
Elmo Elruno
Elmo Elruno tumbuh menjadi pemuda yang ramah, cerdas dan super protektif terhadap kak Chery-nya dan Celyn adiknya.
Elmo digilai banyak cewek di sekolahnya tapi dia tidak ingin berpacaran dulu, sebelum bekerja dan melanjutkan bisnis papanya. Elmo tidak mau menjadi pilot seperti impian mamanya dan dia juga tidak mau menjadi dokter seperti keinginan papanya. Di ingin menjadi seperti papanya, sukses di dunia bisnis. Setelah lulus SMA nanti dia akan melanjutkan studi di Amerika mengambil jurusan bisnis sama seperti papanya dulu. Pokoknya bagi seorang Elmo Elruno, papa Moses adalah idolanya.
Saat ini Elmo masih duduk di bangku kelas sepuluh.
Moses duduk di sofa di dalam kamarnya sembari memeluk Melati "anak anak kita sudah semakin besar. Celyn tumbuh tomboy, sepertinya dia itu foto kopiku, hahahaha, Moses Elruno versi cewek"
Celyn Elruno
Melati tertawa geli "iya, Celyn itu mirip banget sama kamu bagaimana tidak mirip, kan pas hamil Celyn aku selalu mencari kamu, tiap detik nggak mau pisah sama kamu, mintanya kamu peluk terus, makan aja minta kamu suapi dan minta kamu peluk, kalau nggak kamu peluk aku mual dan muntah terus"
"Chery mirip kamu feminin dan anggun, hobi baca dan nulis juga, aku bangga sama dia, buku puisinya meledak di pasaran, terima kasih sayang, berkat pola asuh, kasih sayang dan cinta kamu, perhatian kamu, Chery bisa tumbuh dengan sangat baik" kata Moses sembari mengecup puncak kepalanya Melati.
"Elmo juga mirip sama aku, aku kan yang minta hamil waktu itu, aku yang terus menerus nyerang kamu dan menggoda kamu, hahahaha, kalau ingat aku malu sendiri, aku agresif juga ya ternyata"
Moses tertawa lebar dan mengecup bibirnya Melati "iya, sekali aku kasih jurus jurusnya, kamu malah yang ketagihan, kan, hahahaha?"
Melati memukul pelan dadanya Moses sembari menggemakan kembali tawa merdunya.
"Papa dan mama juga papa James Elruno pasti bahagia di Sorga sana, melihat kita dan anak anak hidup dengan sangat baik dan bahagia sekarang ini" kata Melati.
"Iya kamu benar. Papa dan mama ternyata soulmate ya, aku benar benar terharu saat mendapati papa dan mama meninggal secara bersamaan di atas ranjang sambil berpelukkan. Aku besok juga pengen bisa seperti itu, sayang" kata Moses.
"Amin, pokoknya aku juga nggak mau berpisah dengan kamu, maunya berpelukkan seperti ini terus sampai selama lamanya"
"Amin" ucap Moses sembari meraih tangannya Melati dan menciumnya.
"Sayang terima kasih ya, waktu itu kamu bertindak cepat dan bisa menyelamatkan nyawanya mbak Claudia. Aku pingsan waktu itu, dan aku diberitahu sama dokter Felix dokter jiwanya mbak Claudia kalau kamu yang memberikan pertolongan pertama ke mbak Claudia dan memaksa dokter Felix untuk segera memberikan penanganan lanjut ke mbak Claudia saat itu juga di ruangan itu juga" kata Melati.
Moses mencium kembali puncak kepalanya Melati "maaf aku memberikan pertolongan dulu ke Claudia waktu itu padahal kamu jatuh pingsan kala itu"
"Nggak apa apa sayang, justru aku berterima kasih, dengan begitu kita masih diberi kesempatan sama Tuhan untuk mempertemukan Chery dengan mama kandungnya" kata Melati.
"Aku merasa bertanggung jawab atas hidupnya Claudia. Andai dulu aku mencarinya maka dia tidak akan menjadi gila" kata Moses.
"Jika dulu kamu mencarinya, maka kamu tidak akan bertemu denganku dan kita nggak akan menikah" kata Melati.
"Hahaha, mulai cemburu nih kayaknya" ucap Moses sembari mengelus elus bahunya Melati.
"Benar, kan? kalau kamu dulu mencarinya maka kamu nggak akan mencari seorang Nanny untuk Chery" kata Melati.
