
Alfa mengetuk pintu kamarnya Moses di saat Moses tengah berciuman dengan Melati. Moses mendengus kesal lalu bangkit dan membuka pintu itu. Alfa langsung menerobos masuk dan duduk di depannya Melati.
"Aaah, brother maaf kalau mengganggu ya, heeee" Alfa langsung memahami situasinya ketika dia melihat Melati yang masih berantakan rambutnya. Alfa kemudian meringis.
Melati langsung merapikan rambutnya dan tersenyum malu ke Alfa.
"Hobi kamu tuh dari dulu memang cuma satu yaitu menggangguku" Moses berucap sambil duduk di sebelahnya Melati lalu membantu Melati merapikan rambut.
Alfa tertawa terbahak-bahak kemudian berucap, "maaf, aku langsung kemari begitu tiba dari Jepang. Mulai dari sekarang aku akan tinggal di Indonesia. Ini terkait soal kedatangannya Maha Adijaya adiknya almarhum mamaku. Aku minta kamu menjauh darinya, biar aku yang menemui dan meminta dia untuk pulang ke Tiongkok dan jangan mengganggu Elruno"
Moses merangkul Melati, mengecup pelipisnya Melati, lalu berucap, "dia tidak mengancam kamu tapi mengancamku. Aku tidak bisa tinggal diam"
"Jangan emosi! Jangan ditanggapi serius ancamannya Maha Adijaya. Aku akan menemuinya dan........"
"Kamu pernah bertemu dengannya? kamu pernah melihat wajahnya?" Moses langsung memotong ucapannya Alfa.
Alfa menggelengkan kepalanya, "tapi aku keponakannya. Aku yakin jika aku mencarinya dia akan muncul"
"Dia bahkan membunuh keponakannya sendiri. Saudara dari pihak istrinya dan dia tidak segan membunuh istrinya sendiri ketika dia melihat istrinya bercumbu dengan pria lain lalu dengan sangat kejam dia menyiksa pria itu sampai mati. Dia sangat kejam Fa, apa kamu masih yakin dia akan mau membuka diri untuk kamu? keponakan yang tidak pernah sekalipun dia temui"
"Aku akan mencobanya. Aku akan berusaha mewujudkan kedamaian karena, aku tidak menyukai pertikaian. Aku tidak mau jika sampai ada pertumpahan darah. Kamu jangan bergerak dulu, oke? please?"
Melati menarik diri dari rangkulannya Moses lalu duduk tegak dan berucap, "aku menyetujui kak Alfa" lalu Melati menoleh ke Alfa, "tapi kak Alfa harus berhati-hati ya, ingat Rini dan Celestia"
Alfa tersenyum ke Melati, "iya pasti, Mel'
Moses akhirnya menganggukkan kepalanya, "baiklah! aku akan kirim Pramono untuk membayangimu. Aku nggak ingin kalau kamu sampai dicelakai oleh Maha Adijaya"
"Tapi kenapa dia bisa segitu bencinya dengan Elruno? kita generasi penerus tidak tahu soal kejadian di masa lalu kenapa kita harus dijadikan pelampiasan balas dendam yang nggak jelas ini?" Alfa mendesah panjang.
"Semua berawal dari kesalahpahaman diantara almarhum kakek dan kelima sahabatnya. Kakek memiliki lima sahabat dan mereka kemudian mendirikan perusahaan secara patungan. Kakek kita yang memang berjiwa bisnis diam-diam membangun istana bisnisnya sendiri dan berkembang pesat mengalahkan pamor perusahaan yang kakek dirikan bersama kelima sahabatnya Hal itu membuat Adijaya mencurigai kakek memakai uang dari perusahaan kelima sahabat itu"
"Lalu?" Alfa melipat tangan dan kakinya kemudian bersandar ke sofa.
