My Cute Nanny

My Cute Nanny
Ini wanitaku


__ADS_3

Chery fokus mengerjakan assesment-nya di dalam ruang kelas tersebut tanpa mengetahui ada pertarungan sengit diantara dua cowok ganteng di luar kelas.


Udara menguar panas di sekitarnya Raja. Sedangkan pak dosen nampak adem ayem, tenang dan santai.


"Where do you come from?" tanya Raja.


"Spain. Kenapa? aku terlalu ganteng ya untuk seorang cowok lokal semacam anda?" Febrio menatap Raja tanpa ekspresi.



"Cih! anda kelihatan lebih tua daripada usia anda yang sebenarnya" kata Raja penuh rasa kesal.


"Justru cewek suka dengan wajah yang terlihat mature kayak begini" kata Febrio sambil menaikkan kedua alisnya ke arah Raja.


"I said that you are old not mature, cih!" Raja mendengus kesal.


"Terserah apa kata anda, yang penting banyak cewek tergila gila sama saya" kata Febrio dengan penuh percaya diri. Kemudian Febrio bangkit dan melangkah menuju ke kelas tanpa menggubris Raja.


Raja ikutan bangkit dan hendak mengikuti langkahnya Febrio memasuki kelas itu tetapi pintunya langsung ditutup dan dikunci oleh Febrio.


"Shit!" Raja mengumpat kesal.


Beberapa menit kemudian Chery keluar dari kelas tersebut dan langsung tersenyum manis ke Raja.


"Ayok kak, kita pulang!"


Raja menganggukkan kepalanya dan berjalan mengiringi Chery.


Raja memasangkan sabuk pengamannya Chery lalu berkata "sayang, kamu harus hati hati dengan dosen pembimbing kamu!"


"Kenapa kak? pak Febrio baik, sopan dan ramah kok" kata Chery.


Raja mendengus kesal dan berucap sembari menangkup pipinya Chery dengan kedua tangannya "sepertinya kakak harus sering sering mencium kamu biar kamu nggak berpaling ke cowok lain" Raja kemudian mendaratkan bibirnya ke bibirnya Chery.


Raja memberikan kecupan kecupan kecil di bibirnya Chery beberapa kali kemudian menghentikannya dan menatap Chery yang masih membulat matanya.


"Kak? kakak kenapa sih? siapa yang berpaling ke cowok lain?" Chery memandangi wajah tampannya Raja mencoba mencari jawabannya di sana.


Raja kemudian memalingkan wajahnya dan melepaskan kedua tangannya dari pipinya Chery lalu memasang sabuk pengamannya.


"Kak?" tanya Chery.


"Nggak ada apa apa. Kakak mohon dengan sangat kamu jangan terlalu dekat dengan dosen pembimbing kamu, hati hati dengan cowok yang memiliki wajah terlalu tampan, ganteng, dan memiliki intelegensia di atas rata rata. Nggak baik untuk kesehatan mata dan hati kamu" kata Raja sembari melajukan mobilnya.


"Baiklah kak! walaupun Chery belum paham kenapa kok wajah tampan nggak baik untuk kesehatan mata dan hati, tapi Chery akan menuruti permintaannya kakak" kata Chery.


Raja menoleh sekilas ke Chery dan tersenyum lalu berucap "I Love You"


"Tapi kak sebentar deh, kalau cowok tampan dan cerdas itu nggak baik untuk kesehatan mata dan hati, maka kakak juga nggak baik dong untuk kesehatan mata dan hatinya Chery!?" tanya Chery kemudian.


"Berarti menurut kamu mas ini tampan?" Raja kembali menoleh sekilas ke Chery.


"Iya! kak Raja itu sangat tampan dan cerdas. Lho emangnya kak Raja nggak sadar selama ini kalau kakak itu tampan? kan sudah banyak cewek yang bilang gitu ke kakak" ucap Chery sambil mencebikkan bibirnya ke Raja.


"Pendapat cewek lain nggak penting buat kakak dan kakak nggak pernah menghiraukannya. Nah kalau yang bilang bahwa kakak itu tampan adalah kamu, baru kakak sadar, wow! ternyata aku tampan ya?" ucap Raja sambil menengadahkan wajah tampannya ke atas dan tertawa lebar.


Chery terkekeh geli dan berucap "nah! Chery juga sadar, berarti kakak nggak baik buat kesehatan mata dan hatinya Chery karena, kakak itu cowok tampan juga cerdas"


"Kakak pengecualiannya dong karena, kakak sudah jadi calon suami kamu, heeee" Raja mengusap rambutnya Chery.


