tinggi.


Elmo terengah-engah ketika ia menarik ciumannya untuk mengambil napas. Lalu ia menaruh ke dua tangannya di sisi kepala Lili dan bertanya, "sudah pas belum caraku berterima kasih?"


Lili tersenyum penuh cinta lalu bangun dan langsung melepas kaosnya Elmo. Dia lalu menyusuri dada Elmo yang berotot apik sampai ke perut Elmo. Elmo mendesiskan kenikmatan dan memejamkan kedua matanya menahan gejolak cinta.


Lili lalu menggerakkan tangannya ke belakang dan meremas pantatnya sambil berkata, "kurang puas. Aku menginginkan lebih"


Elmo membuka kedua matanya dan menarik Lili lalu ia dudukkan Lili atas pangkuannya, "wah! istriku sekarang ini sudah pandai merayu dan menggoda ya?" Elmo berkata sambil membuka kancing di dress yang dikenakan Lili lalu melepas dress itu. Lili nampak semakin tampak menggoda dengan hanya berbalut pakaian dalam.


"Kau memiliki selera yang bagus soal pakaian dalam aku menyukainya" Elmo langsung membanting Lili dengan pelan di atas ranjang dan mencium bibir Lili kembali. Mereka berciuman sambil bergulir ke kanan dan ke kiri sampai mereka terjatuh di atas lantai.


Lili berada di atas tubuhnya Elmo dan berkata, "yakin ingin melakukannya di atas lantai?"


"Hmm, kita belum pernah melakukannya di atas lantai kan?"


"Tapi, apa tidak dingin?"


"Nggak! Dengan adanya dirimu di atas tubuhku seperti ini membuat tubuhku terus terasa hangat dan bahkan memanas gairah hasrat" kata Elmo dengan suara serak dan kedua pupil matanya menggelap. "Lakukanlah! aku pasrahkan diriku pada permainanmu"


Lili merona malu, "lagi? aku yang harus membuka permainan ini?"


Elmo menopang kepalanya dengan kedua telapak tangannya lalu mengangguk dan tersenyum, "hmm! lakukanlah!"


Lili tersenyum lalu mulai mencium bibir Elmo, mencium leher Elmo dan memberikan tanda cinta di sana lalu ia menyusurkan bibirnya dari dada sampai ke perut dan Elmo langsung berkedut ketika bibir Lili mulai bergerak lincah di titik sensitifnya. Elmo mengerang, menjambak rambut Lili, tubuhnya bergetar hebat dan ia segera berkata ketika dirinya tidak kuasa lagi menahan siksaan indah dari Lili, "satukan Lili, aaahh! aku tidak kuat lagi menahannya"


Lili melepas permainannya di titik sensitifnya Elmo lalu mengusap bibirnya dan ia segera bergerak untuk melakukan penyatuan cinta dan raganya dengan cinta dan raga suami tercintanya.


Malam semakin pekat sepekat gairah yang semakin mengental di diri kedua sejoli itu. Setelah Lili berhasil memuaskan suaminya, Elmo lalu membopong Lili naik kembali ke atas ranjang dan ia yang menguasai permainan di ronde kedua dengan berkata, "aku akan membalas permainanmu menjadi satu sama"

__ADS_1


Lili mengerang hebat ketika Elmo mulai menyerang dirinya dengan indah dan tanpa ampun. Seketika itu pula udara dingin di malam itu berubah menjadi panas di dalam kamar pengantin baru itu.


__ADS_2