My Cute Nanny

My Cute Nanny
Melepas rindu


__ADS_3

Moses masuk ke dalam ruang prakteknya dokter Darmawan, dokter spesialis anak yang terbaik di rumah sakitnya Dokter Erlangga.


"Tuan Moses selamat datang, saya merasa tersanjung anda datang ke sini, mari silakan duduk! Ada yang bisa saya bantu?" dokter Darmawan menautkan alisnya karena, Moses dilihatnya, tidak membawa putra atau putrinya dan hanya datang dengan asisten pribadinya.


"Aku baru saja landing dari Jepang, langsung ke sini untuk menunggu istriku. Hari ini jadwal pemberian vaksin untuk Elmo kan?" kata Moses.


"Oooo, iya benar, tuan. Hari ini tuan muda Elmo akan diimunisasi. Nyonya Melati sudah mendaftar tadi pagi" kata dokter Darmawan.


"Istriku masih ada di perjalanan, sebentar lagi sampai. Aku tunggu di sini boleh kan?" tanya Moses.


Tumben anda bertanya, tuan. Biasanya main masuk dan duduk aja, tanpa basa basi dan tanpa permisi. Batin Ray.


"Tentu saja boleh, tuan. Saya senang ada yang menemani saya ngobrol"


"Siapa yang mau ngobrol, aku capek untuk ngobrol saat ini" Moses merebahkan kepalanya di atas sandaran sofa mini yang ada di dalam ruang prakteknya dokter Darmawan.


"Aaaa, maafkan kelancangan saya, tuan. Silakan beristirahat kalau begitu" dokter Darmawan yang terkenal sangat sabar dan ramah itu, hanya bisa mengulum bibir melihat tingkahnya tuan Moses Elruno.


Lima menit kemudian, Melati dan mamanya masuk ke dalam ruang prakteknya dokter Darmawan. Melati dan mamanya langsung duduk menghadap ke dokter Darmawan, membelakangi Moses dan Ray.


Cewek cantik itu tidak melihat suaminya yang tengah duduk di atas sofa. Moses duduk tegak dan menaruh telunjuk di atas bibirnya sebagai kode agar dokter Darmawan diam dan tidak memberitahukan keberadaannya ke Melati.


Suster asistennya dokter Darmawan langsung menggendong Elmo dan menimbang Elmo.


Dokter Darmawan mengulum senyum dan bertanya ke Melati "tuan Moses tidak mengantar nyonya?"


"Papanya anak anak masih di Jepang, entah kapan pulangnya, dok, seharian ditelpon nggak bisa" kata Melati yang sudah terbiasa ngobrol dekat dengan dokter Darmawan setiap kali dia mengimunisasikan Chery dan Elmo.


Moses mengerutkan dahi dan langsung memeriksa ponselnya ketika mendengar kata katanya Melati.


Ray dan Moses bersitatap ketika melihat ternyata ponsel pribadinya Moses telah habis daya dan off, pantas saja kalau dia tidak menerima teleponnya Melati.


Moses kemudian tersenyum geli, dia masih menunggu Melati bakalan curhat apalagi ke dokter Darmawan, dengan penuh antusias. Ray, hanya bisa menggelengkan kepalanya tanpa ekspresi.


"Kamu gelisah dari tadi karena, Moses nggak bisa ditelpon?" tanya mamanya Melati.


"Iya ma. Sepertinya dia marah, dia tutup sambungan VC dia tadi pagi tanpa ekspresi" ucap Melati.


"Kenapa marah?" rasa heran terdengar di nada bicaranya mamanya Melati.


"Karena, Melati bilang kalau Melati nggak mau dikawal ke sini, Melati rikuh kalau banyak mata menatap Melati seperti tadi waktu kita melangkah menuju ke sini, banyak mata menatap kita, kan"


"Kamu harusnya paham akan maksud baiknya Moses. Moses begitu menyayangi kamu dan anak anak jadi wajar kalau dia menyuruh anak buahnya untuk mengawal kamu" kata mamanya Melati sembari mengusap lembut rambut putri cantiknya itu.


Dokter Darmawan mulai memeriksa Elmo yang sudah rebahan di atas bed, ketika susternya menyiapkan jarum dan vaksin untuk imunisasinya Elmo lalu berucap "tuan Moses itu orangnya sabar dan nggak pernah marah sepertinya, jadi nggak mungkin beliau marah untuk masalah sekecil itu, nyonya"


"Anda belum pernah melihat seorang Moses Elruno kalau pas marah dan ngambek dok, tampangnya begitu mengerikan terus, kalau pas ada masalah di kantornya, hadeeehh, tambah mengerikan, amarahnya menggelegar bak petir di siang bolong. Tapi saya suka gayanya, terlihat keren di mata saya dok, heeee"


Ray dan dokter Darmawan mengulum senyum menahan geli saat mereka berdua memandang Moses melongo, mendengarkan ucapan polos yang keluar dari mulutnya Melati.


