My Cute Nanny

My Cute Nanny
Itu tanda cinta dari Chery


__ADS_3

Tepat jam lima pagi, Chery dan Melati membuka mata secara bersamaan dan Melati pun berucap "sayang, Chery, mama ke kamar dulu ya? papa sudah pulang dan sekarang menunggu mama di kamar"


Chery tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Melati tersenyum dan mencium puncak kepalanya Chery dan melangkah keluar dari kamarnya Chery menuju ke kamarnya sendiri. Ketika membuka daun pintu kamarnya, dia keheranan menatap sang suami tengah duduk di sudut bawah ranjang dan ada ember kecil, bundar di dekat kakinya.


"Sayang, untuk apa ember itu?" tanya Melati sambill melangkah mendekati suami tercintanya dan duduk di sampingnya.


Sewaktu Moses melihat Melati telah duduk di sampingnya, Moses beringsut turun dan bersimpuh di depan istrinya sembari meraih satu persatu kakinya Melati dan dia masukkan ke dalam ember bundar kecil itu.


"Sayang?" Melati kebingungan dan secara spontan menarik kedua kakinya keluar dari ember itu tapi Moses menahannya.


"Ssssttt, jangan diangkat kakinya! masukkan ke dalam air hangat ini yang sudah aku kasih rempah rempah spesial yang aku beli di Jepang. Ini berfungsi untuk melepaskan lelahmu, membuatmu rileks, dan wangi" Moses mengusap usap kakinya Melati yang sudah tercelup ke dalam ember tersebut sembari mendongakkan wajah tampannya dan tersenyum menatap istri tercintanya.


Melati menunduk dan menatap suaminya "sayang, kenapa harus lakukan ini? aku nggak apa apa kok, aku nggak capek" Melati mengusap mesra wajah tampan suaminya yang masih menengadah menatapnya.


Moses mencium telapak tangannya Melati dan berucap "mana ada kamu nggak capek, kamu seharian penuh mengurus anak anak, memasak, dan mengurus suami kamu yang super manja ini, heeee" kata Moses sembari mengangkat kedua kakinya Melati kemudian dia taruh kedua kaki itu di atas pahanya. Moses mengelap kaki itu satu per satu dengan handuk kecil sambil terus tersenyum dan menengadahkan wajah tampannya ke istri imutnya.


Setelah kedua kakinya Melati benar benar telah kering, Moses mencium kedua kaki itu lalu merogoh saku celananya dan memasangkan gelang kaki berbentuk capung di pergelangan kakinya Melati yang sebelah kanan. Moses mengusap gelang kaki capung itu lalu bangkit dan duduk di samping istrinya sembari terus menatap Melati dan terus melukis senyum di wajah tampannya.


Melati tersenyum dan mengusap wajah suami tampannya dengan penuh cinta lalu berucap "terima kasih ya sayangku, cintaku, suamiku. Tapi sayang, apa aku masih pantas memakai gelang kaki?"


"Masih pantas dong, aku juga udah pakai nih" Moses menunjukkan pergelangan kaki sebelah kanannya. "aku kelihatan seribu persen lebih muda kan? imut kayak kamu" kata Moses sembari mengelus mesra hidungnya Melati.


Melati terkekeh geli "iya sayang, kamu masih imut, tambah muda seribu persen dan masih gagah dan kuat dalam segala hal"


Moses langsung merangkul Melati dan berbisik "apa kamu mau lagi, sayang?"


Melati langsung menepuk bahunya Moses "sudah siang, nih" lalu terkekeh geli dan berdiri hendak mengembalikan embermya ke dapur, tetapi dicegah sama Moses.


Moses meraih embermya dan berucap "mandilah, aku akan ajak kamu menemui pak Gatot dan Windura. Aku pulang karena, mendapat panggilan dari pak Gatot. Untuk embermya, biar aku yang kembalikan ke dapur"


Melati tersenyum dan menganggukkan kepalanya lalu berjalan menuju ke kamar mandi.


Moses turun ke lantai bawah menuju ke dapur dan menyerahkan ember itu ke Gini.


