
"Kalian mau ke mana setelah ini?" tanya papanya Rini.
Alfa mengedipkan mata ke Rini, ketika Sammy, papa mertuanya tengah menundukkan kepala untuk menyendok cumi pedasnya.
Mamanya Rini yang paham betul akan maksudnya Alfa yang menginginkan bisa berduaan dengan istrinya, hanya bisa tersenyum penuh arti.
"Pa, Rini sama kak Alfa akan mencari perabotan untuk isi rumah kami" jawab Rini.
Alfa memang berencana untuk pergi membeli perabotan rumah dengan Rini, hari ini.
"Aku ikut" Sammy langsung mendongakkan kepala dan langsung terlihat berbinar binar kedua bola matanya.
Mamanya Rini langsung angkat bicara "Pa, mama terus gimana? ditinggal sendirian di rumah?" mamanya Rini mulai mengerucutkan bibirnya.
"Ayok ikut sekalian, pergi rame rame kan seru" Sammy berucap dengan santainya.
"Mama pusing nih, nggak pengen keluar rumah, maunya berduaan aja sama papa di rumah. Lagian kan, papa sebentar lagi dah balik lagi ke Singapore"
Alfa dan Rini mengulum bibir menahan tawa.
"Yaaaahhh, huufft nggak jadi jalan jalan deh" kata papanya Rini sambil berdiri dan menaruh piringnya di wastafel. Mamanya Rini langsung mencuci semua perabot makan yang masih kotor.
Rini hendak membantu mamanya tapi sang mama langsung berkata "Sudah, tinggal aja, keburu siang nanti"
"Baik ma, makasih ya" Rini mencium pipi mamanya kemudian mencium pipi papanya "pa, Rini pamit ya?"
"Hmmm" Sammy menjawab dengan ogah ogahan.
Alfa mencium punggung tangan mama mertuanya kemudian punggung tangan papa mertuanya "pa, Alfa juga pamit, ya. Papa nitip apa?"
Papanya Rini mengerucutkan bibirnya lalu menggelengkan kepalanya.
Rini dan Alfa akhirnya berhasil melaju di jalanan dengan sukses.
"Sayang, kita mau ke toko furniture yang mana nih?" tanya Rini.
"Ke hotel, aku sudah booking kamar super VVIP untuk kita nikmati sepanjang hari ini, berduaan aja" Alfa tersenyum penuh arti sembari mengusap lembut kepalanya Rini.
"Dasar laki laki, itu aja yang ada di pikirannya" Rini terkekeh geli.
"Itu berarti suami kamu ini laki laki normal" Alfa tertawa geli.
Mereka akhirnya sampai di sebuah hotel yang super mewah, miliknya Greyson Adi Wijaya Simpsons. Hotel The Rain.
"Sayang, pak Greyson Adi Wijaya Simpsons itu teman kamu ya?" tanya Rini.
"Iya, tepatnya kakak kelas tapi dia akrabnya sama aku, sering main sama aku. Sewaktu SMP dulu kami selalu main bareng bertiga, aku, Grey dan Rio. Grey dan Rio sebenarnya satu kelas dengan Moses tapi karena Moses aneh dan pendiam, maka Grey dan Rio akrabnya sama aku" ucap Alfa sembari merangkul pinggang rampingnya Rini dan melangkah menuju ke kamar mereka.
"Oooooo" jawab Rini.
"Kamar kita ini gratis lho nggak bayar" kata Alfa sembari membuka pintu kamar super VVIP dengan kartu Chip.
__ADS_1
Alfa dan Rini melangkah masuk dan Alfa langsung menutup pintunya.
"Hah? kamar seluas dan semewah ini gratis? kok bisa?"
"Hadiah pernikahan kita dari Grey" jawab Alfa.
"Lho bukannya kemarin pak Greyson sudah kasih kita kado sepasang jam tangan mewah?" kata Rini.
"Ini bonus karena aku sudah kasih dia rumus cara bikin anak cewek, dan berhasil, istrinya hamil lagi kan, dan di USG beneran cewek"
"Waaahhh, kamu hebat ya sayang" kata Rini.
Alfa kemudian menarik tubuhnya Rini menempel ke tubuhnya dan Alfa langsung mendekapnya "dan kamu, pengen kita praktekkan rumus bikin anak cewek apa cowok nih?" kata Alfa sembari mencium keningnya Rini.
