My Cute Nanny

My Cute Nanny
Claudia terbakar cemburu


__ADS_3

Akhirnya Melati selesai melakukan sesi terakhir wawancara dengan pasiennya, jam prakteknya telah selesai. Pasien terakhirnya pulang jam setengah delapan malam. Moses dan Elmo masuk ke ruang kerjanya Melati.


"Ma, tadi Elmo lihat, salah satu dari pasiennya mama, liatin papa terus lho" kaya Elmo sembari masuk ke dalam gendongannya Melati.


"Benarkah terus papa kamu gimana?" Melati mencium kedua pipinya Elmo dengan gemas.


"Papa nggak merhatiin sih, papa jalan aja lurus, seperti biasanya nggak pernah menoleh ke sana kemnari, heeee, tapi tante tadi liatin papa terus tanpa berkedip" kata Elmo sembari mencium pipi mamanya.


Melati terkekeh geli mendengar celotehannya Elmo.


"Elmo, kamu tuh tambah gede tambah berat lho, kok minta gendong ke mama, sini papa gendong aja! kasihan mama" kata Moses.


Elmo kemudian berpindah ke gendongan papanya dan mereka melangkah pergi meninggalkan ruang prakteknya Melati untuk masuk ke dalam mobil.


"Pa, Elmo pengen duduk depan" kata Elmo.


"Oke, silakan tuan muda Elmo" Moses membukakan pintu mobilnya untuk Elmo lalu menutupnya ketika Elmo sudah duduk manis di dalamnya.


Melati tersenyum ketika Moses membukakan pintu jok belakang ke Melati sembari berbisik di telinganya Melati "nanti malam, kamu harus kasih aku jatah" lalu mencium pipinya Melati.


Melati masuk ke dalam mobil dan tersenyum penuh cinta. Moses kemudian menutup pintu mobilnya dan dia berlari untuk masuk ke belakang kemudinya.


Moses melihat Elmo telah memakai seat beltnya, dia lalu memasang seat beltnya sendiri dan mulai melajukan si Blacky.


"Jadi beli es krim tuan muda Elmo" tanya Moses.


"Iya dong, let's go!" kata Elmo penuh semangat.


Melati dan Moses tertawa penuh kebahagiaan melihat Elmo yang tumbuh begitu sehat, lincah, pintar, lucu, dan menggemaskan. Tapi keceriwisannya Elmo sering membuat Melati dan Moses kewalahan.


Tanpa mereka sadari mobil Claudia mengikuti lajunya si Blacky. Claudia terbakar cemburu ketika melihat Moses begitu perhatian dan mesra dengan Melati, istrinya.


Mereka akhirnya sampai di kedai es krim langganannya Melati dan kedai itu adalah kedai es krim miliknya mamanya Raja, Grace. Usaha es krimnya Grace semakin menjamur dan semakin viral berkat sentuhan tambahan dari tangan berbakat suami tercintanya Grace, chef Charlie.


Mereka bergandengan tangan bertiga dan Elmo ada di tengah tengahnya Melati dan Moses. Grace langsung menyambut kedatangan mereka. "Terima kasih tuan Moses dan nyonya Melati sudah bersedia mampir di kedai es krim saya yang sederhana ini, mari silakan masuk!"


Mereka tersenyum dan mengikuti langkahnya Grace menuju ke ruang khusus yang berada di dalam kedai itu "silakan duduk dan mau pesan apa?" tanya Grace.


"Sayang, ini mamanya Raja, istrinya chef Charlie sahabatnya papa Erlangga" kata Melati ketika melihat wajah bingungnya Moses.


"Oooo, iya saya ingat, kita pernah bertemu di nikahanannya Alfa, kan?" kata Moses.


"Iya, benar tuan" kata Grace.


"Mana om Charlie?" tanya Moses.


"Suami saya masih di restorannya. Sebentar lagi ke sini menjemput saya" kata Grace.


"Saya pesan es krim coklat almond dua, terus kamu mau apa, pa?" tanya Melati ke Moses.


"Sama aja deh, emm, sama satu cangkir kopi kental ya" kata Moses.


"Baik, tunggu sebentar ya" kata Grace dan beranjak pergi untuk menyiapkan pesanannya Moses dan keluarganya.


Claudia ikutan turun tetapi dia tidak bisa masuk ke dalam. Karena Grace tidak membiarkan sembarang orang masuk ke dalam ruang khusus yang ada di kedai es krimnya.


