My Cute Nanny

My Cute Nanny
Ijinkan aku bawa Chery


__ADS_3

Hey I'm back untuk kembali berkisah di sini😍 makasih untuk doanya ya, operasi gigiku berjalan dengan lancar🙏


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Claudia membawa Chery ke sebuah pondok yang cukup bagus, bersih dan nyaman yang berada di luar kota. Jauh dari pemukiman penduduk.


Chery tertidur di dalam mobil karena terlalu lelah menangis di dalam ketakutannya. Chery takut kalau dia tidak bisa memeluk mama Melati-nya, papanya, adik adik, tante Angel, kakek, nenek, dan teman temannya.


Claudia merengkuh Chery ke dalam pelukannya dan terus menciumi wajahnya Chery yang tengah tertidur pulas di dalam dekapannya.


Claudia menidurkan Chery di atas kasur dan dia pun merebahkan diri di sampingnya Chery. Dia terus mengusap lembut rambut indahnya Chery.


"Maafkan mama ya Momo, maafkan mama ya Chery, mama bertindak bodoh di masa lalu. Mama meninggalkanmu begitu saja. Sekarang tidak ada yang bisa memisahkan kita lagi, nak" Claudia bergumam sembari terisak penuh kepedihan. Dia usap usap sembari dia ciumi terus kepalanya Chery.


Air matanya Claudia menetes di atas pipinya Chery dan membuat Chery mengerjap ngerjapkan matanya dan lalu terbangun.


Chery memutar badannya dan bersitatap dengan Claudia. Chery langsung bangkit dan menjauhi Claudia. "Kita di mana tante? kenapa kita tidak pulang saja? Chery kangen sama mama, Chery nggak mau ada di sini, Chery mohon, tante" Chery kembali terisak.


Claudia bangkit dan mencoba melangkah untuk mendekati Chery tetapi Chery terus melangkah mundur.


"Nak, kenapa kamu takut? aku mama kamu, mama kandung kamu. Asal kamu tahu ya, mama kandung kamu itu bukan mama Melati" kata Claudia. "kemarilah peluk mama, nak" Claudia bersimpuh di depannya Chery dan merentangkan kedua tangannya.


Tetapi Chery terus menangis dan menggelengkan kepalanya.


Di saat seperti ini, Chery merasa menyesal kenapa setiap kali papanya mengajari bela diri ke tante Angel, Celyn, dan Elmo, dia tidak pernah mau bergabung. Dan sekarang ini dia tidak punya bekal bela diri dan tidak berkutik menghadapi seorang wanita yang terkesan gila juga menakutkan bagi Chery.


"Ayok, kemari peluk mama!" Claudia kembali berucap.


Tetapi Chery malah berbalik badan dan berusaha untuk melarikan diri. Claudia dengan sigap mengejar Chery dan berhasil menangkap Chery kembali. Chery meronta ronta di dalam dekapannya Claudia.


Claudia menjadi semakin frustasi dan membanting tubuh mungilnya Chery di atas kasur. Chery kembali menangis.


"Kenapa kamu lari? ini rumahmu, dan aku mama kandung kamu, berhenti menangis!"


"Bo...bohong, tante bohong! Chery mulai berteriak dengan lantang "mama Chery itu mama Melati, bukan Tante"


Claudia melangkah ke kanan dan ke kiri kalau meraup kasar wajahnya lalu dia berkata "kamu punya tanda lahir berupa tahi lalat di pantat kamu, bukan?"


Chery membelalakkan matanya dan menganggukkan kepalanya. "Ba...bagaimana tante bisa tahu?"


Claudia menyeringai "karena aku yang melahirkan kamu, tentu saja aku tahu"


Chery terus menggelengkan kepalanya "Chery hanya punya satu mama, yaitu mama Melati"


"Pokoknya aku lah mama kandung kamu dan kamu harus tinggal di sini mulai dari sekarang dan untuk salama lamanya denganku, titik!! Aku akan siapkan makanan untuk kamu makan!" Claudia keluar lalu mengunci pintu kamar tersenut.


Melati memulangkan Gideon dan Danendra ke rumahnya Greyson Adi Wijaya Simpsons. Di sana Melati bertemu dengan Rio Putra, Greyson, Lila, dan Charlie.


Melati menceritakan ke semuanya kalau Chery telah diculik.


