
Raja membereskan semua berkas dan menumpuknya rapi di atas meja kerjanya. Cowok keren itu kemudian menautkan kedua tangannya dan di renggangkan di atas kepalanya. Capek luar biasa yang dia rasakan di hari itu, dia harus kerjakan semuanya sendiri tanpa om Moses Elruno dan Om Ray.
Raja melirik jam tangannya sambil meraih tas selempangnya dan bangkit. Dia kemudian bergegas menuju ke mobilnya dan tancap gas meluncurkan mobilnya ke rumah Chery.
Elmo sudah duduk di atas bangku yang ada di depan teras rumahnya.
Sebelum Raja sempat keluar dari mobilnya, Elmo sudah masuk ke dalam mobil itu "ayok berangkat kak!" kata Elmo sambil memasang sabuk pengamannya.
Raja menoleh heran ke Elmo dan terkekeh geli "waaahh semangat sekali nih! padahal kakak mau turun dulu minta minum, heeeee" Raja melepas sabuk pengamannya dan turun dari mobilnya meninggalkan Elmo yang langsung mendengus kesal.
"Dasar reseh!" teriak Elmo sambil melepas.sabuk pengamannya dan ikutan turun.
Raja melangkah masuk ke dalam rumah sambil menggemakan tawanya.
Elmo mengiringi langkahnya Raja untuk masuk ke dalam rumahnya dan berucap "bilang aja mau ketemu sama kak Chery dulu"
Raja langsung mengerem langkahnya lalu memutar badannya sambil berucap "karena sudah ketahuan niat kakak yang sebenarnya maka kita langsung berangkat aja ya, yuk!"
Raja melangkah dan masuk kembali ke dalam mobilnya.
"Hiiihhh dasar kurang kerjaan!" Elmo kembali mendengus kesal sambil melangkah masuk ke dalam mobilnya Raja.
Raja melajukan mobilnya sambil terbahak
bahak tiada henti, dia memang selalu suka menjahili Elmo dari dulu.
"Aku heran deh, kok kak Chery bisa sabar ya sama kak Raja yang super jahil ini? jangan jangan kak Chery dipelet sama kak Raja?" kekesalan masih terdengar di nada bicaranya Elmo.
Raja terkekeh geli lalu menjulurkan lidahnya ke arah Elmo "kayak gini nih, pelet?" ucap Raja.
"Dasar! itu sih melet kak, hadeeehh!" Elmo langsung menutup wajah tampannya dengan telapak tangannya.
Raja kembali menggemakan tawanya.
"Mo, kamu beneran belum punya cewek? padahal kakak dengar kamu lumayan populer lho, waaahhh pilih pilih nih, jangan kebanyakkan milih entar malah dapat zonk kapok kamu" kata Raja.
"Bukannya pilih pilih, kak tapi memang Elmo belum nemu yang kayak mama" kata Elmo.
"Sepertinya kamu akan jadi perjaka tua Mo, yang seperti mama kamu tuh sepertinya sudah tidak tercetak lagi di dunia ini, hhmmppt"
Elmo mendelik "enak aja perjaka tua! aku pasti temukan cewek yang seperti mama ,lagian aku ini masih enam belas tahun, jalan masih panjang terbentang untuk seorang Elmo Elruno, heeee"
"Bercanda Mo, kakak selalu doakan yang terbaik buat kamu. Kakak doakan kamu bertemu dengan cewek idamanmu, amin" kata Raja.
"Amin, makasih ya kak" kata Elmo.
Mereka akhirnya sampai di halaman parkir sebuah restoran super mewah.
"Kamu mulai nyalakan alat perekamnya, aku mau turun dan menemui Natasha" kata Raja.
Elmo menekan tombol on dari alat perekam suara itu lalu berucap "oke!"
Raja tersenyum dan mengusap kepalanya Elmo lalu melompat turun dari mobilnya. Raja melangkah masuk dan mengedarkan pandangannya mencari keberadaannya Natasha.
Natasha melambaikan tangannya ke arah Raja. Raja melangkah mendekati Natasha dan Natasha langsung bangkit dan hendak memeluk Raja, Raja langsung melangkah mundur "jangan ngelunjak!"
