
Keesokan harinya........
Seperti biasanya sehabis sarapan bersama, Melati masuk ke dalam mobilnya bersama dengan Elmo, Chery, dan Celyn. Sedangkan Angel masuk ke mobilnya sendiri.
Melati sudah mengatakan ke Angel kalau Moses mengijinkannya menemani Angel untuk menemui Awan. Nanti malam jam 8 di Danau Biru. Angel akhirnya mengirim pesan text ke Awan untuk datang ke Danau Biru jam 8 malam. Angel lalu memeluk erat Melati dan mengucapkan banyak terima kasih.
Moses dan Ray sampai di kantor dan mereka langsung berkutat dengan semua berkas dan pekerjaan mereka yang super padat.
Angel sampai di kampusnya dam memarkirkan mobilnya di tempat parkir favoritnya, di bawah pohon rindang nan sejuk. Saat Angel me oleh sembari mengunci mobilnya dia terkejut karena, Arkan ternyata telah berdiri di belakangnya.
Arkan langsung menaruh kedua tangannya di mobilnya Angel dan Angel berada di dalam kungkungannya.
"Pak, biarkan saya pergi" kata Angel.
Sudah satu Minggu terlewati sejak pernyataan cintanya Angel untuk Arkan meluncur manis dari bibirnya Angel.
"Kamu katakan dulu, kenapa kamu sejak hari itu menghindariku!?" ucap Arkan tanpa melepas kungkungannya
Angel mencoba mendorong tubuhnya Arkan tapi tidak berhasil "pak, lima belas menit lagi, kelas dimulai. Kita telat nanti" Angel melirik jam tangannya.
"Aku sudah mundurkan jamnya" kata Arkan dengan santainya.
"Pak, biarkan saya pergi atau saya akan praktekkan taekwondo yang sudah diajarkan oleh kak Moses selam ini?!" Angel mulai meninggikan suaranya karena kesal.
Arkan mendengus kesal dan malah nekat mencium Angel. Membuat Angel kaget setengah mati dan gelagapan.
Arkan melepaskan ciuman singkatnya dan berkata "maafkan aku" lalu cowok tampan itu melepaskan kungkungannya.
Angel mematung dan berkata "kenapa anda mencium saya?"
"A....a...aku minta maaf" kata itu kembali meluncur dari mulutnya Arkan.
"Saya tidak butuh kata maaf, saya butuh penjelasan, kenapa bapak mencium saya?" Angel mulai membentak Arkan.
Arkan hanya diam dan terus menatap Angel.
"Hah! Anda ternyata brengsek! setelah anda bermesraan dengan seorang wanita di kantor bapak, satu Minggu yang lalu, beberapa jam setelah pernyataan cinta saya ke bapak, dan kini bapak mencium saya? dasar brengsek!" Angel hendak melangkah pergi meninggalkan Arkan tetapi lengannya dipegang Arkan.
"Lepaskan saya atau......"
"Atau apa?" tanya Arkan.
Brrruukkkkk
Angel mengambil kuda kuda dan membanting tubuhnya Arkan di atas tanah.
Arkan meringis kesakitan.
Angel melepaskan Arkan dan berlari pergi meninggalkan Arkan.
Arkan bangun sambil mengelus elus pinggangnya lalu berlari mengejar Angel.
"Gila hebat juga dia!" gumam Arkan sembari terus berlari mengejar Angel.
Arkan berhasil mengejar Angel dan menarik lengannya Angel agar Angel menghentikan laju larinya.
Angel berhenti dan menoleh ke Arkan.
"Dengarkan dulu penjelasanku! kamu salah paham, aku tidak bermesraan, kamu salah lihat" kata Arkan.
Angel hanya diam dan mendengus kesal.
"Yang berada di kantorku waktu itu adalah mantan istriku. Dia meminta aku untuk balik lagi bersama dengannya. Dia menyesali semuanya, dia meminta aku dan dia kembali lagi dari awal dan......." kata Arkan.
Plaaakk
Angel menepis kasar tangannya Arkan dari lengannya dan menampar Arkan dengan sangat keras.
"Kenapa kamu menamparku?" Arkan menautkan kedua alisnya dan mengusap pipi bekas tamparannya Angel.
"Masih bertanya hah?! Anda balik lagi sama mantan istri anda dan hari ini mencium saya? walaupun saya mencintai bapak tapi saya bukan wanita murahan! saya bukan pelakor!" butiran suci mulai menggenang di pelupuk matanya Angel.
"Angel dengarkan dulu sampai aku selesai, oke?"
__ADS_1
Angel mengusap air mata yang mulai turun di pipinya.
