My Cute Nanny

My Cute Nanny
Jelita Adijaya


__ADS_3

Gadis manis berambut keriting kembali meminum suatu ramuan seperti hari-hari biasanya. Sejak lima tahun yang lalu, papanya selalu menyiapkan ramuan itu untuk dia minum setiap pagi setelah sarapan. Kata papanya, ramuan itu adalah ramuan untuk menutrisi otak agar dia cepat bisa lulus sebagai seorang dokter dan terbukti, ramuan itu manjur menjadikannya seorang dokter dalam waktu yang lebih cepat dari mahasiswa seangkatannya.


"Pa, kenapa aku masih harus minum ramuan ini?" tanya Jelita Adijaya.


"Kamu mau terus jadi pintar dan cerdas kan? kalau kamu hentikan minum ramuan yang papa bikin, kamu mau menjadi bodoh lagi? kamu seorang dokter sekarang ini, masak iya mau jadi bodoh lagi?" ucap Maha Adijaya.


"Oh. Heeee, baiklah kalau begitu. Aku akan terus minum ramuan ini sampai tua nanti biar tetap cerdas, heeee" Lili nama panggilan dari Jelita Adijaya, kemudian bangkit lalu mencium pipi papanya, "Lili berangkat kerja dulu ya, pa"


Maha bangkit lalu memeluk singkat tubuh ramping putri tunggal kesayangannya itu, "hmm, sukses ya magangnya dan semoga kamu cepat diangkat menjadi dokter tetap di sana"


"Amin! bye Pa!" Lili melambai lalu berputar badan bergegas masuk ke dalam mobilnya dan pergi meninggalkan papa tercintanya.


Maha mengayunkan tangan memanggil chef pribadinya, "terus bikin ramuannya karena, hanya dengan cara itu aku bisa membuatnya melupakan keluarga Elruno"


"Baik, tuan" sahut chef pribadinya Maha dengan membungkukkan badannya ke arah Maha Adijaya.


Maha kemudian berputar badan meninggalkan chef pribadinya begitu saja. Dia bergegas pergi untuk mengurusi bisnis legal dan ilegalnya.


Maha memiliki kafe dan hotel sebagai bisnis legalnya dan masih bergerak memproduksi narkoba di bisnis ilegalnya. Maha tetaplah kejam dan berdarah dingin selain kepada Lili putri kandungnya, ya, hanya dengan Lili sajalah, seorang Maha Adijaya bisa tertawa lepas, tersenyum tulus, dan bersikap penuh dengan kelembutan.


Cintanya Maha Adijaya yang begitu besar untuk Melati Arumi Putri dengan terpaksa dia pupus demi cintanya pada putri kandungnya, Jelita Adijaya. Maha Adijaya semakin menyayangi Jelita Adijaya saat tes DNA yang dia lakukan lima tahun yang lalu, menunjukkan kalau Jelita Adijaya benar-benar adalah putrinya.


Pertama kali menginjakkan kaki di Tiongkok dan setelah tes DNA-nya keluar, Lili yang dulunya bernama Loly selalu menangis dan menderita jika mengingat Melati mama angkatnya yang begitu dia sayangi dan rindukan, juga kenangan akan Elmo Elruno sangatlah menyiksa batinnya. Selama setengah tahun Lili terus menangis di tengah malam dan itu membuat Maha menjadi tidak tega dibuatnya.


Maha akhirnya menemui dokter jiwa kenalannya dan memintanya untuk menghipnotis dengan cara melakukan hipnoterapi ke Lili sehingga perasaan dan emosi Lili di masa lalu bisa dikendalikan dan jika dilakukan setiap hari sugesti atau hipnoterapi itu dengan ditambahi meminum ramuan yang diresepkan oleh dokter itu maka Lili bisa melupakan masa lalunya secara permanen.