Akhirnya Rio Putra mengaktifkan alat pelacak yang tadi pagi diminta oleh Raja. Setelah mendapatkan lokasi akan keberadaannya Chery, The G team mengantarkan Melati, menuju ke lokasi tersebut.


"Ray, mobil kamu kan mobil keluaran terbaru, kan? kok jalannya lelet kayak begini, sih?" dokter Erlangga mulai protes karena dia sangat mengkhawatirkan Chery dan ingin segera menyelamatkan Chery.


"Maaf, dok. Kebiasaan bawa anak dan istri jadi bawa mobilnya lelet heeee, oke kita percepat laju kita sekarang, dok" Ray langsung menambah kecepatan laju mobilnya.


"Shit! kita kehilangan jejak nih" Moses meminggirkan mobil van-nya dan memukul setir kemudinya.


"Saya sudah pasang alat pelacak di tas punggungnya Chery, om" kata Raja.


Moses langsung menoleh ke Raja dan tersenyum lebar "bagus, pasang di layar yang ada di dashboard, kita ikuti alat pelacaknya" Mode kembali melajukan mobilnya mengikuti alat pelacaknya, "terima kasih ya Raja"

__ADS_1


"Sama sama om. Kita harus cepat om, kasihan Chery pasti ketakutan saat ini" kata Raja.


"Iya, kamu benar" Moses langsung mempercepat laju mobilnya.


Claudia memberikan mie instant ke Chery "makanlah! sementara kita makan seadanya. Kalau keadaan sudah aman, mama akan belanja dan masak makanan lezat untuk kamu"


Chery diam saja dan terus menatap Claudia dengan kesal.


"Makan! kamu lapar nanti" kata Claudia, "mama suapi ya?"


Chery menggelengkan kepalanya.


"Hah! kamu ternyata sama seperti aku, keras kepala, shit!" Claudia mulai kewalahan menghadapi Chery. "Berhenti menangis!" Claudia mulai memekik kesal.


"Aku mau pulang, tante. Please!?" Chery kembali memohon "Ka....ka...kalau aku tidak menangis lagi, apa tante mau mengantarkan aku pulang?" Chery mulai menghentikan tangisannya dan mengusap air matanya dengan kedua tangannya. Chery kemudian berusaha untuk tersenyum dengan sangat cantik ke arah Claudia.


"Kamu cantik sekali kalau tersenyum" Claudia mengusap pipinya Chery "makan ya, mama suapi!"


"Kalau Chery makan, Chery boleh pulang?" Chery menatap lekat matanya Claudia dengan penuh harap.


Claudia merasa khawatir akan keselamatannya Chery kalau Chery tidak mau makan, kesehatannya Chery akan terganggu dan dia nggak mau kalau sampai Chery jatuh sakit. Maka dia pun berbohong "makanlah dulu! kalau kamu pintar dan selalu nurut sama mama, maka mama akan bawa kamu pulang"


Chery tersenyum senang lalu meraih mangkok mie instant dari tangannya Claudia kalau memakannya dengan sangat lahap.


Claudia meraih mangkok mie instant yang telah kosong lalu mengusap pelan rambutnya Chery "coba panggil mama, jangan tante lagi"


Chery hanya menatap Claudia dalam keraguan.


Di dalam perjalanan menuju ke lokasi keberadaannya Chery, Rio Putra menelepon polisi kenalannya dan polisi itu pun segera menyusul The G team yang tengah mengawal Melati untuk menyelamatkan putrinya.


Moses dan Raja akhirnya sampai di depan sebuah pondok. Mobil yang sedari tadi mereka kejar telah berada di depan pondok itu.


"Om masuk dari depan, kamu masuk dari belakang ya?" kata Moses ke Raja.


Raja pun melakukan hal yang sama sembari berucap "baik, om"


Raja melangkah mengendap ngendap menuju ke belakang pondok tersebut. Sedangkan Moses melangkah tegap menuju ke pintu depan rumah tersebut. Dia melihat hanya ada dua pasang alas kaki di depan pintu pondok tersebut, berarti di dalamnya hanya ada si penculik dan Chery.


Moses kemudian mengetuk pintu pondok itu.


Claudia melangkah menuju ke pintu depan dan langsung tertegun menatap Moses. Cowok yang begitu dia kagumi, sayangi, rindukan, dan dia cintai selama ini, kini berdiri di hadapannya.