Febrio Dominikus memeriksa lembar assesment-nya Chery dan tersenyum puas. "Hmm, sangat cantik dan sangat cerdas. Aku prediksikan dengan bimbinganku disertai kecerdasannya, dua tahun ke depan Chery Elruno sudah menyandang gelar S1. Kenapa aku jadi sangat tertarik sama Chery Elruno, apa karena kecantikannya, atau karena keluguannya, apa karena aku memang lebih suka merebut daripada mencari yang masih single, heeeee" Febrio bergumam sambil bersandar di kursinya, membayangkan wajah ayu dan senyum manisnya Chery.


Sore hari pun tiba, Raja kembali menjemput Chery untuk pergi ke acara reuni Akbar, angkatannya Raja.


Raja tertegun ketika menatap Chery, memakai dress merah bermotif bunga kecil kecil, simple tapi justru nampak sangat anggun dan memesona.


"Air liur kakak menetes tuh!" kata Celyn yang masih merangkulkan tangannya di pundaknya Chery.

__ADS_1


Raja secara spontan mengusap sudut bibirnya dan langsung menyentil keningnya Celyn ketika menyadari kalau Celyn hanya menggodanya.


Celyn dan Chery langsung menggemakan tawa merdunya mereka.


"Kakaknya Celyn cantik kan pakai dress ini? asal kakak tahu ya, dress ini nih, Celyn perjuangkan dari bazar diskon di suatu mall, Celyn berebut, memilih, memilah di sebuah box, dan mendapatkan dress cantik ini. Murah tapi tidak murahan kan?" Celyn tersenyum bangga untuk dirinya sendiri.


"Hah? kalian ke bazar diskon?" tanya Raja.


Raja merasa heran. Bahkan seorang keturunan konglomerat, keturunan dari Moses Elruno, mau berdesak desakkan, belanja di bazar diskon.


"Iya, keren kan! Celyn jadi ketagihan belanja lagi ke bazar diskon karena, penuh tantangan dan sensasinya luar biasa, pokoknya asyik!"


"Tapi kamu kan suka pusing dan mual kalau berada di kerumunan dan melihat banyak orang bergerombol, berdesak desakkan?" tanya Raja sembari menarik pelan tangannya Chery, giliran dia yang merangkul pundaknya Chery.


"Aku makan permen kak waktu itu, bisa sedikit mengurangi rasa pusing dan mualnya" kata Chery.


"Syukurlah kalau kamu nggak apa apa. Oke kakak pergi dulu ya, baik baik di rumah ya Celyn, emm, Elmo mana?" ucap Raja.


"iya hati hati. Kak Elmo ada di atas main game sama temannya" kata Celyn.


Beberapa jam kemudian Raja dan Chery telah sampai di hotel tempat diselenggarakannya reuni Akbar angkatannya Raja.


Raja menggandeng tangannya Chery dengan rasa bangga dan penuh cinta dan memasuki ruangan di mana acaranya reuni tersebut diselenggarakan.


Cahaya lampu yang sangat terang menyambut mereka, bersama dengan bola lampu yang berputar di atas kepala. Suara orang tertawa dan bercakap cakap berdesir di sekeliling mereka.


"Raja! ya Tuhan, Raja! kau makin tampan dan keren ya!" kata Bima dan ada beberapa cowok yang mengikuti di belakangnya Bima lalu mereka pun mengucapkan pujian yang sama mereka kemudian menyalami Raja dan Chery.


"Bukankah ini Chery? dia?" Bima menoleh ke Raja.


Chery tersenyum ke arah Bima sambil menganggukkan kepalanya dan Raja berucap "iya, ini Chery Elruno, wanitaku"


"Oooo, baiklah! ayok nikmatilah pestanya" kata Bima.


Bukankah Chery dekat dengan adikku Bagas, kok bisa jadi kekasihnya Raja. Aaahh, sudahlah itu bukan urusanku. Batin Bima.


Bagas terus menatap Raja dan Chery dari kejauhan sambil terus menyeringai penuh arti. Dia telah menyiapkan satu rencana hebat untuk memisahkan Chery dan Raja selama lamanya dan Chery akan menjadi miliknya selama lamanya.


Raja mengambilkan Chery minum, segelas orange juice lalu dia mengelus pipinya Chery "kamu nggak apa apa kan? nggak pusing dan mual, berada di tengah kerumunan orang dan sangat bising seperti ini?"


