My Cute Nanny

My Cute Nanny
Aku akan memenangkan hatinya


__ADS_3

Melati melangkah mendekati suaminya dan terisak. Cewek cantik mama barunya Chery itu merasa sangat terharu dengan semua kata katanya Moses Elruno, suaminya.


Melati memegang pundak suaminya dan kemudian ikut bersimpuh di samping suaminya. Moses menoleh kaget melihat istrinya yang secara tiba tiba ikut bersimpuh "sayang?"


"Ma, maafkan Melati. Keputusan menikah adalah keputusannya Melati. Melati yang menyetujuinya, ma" Kata Melati sembari mendongak melihat wajah cantik mamanya.


Mamanya Melati langsung menghela napas panjang dan mengangkat kepalanya untuk memandang ke langit senja yang begitu indah, mencoba mencari pemahaman di sana.


"Ma?"


Nyonya Teja Kusuma akhirnya menunduk dan meraih bahu Moses dan Melati "bangunlah kalian, kita masuk dulu! nggak enak kalau sampai dilihat sama tetangga!"


Pasangan pengantin baru itu pun akhirnya bangkit berdiri dan melangkah masuk ke dalam mengikuti langkah mama cantiknya Melati.


Ray, melangkah pelan mengikuti semuanya.


Moses duduk di samping istri tercintanya dan masih terisak. Begitu juga dengan Melati.


Ray, duduk di sofa single yang berada di antara tempat duduknya nyonya Teja Kusuma dan tempa duduk bosnya.



"Kamu menghamili Melati?" tanya nyonya Teja Kusuma dengan muka siap menerkam Moses jika, itu benar.


Moses menggelengkan kepalanya dengan sangat kencang "enggak, Melati gadis yang sangat polos dan baik, mana mungkin saya tega menghamilinya di luar nikah.


"Lalu hal di luar kendali apa yang mengharuskan kalian harus segera menikah?" Mamanya Melati mulai frustasi dan menyisir kasar rambutnya dengan jari tangannya.


"Ma......."


Moses langsung menggenggam tangannya Melati, sebagai tanda agar Melati diam "emm, semua berawal dari kasus penculikan dan penusukan yang terjadi di taman Jaya Wijaya dua puluh tahun yang lalu. Ternyata permasalahannya terus bergulir sampai sekarang. Papanya Melati menyelamatkan saya, tanpa kita duga hal itu malah menyeret Melati masuk ke dalam bahaya. Saya dan Melati masih berada dalam incarannya mereka, bahkan sekarang anak saya pun ikut masuk ke dalam bahaya" Moses mulai menjelaskan secara terperinci.


"Lalu?" mamanya Melati mulai bersedekap.


Moses menghela napas panjang dan melanjutkan ceritanya "Kemarin, Melati dan Chery anak saya hampir diculik dan pelakunya pasti menjadi sangat geram karena kegagalannya. Pihak kami berpikir jauh ke depan kalau, pelakunya pasti akan kembali menyerang kami. Mereka gagal menjatuhkan kami di dunia nyata maka kami yakin, kalau dia akan memakai cara lain yaitu, melalui dunia maya, melalui sosmed"


"Lanjutkan!" kali ini jari telunjuk dan jari jempol tangan kanannya nyonya Teja Kusuma, sudah terpasang cantik di dagunya.


"Kami takut kalau kali ini mereka akan menyebarkan berita tentang anak saya. Anak saya tidak memiliki mama. Saya juga tidak tahu siapa mama dari anak saya dan.........."


"Kenapa kamu tidak tahu siapa mama dari anak kamu? lalu bagaimana kamu bisa bertemu dengan anak kamu? mamanya tidak menemui kamu dan menyerahkan anaknya, gitu?" Mamanya Melati mulai merasa heran.


"Chery, ditinggalkan begitu saja sama mamanya di depan pintu rumah saya" jawab Moses lirih.


"Kalau seperti itu kejadiannya? bagaimana kamu bisa yakin kalau itu anak kandung kamu? kamu sudah melakukan tes DNA?" tanya mamanya Melati.


Moses menganggukkan kepalanya.


"Ma, Melati mengambil keputusan mau menikah dengan kak Moses Elruno karena, Melati sudah terlanjur jatuh hati sama Chery. Kalau kita menikah bisa menyelamatkan Chery dari nyinyiran semua orang yang akan menghina Chery sebagai anak haram dan kata kata kejam lainnya. Melati tidak tega, ma" sahut Melati.