"Tetap saja hatiku tidak bisa berbohong, hatiku akan tetap kosong sebelum aku menemukan senyumnya Melati kecil, cinta pertamaku. Aku tidak pernah mencintai Claudia, jadi kalau waktu itu aku mencarinya pun, aku tidak akan menikahinya, paling nggak jika aku menemuinya kala itu dia bisa sadar dan mau aku ajak untuk merawat anaknya bareng sama aku" kata Moses.
"Dia sudah memilih jalan hidupnya dan dia sudah mendapatkan konsekuensinya. Tuhan maha baik, mbak Claudia masih diberikan kesempatan kedua untuk memperbaiki semuanya" ucap Melati mendongakkan wajahnya dan mencium bibir suaminya, lembut dan dalam lalu dia melepasnya.
Alisnya Moses melengkung dan berkerut "kok berhenti?"
"Kita masih harus menemui Chery untuk memberitahukan dia soal mama kandungnya, kan? kalau diteruskan bisa lembur sampai besok pagi dan nggak jadi ngomong lagi ke Chery. Yuk kita turun!" Melati bangkit.
__ADS_1
Moses bangkit dan mengikuti langkahnya Melati. Mereka akhirnya sampai di dalam kamarnya Chery.
"Sayang, kamu lagi sibuk?" tanya Melati sembari mendaratkan ciuman di puncak kepalanya Chery.
Chery menutup bukunya dan memutar badan untuk menghadap ke mama dan papanya yang sudah duduk berdampingan di tepi ranjangnya "nggak ma, pa. Ada apa?" tanya Chery.
"Sayang, mama dan papa merasa kalau kamu sudah dewasa sekarang ini. Sebentar lagi kamu akan bulat berumur tujuh belas tahun. Mama dan papa merasa kalau inilah waktu yang tepat untuk menceritakan ke kamu tentang masa lalunya papa. Sebelum mama dan papa bercerita, tolong kamu camkan dulu ya kata katanya mama!"
"Iya ma" jawab Chery.
"Setiap orang pernah melakukan kesalahan baik besar ataupun kecil. Dan ingat sayang, semua orang berhak untuk mendapatkan kesempatan kedua, dan kita sebagai manusia wajib untuk bisa saling menerima dan memaafkan. Walau terkadang butuh waktu dan proses yang panjang, tapi kita harus tetap bisa saling menerima dan memaafkan" ucap Melati.
"Baik ma" kata Chery.
Melati kemudian meraih kedua tangannya Chery lalu menggenggamnya "kamu siap mendengarkan cerita papa?"
"Siap ma. Asalkan ditemani sama mama, Chery siap menghadapi apapun" kata Chery.
Melati langsung memeluk erat tubuh rampingnya Chery dan berucap penuh haru "aaaa, sayangku cantikku, Chery, betapa mama sangat bersyukur telah memiliki kamu di dalam hidupnya mama, mama sangat mencintaimu, sayang"
Chery membalas pelukannya Melati dan berucap "Chery juga sangat mencintai mama"
"Ehem, papa dicuekin nih? apa Chery nggak cinta sama papa?" sahut Moses.
Chery melepaskan pelukannya Melati dan menghambur masuk ke dalam dekapan papanya lalu berkata "Chery juga sangat mencintai papa"
Chery kemudian duduk di tengah tengahnya Melati dan Moses dan berkata "oke, Chery siap mendengarkan, nih!" Chery menoleh ke kanan ke arah Moses lalu menoleh ke kiri ke arah Melati.
Moses akhirnya menghela napas panjang dan mulai menceritakan awal mula perjumpaannya dengan Chery, semuanya secara detail sampai pada kejadian ketika Chery berumur tujuh tahun diculik sama Claudia.
"Jadi Chery bukan anak kandungnya mama?" Chery kemudian menoleh ke Melati.
"Walaupun mama tidak mengandung dan melahirkan kamu, tapi mama sangat mencintaimu, sayang" Melati mengusap lembut pipinya Chery lalu menciumnya.
"Chery sudah lupa kejadian sewaktu Chery diculik, tapi di benak Chery secara tidak sadar Chery merasa kalau peristiwa itu sangat menakutkan"
"Waktu itu mama kandung kamu sakit sayang, dia stress karena dia sangat merindukanmu tapi bingung bagaimana caranya untuk bisa bersama kamu, untuk bisa bertemu kamu. Dia juga stress karena didera rasa bersalah telah meninggalkanmu sewaktu kamu masih bayi di depan rumah papamu" kata Melati.