Supaya putrinya tenang dan tidak menangis lagi di tengah malam, Maha Adijaya melakukan semua itu. Ramuannya aman terbuat dari herbal dan tidak membahayakan bagi kesehatannya Lili maka, Maha pun menyetujui saran dari dokter jiwa kenalannya itu.


Elmo Elruno telah lama tinggal sendirian di Tiongkok demi untuk mengejar cinta dan cita-nya. Elmo menjadi bersemangat kembali setiap kali mengingat pesan mama dan papanya, "jika itu adalah cinta sejati maka kejarlah. Jika kamu punya cita-cita raihlah sampai dapat dan jangan pernah menyerah"


Elmo Elruno jatuh bangun di dalam mengejar cinta dan cita-nya. Seringkali dia hampir menyerah untuk bisa menemukan Loly dan hilang daya setiap kali risetnya ditolak. Namun akhirnya keringat dan usah dia di dalam meraih citq-nya tercapai namun, daya dan pikirnya masih harus berjuang lebih dan lebih lagi untuk menemukan cinta-nya.


Linda Danendra adalah gadis cantik yang selalu mendampingi Elmo selain Bagas asisten pribadinya. Mereka yang selalu ada di setiap ria dan rapuhnya Elmo di dalam mengadu nasib sebagai perantauan di Tiongkok.

__ADS_1


Linda Danendra menyatakan cinta-nya ke Elmo Elruno tapi selalu ditanggapi dengan senyuman saja oleh laki-laki tampan keturunan Elruno itu.


Hingga akhirnya Elmo berkata, "hatiku sudah ada yang memilikinya"


Linda Danendra menghentakkan kakinya ke lantai dan bergumam, "siapa wanita yang telah bertahta di hatinya Elmo? sehebat dan secantik apa wanita itu sehingga Elmo Elruno bisa bertahan untuk terus setia akan cintanya ke wanita itu"


Bagas masuk ke ruang kerjanya Elmo setelah semua urusan pesta pembukaan perusaahan barunya Elmo itu selesai, "lho, mana Elmo?"


"Elmo keluar baru aja. Emm, Bagas, menurutmu aku cantik tidak?" tanya Linda.


Bagas terkekeh lalu menautkan alisnya, "kenapa tanya ke aku? aku belum berniat untuk memacarimu"


"Dasar gila! aku juga nggak tertarik jadi pacarmu. Jawab aja, aku cantik, nggak!?"


"Umm, emm" Bagas mendekati Linda sambil mencubit dagunya sendiri dan berucap, "cantik"


"Menarik tidak? bodiku oke, nggak?"


"Tapi kenapa dia tidak tertarik padaku?" gumam Linda.


Bagas yang tidak mendengar gumaman lirihnya Linda langsung berputar badan meninggalkan Linda dan sambil berucap, "maaf aku pergi dulu mencari Elmo, ada hal penting yang harus segera aku omongkan ke dia"


Linda kembali menghentakkan kakinya ke lantai karena, kedua sahabatnya itu pergi begitu saja meninggalkannya.


"Elmo Elruno, aku akan terus berusaha memenangkan hati kamu karena, aku lihat belum ada seorang wanita pun di dekat kamu walaupun kamu bilang kalau hati kamu sudah ada yang memilikinya" keseriusan terdengar di nada bicaranya wanita cantik itu.


Elmo berdiri di roof top. Dia memandang kerlap kerlip lampu kota Tiongkok. Kota metropolis yang berada di Tiongkok Utara itu memang terlihat sangat indah dilihat dari atas, di malam hari.


"Loly kamu di mana? kenapa kau matikan sinyal cinta kamu sehingga radar cintaku tidak bisa menemukanmu, sayang. Aku sangat merindukanmu. Aku terus berdoa sampai detik ini, semoga kamu baik-baik saja, sehat, dan bahagia selalu" gumam Elmo disertai dengan desahan-desahan kecil.