"Lalu Adijaya terlibat perdebatan dengan kakek. Awalnya hanya cekcok mulut lalu terlibat baku hantam dan tanpa kakek duga, Adijaya mengacungkan pistol ke arahnya" Moses mendesah panjang dan mengelus bahunya Melati untuk sejenak melepas kepedihan hatinya, saat benaknya berlari-lari sejenak ke kisah masa lalu kakeknya yang tragis.
"Dan........" Alfa kemudian melengkungkan tubuhnya ke Moses sambil memangku dagunya dengan kedua tangannya.
"Kamu jangan pose seperti itu di depanku!" alih-alih meneruskan ceritanya, Moses justru melempar protes ke Alfa.
Melati dan Alfa terkekeh geli dan secara bersamaan menatap Moses dan bertanya, "kenapa?"
"Aku nggak suka kamu nampak lebih imut daripada aku, cih! kamu kalau pose seperti itu mengingatkanku akan umurku yang sekarang ini, aku udah tua dan nggak bisa lagi berpose imut-imut kayak gitu, cih! menyebalkan" Moses pun langsung merengut.
__ADS_1
Alfa dan Melati langsung tertawa sejadi-jadinya lalu Alfa berucap, "kamu pose aja kayak gini nggak masalah kok, gitu aja sewot dan protes, hmm! dasar aneh"
"Cih! mana ada Moses proses berpangku dagu dengan dua tangan, nggak ada macho-nya, cih!"
Alfa kembali tertawa dan Melati langsung membelai dadanya Moses, "sayang, teruskan aja ceritanya, soal pose nggak usah sewot, nanti aku ajari pose-pose yang macho tapi imut, oke?"
Moses langsung sumringah, "benar ya! janji lho! kalau gitu aku akan lanjutkan ceritanya dan kau mau pose apa aja silakan!" ucap Moses ke Alfa.
"Uhuk!" Alfa langsung tersedak salivanya sendiri mendengar ucapannya Melati. Antena kelaki-lakiannya langsung memancarkan sinyal kerinduan kepada istrinya lalu dia mendesah panjang dan berucap, "nggak! aku akan bersandar dan melipat tangan lagi aja, pose aneh-aneh justru menjadi bumerang bagiku"
Melati terkekeh, "kok bisa kak?"
"Aku jadi berpikiran yang iya-iya eh yang enggak- enggak dan langsung kangen nih sama Rini, dasar gila kalian semua, huufftt, sabar, Fa, sabar" Alfa berucap sambil mengelus dadanya.
Melati langsung melepas tawa merdunya ke udara dan Moses berdecak kesal, "cih! otak mesum"
"Iiihhh! aku rasa mesumnya kamu tuh lebih parah dari aku" Alfa mendengus kesal ke Moses.
Melati berucap di sisa tawa cantiknya, "udah, lanjutkan ceritanya, sayang!"
"Ya lanjutkan!" sahut Alfa.
Moses menghela napas panjang lalu melanjutkan ceritanya, "kakek berusaha merebut pistol itu dari tangannya Adijaya namun, di tengah pergulatan panjang berebut pistol, tiba-tiba, bang! bang!(dibaca beng! beng!)"
"Dor! Dor! Dor! harusnya gitu bunyi pistol tuh bukannya bang! bang! (dibaca beng! beng!)" Alfa langsung protes.
"Kamu" sahut Alfa.
"Jadi terserah aku dong. Bagiku bunyi pistol tuh bang! bang! (dibaca beng! beng!) lebih keren"
"Cih, dasar ngeyel!" Alfa mencebikkan bibir ke Moses.
"Super ngeyel tuh kamu, cih!" ucap Moses kesal.
Melati kembali tertawa sejadi-jadinya sambil menggeleng-nggelengkan kepalanya lalu berucap, "semua ngeyel deh biar adil, hahahaha, lalu gimana kelanjutan ceritanya?"
Melati menoleh ke Moses.
