
Alfa mendekati Lili dan Melati lalu menepuk pelan pundaknya Lili, "Jelita Adijaya, apa kamu ingat dengan kakak sepupu kamu yang tampan ini? papa kamu adalah adiknya mamaku"
"Nggak usah pakai kata tampan kali" Sahut Moses dan Alfa menoleh ke Moses sambil meringis.
Lili melepaskan diri dari dalam pelukannya Melati, mengusap air matanya lalu bangkit dan berdiri di depannya Alfa, "maaf, Lili tidak mengingat anda"
Alfa menghembuskan napas kecewanya lalau berkata, "nggak apa-apa, kakak akan melakukan observasi atas kamu dan kakak akan membuatmu mengingat kami semua. Kami yang begitu menyayangi kamu" Alfa mengusap kepalanya Lili dan Lili pun merasakan kenyamanan dan kehangatan di dalam usapan itu.
Lili menoleh ke kiri dan bersitatap dengan Moses Elruno. Moses tersenyum dan berkata, "aku papa mertua kamu. Suami tercintanya Melati"
Lili meraih tangannya Moses dan mencium punggung tangannya Moses lalu dia tegakkan kepalanya dan menoleh ke kanan, bersitatap dengan Rini dan Celestia.Rini tersenyum dan langsung menarik tangannya Lili. Rini memeluk Lili dengan sangat erat dan berkata dalam Isak tangisnya, "maafkan kakak, dulu kakak sempat menyalahkan kamu dan membuat kami semua kehilangan kamu. Aku Rini istrinya kak Alfa kamu" Rini kemudian memegang kedua bahunya Lili dan berkata, "ini Celestia putri kami"
Celestia tersenyum dan memeluk Lili.
Lili kemudian mengedarkan pandangannya dan berkata, "untuk saat ini, Lili masih belum mengingat kalian semua, maaf. Tapi Lili merasa hangat berada di tengah kalian semua, terima kasih atas sambutan yang penuh cinta kasih dari kalian"
Melati kemudian bangkit dan kembali memeluk Lili, "mama akan membimbing kamu pelan-pelan untuk bisa kembali mengingat keluarga kamu ini"
Lili kembali menangis dan menganggukkan kepalanya.
Di malam itu, Melati meminta ijin ke suaminya untuk menemani Lili di kamarnya Lili sampai Lili jatuh ke alam mimpi dan Moses pun mengijinkannya, "jangan lama-lama!" kata Moses sambil mengecup keningnya Melati.
Elmo merasa tidak enak hati dia juga merasa was-was saat melihat Linda berlari menuju ke rooftop. Elmo berjalan pelan sambil melepas jasnya dan dia pakaikan jasnya ke tubuhnya Linda dari arah belakang.
Linda memegang jas itu dan dengan wajah yang masih penuh dengan air mata, dia memutar badan dan menatap Elmo, "kenapa aku harus jatuh cinta padamu?"
Elmo mundur dua langkah dan menatap Linda dalam diam.
__ADS_1
Semakin deraslah tangisannya Linda lalu di sela Isak tangisnya Linda kembali berkata, "cinta ini sangat besar Mo, bagaimana caranya aku bisa membunuh rasa cinta ini? Jadikan aku istri kedua kamu, ya?! aku mohon" Linda kemudian bersimpuh di depannya Elmo.
Elmo mendekat, bersimpuh di depannya Linda lalu dia berkata, "maaf" dan dia mengancingkan tiga kancingnya blusnya Linda yang masih terbuka lalu dia berdiri untuk berkata, "hatiku hanya satu dan itu sudah aku berikan ke istriku jadi aku sudah tidak memiliki hati lagi untuk aku berikan ke wanita manapun di dunia ini"
Linda mendongakkan wajah cantiknya lalu berdiri dan berlari ke pinggir rooftop lalu memutar badan dan menatap Elmo, "kalau gitu, biarkan aku membunuh rasa cinta ini dengan cara membunuh diriku sendiri. Aku akan melompat dari sini"
Elmo berusaha untuk bersikap santai dan segera berucap, "kalau kamu bunuh diri kamu yakin akan bisa membunuh rasa cinta di hati kamu itu? karena, aku dengar di neraka segalanya itu abadi jadi di sana nanti cinta yang kamu rasakan akan abadi dan akan jauh lebih menyiksa kamu apa kamu siap menanggungnya?"
"Aaarrggghhhh!" Linda memekik frustasi sambil menjambak rambutnya dia kemudian berjongkok.
Elmo kemudian mendekati Linda dan menarik kedua tangannya Linda, "jalani hidup kamu ke depan dengan penuh harapan. Jodoh kamu saat ini menunggu kamu, temukanlah jodoh kamu. Kita tidak berjodoh jadi dipaksa pun kita nggak akan bahagia pada akhirnya"
Linda berdiri lalu menghambur masuk ke dalam pelukannya Elmo. Dia melepas kembali tangisannya di dalam pelukannya Elmo. Lalu dia mendongakkan wajah cantiknya. Wajahnya dan wajah tampannya Elmo hanya berjarak satu centimeter saja saat itu. Linda bergumam, "beri aku ciuman perpisahan. Beri aku kepuasan dalam dahagaku yang selalu memimpikan ciumanmu yang selalu mendambakan bibir ini" Linda mengusap bibirnya Elmo dengan tangannya.