"Yaaaa ampun Bro! kamu di sini ternyata. Aku cari kau ke semua ruangan tadi" Bagas membungkuk, memegang kedua lututnya, dan terengah-engah di depan Elmo.


Elmo memasukkan tangan ke dalam saku celananya lalu berputar badan menghadap ke Bagas, "ada apa mencariku?"

__ADS_1


"Aku menemukan kediamannya Maha Adijaya" ucap Bagas sambil menegakkan kembali tubuhnya.


"Benarkah? di mana?" tanya Elmo sambil menarik kedua tangan dari dalam saku celananya lalu dia memegang kedua bahunya Bagas dengan penuh semangat.


"Tenang dulu!" Bagas menepis kedua tangannya Elmo dari bahunya lalu berkata, "tempatnya agak jauh dari sini. Kita harus menempuh perjalanan selama empat jam ke Utara. Maha tinggal di dekat laut Natuna Utara" ucap Bagas lalu menaruh tangannya di atas pundaknya Elmo.


"Apa Maha tinggal dengan seorang gadis seumuran denganku?" tanya Elmo Elruno.


"Iya benar. Maha tinggal dengan putri tunggalnya. Putrinya Maha sangat manis dan......."


Elmo langsung mengangkat tangan Bagas dari atas pundaknya, meremas tangan itu dan berkata geram, "jangan bilang manis ke putrinya Maha"


Bagas meringis kesakitan lalu menarik tangannya dengan paksa dari genggaman tangannya Elmo, "kamu gila, ya?"


Elmo mengeraskan wajah tampannya dan menatap tajam ke Bagas lalu berkata, 'teruskan berita soal putrinya Maha Adijaya itu dan jangan ucapkan satu pujian pun ke putrinya Maha itu"


"Huuufft, baiklah, Bro! emm, putrinya Maha itu berambut keriting dan.....aku mau kasih ciri fisik dari putri tunggalnya Maha Adijaya..........ini berdasarkan pendapat dari penduduk sekitar sana lho, bukannya aku mau kasih pujian ke putrinya Maha dan emm,............"


"Lanjutkan!" ucap Elmo dengan ekspresi datar.


"Putrinya Maha itu sangat baik, dia manis walaupun berambut keriting dan rambutnya itu lucu nggak berbentuk tapi wajahnya sangat manis, kulitnya sawo matang, dengan kebaikan hati, keramahan, dan ciri fisik yang menonjol seperti itu, putri tunggalnya Maha sangat terkenal di sana. Penduduk sekitar, sangat menyayangi putrinya Maha itu" ucap Bagas.


"Siapa nama putrinya Maha itu?" tanya Elmo.


"Kamu sebenarnya tertarik sama Maha Adijaya atau putrinya sih?" Bagas langsung menautkan kedua alisnya di depan Elmo.


"Jawab aja! malah balik nanya, huufftt" Elmo menghempaskan udara dari dalam lubang hidungnya dengan kesal.


"Hahahaha, oke Bro! nama putrinya Maha Adijaya, Jelita Adijaya dan nama panggilannya Lili. Satu lagi, dia seorang dokter yang tengah magang di rumah sakit swasta di sana" ucap Bagas.


Elmo langsung berucap, "terima kasih banyak" lalu Elmo tersenyum lebar dan pergi meninggalkan Bagas yang masih kebingungan dengan semua perubahan sikapnya Elmo terkait dengan Maha Adijaya dan putrinya Maha Adijaya.


Pantas saja aku tidak pernah bisa menemukanmu. Nama kamu di sini adalah Lili dan aku bodoh melupakan soal ini, padahal Maha dulu pernah bilang ke aku kalau putrinya bernama Jelita Adijaya, Lili dan bukannya Loly. Aku akan menemuimu, sayang dan kali ini aku nggak akan bersikap bodoh lagi seperti dulu, kali ini aku nggak akan melepaskanmu. Batin Elmo sambil mengemudikan mobilnya menuju ke rumahnya.

__ADS_1


__ADS_2