Moses melanjutkan ceritanya dengan masih mendengus kesal ke Alfa, "lalu Adijaya tergeletak di lantai dengan bersimbah darah. Adijaya meninggal saat itu juga"
Kakek terbebas dari hukuman penjara karena ada kamera CCTV di ruang kerjanya kakek dan ada saksi mata yang mendukung kakek tapi, keluarga Adijaya tidak bisa menerima kenyataan itu. Mereka tetap menyalahkan kakek dan tetap akan membalas dendam ke kakek sampai kakek dan semua keturunan Elruno lenyap di muka bumi ini" lanjut Moses.
"Darimana kamu tahu kisah itu?" tanya Alfa.
__ADS_1
"Dari asistennya Brenda, emm, maaf mama kamu dan dari rekaman CCTV yang aku temukan di belakang lukisannya kakek sewaktu aku menemukan kaset rekaman Brenda, emm maaf, mama kamu.........."
"Panggil aja Brenda nggak papa, risih aku dengar kata maaf terus dari kamu, cih!" Alfa langsung memotong ucapannya Moses.
"Waaahhh! cerita sama kamu lama-lama bisa naik nih tensiku" Moses kembali melotot kesal ke Alfa.
Alfa dan Melati terkekeh lalu Alfa berucap, "sori, teruskan ceritamu!"
"Iya dari situ aku tahu kisah itu lalu aku mulai menyelidikinya dan baru sekarang aku menemukan benang merah dari semua kisah itu" ucap Moses.
"Lalu kabarnya Maha Adijaya datang kemari untuk mencari putri kandungnya dan......."
"Aku sudah menemukan putri kandungnya Maha Adijaya" potong Moses.
"Hah?! siapa?" Alfa memajukan tubuhnya ke Moses.
"Loly"
"Hah?! Loly? anak angkatnya Melati?" ucap Alfa dengan kedua mata yang membulat sempurna.
"Iya kak" sahut Melati.
"Bagaimana kamu bisa yakin kalau Loly putri kandungnya Maha?"
"Dari rekaman kakek bergulat dengan Adijaya, aku menangkap kalau Adijaya memakai kalung berliontin giok hijau berbentuk naga........."
"Mama memiliki liontin itu dan selalu dia pakai di kalungnya" potong Alfa.
"Loly juga punya. Aku selidiki soal liontin giok hijau berbentuk naga itu dan hanya keluarga Adijaya yang memilikinya karena itu simbol kebesaran dari keluarga Adijaya" ucap Moses.
Alfa langsung terhenyak karena shock. "Jadi, Loly sepupuku?"
Elmo bergandengan tangan dengan Loly berjalan menyusuri taman. Loly bercerita panjang lebar dengan riangnya sedangkan Elmo masih terus berpikir mengenai hubungannya dengan Loly.
Loly sepupu om Alfa-nya, anak angkat mamanya, dan putri kandung dari musuh besar Elruno, apa aku mampu menanggung beban seberat ini? apa aku bisa tahan kehilangan Loly selama-lamanya jika takdir tidak mengijinkan aku untuk bersatu dengan Loly? Batin Elmo merana perih.
Loly menghentikan langkahnya dan secara otomatis Elmo pun menghentikan langkahnya lalu menoleh ke Loly dan bertanya, "ada apa?"
"Harusnya aku yang bertanya ada apa? tubuh kamu bersamaku saat ini tapi anganmu melayang entah ke mana, ada apa?" Loly menatap Elmo.
Elmo tersenyum dan menggelengkan kepalanya, "nggak ada apa-apa, aku cuma capek dengan urusan kuliah dan kerjaan, emm, kita pulang atau mau makan dulu?"
"Makan dulu boleh? aku lapar nih, heeee"
__ADS_1
Elmo mencubit pucuk hidungnya Loly sambil tersenyum dia berucap, "boleh dong! kita mampir makan dulu kalau gitu"
Kedua sejoli penuh cinta itu kemudian melangkah di tautan tangan yang terlihat sempurna, seolah enggan terlepas dan semoga takdir mereka pun bisa bertaut dengan sempurna nantinya.