"Sedikit pusing sih, tapi nggak apa apa" kata Chery.


"Kita sebentar saja di sini, lima belas menit kemudian kita pamit pulang aja" kata Raja sambil terus mengelus pipinya Chery "atau kalau kamu merasa mual langsung bilang ke kakak ya, kita langsung pulang"


Acara dansa dimulai dan Raja bertanya ke Chery "kamu mau berdansa denganku?"


"Maaf kak, Chery nggak bisa berdansa dan Chery sedikit pusing nih"


"Baiklah kita di sini saja! ucap Raja.


Chery tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Raja kemudian mencium keningnya Chery dan bertanya "kamu mau makan apa?"


"Aku mau..........."


"Raja! ya ampun, ini beneran kamu!?" seorang cewek cantik nan seksi memotong ucapannya Chery dan dengan santainya menyenggol Chery untuk lepas dari pelukannya Raja.


Raja melangkah maju menghindari cewek itu dan mendekati Chery lalu memutar badan sambil memeluk pinggangnya Chery kemudian berucap "kamu siapa?"


Cewek seksi itu memutar badan dan tersenyum kepada Raja "aku Selly, kamu masih suka makan kentang goreng? dulu kamu sering makan kentang goreng di kantin, kan? apakah kamu bersedia berdansa denganku?"


Raja memandang cewek yang berdiri di depannya dengan tatapan bingung "aku tidak ingat sama kamu, maaf aku harus pergi untuk mengambilkan makanan untuk kekasihku, ini" Raja berucap sambil mencium pelipisnya Chery.


"Aaahh, kamu nggak ingat ya sama aku dan kamu ternyata sudah punya kekasih, shit!" cewek itu mengumpat kesal lalu pergi meninggalkan Raja.


"Kak? siapa tadi? kok dia tahu kakak suka makan kentang goreng? emang iya ya, kakak suka kentang goreng? kok kakak nggak pernah bilang? dan Chery nggak tahu soal ini?" tanya Chery mulai terpercik api cemburu.


Raja mengajak Chery melangkah sambil menggandeng tangannya Chery menuju ke tenda yang menyajikan sate ayam lalu berucap "kamu cemburu ya, heeee. Kakak nggak ingat sama dia, dan seingat kakak, kakak dulu tuh jarang jajan di kantin karena, kakak selalu bawa bekal. Pernah jajan di kantin kentang goreng sih, tapi itu pun cuma sekali. Kok bisa bisanya dia bilang aku suka kentang goreng, hmm, aneh!?"

__ADS_1


Chery masih merengut "beneran nih? bukannya kakak main berdua dengannya di kantin dulu? jangan jangan dia mantan pacanya kakak?"


"Hahahaha, kakak suka dicemburui sama kamu. Beneran kayak gitu ceritanya, sueerrr!" Raja membentuk huruf V dengan jarinya di depannya Chery.


Chery tersenyum lega dan mulai bisa menggigit sate ayam yang disodorkan oleh Raja.


"Raja! haaiii! ketua kelas kita! ketua tim basket kita! wow! kamu masih sangat keren dan tampan ya!?" seorang cewek kembali mendatangi Raja. "Kamu kenapa mojok di sini, kenapa nggak berdansa dan membaur dengan teman teman di sana? aku ketua panitia acara ini, merasa bertanggung jawab karena, banyak yang menanyakan kamu, sudah, emm, sepuluh tahun kan mereka nggak berjumpa denganmu" ucap cewek tersebut.


"Emm, baiklah! aku akan ke sana sebentar lagi setelah kekasihku ini kenyang dan sudah hilang pusingnya. Soalnya kekasihku ini Selalu merasa pusing kalau berada di tengah kerumunan banyak orang" ucap Raja.


Chery tersenyum ke cewek itu sambil menyambut uluran tangan cewek itu "Chery" ucap Chery.


"Vina" ucap cewek itu dan dia kembali berucap "Waaahhh! banyak yang bakalan patah hati malam ini. Mereka berharap bintang tim basket kita, masih jomblo, heee ternyata Raja Darmawan sudah memiliki seorang kekasih. Oke nikmatilah makanan kalian! aku tinggal dulu" Vina kemudian melangkah pergi meninggalkan Raja dan Chery.


"Kakak ternyata nggak cukup populer dikalangan cewek, tetapi sangat populer, ya" Chery merengut lagi.