Elmo diam mematung dan terus menatap Linda.
Linda dengan segera menggelungkan lengannya di leher laki-laki yang tengah membopongnya itu dengan mata yang masih terus terpejam dia berkata dengan nada lirih nan manja, "kau ingin lebih ternyata ya Mo. Aku senang kamu akhirnya mau tidur denganku. Kau membopongku dan akan membawaku ke rumah kamu, kan?"
Elmo menatap Bagas yang terus membopong Linda masuk ke dalam lift dengan helaan napas panjang. Elmo lega masalah dengan Linda telah selesai dan dia bersyukur Linda tidak jadi nekat terjun ke bawah. Elmo kemudian memutar badan sambil melipat tangan dia menatap langit Tiongkok dan bergumam, "aku sudah sangat merindukanmu saat ini, Lili"
Bagas berhenti di depan mobilnya Linda lalu dia menurunkan Linda dengan pelan dan berkata, "buka mata kamu dan masuklah ke dalam! aku akan mengantarmu pulang"
Linda segera membuka kedua matanya dan tersentak kaget karena, bukan Elmo yang dia lihat, "kau? kenapa bisa kau? mana Elmo?" pekik Linda dengan sangat kesal.
"Lupakan Elmo dia tidak pernah mencintaimu. Saranku kembalilah ke Indonesia, Elmo sudah menyediakan pekerjaan baru di sana. Berkas-berkasnya ada di dalam mobilmu. Elmo sudah siapkan semuanya karena, bagaimana pun juga kamu adalah sahabatnya. Aku akan mengantarmu pulang karena, aku juga menganggapmu sahabatku"
Linda mendesah kecewa namun, akhirnya dia masuk ke dalam mobil dan Bagas segera mengantarkan Linda pulang ke apartemennya. "Elmo bahkan menyediakan rumah untukmu dan rumah itu dekat dengan kantor baru kamu. Kapan pun kamu balik ke Indonesia, kehidupanmu udah terjamin"
__ADS_1
"Kenapa dia sebaik itu jika dia menyuruhku untuk melupakannya?"
"Karena, Elmo merasa bertanggung jawab atas rasa yang ada di hati kamu dan hanya sebatas ini Elmo bisa membantumu untuk melupakannya. Elmo menyuruhku untuk mengatakan ini ke kamu" ucap Bagas sambil terus fokus menyetir.
"Iya dia memang cerdas. Dia selalu tepat di dalam memperhitungkan segala sesuatunya. Baiklah demi Elmo, mulai besok aku akan balik ke Indonesia dan mulai menata hati dan hidupku di sana" ucap Linda penuh dengan keseriusan.
Melati memeluk Lili sambil menyanyikan lagu kesukaannya Lili. Samar-samar bayangan masa lalu hinggap di benaknya Lili. Bayangan Melati memasak bersamanya dan tertawa bersama dengannya. Lili kemudian mendongakkan wajah manisnya dan berkata dengan senyum lebar di wajahnya itu, "Ma, besok kita bikin kue pizza lagi yuk! dengan irisan keju yang banyak, sosis dan itu kesukaannya Elmo dan papa Moses"
Melati duduk lalu menatap Lili dan memekik senang, "kamu ingat? kamu sudah ingat semuanya?"
Lili bangun dan bersila di depannya Melati, "Lili hanya ingat kalau kita pernah masak pizza. Suara merdunya mama, wangi lembut badannya mama, dan kelembutan tangannya mama, membuat Lili mengingatnya"
"Sayangku, manisku, kamu akan segera mengingat semuanya" Melati tertawa bahagia lalu ia mengajak Lili kembali merebahkan diri. Dia kembali memeluk dan bernyanyi untuk Lili sampai Lili jatuh ke alam mimpi dengan wajah tenang dan damai.
Melati kemudian mengecup keningnya Lili lalu dia bangkit dan berjalan berjingkat menuju ke kamarnya Chery. Dia ketuk pintu kamarnya Chery. Chery membukanya dan berkata, "masuk Ma?!"
Melati mengusap rambutnya Chery dan berkata, "mama cuma mau nanya, si kembar udah bobok?"
"Udah" jawab Chery.
"Baiklah, met bobok kalau gitu" Melati mengecup keningnya Chery.
Lalu Melati membuka kamarnya Celyn. Dia hapal betul kalau Celyn tidak pernah mengunci pintu kamarnya maka Melati tidak mengetuk pintu kamar putri bungsunya itu. Melati melangkah masuk dan mendapati Celyn telah meringkuk dengan manis tanpa selimut. Melati tersenyum kemudian membuka selimut dan dia menyelimuti Celyn dengan penuh kasih sayang. Dia kecup keningnya Celyn lalu dia melangkah keluar dari kamar itu.
Alfa, Rini, dan Celestia telah pulang ke rumah mereka jadi, Melati segera melangkah menuju ke kamarnya.
Melati masuk dan mendapati suaminya telah terlelap. Melati tersenyum penuh cinta menatap wajah tampan suaminya yang sekarang tumbuh cambang di sana. Saat Melati tanya alasan kenapa Moses menumbuhkan cambang, Moses menjawab karena, dia tidak ingin kalah sangar dengan Maha Adijaya. Melati masuk ke dalam selimut dan merebahkan diri di sebelah suaminya. Dia memeluk pinggang suaminya lalu menyusul suaminya ke alam mimpi.
__ADS_1