Claudia tersenyum lebar selebar dia membukakan pintu pondoknya untuk Moses.


Raja telah masuk ke dalam pondok lewat pintu belakang dan langsung mencari keberadaannya Chery.


Claudia mempersilakan Moses untuk duduk. Tetapi Moses memilih untuk tetap berdiri dan bersedekap.


"Siapa kamu? dan mana anak saya?"


"Anak kita, sayang. Kamu datang untuk menemui kami kan, kita akan membina keluarga kecil yang bahagia, sayang?"


Moses mengeraskan bibirnya dan menautkan alisnya "jangan bercanda, kamu! aku tidak pernah mengenalmu"


Raja sudah berhasil membawa Chery keluar dari pondok dengan pelan pelan selagi Moses mengalihkan perhatiannya Claudia.


Raja langsung menggandeng Chery dan mengajak Chery berlari menuju ke dalam mobil.


"Kak, Chery takut" kata Chery.


"Nggak usah takut, ada kakak di sini. Emm, sebentar ya, kamu dengarkan saja lagu ini, dan lupakan semuanya, oke!?" Raja lalu menaruh headset di kepalanya Chery lalu menyetelkan lagu soundtrack film kartun kesukaannya Chery.

__ADS_1


Chery mendengarkan lagu itu dan tersenyum ke arah Raja lalu berucap "terima kasih, kak"


Tidak begitu lama satu unit mobil polisi dasng berbarengan dengan mobilnya Greyson yang berisi the G team dan Melati.


Melati langsung turun dari mobilnya Grey dan berlari menuju ke mobil Van mewah milik suaminya. Melati begitu lega saat melihat Chery baik baik saja. Melati dan Chery langsung berpelukkan.


Melati menangis tiada henti karena lega, Chery selamat.


"Raja, good job my son!" kata papa Charlie kepada Raja putra tunggalnya.


Raja tersenyum dan berkata "terima kasih papa, om Rio, dan om Grey sudah bersedia mengantar tante Melati ke sini" kata Raja.


"Sudah kewajiban kita untuk saling menolong, gimana keadaannya?" tanya Rio.


"Ngapain kita ngobrol begini, langsung masuk sergap aja!" kata Grey.


"Sabar, nak" sahut Charlie papanya Raja.


"Mo, kamu jahat, kamu sudah dapat enaknya lalu kamu melupakan aku" kata Claudia.


"Enaknya apa? apa maksud kamu?"


"Aku mama kandungnya Chery. Hasil dari buah cinta kita lahirlah Chery" kata Claudia dengan santainya.


"Cih! cinta apaan cinta!" Moses mengumpat kesal.


"Kita bercinta dengan sangat hebat malam itu, Mo. kamu nggak ingat?"


"Aku mabuk waktu itu, jadi aku nggak ingat apapun" Moses masih bersedekap.


"Kamu jahat!" Claudia mulai berteriak frustasi.


"Jahat? katakan dengan jujur, apa aku yang meminta kamu untuk datang ke kamarku?" tanya Moses sembari menyeringai.


"Tidak, aku datang karena keinginanku sendiri" Claudia berkata lirih.


"Cih!" kata Moses.


"Tapi kamu tidak menolakku" kata Claudia.


"Oke, aku minta maaf untuk itu. Tapi aku mabuk berat saat itu. Aku bertindak di luar batas kesadaranku"


"Aku inginkan anakku Mo, aku sudah tidak bisa punya anak lagi. Aku ingin bawa Chery" kata Claudia.


"Ma, tante yang di dalam mengatakan ke Chery kalau dia mama kandungnya Chery" kata Chery lirih.


"Hah!?" Melati ternganga.


"Chery nggak mau mama lain selain mama"


"Iya sayang. Mama Chery hanya mama Melati. Mama sayang sekali sama Chery"


"Chery juga sayang sama mama"


"Emm, sebentar ya sayang, mama masuk ke dalam, mama mau mencoba berbicara dengan tante yang ada di dalam, ya?"


Chery menganggukkan kepalanya dan berkata "ati ati ma"


"Saya nitip Chery sebentar. Saya ingin berbicara sebentar dengan si pelaku penculikan" kata Melati.


"Anda yakin nyonya? mau masuk sendirian ke dalam?" tanya Rio.

__ADS_1


"Iya saya yakin" kata Melati sembari berputar badan dan melangkah menuju ke pondok.


__ADS_2