"Hahahaha, kakak nggak nyangka juga lho, tapi bagi kakak, itu nggak penting. Itulah kenapa kakak ajak kamu, supaya mereka semua tahu kalau kakak sudah memiliki kekasih yang sangat cantik dan memesona, yang sangat kakak cintai" Raja kemudian mencium pucuk hidungnya Chery.


Chery merona malu.


Raja kemudian berucap "apakah kamu masih pusing?"


Chery menggelengkan kepalanya.


"Kita ke sana?" Raja menunjuk ke kelompok teman temannya yang dulunya adalah teman sekelasnya.


"Ayok!" ucap Chery.


Raja dan Chery kemudian duduk di meja, menyatu dengan teman teman satu kelasnya Raja, sepuluh tahun yang lalu.


Chery kemudian berbisik ke Raja "kak, Chery ke toilet dulu, ya"


"Ayok kakak antar!" kata Raja hendak bangkit tetapi pahanya Raja langsung ditahan oleh Chery "kakak duduk aja, lanjutkan obrolannya, Chery bisa sendiri kok"


Raja kemudian mengusap rambutnya Chery "ok, ati ati dan jangan lama lama!"


Raja kemudian asyik mengobrol, sejenak perhatiannya teralihkan dari Chery.


Tiba tiba ada seorang cewek berbisik kepadanya dan Raja langsung bangkit dan panik.


Raja dan cewek itu melangkah menuju ke sebuah kamar. Raja melangkah lebar dan bertanya "apa kekasihku baik baik saja?"


"Entahlah! kekasih anda pingsan di toilet tadi" kata cewek itu sembari berlari kecil untuk menyeimbangkan langkah dia dengan langkahnya Raja.


Chery keluar dari toilet dan menuju ke meja di mana Raja berada, gadis cantik itu pun nampak kebingungan. Dia kemudian bertanya ke teman temannya Raja yang masih duduk di meja itu "kak Raja mana?"


"Entahlah? tadi Raja pergi dengan seorang cewek, keluar dari ruangan ini dan naik ke lantai atas, pakai lift menuju ke lantai 6" jawab salah satu dari temannya Raja.


Chery langsung merengut dan terbakar api cemburu. Chery nggak menyangka kalau kak Raja-nya tega pergi meninggalkan dia dengan seorang cewek.


Bagas menatap Chery dan terus mengulas senyum lebar penuh arti.


Raja menoleh ke cewek yang berada di sampingnya "Chery, kekasih saya, ada di dalam kamar ini?"


"Iya dan ini kunci chip kamar ini. Saya permisi dulu" ucap salah satu karyawan dari hotel tersebut yang sudah Bagas bayar untuk melancarkan rencananya Bagas, memisahkan Chery dengan Raja untuk selama lamanya.


Seorang karyawan hotel yang lainnya mendekati Chery dan membisikkan sesuatu ke Chery yang membuat Chery membelalakkan kedua matanya, kemudian cewek cantik keturunannya Elruno itu melangkah lebar mengikuti langkah cewek yang berbisik kepadanya tadi.


Raja membuka kamar itu dan langsung tersemprot suatu cairan yang entah apa itu, tetapi Raja tidak peduli dan tidak memperhatikannya karena, fokus dia hanya ke ranjang, tempat Chery terbaring pingsan.


Raja melangkah lebar menuju ke ranjang itu sambil berteriak "Chery, kamu tidak apa apa, kan?"


Seorang cewek memutar badan dan menyibak selimut yang dia pakai untuk menutupi badannya lalu menatap Raja "hai tampan! aku siap melayani kamu"


Raja langsung melangkah mundur "kamu siapa? di mana Chery?"


Cewek itu langsung bangun dan melangkah pelan mendekati Raja sembari melepas sepatunya, lalu rompi bajunya dan tangannya mulai memegang kancing blusnya sembari berucap "siapa Chery? namaku Vallery dan aku siap menggoncang malam kamu, tampan"

__ADS_1


"Stop! berhenti! shit! kenapa aku tiba tiba merasa sangat pusing dan merasa kegerahan kayak gini? ada apa di kamar ini? dan ooohh no! cairan apa yang kena di badanku pas aku masuk ke sini?" Raja mulai menyangga wajah tampannya sambil terus melangkah mundur menjauhi cewek itu kemudian memutar badan dan dengan secepat kilat dia membuka pintu kamar itu, dia keluar dari kamar itu dan bertubrukan dengan...............


__ADS_2