
Melati membuka borgol yang mengikat tangan suaminya. Lalu membuka ikatan di kedua kakinya Moses.
"Terima kasih, Mel" Moses langsung bangun dan berdiri.
Moses mengelus pelan pergelangan tangannya yang mulai terasa pegal dan perih sambil menatap wajah cantiknya Melati terus menerus.
Melati melihat celana panjangnya Moses yang terbuka. Cewek cantik itu menatap heran di antara pangkal paha Moses dan mengernyit, ada yang tampak menonjol di sana.
Melati juga menatap kemejanya Moses yang sudah terbuka semua kancingnya. Ada bekas lipstick merah di dada bidang suami tampannya itu.
Melati mulai bergetar karena cemburu, tapi tetap berusaha untuk bersikap tenang.
"Apa kamu baik baik saja?" tanya Melati.
Baik baik saja? Astaga. Tidak, aku tidak baik baik saja. Aku habis menelan kapsul yang berisi ramuan kimia yang memilik daya yang sangat kuat. Aku hampir tidak kuasa menahannya, Mel. Batin Moses.
Moses berusaha menaikan ritsleting celana panjangnya sebisa mungkin karena semua tangan dan tubuhnya bergetar dengan sangat hebat saat ini. Dia hampir tidak bisa mengendalikannya.
"Kamu benar benar tidak melakukan apapun sama cewek tadi? beneran cewek tadi yang memaksa kamu dan apakah kamu berusaha untuk menolaknya?" Melati menatap suaminya.
Moses melihat Melati tengah duduk di tepi tempat tidur. Betapa dia sangat membutuhkan Melati saat ini. Dia merasa sangat aneh dan tidak bisa mencerna dengan baik apa yang tengah dia rasakan saat ini.
Seluruh tubuhnya bergetar, terasa panas sekaligus dingin dan kulitnya terasa ngilu. Sungguh menyakitkan dan seolah ingin segera meledak. Tetapi dengan sekuat tenaga, dia mencoba untuk bisa menahannya.
"Mel, kalau aku berniat bermain gila sama cewek tadi, ngapain aku aktifkan alat pelacaknya agar Ray bisa menemukan keberadaanku dan menjemputku ke sini. Kamu lihat ini di pelipisku ada darah mengering, tanganku luka akibat aku tarik tarik tadi karena aku ingin melepaskan diri dari cewek menjijikan tadi, percayalah Mel!?" Kata Moses sambil menunjukan semua luka yang ada di pelipis kanan dan di kedua pergelangan tangannya.
"Oke, aku percaya sama kamu, tapi kenapa kamu seperti itu? bergerak gerak terus dan mata kamu tidak fokus? dan pelipis kamu, apakah baik baik saja, tidak parah, kan?" Melati mulai mengkhawatirkan keadaan suaminya.
"Cewek tadi memasukkan kapsul yang berisi cairan kimia, aku hampir tidak tahan saat ini, untuk luka di pelipisku sudah tidak terasa lagi sakitnya" kata Moses dengan napas berat.
"Cairan apa? kenapa kamu berkeringat dan tampak gelisah?" Melati mendekati suaminya dan mengusap peluh di dahinya Moses dengan punggung tangannya.
"Mel, menjauhlah dariku, aku dalam pengaruh obat perangsang saat ini" Moses menggeram frustasi mencoba menahan diri untuk tidak menyerang Melati.
__ADS_1
"Apa? dasar cewek brengsek! aku menyesal hanya mendaratkan satu pukulan tadi" Melati menggeram kesal dan Moses masih bisa terkekeh geli mendengar ucapan polos dari istrinya itu.
"Berarti kamu butuh pelampiasan saat ini, kan? agar hilang rasa sakit yang kamu rasakan saat ini, kan? aku siap membantu kamu untuk menghilangkan rasa sakit itu"
"Enggak! jangan Mel! aku nggak mau pengalaman pertama kamu seperti ini. Jika aku dalam pengaruh obat perangsang, aku bisa lupa diri dan akan menyakiti kamu! pergilah! tinggalkan aku! aku akan menanganinya sendiri, aku tadi menyuruh kamu tinggal karena, aku ingin menjelaskan situasi yang sebenarnya, agar kamu tidak salah paham, sekarang pergilah!" kata Moses serius.
"Kau benar akan baik baik saja?" tanya Melati sambil menangkup wajah suaminya dengan kedua tangannya.
"Iya, aku akan baik baik saja! sekarang pergilah, cepat! sebelum aku menyakiti kamu dan melakukan hal mengerikan yang lainnya!" kata Moses frustasi karena, dia merasa sudah tidak kuat lagi menahan pengaruh dari obat perangsang tersebut.
Melati malah memeluk suaminya dengan sangat erat "aku tetap ingin menolong kamu"
"Shit!" Moses melepaskan diri dari pelukannya Melati, berbalik badan dan langsung menuju ke arah pintu lalu menguncinya. Setelah itu dia melangkah lebar mendekati istri imutnya.