Moses kemudian melangkah ke ruang Gym sambil menelepon Raja.


"Raja, kamu ke kantor agak pagian ya, nggak usah antar anak anak ke sekolah! karena ada meeting besar hari ini tolong kamu yang handle ya!? kalau ada hal hal yang belum kamu kuasai kamu bisa tanya ke aku, aku sudah kirim materi rapatnya ke email kamu" kata Moses.


"Baik om" Raja menghela napas panjang ketika mematikan sambungan ponselnya dengan papanya Chery karena, usahanya untuk menemui Chery, gagal pagi itu.


"Aku pengen ketemu Chery pagi ini dan menyelesaikan soal yang kemarin dengan Chery secepatnya tapi yeaah dengan sangat terpaksa harus ditunda sampai nanti sepulangku dari kantor" gumam Raja sambil memakai dasinya. Karena ada meeting maka dia harus memakai dasi di hari itu.


Selesai berolah tubuh bareng dengan anak anaknya, Moses berganti baju dan melangkah ke ruang makan setelahnya.


Moses dan Melati mengantarkan anak anak mereka ke sekolah setelah menyelesaikan sarapan mereka, secara bersama bersama.


"Waaahhh baru kali ini ya, kita diantarkan sekolah sama mama dan papa" celetuk Elmo yang duduk di samping papanya.


Moses melirik Elmo sambil terus fokus mengemudikan mobilnya dan berkata "berarti supir kalian spesial dong hari ini, papa bakal dapat hadiah apa nih dari kalian?"


"Hadiahnya cium!" kata Elmo, Chery dan Celyn secara bersamaan.


Moses dan Melati langsung menggemakan tawa merdu mereka.

__ADS_1


Setelah mengantarkan anak anak mereka ke sekolah, Moses mendapatkan ciuman bertubi tubi dari ketiga anaknya. Kemudian Melati melangkah turun dan pindah ke jok kursi depan, duduk di sampingnya Moses. Moses menoleh ke Melati "nggak kasih aku hadiah cium juga nih? kayak anak anak kita tadi?"


Melati tersenyum dan mencium pipi suaminya lalu memasang sabuk pengamannya. Moses tersenyum bahagia dan langsung meluncurkan mobilnya menuju ke rumah dinasnya pak Gatot.


"Sayang, ada urusan apa ke rumahnya pak Gatot? apa ada kaitannya dengan masalah penghadangan Chery dan Celyn kemarin?" tanya Melati.


"Iya. Pak Gatot ingin mempertemukan aku dengan Windura dulu sebelum beliau mengambil tindakan hukum untuk putrinya Windura" kata Moses Elruno.


Hari beranjak siang, ketiga anaknya Moses Elruno keluar dari gerbang sekolah mereka dan langsung dihampiri Pramono "non, tuan muda, mama dan papa kalian tidak bisa menjemput jadi saya dan Joko yang menjemput. Mari!"


Chery, Celyn dan Elmo Elruno tersenyum ke Pramono dan berkata "terima kasih, pak" kemudian melangkah masuk ke dalam mobil Van mewah milik ayah mereka. Di dalam mobil Van tersebut sudah duduk dengan berjejer rapi di jok kursi paling belakang, tiga pengawal lainnya yang siap melindungi putra dan putrinya Moses Elruno dari bahaya apapun.


"Pak, bisa antarkan saya ke kantornya papa sebentar?" tanya Chery.


"Untuk apa non? papa anda tidak berada di kantor saat ini" sahut Pramono.


"Emm, saya ingin bertemu dan berbicara penting dengan kak Raja, calon suami saya* Kata Chery.


""Pak, turuti aja permintaan kakak saya, kasihan entar dia nangis lho" ucap Elmo.


"Kenapa nangis?" Celyn menoleh ke Elmo lalu ke Chery dengan tatapan heran.


"Ada deh" Elmo meringis ke Celyn.


"Baiklah non! Ko, antarkan nona Chery ke kantornya tuan Moses!" ucap Pramono.


"Siap!" sahut Joko.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di parkiran khusus milik Moses Elruno.


