
"Tapi Pak Maha, saya sudah menikah dan saya sangat mencintai suami saya. Apakah penting bagi Anda untuk mengungkapkan perasaan Anda ke saya?" Melati tampak kikuk dan canggung di depan Maha Adijaya.
Moses yang duduk bersandar di depan pintu masuk ruang kerjanya sambil melihat layar ponselnya langsung menautkan alisnya ketika ia melihat Melati menaruh sejumput rambutnya di belakang telinga. Moses hapal betul kalau Melati seperti itu maka Melati mendengar sesuatu yang nggak benar dari lawan bicaranya dan itu juga menandakan Melati menjadi canggung. Moses bergumam, "apa yang Maha katakan ke Melati?" sambil terus mengawasi CCTV lewat layar ponselnya.
Maha tertawa lalu berkata, "Aku tahu kalau pernyataan cinta saya ini percuma karena, kamu sangat mencintai suami kamu dan aku juga tidak bermaksud untuk melarikan kamu dan memaksa kamu untuk menerima cintaku ini. Aku hanya merasa perlu kau tahu saja, biar lega hatiku ini, hehehehe"
Memang seorang psikopat itu selalu berpikiran out of the box. Melati berkata di dalam hatinya sambil melempar senyum hangatnya ke Maha.
Melati kemudian berkata, "terima kasih atas rasa cinta yang Anda miliki untuk saya. Saya menghargainya tapi, maaf saya tidak bisa membalasnya"
Maha mengibaskan tangannya di depan Melati dan berkata, "tidak apa-apa"
"Soal Lili, saya akan mengasuh, menyayangi, dan menjaga Lili dengan sepenuh jiwa dan raga saya selama Anda berada di Hotel Rodeo. Dan jika waktunya tepat, saya akan beritahukan ke Lili rencana yang Anda sampaikan ke saya tadi, Pak Maha"
Moses masih duduk di atas lantai di depan pintu ruang kerjanya dan terus bergumam, "awas saja kalau kau mengatakan yang tidak-tidak ke Melati, akan aku buat kau masuk ke UGD"
Lili duduk di atas lantai tidak jauh dari papa mertuanya dan terus terkekeh geli setiap kali ia melihat Moses memasang wajah konyol, jengkel, dan bergumam dengan mimik wajah jenaka nan polos. Lili kemudian berkata di dalam hatinya, semoga aku bisa terus dicintai Elmo seperti mama Melati yang terus dicintai papa Moses.
Tiba-tiba si kembar datang menghampiri kakeknya dan menarik pergelangan tangan kakeknya untuk berdiri, "Grandpa, ayok main sama kita!" jerit Bryna.
"Iya ayok main aja sama kita! ngapain Grandpa duduk di atas lantai kayak gini?"
Moses terus menatap layar ponselnya dan mengacuhkan si kembar.
"Grandpa!" jeritannya si kembar secara bersamaan di depannya Moses memaksa Moses untuk mendongak dan langsung melayangkan protes ke si kembar, "Sssttt! Grandpa lagi sibuk. Main aja sama Tante Lili tuh" Moses menggerakkan kepalanya ke arah Lili yang duduk di atas lantai tidak jauh dari tempat ia duduk.
Si kembar lalu menoleh ke Lili. Lalu mereka melepaskan pergelangan tangan kakek mereka
lalu mereka berdua berlari kecil menuju ke Lili. "Tante kok duduk di lantai juga? emang lagi mainan apa sih? kok semuanya duduk di atas lantai?" Barnes duduk di sebelahnya Lili dan Bryna segera menarik tangannya Barnes, "jangan duduk di atas lantai! kotor. Entar diomelin Mami baru tahu rasa"
Lili terkekeh geli lalu berkata, "iya duduk di lantai tuh kotor dan dingin. Sini kalian berdua duduk di pangkuannya Tante! Tante akan ajak kalian bermain tebak nama binatang dengan jari tangan"
Bryna dan Barnes segera duduk di atas pangkuannya Lili dengan girang lalu mereka bertiga langsung asyik bermain di sana.