"Kenapa kamu tidak mencari mama kandung dari anak kamu lalu menikahinya. Kenapa harus Melati?" mamanya Melati terus menghujani Moses dengan pertanyaan pertanyaannya seperti seorang jaksa di dalam sebuah pengadilan.


"Saya juga tidak menginginkan Melati berkorban lagi demi saya" Moses kembali terisak "Melati sudah kehilangan papanya demi saya dan sekarang dia kehilangan masa mudanya juga demi saya, maaf" jawab Moses.


Nyonya Teja Kusuma kembali bersedekap dan menghela napas panjang "kamu belum menjawab pertanyaanku"


"Saya, tidak berniat mencari mama kandungnya Chery karena, saya tidak mau berurusan dengan seorang wanita yang tega membuang anak kandungnya sendiri. Kalau saya mencari dan menikahinya, saya tidak yakin hasilnya akan menjadi baik bagi kami semua karena, saya tidak tahu bagaimana karakter dari mama kandungnya Chery, siapa namanya, siapa orang tuanya, apa pekerjaannya dan apakah dia akan menyayangi dan mencintai Chery seperti Melati................."


"Itulah kenapa, kemarin kita meminta tolong sama Melati untuk bersedia menikah dengan tuan Moses Elruno, demi Chery" sahut Ray.


Mamanya Melati menoleh ke arah Ray "kamu siapa?"

__ADS_1


"Saya asisten pribadinya tuan Moses Elruno" jawab Ray sambil menganggukkan kepalanya dengan sopan ke arah mamanya Melati.


Nyonya Teja Kusuma mulai mengerucutkan bibirnya dan berpikir. Apa yang harus aku lakukan sekarang. Mereka sudah terlanjur menikah. Mana mungkin aku memisahkan mereka. Sebab apa yang sudah dipersatukan oleh Tuhan tidak boleh dipisahkan sama manusia. Sepertinya Melati dan Moses memang ditakdirkan untuk bersama.


"Suamiku, apa kamu yang mengikatkan benang merah pada mereka berdua, dari Surga sana?" kata mamanya Melati di dalam hatinya.


"Kamu tadi mengatakan kalau kamu mencintai anakku?" kata nyonya Teja Kusuma kemudian.


Moses menganggukkan kepalanya dengan penuh semangat "saya sangat mencintai putri anda"


"Seberapa besar?"


"Sebesar pengorbanan dari suami anda. Sewaktu almarhum menyelamatkan saya dari penculik dua puluh tahun yang lalu. Saya pun akan melindungi Melati seperti itu dan mencintainya seperti itu, dengan tulus tanpa syarat" Moses berkata sembari menoleh ke arah Melati.


Mamanya Melati nampak tersenyum senang mendengar jawaban dari Moses Elruno. Bagus, kalau dia mencintai Melati sebesar itu. Batin mamanya Melati merasa sangat lega.


"Dan kamu, Mel? kamu mencintainya? lalu bagaimana dengan Awan?" tanya Mamanya Melati.


"Kami sudah putus sebelum Melati menikah dengan kak Moses. Awan selingkuh, ma" kata Melati lirih.


"Kamu belum menjawab pertanyannya mama, kamu mencintainya?"


Melati diam membisu. Dia menoleh bergantian ke arah suaminya lalu ke arah mamanya alih alih menjawab pertanyaan dari mamanya.


"Saya akan membuat Melati mencintai saya, saya akan berusaha sekuat tenaga untuk memenangkan hati putri anda dan saya akan sabar menunggu hari itu tiba, hari di mana putri anda berkata cinta dengan tulus sama saya, sambil menatap saya seperti sekarang ini" sahut Moses dengan nada tegas dan serius.


Melati tertegun melihat tatapannya Moses yang begitu dalam dan sejuk untuknya.


"Ehem" mamanya Melati berdehem.


Moses dan Melati langsung mengalihkan pandangan mereka untuk kembali menatap mamanya Melati.


Moses langsung berdiri dan bersimpuh kembali di depan mamanya Melati "terima kasih banyak, emm, bolehkah saya memanggil anda, mama?"


Mamanya Melati meraih kedua bahunya Moses "bangunlah! tentu saja kamu harus memanggilku mama, aku kan mama mertua kamu"


"Aaahhh, terima kasih ma, terima kasih Tuhan" Moses merasa sangat lega dan sangat bahagia.


Ray langsung bersyukur di dalam hati. Semoga ini awal yang indah untuk anda, tuan. Semoga anda selalu bahagia seperti ini. Kata Ray, di dalam hatinya.