"Mantan istriku meminta aku untuk kembali kepadanya tapi aku tidak mau. Sudah tidak ada sisa cinta sedikitpun untuk dia. Terlalu banyak kenangan yang menyakitkan diantara kami"
"Bohong! kalau anda menolaknya, kenapa anda menciumnya?" kata Angel.
"Aku tidak menciumnya, aku berani bersumpah" kata Arkan.
"Tapi yang saya lihat?"
"Kamu melihat dari sudut yang salah jadi di mata kamu seolah aku menciumnya. Yang sebenarnya terjadi adalah, rambut panjangnya nyangkut di kancing jasku ketika dia hendak pergi dan dia menyibakkan rambutnya. Aku membantu dia melepas rambutnya yang nyangkut itu"
"Benarkah seperti itu?" tanya Angel.
"Aku berani bersumpah, kamu bisa melihat keseriusan dan ketulusan dari perkataanku lewat mataku, bukan?"
Angel menganggukkan kepalanya lalu berucap "lalu kenapa anda mencium saya?"
Arkan menghela napas panjang dan berkata "sejak kamu menghindariku terus selama satu Minggu ini, aku sadar kalau aku mempunyai rasa yang sama, aku merindukanmu karena aku mencintaimu"
"Anda serius?" Angel menutup mulutnya dengan kedua tangannya, mulutnya yang ternganga saking bahagianya mendengar kata cinta dari mulutnya Arkan dan itu untuknya.
Arkan tersenyum menatap Angel dan meraup kasar wajahnya "kamu harus tahan banting berpacaran dengan seseorang yang pantasnya tuh menjadi om kamu"
Angel hendak menghambur masuk ke dalam pelukannya Arkan tapi dia tahan karena, mereka ada di area kampus, dan mereka tengah berdiri di depan gedung Psikologi.
"Saya tidak peduli kalau harus berpacaran dengan om" Angel tersenyum lebar.
Arkan terkekeh geli "aku harus siapkan mental nih, menghadapi kakak kakak kamu, mereka ganas semuanya"
Angel tertawa lepas dan berkata "terima kasih banyak, pak"
"Jangan panggil pak kalau kita sedang berdua seperti ini, mulai dari sekarang panggil mas, oke?" kata Arkan.
Angel menganggukkan kepalanya dan terus tersenyum.
"Ayok kita ke kelas!" kata Arkan.
Aurelia menuju ke gedung SD, dia diutus wali kelasnya untuk mengantarkan buku paket ke kepala sekolah SD. Aurelia melangkah dengan malas karena jam istirahatnya terganggu dan dia harus berjalan ke gedung SD.
Aurelia membelokkan badannya di tikungan menuju ke kantor kepala sekolah dan........
Brukkkkk
Karena terus ngedumel dan tidak fokus, dia menabrak seorang anak SD. Cewek mungil itu pun jatuh di atas lantai dengan wajah meringis dan menatap Aurelia.
"Kamu punya mata nggak sih! main tabrak aja! dasar bocah tengil!"
Chery berlari untuk menolong temannya yang masih terduduk di atas lantai. Chery membantu temannya untuk berdiri dan bertanya "Lisa, kamu baik baik saja?"
Lisa teman sekelasnya Chery menganggukan kepalanya sembari mengusap pantatnya yang terasa sedikit sakit.
"Kak, maaf ya, Chery lihat tadi kalau kakak melamun dan kakak yang menabrak Lisa" kata Chery.
"Iya, benar!" sahut Lisa.
"Kalian anak kecil berani melawanku hah!" Aurelia mulai membentak Chery dan Lisa.
"Bukannya melawan kak, tapi Lisa tidak bersalah jadi jangan membentak Lisa!" kata Chery.
"Kamu, sok keren ya! dasar bocah!" Aurelia mendorong Chery untung Lisa menahan Chery jadi Chery tidak sampai jatuh di atas lantai.
"Berani kamu mendorongnya hah?!" suara Raja menggelegar bak singa yang hendak menerkam mangsanya.
Aurelia terlonjak kaget dan menoleh ke Raja.
"Raja? ngapain kamu kemari?" tanya Aurelia.
Raja melangkah mendekati Chery dan duduk bersimpuh di depannya Chery dan memegang kedua bahunya Chery "kamu nggak apa apa?"
"Aku nggak apa apa, kak" kata Chery sambil mengulas senyum.
"Kakak ini galak dan jahat kak, dia menabrak aku tapi tidak meminta maaf malah membentak aku, Chery menolongku tapi malah didorongnya" sahut Lisa.