Celyn berlatih bela diri dengan Bintang di bibir pantai. Bintang mengajarkan beberapa gerakan baru ke Celyn dan Celyn sangat menikmatinya.
Chery dan Raja memanfaatkan waktu di mana si kembar bermain sendiri tanpa mereka untuk bermesraan dan berolahraga sore untuk tetap menghangatkan gairah dan cinta mereka berdua agar terus menyala seperti cinta dan gairah papa dan mama mereka yang tak pernah padam.
Alfa ketiduran di atas sofa dan Ray membuat popcorn di dapur untuk mengisi kekosongan waktunya karena, sang tuan besar tengah asyik mengawasi istrinya.
__ADS_1
Elmo duduk di sebuah bar. Dia ke bar tersebut untuk bertemu dengan seorang kenalan. Kenalannya itu mengatakan kalau ia bisa menuntun langkah Elmo masuk ke dalam sarangnya Goh.
Elmo memesan jus jeruk dan tiba-tiba duduklah di sebelahnya Elmo seorang wanita cantik berpakaian sangat seksi. Wanita itu memandang wajah tampannya Elmo dan unik sejenak ia tertegun untuk memuja kesempurnaan ketampanannya Elmo. Kemudian menatap gelasnya Elmo dan terkekeh geli, "baru kali ini aku melihat seorang laki-laki yang sangat tampan dengan outfit yang mahal, hanya minum segelas jus jeruk"
Elmo menoleh ke wanita di sampingnya dengan senyum ala kadarnya, "karena, saya nggak suka mabuk nggak jelas dan jadi permainan wanita-wanita gila harta seperti........"
"Aku?" wanita itu tertawa renyah sambil menunjuk dirinya sendiri. "Anda bukan saja tampan tapi sepertinya Anda kuga cerdas dan sangat menarik. Kenalkan nama saya Alexa" wanita itu mengulurkan tangannya ke Elmo.
Elmo tidak menyambut ukuran tangan dari wanita itu. Elmo memilih memainkan cincin kawinnya di depan wanita itu sambil berkata, "saya Elmo Elruno dan Anda Alexa saja?"
"Iya saya Alexa saja karena, saya lihat Anda sudah menikah hehehehe"
Elmo terkekeh geli dan bertanya, "ada yang bisa saya bantu? ada banyak bangku kosong kenapa Anda memilih duduk di samping saya?"
"Karena di meja Anda ada korek api bergambar elang. Apa Evan yang menyuruh Anda untuk mencari saya?" bisik Alexa sambil mengambil korek api bergambar elang lalu dengan kecepatan kilat ia memasukkan korek api itu ke dalam tas tangannya.
"Oh, jadi Anda informannya? saya nggak menyangka kalau....."
"Saya sangat cantik, seksi, dan menarik?" sahut Alexa dengan senyum menggoda yang selalu berhasil menaklukkan hati dan membekukan para lelaki hidung belang.
"Hmm" Elmo mengalihkan pandangannya ke gelasnya lalu ia.menyesap jus jeruknya.
Elmo mendesah panjang dan tanpa menoleh ke Alexa ia menggeleng-nggelengkan kepalanya menghadapi seorang wanita cantik, seksi tapi tidak tahu malu seperti Alexa.
Alexa lalu mendaratkan jari jemarinya yang berkutek merah di tengkuknya Elmo dan Elmo segera bangkit menjauhi Alexa, "jangan menyentuhku!"
"Hahahaha, kenapa? apa sentuhanku membuat darah kelaki-lakianmu berdesir?"
"Dasar gila! Aku salah mengiyakan permintaannya Evan untuk menemuimu. Aku pergi dan biarkan Evan yang.........hmmppttt" Elmo membeliakkan kedua bola matanya ketika Alexa tiba-tiba menarik kembali tengkuknya dan mencium bibirnya lalu mengunci bibir dan tengkuknya dengan sangat kuat.