"Aku ngikut aja deh, karena ini pertama kalinya buat aku, heeee"
"Ini juga pertama kalinya buat aku" kata Alfa sambil tersenyum lalu mencium pipinya Rini.
"Bohong! kamu kan playboy dulunya" Rini mencebikkan bibirnya.
Alfa mengecup bibirnya Rini yang tengah mengerucut dan kembali berucap "sumpah, aku nggak bohong. Aku memang punya banyak pacar dulunya, tapi aku nggak pernah kebablasan. Satu alasan yang bikin aku berhasil menjaga untuk tidak kebablasan adalah, aku takut dibunuh kalau aku sampai menghamili anak orang sebelum sah, hahahaha"
Rini langsung memukul dada suaminya dan ikutan tertawa lepas.
"Sayang, aku nggak bawa lingerie nih, habisnya kamu nggak bilang ke aku sebelumnya kalau kamu mau ajak aku ke hotel, kirain beneran beli furniture"
Alfa tersenyum penuh cinta "nggak usah pakai lingerie, kamu sudah menggoda, kamu tuh cantik memakai apapun"
"Huh! mulai deh gombalnya"
Mereka berciuman cukup lama dan intens. Kemudian Alfa membopong tubuhnya Rini dan merebahkannya ke atas ranjang besar nan mewah yang berada di dalam kamar super mahal itu.
Alfa melepas kemejanya lalu melemparnya asal, Rini menatap Alfa yang memiliki tubuh lumayan atletis.
"Sentuhlah! kamu pengen menyentuhnya kan? terlihat jelas dari sorot mata kamu tuh, hahahaha"
Rini merona malu dan dengan pelan dia mulai menempatkan kedua tangannya di tubuh atletisnya Alfa. "kamu indah, sayang" kata Rini sembari mengelus pelan tubuh atletis milik suaminya.
"Hahahaha" Alfa tertawa senang mendengar pujian dari istri manisnya. Alfa kemudian mencium bibirnya Rini, dengan sensasi yang berbeda. Ciumannya Alfa yang berikutnya adalah ciuman yang liar, panas dan menuntut.
Alfa menempelkan wajahnya di leher Rini, mulutnya menyapu lembut lehernya Rini, membuka, mengisap kulit Rini di antara giginya. Rini mulai melenguh.
"Keluarkan saja suara kamu, lepaskan desahan kamu, nggak ada yang bisa mendengarnya di sini" kata Alfa berbisik di telinganya Rini sembari mengigit pelan telinganya Rini.
Alfa kembali mengajak Rini berciuman, ciuman yang melibatkan lidah, ibu jarinya Alfa mengusap lembut pipinya Rini, kemudian turun ke bagian tubuh yang kenyal dan menggemaskan. Alfa memainkan tangannya dengan liar di atas bagian tubuhnya Rini yang kenyal dan menggemaskan itu.
Alfa kemudian membuka satu persatu kancing blusnya Rini, lalu menyelipkan jemarinya di bawah tali bra Rini dan menurunkannya. Tatapannya Alfa begitu tajam, begitu panas, Rini bisa merasakannya. Alfa lama sekali menatap Rini dan hanya menatap Rini.
"Sayang?" Rini berucap heran ketika mendapati Alfa hanya diam mematung dan terus menatapnya.
"Astaga Sweety, kamu cantik, kamu sempurna" kemudian Alfa membungkuk dan mendekatkan bagian tubuh Rini yang kenyal dan menggemaskan, ke mulutnya. Mulai mencium, menghisap, dan menggigitnya.
__ADS_1
Alfa lalu menuju ke area sensitifnya Rini. Alfa melakukan semua gerakannya dengan lembut dan tidak terburu buru, dia sengaja mengulur waktu untuk menggoda Rini supaya istrinya benar benar siap dan membuka diri untuk penyatuan cinta mereka.
Ketika semakin hebat, semakin panas dan semakin liar, tubuhnya Rini bergetar penuh damba dan lenguhannya semakin menggema keras di dalam kamar itu.
Alfa kemudian merebahkan diri di sampingnya Rini. Rini nampak kebingungan dan berucap "sayang, kok berhenti?"