"Dek, pulang dulu apa nunggu kakak?" tanya Chery.


"Oke, makasih ya. Kakak nggak lama kok" Kata Chery.


Pramono ikut turun untuk mengawal Chery dan itu menciutkan nyalinya Natasha yang sedari tadi membuntuti mobil yang ditumpangi trio Elruno.


Natasha memukul kemudi mobilnya dengan sangat kesal dan bergumam "shit! kalau begini terus akan sulit bagiku untuk bisa mendapatkan Chery"


Pramono menunggu di depan pintu ruang kerjanya Raja dan Chery mulai mengetuk pintu itu.


"Masuk!" sahut Raja dari dalam ruangannya.


Raja mengalihkan pandangannya dari tumpukkan berkas berkas yang berserakan di atas meja kerjanya dan menatap Chery seolah tidak percaya "Chery?" Raja langsung berdiri dan Klik, secara spontan dia meraih remote dan mengunci pintu ruang kerjanya


Chery tersenyum canggung ke Raja dan duduk di atas sofa dengan hati hati. Chery merasa kalau Raja masih marah padanya dan dia merasa was was kalau Raja akan mengusirnya keluar sebentar lagi tetapi yang terjadi adalah..........


Raja duduk di sebelahnya Chery walaupun tanpa senyum, ada tatapan penuh perhatian dan sayang di kedua matanya Raja "kamu diantar siapa ke sini? mama Melati?"


"Diantarkan pak Joko sama pak Pramono" kata Chery sambil terus mengamati kedua bola matanya Raja dengan saksama. Chery mencoba mencari kemarahan yang ada di kedua matanya Raja itu, tapi tidak dia dapatkan dan Chery pun bisa bernapas sedikit lega.


"Chery kakak..........."


"Chery salah Kak. Maafkan Chery. Chery ke sini mau menjelaskan ke kakak, mau ceritakan semuanya ke kakak, apa kakak mau mendengarkannya?" Chery memandangi wajahnya Raja penuh selidik.


Raja menganggukkan kepalanya "baiklah! ceritakan semuanya! kakak akan dengarkan cerita kamu sampai selesai tanpa interupsi" kata Raja.

__ADS_1


"Kak, Chery beneran lupa cerita soal Bagas ke kakak, dan beberapa hari yang lalu Bagas datang ke rumah untuk meminta tanda tangannya Chery, dia beli buku season dua kumpulan puisinya Chery. Bagas kemudian minta penegasan dari jawabannya Chery waktu Bagas nembak Chery" Chery berhenti sejenak untuk melihat reaksinya Raja, Chery takut kalau kemudian Raja membentak dia dan mengusir dia.


Raja memandang Chery dan berkata dengan penuh kelembutan "teruskan!"


"Chery katakan kalau Chery minta maaf sama Bagas, kalau jawaban Chery membuat Bagas memiliki harapan tinggi atas Chery. Chery nggak nyangka kalau jawaban Chery membuat Bagas Ge-Er dan membuat Bagas masih menyimpan harapan yang begitu tinggi atas Chery. Lalu Chery bilang ke Bagas kalau Chery sudah memiliki calon suami, kak Raja Darmawan namanya dan Chery sangat mencintai calon suaminya Chery" Chery menatap lekat ke kedua manik hitamnya Raja yang mulai meredup penuh cinta.


"Sebentar, emm, kamu telpon ke pak Pramono untuk meninggalkan kamu di sini. aku akan antarkan kamu pulang. Karena sepertinya obrolan kita masih sangat panjang" Raja menyodorkan ponselnya ke Chery.


Chery meraih ponsel itu dan menelepon Pramono "pak, tolong tinggalkan saya di sini! calon suami saya yang akan mengantarkan saya pulang nanti"


"Baik non! tapi saya akan tinggalkan dua pengawal di sini untuk menjaga nona!" kata Pramono.


"Baik pak, terima kasih" ucap Chery lalu mematikan sambungan ponselnya dengan Pramono dan menyerahkan ponselnya ke Raja.


Raja meraih ponselnya dan memasukkan kembali ke saku kemejanya.