Lalu Alexa melepaskan ciumannya dan memeluk Elmo dengan sangat erat sambil berbisik di telinganya Elmo, "aku terpaksa melakukannya. Aku akan jelaskan nanti! tapi kalau mau dilanjutkan ke kamar, aku bersedia"
Elmo segera mendorong tubuhnya Alexa dan bukannya pergi menjauh, Alexa justru mendekat dan menggelungkan kedua tangannya di lengan kekarnya Elmo, "kita keluar sekarang dan harus seperti ini kalau kau tidak ingin dimangsa angsa liar"
Elmo tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Alexa mengenai angsa liar namun, ia menuruti Alexa dan melangkah keluar bersama Alexa menuju ke parkiran mobilnya.
"Silakan pergi! aku mau pulang dan soal kerja sama kita, kau bicarakan saja dengan Evan"
"Siapa bilang kau boleh pulang malam ini. Kita harus ke markasnya Evan. Kita akan membahas rencana kita di sana dan kau ke sini tidak untuk berbicara denganku tapi untuk menjemputku, hehehehe"
__ADS_1
Elmo mendengus kesal sambil menyugar rambutnya, "dasar Evan gila! masuklah ke dalam mobilku kalau gitu!"
Alexa meringis dan dengan langkah gemulai di masuk ke dalam mobil mewahnya Elmo.
Elmo mengemudikan mobilnya dan langsung melempar tanya ke Alexa, "kenapa kau menciumku tadi?"
"Karena, anak buahnya Goh sepertinya mulai mencurigaiku. Aku menangkap salah satu dari mereka hendak menghampiriku maka aku tidak ada pilihan lain selain mencium kamu, hehehehe"
"Kenapa tidak bilang ke aku. Aku bisa menghajarnya kenapa malah menciumku"
"Yeaaahh itulah kelemahan laki-laki selalu mengandalkan otot. Kalau kau menghajarnya, akan timbul keributan dan rencana kita akan buyar. Kau mau teman kamu si Bagas mati?"
Elmo menoleh sekilas ke Alexa, "kau tahu soal Bagas?"
"Tentu saja. Aku ini Intel"
"Kau polisi?" tanya Elmo dengan nada tidak percaya.
"Salah"
"Cih! sudah kuduga kau tidak mungkin seorang polisi. Mana ada polisi berpenampilan kayak kamu"
"Kakak tampan, aku bukan polisi tapi aku Intel. Aku pasukan elit, tugasku di kemiliteran angkatan darat khusus menangani kejahatan narkoba, terorisme, dan perdagangan ilegal. Aku menyamar masuk ke dalam jaringannya Goh selama lima tahun belakangan ini dan sudah waktunya bagiku untuk kembali ke markas besar. Terima kasih sudah menjemputku dan soal ciumanku tadi, bagaimana aku harus membayarnya? dengan one night stand atau......."
"Lupakan saja!" Elmo mendengus kesal.
Alexa segera menggelegarkan tawanya di udara. "Evan memang terbaik mengutus laki-laki setampan kamu untuk menjemputku"
"Oh aku tahu sekarang. Jadi Evan menyuruhku menjemputmu dan bukan dia sendiri yang menjemputmu agar penyamaran kamu tidak terbongkar?"
"Aku tahu kamu cerdas. Yupz betul analisa kamu itu. Emm, apa aku boleh tahu berapa umur kamu?"
"Tidak boleh" sahut Elmo.
"Hahahaha, aku akan cari tahu sendiri nanti. Dan umurku dua puluh lima tahun, emm sepertinya kita seumuran" ucap Alexa sambil mendekatkan wajahnya ke Elmo.
Elmo segera mendorong wajah Alexa dengan tangan kirinya sambil berucap, "jangan dekatkan wajah kamu ke aku! aku sudah menikah dan aku sangat mencintai istriku dan aku tidak tertarik dengan wanita lain selain istriku"
Alexa terkekeh geli, "tapi sayangnya aku selalu tertarik dengan laki-laki yang sudah menikah apalagi jika laki-laki itu setampan kamu"
__ADS_1
Elmo menekan pedal gasnya semakin dalam untuk segera sampai di markas besarnya Evan. Elmo merasa jengah mendengar ocehannya Alexa yang semakin lama semakin melantur.