"Mama akan cincang Moses kalau berani marah sama kamu seperti waktu dia marah marah di kantor, lihat saja nanti"


Moses kini membelalakkan matanya, mendengar ucapan mama mertuanya.


Jangan dicincang dong, ma. Moses nggak akan pernah marah sama Melati, kok, sueerr!" suara Moses menggema di ruangan itu.


Melati, mamanya Melati dan Chery langsung menoleh ke belakang dan mendapati Moses tengah berdiri dan tersenyum lebar.

__ADS_1


Dokter Darmawan langsung menghentikan tangannya untuk mulai menyuntikkan vaksin ke Elmo. Dokter yang super sabar dan sangat menyukai anak anak itu pun belum jadi membuka tutup jarum suntiknya yang sudah berisi cairan vaksin untuk Elmo


Chery langsung beringsut turun dari pangkuan neneknya, Melati berdiri dari tempat duduknya. Kedua cewek cantik itu melangkah lebar ke arah Moses. Moses bersimpuh dan meraih Chery lalu meraih pinggang istrinya. Kedua cewek cantik pemilik hatinya itu dia dekap dengan sangat erat, untuk saling melepas rindu.


Mamanya Melati tersenyum senang melihat menantunya telah pulang dengan selamat dan bisa berkumpul kembali dengan anak dan istrinya.


Dokter Darmawan, Ray, dan sang suster pun ikutan bahagia melihat keharmonisan keluarganya Moses Elruno.


Moses kemudian menggendong Chery dan memeluk pinggang istrinya sembari mengecup pelipisnya Melati.


Chery tersenyum lebar, melingkarkan lengan mungilnya di leher kekar papanya dan terus berucap "pa pa pa pa"


"Kamu kangen banget ya sama papa?" Moses tertawa senang dan menciumi wajahnya Chery.


Chery terkekeh dan menjawab "ya ya ya ya ya"


Melati mencium gemas putri cantiknya itu.


Melati lalu mendongakkan wajahnya untuk menatap suami tampannya "kamu kapan sampai? kok nggak kasih kabar? kok nggak bisa ditelpon? kamu marah sama aku?"


Moses tersenyum dan berbisik di telinganya Melati "aku akan jawab nanti, semua pertanyaan kamu, ini" lalu mendaratkan kembali ciumannya di pelipisnya Melati.


Melati kemudian melepaskan diri dari pelukannya Moses lalu melangkah menuju ke bed-nya Elmo, Melati memeluk putra tampannya itu ketika dokter Darmawan mulai menyuntikkan jarum suntiknya di atas pahanya Elmo.


Elmo memerah wajahnya karena kaget, bibirnya membiru dan langsung menangis sekencang kencangnya.


Melati langsung merengkuh putra tampannya itu ke dalam dekapannya dan menimang nimangnya untuk menenangkan Elmo dari tangisannya.


Moses yang masih menggendong Chery langsung mendekati Melati dan mencium Elmo "cup cup cup jagoannya ayah, jangan nangis dong! papa dah datang nih"


Dan ajaib, Elmo menatap papanya dan langsung menghentikan tangisannya lalu mengulas senyum simpul di wajah tampannya.


Dokter Darmawan tersenyum sembari menulis resep vitamin untuk Elmo dan Chery. Vitamin super mahal dan terbaik di seluruh dunia, untuk menjaga imunitas putra dan putrinya tuan besar Moses Elruno.


"Saya kasih vaksin yang tidak akan membuat demam, jadi Elmo seharusnya aman dan tidak demam. Kalau nanti malam demam, saya sudah tuliskan resep penurun demam, untuk berjaga jaga"


"Terima kasih, dok!" ucap Melati, Heni dan Moses secara bersamaan.


ceklek


Pintu ruang prakteknya dokter Darmawan terbuka dan Dokter Erlangga tertegun menatap Moses "kok kamu di sini? kapan kamu sampai?"


"Hahahaha, aku kayak siluman ya, bisa menghilang dan muncul begitu saja, hebat kan, aku, hahahaha" Moses tersenyum jahil menatap papa asuh tercintanya itu.


Dokter Erlangga hanya bisa tersenyum lebar dan menggelengkan kepalanya memandang tingkah konyolnya Moses.


Dokter Darmawan kemudian berdiri dan menganggukkan kepalanya dengan penuh hormat ke Dokter Erlangga.


"Selamat datang, dok. Cucu anda sudah selesai divaksin. Hebat lho cucu anda, cuma sebentar saja nangisnya, calon cowok tangguh nih, kayak kakek dan papanya"


"Hahahaha, amin, makasih ya untuk doanya, makasih juga sudah luangkan waktu untuk memberikan vaksin ke cucu tampanku" ucap Dokter Erlangga.