Natasha mengerem langkahnya dan kembali terduduk dengan perasaan kesal tetapi tetap berusaha untuk tersenyum manis kepada Raja.
Raja menghela napas panjang dan duduk di kursi berseberangan dengan Natasha. Kursi bundar yang memisahkan mereka berdua telah tersaji cake cokelat dan kopi kental kesukaannya Raja.
Raja menatap hidangan itu lalu berucap "terima kasih"
Natasha tersenyum "see! aku masih ingat semua kesukaanmu" kata Natasha.
__ADS_1
Raja hanya diam, mematung dan terus menatap tajam ke Natasha.
"Ada apa menatapku terus, kamu kangen ya melihat wajah cantikku ini, heee. Makasih ya Raja kamu sudah ajak aku ketemuan di sini, aku kira kamu akan datang dengan Chery, ternyata kamu datang sendirian. Aku jadi Ge-Er nih, heeeee"
"Kenapa kamu nekat menemui Chery padahal aku sudah melarang kamu? dan kenapa kamu nekat mengajak Chery keluar untuk makan siang? Lalu kamu tinggalkan begitu saja di restoran, untung Chery perginya ditemani sama Celyn"
Natasha tertegun beberapa detik lalu berucap dengan santainya "aku juga ingin mengenal Chery, itu aja kok. Kalau soal aku meninggalkan Chery dan Celyn di restoran itu karena, aku ada urusan mendadak"
"Apa kamu tahu, dalam perjalanan pulang, Chery dan Celyn dihadang preman. Preman preman itu ingin menculik Chery dan Celyn"
"Aaahh benarkah? aku tidak tahu soal itu" Natasha berucap dengan santai tetapi tanpa dia sadari, ibu jarinya Natasha mulai bergerak gerak, itu sebuah tanda kalau Natasha mulai merasa panik. Raja hapal betul soal itu, Raja menyeringai penuh arti ketika menatap ibu jarinya Natasha yang terus bergerak gerak.
"Kenapa kamu panik dan gugup?" tanya Raja.
"Aku? gugup? panik? hah! jangan konyol kamu!" Natasha mencoba mengelak.
"Jempol kamu gerak gerak terus tuh. Itu tanda kalau kamu panik dan gugup kan?" Raja tersenyum sinis ke Natasha.
Natasha langsung menggenggam kadua ibu jarinya. "i...ini karena aku kedinginan, iya aku kedinginan" kata Natasha mencoba untuk mengelak lagi.
Raja menyesap cangkir kopinya kemudian berucap "aku merasa kamu menyembunyikan sesuatu saat ini"
"Iya aku menyembunyikan rasa cintaku yang begitu besar padamu. Aku hanya mau satu laki laki di dunia ini yaitu kamu, Raja" Natasha berucap sembari meraih tangannya Raja lalu menggenggam erat tangan itu.
Raja menarik kasar tangannya dari genggamannya Natasha lalu dia bersandar di kursinya dan bersedekap "jangan kurang ajar kamu! jaga martabat kamu sebagai seorang wanita!"
"Aku sudah tidak peduli dengan apapun lagi, aku hanya ingin memiliki kamu"
"Tidak peduli apapun? jadi kamu juga mengabaikan Chery, calon istriku, aku sudah memiliki Chery dan dari dulu aku hanya menganggapmu sebagai seorang sahabat"
Natasha mulai menyisir kasar rambutnya "iya, aku tidak peduli sama Chery. Aku bisa merebut kamu dari Chery karena, kamu hanya untuk aku, hanya untuk aku, Raja"
"Cih! percaya diri sekali kamu. Aku nggak akan pernah beralih dari Chery. Sedari dulu di hatiku ini" Raja menunjuk dadanya dengan jari telunjuknya lalu kembali berucap "di dalam sini hanya terukir nama Chery Elruno"
"Tega kamu bilang? yang tega itu kamu. Kamu tega menodai persahabatan kita seperti ini, aku kecewa sama kamu" ucap Raja.