Cowok tampan itu dengan penuh gairah, mengaitkan tangannya di rambutnya Melati, mendorong wajah Melati ke belakang, memberikan ciuman yang begitu panas dan hebat.
Belum cukup sampai di situ.
Moses ingin menandai Melati, memiliki Melati sepenuhnya sebagai istrinya. Melati tidak melawan, membuat Moses semakin menggila, merajai seluruh tubuh istri cantiknya dengan sentuhan tangannya.
"Aaarrggggghhh" Moses mengerang frustasi dan dengan secepat kilat dia berlari masuk ke dalam kamar mandi. Melepas kemeja dan celana panjangnya dengan sangat cepat. Bos tampan itu mengguyur kepalanya dengan air dingin yang mengucur deras dari sebuah shower. Dia terus mengguyur kepalanya sampai reda rasa panas yang dia rasakan di dalam tubuhnya. Lalu dia bermain solo untuk melepaskan gairahnya.
Melati merasa heran dengan sikap suaminya. Apakah Kak Moses merasa aku ini kurang seksi bila dibandingkan dengan cewek tadi. Kenapa kak Moses melepasku tadi, di tengah tengah geloraku yang masih menyala nyala. Melati bertanya tanya di dalam hatinya.
Lima belas menit kemudian Moses keluar dari kamar mandi. Dia kemudian melangkah mendekati istrinya yang tengah menatapnya.
"Maafkan aku ya, aku tiba tiba melepas kamu. Aku tidak ingin menyakiti kamu" kata Moses.
"Jadi itu alasannya?"
"Iya! memang apa yang kau pikirkan tadi?" tanya Moses.
"Aku kira kalau aku ini terlalu kerempeng, tidak seksi kayak cewek tadi jadi kamu tidak berselera" Melati berucap lirih karena, malu.
__ADS_1
"Hahahahaha, aku justru lebih bergairah kalau bersama denganmu. Tapi aku tidak ingin melakukannya denganmu jika, aku berada di dalam pengaruh obat seperti tadi. Aku ingin melakukannya dengan penuh kesadaran, aku ingin menandai kamu dengan penuh cinta dan yang terpenting aku ingin memberikan pengalaman yang indah dan bermakna untuk kamu karena, kamu begitu berharga bagiku" Kata Moses sambill tersenyum menatap Melati.
"Tapi aku tidak keberatan jika harus melakukannya tadi" jawab melati lirih dan merona.
Moses terkekeh geli dan langsung mengangkat tubuh rampingnya Melati ke atas pangkuannya dan mencium mesra bibir istrinya itu setelah puas mencium istrinya dia pun berkata "kita akan melakukannya nanti, Aku berjanji akan membuat kamu puas dan merasa bahagia karena, bersama denganmu tidaklah cukup kalau hanya sekali saja"
Melati memeluk Moses dan berkata "aku mencintaimu"
Moses tertegun seolah tidak percaya dengan pendengarannya dia pun bertanya "apa yang kau ucapkan, sayang?"
Melati masih memeluk erat suaminya dan berkata "aku mencintaimu....aku mencintaimu....aku sangat mencintaimu Moses Elruno"
Moses tertawa bahagia dan membalas pelukan istrinya "terima kasih sayang, aku juga sangat mencintaimu"
Alfa mulai urung uringan. Dia menunggu Moses dan Melati terlalu lama.
Dia dan Ray duduk di dalam mobil.
"Ngapain mereka berduaan di kamar selama setengah jam, Ray?" tanya Alfa.
Ray hanya mengangkat bahunya sambil memainkan ponselnya.
Cewek menjijikkan tadi sudah dibawa oleh anak buahnya Ray ke kantor Polisi.
"Aku akan menyusul mereka" Alfa hendak melangkah keluar dari dalam mobil, tapi kemudian mengeremnya karena, Moses dan Melati telah melangkah menuju ke parkiran mobil sambil bergandengan tangan.
Alfa mengernyitkan keningnya dan melirik tangan Moses dan Melati yang saling terkait. Ada hubungan apa nih mereka? Batin Alfa bingung.
"Ayo, kita pulang! maaf menunggu lama" ucap Moses sembari masuk ke dalam jok belakang mobilnya dan menarik pelan Melati untuk masuk dan duduk di jok belakang bersama dengannya.
Alfa duduk di sampingnya Ray. Alfa masih bertanya tanya dalam benaknya, tentang hubungannya Melati dan Moses. Ray langsung melajukan mobil tersebut menuju ke rumahnya Melati.
Moses menggenggam kembali tangannya Melati dan di saat Ray dan Alfa lengah, Moses mencium pipinya Melati dan tangannya Melati dengan penuh cinta. Melati hanya bisa menunduk malu dan merasa bahagia, dicintai oleh suaminya.
__ADS_1
Moses terus mencuri curi kesempatan mencium istrinya itu di sepanjang perjalanan mereka pulang ke rumahnya Melati. Melati hanya bisa tersenyum dan merasa bahagia mendapatkan begitu banyak ciuman dari suami tercintanya.