Melati melangkah mendekati mamanya. Berdiri di samping suaminya. Mamanya Melati lalu bangun dari tempat duduknya dan memeluk mereka berdua.


Ray, pun melangkah keluar menuju ke mobil. Meninggalkan tuannya yang sudah berhasil memenangkan hati mertuanya.


"Bolehkah mama menggendongnya?" tanya nyonya Teja Kusuma sembari melepaskan pelukannya.


Moses tersenyum senang dan menganggukkan kepalanya.


Melati melepaskan selendangnya dan dengan hati hati meletakkan Chery ke dalam dekapan mamanya Melati.


Mamanya Melati menimang nimang Chery dan mencium pipi gembulnya Chery "dia cantik dan menggemaskan, pantas saja kalau kamu sangat mencintainya, Mel"


"Terima kasih, ma" sahut Moses.


"Oooo iya, kalian sudah makan belum?"


"Belum, ma. Moses ingin mengajak mama untuk makan di luar sekarang" kata Moses.


"Mama sudah masak kok, tadi mama ijin sama bos mama untuk pulang lebih awal sewaktu Melati menelepon mama dan mengatakan kalau dia mau pulang"


"Moses malah nggak enak nih, sudah merepotkan mama" jawab Moses.

__ADS_1


"Enggak repot kok, lho asisten kamu mana? ajak dia sekalian untuk makan bersama, ayo! mama masak lumayan banyak kok, kalau Melati pulang tuh mama merasa perlu untuk menyiapkan banyak masakan biar Melati puas tapi..........."


"Tapi apa ma?" tanya Moses.


"Semuanya makanan kesukaannya Melati, semoga kamu juga suka, ya"


"Saya akan menyukai apapun yang Melati sukai, ma" jawab Moses sembari menatap mesra istri cantiknya.


Melati tersenyum merona membalas tatapan suaminya.


"Panggil asisten kamu, gih!" kata mama Melati sembari melangkah menuju ke ruang makan dan masih menggendong Chery.


Moses tersenyum dan melangkah keluar untuk mengajak Ray dan Joko makan malam bareng.


Ray keluar dari dalam mobil saat melihat Moses melangkah menuju ke arahnya.


"Ada apa, tuan?"


"Kamu diundang mama untuk makan malam, ayo! Joko juga, ayo Ko! tolong bawa turun strollernya Chery!"


Ray langsung menurunkan strollernya Chery.


Kemudian Ray dan Joko mengikuti langkahnya Moses masuk ke dalam rumah dan menuju ke ruang makan.


Moses mendorong strollernya Chery dan berkata "ma, tidurkan Chery di sini aja?"


"Oke" mamanya Melati berkata sembari menciumi wajahnya Chery lalu merebahkan Chery ke dalam strollernya.


"Silakan dinikmati! ala kadarnya, ini semua makanan kesukaannya Melati, kalau Melati pulang maka mama akan menyiapkan semua masakan ini karena, mama pikir putri tante ini pasti merindukan masakan mamanya dan merindukan semua makanan favoritnya. Ada sayur asem, sambel terasi, tempe dan ikan goreng, sama ceker pedas, ayo dicicipi!" kata mamanya Melati sambil mengelus elus pelan rambutnya Melati.


Moses menatap sayur asem, sambal terasi, tempe goreng, ikan goreng, dan ceker ayam. Jujur dia belum pernah makan sayur asem.





Melati langsung mengambilkan semangkok sayur asem untuk suaminya.



"Silakan jangan sungkan!" kata Mamanya Melati penuh semangat.


Ray dan Joko menganggukkan kepala, lalu mengambil nasi dan langsung mengambil sayur asem beserta semua lauk yang ada. Mereka mulai menikmati makan malam mereka dengan lahap dan bahagia.


"Sayang, bagaimana? enak?" tanya Melati.


"Hmm, aku suka" Moses lalu berbisik "nanti kalau sudah pulang ke rumah kamu masak buat aku, ya, persis kaya gini!"


Melati tersenyum senang dan langsung menganggukkan kepalanya.


"Enak, nak?" tanya mamanya Melati kepada semuanya.


"Lezat tante, numero uno, nih" kata Ray.


"Iya, nyonya ini mantul sekali" sahut Joko.


"Moses juga sangat suka, ma" kata Moses.


"Syukurlah kalau semua suka, habiskan!" kata mamanya Melati sambil menyunggingkan senyum cantiknya.

__ADS_1


__ADS_2