"Kamu yang jahat! dasar brengsek! kamu kasih aku harapan, kamu kasih perhatian ke aku dan waktu aku tanya apa kamu sayang sama aku, kamu jawab, iya kamu sayang sama aku, apa itu tidak brengsek namanya? hah!?" Natasha berteriak lantang ke arah Raja.
"Maafkan aku kalau tanpa aku sadari kamu memiliki harapan yang begitu besar padaku tapi aku memang nggak punya perasaan lebih ke kamu. Iya aku akui aku sayang sama kamu tapi sebagai seorang sahabat, lebih sebagai seorang adik perempuan, hanya itu, sebatas itu" ucap Raja.
"Cih! sahabat? adik perempuan? aku muak mendengar kata kata itu terus meluncur dari bibirmu" kata Natasha sambil mendengus kesal.
"Tapi itu perasaanku yang sesungguhnya. Terserah kamu mau mengatakan aku brengsek! jahat! gila! tapi sedari dulu, aku hanya mencintai Chery Elruno. Jadi hentikan rasa cintamu untukku, itu hanya akan menyakiti dirimu sendiri" ucap Raja.
"Cih! itu selama Chery masih ada kan? bagaimana kalau Chery menghilang dari hidupmu? kami pasti lambat laun akan melupakannya kan, dan akan beralih ke aku, sahabat kamu yang selalu mencintaimu, menyayangimu, dan selalu ada buat kamu"
"Berarti benar dugaanku, kamu yang........."
"Iya aku jujur sama kamu!" Natasha mulai memekik penuh amarah. "Aku jujur sama kamu" suaranya mulai melemah. "Aku jujur karena kamu sahabatku, aku memang yang menyuruh preman preman itu untuk menculik Chery, sebenarnya hanya Chery sasaranku tapi Celyn ikut menemani kakaknya jadi dengan sangat terpaksa aku harus menculiknya juga, kan" Natasha terus berkata jujur karena, tersulut emosi dan rasa cemburu butanya.
"Aku nggak nyangka kamu sekejam itu?" kata Raja.
"Kejam? aku hanya akan menculiknya dan menaruhnya di suatu tempat, jauh dari kamu, aku nggak akan membunuhnya, kalau kamu sudah menjadi suamiku barulah aku akan melepaskan Chery dan Celyn" kata Natasha.
"Cih! siapa yang mau jadi suami kamu" ucap Raja.
"Lihat saja! kamu akan menjadi milikku, lihat saja, Raja! asal kamu tahu, aku selalu memiliki apapun yang aku mau, termasuk kamu, sayang" Natasha tersenyum manis ke Raja.
Raja bangkit dan menyeringai. Dia memutar badan dan meninggalkan Natasha begitu saja.
"Pergilah Raja! tapi kamu bakalan kembali ke sisiku untuk selamanya!" Natasha berteriak lantang ke arah Raja sambil bangkit dan menggebrak meja.
Elmo masih terheran heran sambil memegang sebuah permen lolipop. Beberapa menit yang lalu ada seorang gadis yang menyelonong masuk begitu saja ke jok belakang mobil sedan-nya Raja.
__ADS_1
Elmo terlonjak kaget dan langsung melongok ke jok belakang mobil itu "hei! siapa kamu? maling ya? begal? rampok?"
Cewek itu langsung membungkam mulutnya Elmo sambil terus berjongkok di depan jok belakang mobil itu. "Ssssttt, tolong saya! saya dikejar anak buahnya mami tiri saya"
Elmo menepis tangan cewek yang membungkam mulutnya "kamu bohong kan? ngaku aja kalau kamu mau merampok, iya kan?" tatapan curiga Elmo menusuk tajam ke sanubarinya cewek itu.
Cewek itu menyentil keningnya Elmo dan berucap "Sssttttt! dibilang Sssstttt kok ngeyel sih, tolong lihat di luar ada orang berbadan kekar nggak?" cewek itu masih jongkok di depan jok mobil belakang sambil terus menundukkan kepalanya supaya tidak terlihat dari luar, sosoknya.