"Kakak percaya kan sama Chery?" tanya Chery.


"Apa kata Bagas ketika kamu berkata kalau kamu sudah memiliki calon suami dan kamu mencintai kak Raja?" Raja mulai bisa mengulas senyum di wajah tampannya dan mulai menggenggam kedua tangannya Chery.


"Bagas marah katanya Chery tega sama Bagas dan Bagas pergi begitu saja" kata Chery.


"Chery dengar! kakak minta maaf sama kamu ya, kemarin kakak telah menyakiti perasaan kamu. Kakak minta mulai sekarang apapun masalahmu, sekecil apapun, walaupun kamu anggap itu nggak penting sekalipun, kamu cerita ya ke kakak, supaya nggak timbul lagi pertengkaran diantara kita" Raja mengusap pipinya Chery.


Chery menganggukkan kepalanya dan tersenyum "iya kak, kalau Chery lupa diingatkan ya, tapi jangan marah marah kayak kemarin"


"Iya sayang" Raja mencium tangannya Chery. "Kakak sebenarnya marah karena, cemburu, heeeeee"


"Sekarang masih marah?" tanya Chery


Raja menggelengkan kepalanya dan tersenyum sambil terus mengelus mesra pipinya Chery.


"Chery juga sering merasa was was dan cemburu sama kak Raja. Kak Raja kan cukup populer di kalangan cewek, sepertinya Chery perlu melakukan hal ini" Chery menarik dasinya Raja dan mengecup bibirnya Raja dengan sangat singkat. Chery kemudian melepas dasinya Raja dan berucap "Itu tadi tanda kalau kak Raja Darmawan hanyalah miliknya Chery Elruno.


Raja tertegun, sorot matanya tiba tiba menggelap karena cinta dan gairah yang bercampur menjadi satu.


Dengan suara serak Raja berucap "Chery jangan main main soal ciuman ke kakak"


"Kenapa? itu hanya kecupan kak bukan ciuman dan itu tanda dari Chery, kakak jangan macam macam dan jangan melirik cewek lain! kakak hanya miliknya Che........."


Raja langsung menarik tengkuknya Chery dan langsung mencium bibirnya Chery. Ciuman yang awalnya lembut menjadi semakin dalam, membuat Chery tanpa sadar mendesah dan Raja langsung menelusupkan lidahnya ke dalam.


Raja berusaha sekuat tenaga untuk tidak menggerakan kedua tangannya. Tetapi justru ciuman yang tanpa menggerakkan kedua tangannya membuat Raja semakin merasa pening dan enggan untuk menyudahinya.


Chery juga merasa enggan untuk menyudahinya. Chery mulai bisa mengikuti ciumannya Raja. Membalas, memperdalam dan melibatkan lidah.


Raja tanpa sadar membenamkan wajahnya ke lehernya Chery dan menciumi leher itu tanpa meninggalkan kiss mark. Chery mendesah dan membelai lembut rambutnya Raja. Raja kembali ke bibirnya Chery dan mereka kembali berciuman.


Di saat tangannya Raja hendak memegang kancing seragamnya Chery, ponselnya berdering dengan sangat nyaring. Raja menghentikan ciumannya dan meraup kasar wajahnya lalu meraih ponselnya dan menjawab panggilan telepon tersebut "halo ada apa?"


Chery membuka matanya dan nampak linglung, Raja kemudian memeluk Chery sambil terus membahas soal kerjaan melalui ponselnya itu.


Setelah memutuskan sambungan ponselnya, Raja mencium keningnya Chery dan berucap "maafkan kakak kalau kakak kebablasan"


"Chery suka kok" kata Chery lirih dengan polosnya dan merona malu.

__ADS_1


Raja tersenyum dan sekali lagi mengecup keningnya Chery lalu berdiri dan menarik Chery dengan pelan "ayok kakak antar pulang, kelamaan berduaan kayak gini bisa berbahaya untuk kamu, heeee"


Mereka pun bergandengan tangan keluar dari ruangannya Raja setelah Raja meraih tas selempangnya.


__ADS_2