Alfa tersenyum dan berkata "belum berhenti Sweety, jika aku melakukannya maka aku akan kehilangan kendali, sekarang giliranmu"
Rini bangun dan menatap Alfa. Alfa menyelipkan tangan ke pakaian dalamnya Rini, menyentuh, mencari sembari memejamkan matanya kemudian berkata "aku ingin kamu mendapatkan kepuasanmu, karena jika aku menyatu denganmu sekarang ini, aku tidak akan bisa berhenti. Temukan dulu kepuasanmu, jika kau telah siap, katakan! maka aku akan memulai menyatu denganmu"
"Aaaahhh, sayang, aaahhhh, aaa.....aaaa..aaakuuuu siap" kata Rini sembari menahan gairahnya.
Alfa merebahkan Rini kembali di atas ranjang dan tersenyum "rileks saja, akan sedikit perih tapi jika kamu rileks dan mengikuti setiap gerakanku, sakitnya lama lama akan berkurang" Alfa kemudian mengecup keningnya Rini.
"Aku mulai ya, jika sakit jambak saja rambutku dan teriaklah sepuas kamu!" kata Alfa.
Rini menggigit bibir, menganggukkan kepalanya dan tidak mengucapkan kata apa apa.
Alfa membungkuk untuk mencium pusarnya Rini dan memulai aksinya dengan perlahan pada awalnya, tapi menjadi semakin cepat dan liar.
Rini berteriak kaget ketika merasakan sensasinya, kemudian berkata "sayang, aku merasa terbuka, aaaahh, sayang jangan berhenti, aku mencintaimu!!"
Alfa pun berucap "aku juga mencintaimu!" dengan terengah engah.
Mereka berdua akhirnya mencapai puncak dan panas menguar dari tubuh mereka. Alfa masih menahan kedua lengannya di samping kepalanya Rini. Alfa kembali mencium bibirnya Rini dengan penuh damba dan tangannya kembali melakukan gerakan meremas di dada kanannya Rini. Alfa berucap di sela cumbuannya "aku akan melakukannya lagi, apa kau tidak takut, tidak sakit?"
Rini meneteskan air mata bahagianya dan menggelengkan kepalanya lalu berucap "lakukanlah sayang, aku siap!"
Alfa menghapus air mata yang menetes di pelupuk mata istri cantiknya itu dengan bibirnya lalu kembali melakukan aksinya. Yang kedua kali ini lebih liar, lebih memabukkan dan lebih cepat. Alfa kemudian merebahkan diri di samping tubuh istrinya. Kemudian menyelimuti tubuh polos istrinya lalu mengecup keningnya Rini dan berucap "terima kasih sayang, aku ingin lakukan lagi, tapi sepertinya aku butuh waktu sebentar"
Rini masuk ke dalam pelukannya Alfa yang masih polos dan belum memakai sehelai kain pun, lalu berucap "benarkah ini pertama kalinya buat kamu? kenapa kamu begitu hebat, sayang?"
Alfa memeluk erat istrinya dan mencium puncak kepalanya Rini "hahahaha, beneran ini pertama kalinya aku mempraktekkan semua rumus yang aku pelajari selama ini, sumpah! kenapa aku hebat? itu karena kamu begitu cantik dan begitu menggoda" kata Alfa.
Rini mencium pipinya Alfa dan terkekeh geli.
Alfa menyibak selimutnya Rini dan melongok ke dalam, dia melihat ada bercak darah di spreinya "apakah sakit?" tanya Alfa sambil mengelus pipinya Rini
"Iya, sakit tapi indah" jawab Rini.
"Hahahaha, aku mencintaimu Sweety, sangat mencintaimu" Alfa mencium keningnya Rini.
"Aku juga sangat mencintaimu" kata Rini.
Alfa kemudian menendang selimutnya dan berkata "aku siap lancarkan ronde ketiga, boleh?"
Rini pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum lalu berkata "kalau sampai aku pingsan kamu juga yang bakalan bingung"
"Hahahahaha, kalau pingsan, maka kita berdua yang akan pingsan karena, kamu juga hebat Sweety" kata Alfa.
"Benarkah?" Rini merona malu dan juga tersenyum bahagia.
__ADS_1
Alfa pun kembali melancarkan serangannya dengan lebih panas, liar dan ganas.
Setelah beberapa menit kemudian, pasangan pengantin baru itu tertidur pulas karena kelelahan, bernapas lega karena memperoleh kepuasan secara bersamaan, dan bermimpi indah karena cinta.