Elmo mengusap keningnya dan mengalihkan pandangannya ke arah depan dan benar, ada cowok berbadan kekar tengah berpencar, dan sepertinya tengah mencari seseorang.
"Berapa orang?" tanya Elmo lirih.
"Empat orang" jawab cewek itu.
"Benar empat orang. Kenapa mereka mengejarmu?" tanya Elmo.
"Mami saya hendak menikahkan saya dengan laki laki paruh baya yang Kaya raya karena, mami saya mempunyai hutang yang sangat banyak pada laki laki paruh baya itu. Tapi saya berhasil melarikan diri" kata cewek itu.
"Berapa umur kamu? kok sudah dinikahkan?" tanya Elmo.
"Saya masih lima belas tahun, saya melarikan diri karena saya masih belum mau menikah apalagi dengan seorang laki laki tua dan akan dijadikan istri kelimanya"
Kasihan juga, dia. Batin Elmo.
Elmo melihat keempat preman itu mulai melongok ke dalam mobil yang parkir di halaman restoran itu. Ada yang sampai melongok di bawah mobil. Elmo melihat salah satu dari preman itu melangkah mendekat ke mobil kak Raja-nya, Elmo langsung membuka pintu mobil itu dan melompat turun.
Pemikiran Elmo sangat sederhana, jika Elmo turun dan berdiri di samping mobil, maka preman itu tidak akan mendekati mobil dan tidak akan melongok ke dalamnya.
Elmo menatap tajam ke arah preman yang hendak mendekati mobil kak Raja-nya.
Nekat mendekat dan melongok ke dalam mobil ini, jangan salahkan aku kalau aku akan kirim kalian semua ke UGD. Batin Elmo menirukan ucapan papa Moses Elruno-nya.
Preman itu kemudian menatap Elmo dan langsung menghentikan langkahnya dan memutar badannya. Dia tidak jadi mendekati mobil sedan-nya Raja.
Elmo terus berdiri di samping mobil sampai para preman itu meninggalkan area restoran mewah itu. Elmo tersenyum puas dan masuk kembali ke dalam mobil.
Elmo melongok ke jok belakang mobil dan menepuk pundak cewek itu dengan pelan.
Cewek itu terlonjak kaget dan menengadahkan wajahnya. Wajah dia dan wajah Elmo secara otomatis menjadi berdekatan, Elmo mengamati wajah cewek itu.
Manis juga, rambut bergelombang panjang dan dikucir kuda. Alami dan manis. Batin Elmo.
Tampan dan ramah. Kulitnya putih bersih, aku aja kalah putih nih. Batin cewek itu.
Elmo langsung menarik wajahnya menjauh dari wajah cewek itu "ehem, anu, emm, mereka sudah pergi jauh, kamu bisa keluar dengan aman sekarang" kata Elmo.
Cewek itu menyodorkan permen lolipop rasa cokelat ke Elmo "tanda terima kasih saya" kemudian dia membuka pintu mobil dan melompat turun.
Elmo memegang lolipop itu dan membuka pintu mobilnya "tunggu! siapa nama kamu?"
Tetapi cewek itu terus melangkah pergi sambil melambaikan tangannya.
Elmo menutup kembali pintu mobilnya dan menatap lollipop yang dia pegang.
Raja masuk ke dalam mobil dan mengambil lolipop itu "makasih ya, untuk kakak kan?"
Elmo terlonjak kaget dan merebut kembali lolipopnya "enak aja!" Elmo langsung memasukkan lolipop itu ke dalam saku celananya.
Raja menatap heran ke Elmo sambil memakai sabuk pengamannya "sepenting itu sebuah lolipop buatmu? dasar pelit nggak mau berbagi sama kakak"
"Bukannya pelit. Kalau kakak mau, kita mampir ke supermarket dulu, Elmo akan belikan satu wadah penuh lolipop untuk kakak, tapi jangan yang ini" Elmo berucap sambil menepuk saku celananya.
"Hahahaha, oke oke, kakak bercanda kok" kata Raja sambil mulai melajukan mobilnya menuju ke rumahnya Chery.
__ADS_1