__ADS_1
Raja berdiri dan memutar badannya dan melotot tajam ke Aurelia lalu berkata "minta maaf!"
"Nggak mau! aku lebih tua dari mereka, mana ada orang yang lebih tua meminta maaf sama anak kecil, cih!" kata Aurelia dengan santainya.
"Maka aku tidak akan berbicara denganmu untuk selamanya kalau kamu tidak meminta maaf"
Shit! Aurelia mengumpat kesal di dalam hatinya.
Aurelia nggak mau kalau sampai Raja mendiamkan dia selama lamanya.
"Sudahlah kak, ayok kita pergi! Chery sudah maafkan kakak ini kok" kata Chery sambil menggenggam tangannya Raja.
Raja mendengus kesal dan berbalik badan hendak meninggalkan Aurelia tapi tiba tiba.......
"Tunggu!"
Chery, Raja, dan Lisa berbalik badan dan menatap Aurelia.
Aurelia mendengus kesal dan mengucapkan kata "maaf"
"Kurang keras dan kurang tulus" kata Raja tanpa ekspresi
Aurelia kembali mendengus kesal dan berusaha keras untuk melawan egonya demi Raja, dia berusaha mengucapkan kata "maaf" dengan lantang dan terdengar tulus.
"Sama sama kak, maafkan Chery juga ya, kali Chery kurang sopan sama kakak" kata Chery.
"Lisa juga sama kak, maaf kalau Lisa tadi kurang sopan sama kakak" sahut Lisa teman sekelasnya Chery.
Aurelia mencoba untuk tersenyum. Dia kemudian melanjutkan langkahnya menuju ke kantor kepala sekolah.
Saat Aurelia keluar dari kantor kepala sekolah dia melihat Raja dan Chery tengah duduk di bangku taman dan tengah bercanda ria. Baru kali ini dia melihat tawa lepas dan senyum ceria dari seorang Raja yang rerkenal kaku dan cuek.
Aurelia berjalan mendekati mereka dan duduk di sampingnya Raja tanpa permisi sembari membuka bekalnya. "Aku boleh bergabung, kan?"
Raja berdiri dan duduk di sebelahnya Chery. Raja merasa malas duduk bersebelahan dengan Aurelia.
"Raja dia siapa?" tanya Aurelia sambil mengunyah sandwichnya.
Raja diam saja dan tidak menjawab pertanyannya Aurelia.
Chery tersenyum dan menjawab "kak Raja ini putra dari sahabatnya mama. Mamanya Chery dan mamanya kak Raja bersahabat dekat seperti Chery dan Lisa tadi"
Raja mengelap pipinya Chery yang terkena remahan roti dengan tangannya. "kamu nggak bawa tissue?" tanya Raja tanpa menghiraukan keberadaannya Aurelia.
Chery menoleh ke Raja dan berkata "nggak kak, lupa tadi karena, Celyn bangun kesiangan jadi tergesa gesa tadi berangkatnya" kata Chery.
Elmo dan Celyn memilih makan bekal mereka di dalam kelas bareng sama Danendra dan Gideon.
"Siapa Celyn?" tanya Aurelia.
"Celyn adiknya Chery, kak. Dia lucu dan tomboy, sayangnya dia di dalam kelas saat ini, kalau nggak pasti Chery kenalkan, kakak pasti menyukainya, dia anak yang lucu. Iya kan kak?" Chery menoleh ke Raja.
Raja tersenyum mengusap kepalanya Chery dan menganggukkan kepalanya.
Kenapa Raja begitu perhatian dan sayang sama anak ini? Batin Aurelia.
"Raja bentar lagi bel istirahat selesai, kita harus balik sekarang" kata Aurelia sambil berdiri.
"Kakak balik dulu ya, kamu balik ke klas dulu gih! kakak pergi setelah kamu masuk kelas"
"iya kak" Chery kemudian berlari menuju ke dalam kelasnya.
Raja tersenyum dan berbalik badan "ngapain kamu masih di sini?"
"Menunggu kamu" kata Aurelia.
Raja tersenyum sinis dan berlari begitu saja meninggalkan Aurelia.
Aurelia mengumpat kesal, dia telat karena menunggu Raja. Raja bisa sampai lima menit sebelum bel tanda istirahat usai, berbunyi karena, Raja seorang atlet basket memiliki kaki yang sangat jenjang sehingga bisa berlari dengan sangat cepat.
Sedangkan Aurelia hanya bisa mendengus kesal terkena hukuman berdiri di luar kelas karena terlambat masuk kelas. Dia tidak bisa berlari secepat Raja.
Bodoh, bodoh, bodoh! umpat Aurelia di dalam hatinya.
__ADS_1