Claudia dengan sangat terpaksa duduk di tempat terbuka lalu memesan satu es krim strawberry favoritnya.

__ADS_1


Melati pamit keluar sebentar karena, dia lupa mengatakan ke Grace untuk menyiapkan dua es krim strawberry dan satu es krim cokelat almond untuk dia bawa pulang.


Claudia sengaja menyapa Melati ketika Melati balik dari tempat pemesanan es krim "bu Melati"


"Oooo hai mbak Momo, anda suka es krim juga?" tanya Melati.


"Iya, saya suka rasa strawberry" jawab Claudia sambil menunjukkan cup es krim strawberry-nya.


"Aaah, sama dong dengan putri pertama saya, Chery, dia juga sangat menyukai strawberry" kata Melati.


Claudia tersenyum senang ketika mendengar kalau Chery juga menyukai strawberry. Sama seperti dia.


"Anda sendirian?" tanya Melati.


"Iya" jawab Claudia.


"Oooo, emm, mari bergabung di meja kami, saya datang bersama dengan anak kedua saya dan suami saya"


"Aaah, tidak usah bu, saya nggak enak kalau mengganggu anda nanti" kata Claudia.


"Nggak apa apa, ayok! daripada sendirian di sini" kata Melati sembari menggandeng lengannya Claudia dan mengajaknya masuk, untuk dia perkenalkan ke Moses dan Elmo.


Mereka akhirnya sampai di depan meja, dan pesanannya Melati sudah tersaji di atas meja dan Claudia tengah membawa es krim strawberrynya.


Melati kemudian mempersilakan Claudia untuk duduk dan Melati pun langsung duduk di samping suaminya "sayang, ini pasienku, maaf aku ajak bergabung karena kasihan dia sendirian di luar tadi"


"Hmm" Moses mencium pelipisnya Melati dan melanjutkan menyuapkan es krim ke Elmo tanpa memperhatikan Claudia, tanpa menoleh ke Claudia bahkan tanpa melirik Claudia.


Shit! Claudia mengumpat kesal ketika melihat Moses sama sekali tidak memperhatikannya.


Bahkan untuk berjabat tangan pun Moses enggan.


Moses balas berbisik di telinganya Melati tanpa melihat ke arah Claudia dia berucap mesra penuh cinta "aku hanya mau memegang tanganmu saat ini"


Melati langsung menepuk pelan pundak suaminya dan Moses langsung terkekeh geli.


Elmo terus menatap Claudia dengan tatapan tidak suka. Karena Claudia terus menatap papanya.


Melati mulai menikmati es krimnya dan bercengkerama dengan Claudia. Claudia menanggapi Melati sembari mencuri curi kesempatan untuk menatap Moses.


Kamu semakin menarik dan tampan sayangku. Batin Claudia.


Elmo kemudian berbisik ke papanya "pa, tante ini tadi yang terus menatap papa di prakteknya mama, terus sekarang ini, juga masih terus menatap papa, lho. Aneh!"


Moses balik berbisik ke Elmo "biarkan saja dia terus menatap papa karena papa kamu ini memang tampan, kan?"


Elmo tertawa sambil menutup mulutnya kalau berbisik lagi ke telinga papanya "sama kayak Elmo kan, Elmo juga tampan, kan?"


Moses tertawa geli dan balik berbisik ke telinganya Elmo "iya ketampanan kamu melebihi ketampanannya papa"


"Aaah, benarkah?" tanpa sadar Elmo memekik kegirangan.


Melati terlonjak kaget dan langsung menoleh ke suami dan putranya "sayang, kalian ngapain sih?" Melati bertanya sembari terkekeh geli


Moses mencium keningnya Melati dan berucap "rahasia laki laki" Moses mengedipkan matanya ke Elmo.


Elmo tertawa senang dan ikutan berkata "iya betul, rahasia laki laki, hahaha"

__ADS_1


Melati tersenyum geli dan menoleh kembali ke Claudia "maafkan suami dan anak saya, ya. Mereka memang super aktif"


"Iya bu, nggak apa apa? emm, maaf tuan Moses, apa anda bisa mengambilkan tissue?" tanya Claudia mencoba menarik perhatiannya Moses. Dia begitu menginginkan Moses menatapnya, menoleh ke arah dia walaupun hanya satu detik. Tapi harapannya sirna ketika Moses tidak menghiraukannya alih alih tetap melanjutkan permainan jari jemari tangan dengan putranya.