Dokter Erlangga memeluk bahunya Heni, Moses memeluk pinggang rampingnya Melati sembari menggendong Chery. Elmo nampak tenang di dalam dekapan mama cantiknya. Kemudian mereka semua pamit dan meninggalkan ruangannya dokter Darmawan.


Ray pamit kepada tuannya, dia ingin mengunjungi Rini dan Moses mengijinkannya.


Sedangkan Dokter Erlangga dan Heni pamit untuk berjalan jalan sebentar. Chery sudah pindah ke dalam gendongan kakeknya. Putri cantiknya Moses itu memilih ikut untuk berjalan jalan dengan kakek dan neneknya.

__ADS_1


Moses dan Melati mampir ke ruangannya Alfa. Moses merangkul Melati dan masuk begitu saja ke dalam ruangannya Alfa tanpa permisi.


Moses dan Melati langsung merasa canggung dan tertegun ketika melihat Alfa tengah memangku Rini dan mereka tengah berciuman.


Melati menoleh ke suaminya sebagai kode agar mereka pergi meninggalkan ruangannya Alfa dan tidak mengganggu Alfa yang tengah bermesraan dengan Rini.


Tetapi Moses yang super jahil, tiba tiba berucap "kalau mau ciuman tuh, kunci dulu pintunya, hadeeehh"


Melati langsung menepuk pelan dadanya Moses.


Rini langsung berdiri dan merapikan rambutnya. Alfa mendengus kesal menatap Moses.


"Oke, lanjutkan! kami pamit, hahahaha" Moses kemudian mengajak Melati berbalik badan meninggalkan ruangannya Alfa.


Melati melempar senyum ke arah Rini yang masih merona malu dan pamit ke Alfa.


"Dasar gila, kamu Mo!" Alfa berteriak kesa ke arah Abang sepupunya yang super jahil.


Moses kembali menggemakan tawanya. Melati terkekeh geli melihat kejahilannya Moses.


Ray, melajukan mobilnya menuju ke apartemennya karena, Delia mengirim pesan text ke dia kalau hari ini, kekasihnya Ray itu kan membersihkan apartemennya Ray.


Sesampainya di depan pintu apartemennya, Ray langsung memencet pin untuk akses masuk ke dalam apartemennya, ketika Ray menundukkan kepalanya untuk mengetik pin tersebut, tiba tiba pintunya terbuka dan mengenai jidatnya Ray.


"Aduh!" Ray mengaduh cukup keras karena pintu itu mengenai jidatnya dengan cukup keras pula.


Delia kaget dan langsung melongokkan wajahnya untuk melihat siapa yang berada di balik pintu. ketika melihat Ray, Delia memekik kegirangan dan langsung memeluk Ray.


"Aaaaa, kamu romantis juga ya, kasih kejutan kayak gini, aku suka, aku kangen kamu" Delia terus memekik riang sembari menghujani wajah gantengnya Ray dengan ciumannya.


Ray, mendorong pelan tubuhnya Delia untuk kembali masuk ke dalam apartemennya dan menutup pintunya. "Kamu itu ya, berteriak kayak tadi dan menciumiku di luar, kalau ada yang keluar dan lihat kita gimana coba, hmm" Ray menggeleng nggelengkan kepalanya.


Delia meringis di depannya Ray dan langsung berucap "astaga, kening kamu berdarah"


Delia langsung berbalik badan dan mengambil plester. Dia langsung memasang plester itu di keningnya Ray. Delia mengelus elus plesternya dan berucap "maaf, ya"


"Hmm" Ray kemudian duduk.


Tetapi ditarik oleh Delia untuk berdiri "jangan duduk!"


Ray menautkan alisnya dan bertanya heran "kenapa?"


"Kita makan di luar. Aku sudah kelaparan nih. Aku tadi keluar mau cari makan. Ayok!" Delia menarik tangannya Ray untuk keluar dari apartemen dan mencari makan malam.


Ray hanya bisa pasrah mengikuti kemauannya Delia.


Setelah selesai makan malam mereka masuk kembali ke dalam mobil, Ray menoleh ke Delia, Delia ternyata sudah tertidur pulas. Ray tersenyum menatap kekasih manisnya itu. Cowok ganteng itu pun meminggirkan mobilnya dan secara diam diam mengambil gambar dirinya dengan Delia.


Cekrek



Delia menggerakkan kepalanya, Ray langsung memasukkan ponselnya kembali ke saku kemejanya.


Delia membuka mata dan bertanya "sudah sampai?"


"Belum, aku capek jadi berhenti sebentar" Ray berucap sembari meluncurkan mobilnya kembali.

__ADS_1


"Ooooo" ucap Delia dan kembali memejamkan matanya.


__ADS_2