Akhirnya Melati yang mengambilkan tissue untuk Claudia dan berucap "maaf, suami saya memang kurang bisa berbasa basi dan beramah tamah dengan orang yang baru ditemuinya"


Cih! baru ditemuinya? aku bahkan tidur dan bercinta dengan sangat hebat dengan suami kamu, tujuh tahun yang lalu! Claudia berkata dengan penuh kesal di dalam hatinya.


Dia cemburu dan benar benar dibakar api cemburu. Tanpa sadar dia meremas sendok es krim yang terbuat dari plastik sampai patah.


"Ma, pulang yuk! kasihan kak Chery, Celyn dan tante Angel nungguin kita" kata Elmo.


"Baiklah!" Melati berdiri diikuti Moses yang sudah menggendong Elmo. Moses pergi begitu saja tanpa pamit ke Claudia.


Melati pamit kepada Claudia dan pergi meninggalkan Claudia.


Claudia menjambak rambutnya sendiri dengan frustasi.


Grace menyambut Melati,Moses dan Elmo sembari menyerahkan bungkusan es krim pesanannya Melati.


"Salam buat om Charlie" kata Moses.


"Baik, nanti pasti saya sampaikan" kata Grace.


"Terima kasih banyak sudah bersedia mampir ke sini dan maaf kalau Raja sering merepotkan anda, Raja sering main ke rumah anda, bukan?" kata Grace ke Melati.


Moses dan Elmo sudah terlebih dahulu masuk ke dalam mobil dan menunggu Melati dengan sabar.


"Nggak masalah kok, kami juga nggak merasa direpotkan" kata Melati.


"Raja sering merasa kesepian di rumah karena dia anak tunggal, dan sepertinya di merindukan seorang adik cewek, dia ingin punya adik cewek sedari dulu tapi saya sudah tidak bisa memberikan adik ke Raja" kata Grace.


"Iya, mbak, nggak apa apa kalau Raja sering main ke rumah saya, saya malah senang kalau rumah menjadi semakin ramai.


Kedua wanita super cantik itupun kemudian saling berpelukkan dan Melati pun pamit ke Grace. Grace melambaikan tangannya ke Elmo dan Melati.


Sesampainya di rumah, Chery, Celyn, dan Angel langsung menyerbu es krim favorit mereka masing masing di ruang makan.


Elmo sudah tertidur dan Moses langsung merebahkan Elmo di kamar tidurnya Elmo. Moses lalu menutup pintu kamarnya Elmo dengan pelan dan hati hati takut kalau Elmo terbangun.


Moses kemudian berlari kecil masuk ke lift dan naik ke kamarnya. Ketika membuka pintu kamarnya dia langsung tertegun melihat Melati telah merebahkan diri di atas ranjang dengan pose menggoda di dalam balutan lingerie hitam berenda kesukaannya Moses.


Moses langsung mengunci pintu kamarnya, membuka kemejanya dan melemparnya asal lalu melompat ke atas tempat tidur.


Moses merasa pening ketika mengakui ada sesuatu yang memikat secara erotis dari lingerie yang menempel di tubuh seksinya Melati. Melati sekarang sudah tidak kerempeng lagi seperti dulu, Melati sekarang ini seksi dan semakin menggoda di matanya Moses.


Moses menyeringai senang ketika mengenali tatapan penuh gairah dari Melati.


Moses langsung mencium bibirnya Melati, memperdalam ciumannya dan melanjutkan gerakannya untuk menyerap semua keseksian yang menguar dari tubuh istri tercintanya, sedalam mungkin.


Dan yang diinginkan Melati saat ini adalah totalitas cinta dari suaminya tercinta, Moses Elruno.


Mereka saling mengaitkan kaki mereka dan tangan mereka di dalam penyatuan cinta mereka yang begitu panas dan membara.


Tidak cukup sekali, Moses langsung melancarkan serangan keduanya tanpa jeda sama sekali dan membuat Melati memekik bahagia penuh cinta di di dalam kepuasannya.


Moses kemudian berbaring di sampingnya Melati dengan napas terengah engah lalu menyelimuti tubuh mereka berdua yang masih polos dan belum berbalut satu lapis kain pun.

__ADS_1


Moses memeluk Melati dan berucap "terima kasih sayang, aku mencintaimu"


__ADS_2