"Papa menyesali perbuatan papa yang diluar kesadarannya papa, papa telah membuat mama kandung kamu hamil di luar nikah. Jangan kamu tiru kelakuannya papa, ya! papa sudah bertobat sejak bertemu kamu, bayi mungilku yang bernama Chery, dan sejak bertemu mama Melati kamu, papa langsung bertobat! Tapi di sisi lain, papa bersyukur juga karena, dari kejadian itu, papa bisa memiliki anak secantik, sebaik, dan sepintar kamu, sayang" kata Moses.
"Maafkan papa, ya" Moses mencium pipinya Chery.
"Papa sama mama menceritakan semua ini ke kamu supaya kamu mendengar sendiri ceritanya dari papa, bukan dari orang lain. Karena, kalau kamu dengar dari orang lain malah jadinya tidak baik, nanti" kata Melati.
"Sekarang mamanya Chery ada di mana? apa mamanya Chery sudah sembuh dari sakitnya sekarang?"
"Sudah sayang, mama kamu sudah sembuh dan dia hidup bersama suaminya dan kedua anak tirinya. Ketahuilah sayang, akibat dari kecelakaan, mama kamu pernah ditabrak sama seseorang dan jatuh koma selama bertahun tahun, mama kamu sudah tidak bisa memiliki keturunan lagi" kata Melati.
"Chery ikut prihatin, ma" sahut Chery.
"Sekarang terserah sama Chery, mau menemui mamanya Chery atau tidak? karena, mama pikir kalau mama tidak berhak memisahkan kalian. Kalian ibu dan anak. Hubungan itu sangat kuat, sayang, mama tidak berhak menutupi dan memisahkan kamu dengan mama kandung kamu. Untuk itulah papa dan Mama berkewajiban menceritakan semua kebenarannya ke kamu saat kamu sudah dewasa dan inilah saat yang tepat karena, mama kandung kamu menginginkan bisa menghadiri acara ulang tahun sweet seventeen kamu. Tapi kalau Chery tidak mengijinkan beliau hadir maka mama Claudia juga tidak akan memaksa untuk bisa hadir"
Chery menghela napas panjang "Chery sangat bersyukur memiliki mama Melati. Bersyukur diasuh dan dibesarkan oleh seorang mama yang luar biasa baik seperti mama Melati, terima kasih banyak ma, untuk waktu dan pengorbanannya mama selama ini mau merawat, mendidik dan membesarkan Chery walaupun Chery bukan anak kandungnya mama"
"Selamanya bagi mama, kamu adalah anak kandungnya mama" Melati mulai memeluk erat Chery dan mulai terisak menangis, begitu pula dengan Chery. Moses kemudian memeluk anak dan istrinya itu dan ikutan meneteskan air mata.
__ADS_1
"Ma, Chery mau bertemu dengan mama Claudia"
Moses dan Melati melepaskan pelukan mereka ke Chery.
"Kapan sayang?" tanya Melati sembari mengusap air matanya.
"Sekarang bisa, ma?" tanya Chery.
"Kamu yakin? sekarang?" tanya Melati.
Chery mengusap air matanya lalu tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Papa tidak ikut ya, kalian berdua aja yang ke sana nggak apa apa, kan?" kata Moses.
"Iya, sayang. Aku sama Chery aja yang ke sana berdua nggak apa apa. Tapi sebentar ya mama telpon mama Claudia dulu"
Melati memencet nomor ponselnya Claudia dan langsung mengatakan kalau dia dan Chery menuju ke rumahnya Claudia, begitu sambungan telponnya dengan Claudia tersambung. Claudia memekik bahagia dan langsung mengiyakan permintaannya Melati. Melati kemudian memutuskan sambungan ponselnya.
"Oke, sayang, kita ke sana sekarang!?" kata Melati ke Chery.
Moses mengantarkan Chery dan Melati sampai di depan mobil. Moses mencium keningnya Melati dan berucap "terima kasih untuk semuanya, aku mencintaimu. Hati hati nyetirnya!?"
Melati mengucapkan "aku juga mencintaimu" sembari masuk ke dalam mobilnya.
Selang beberapa jam, Melati dan Chery telah sampai di kediaman mewahnya Claudia. Mereka melangkah masuk ke dalam ruang tamunya Claudia dan langsung disambut hangat oleh Steve, Claudia, dan kedua anak tirinya Claudia.
"Waaahhh putri mama cantik sekali" kata Fausto putra tirinya Claudia.
"Iya kayak mama ya?" sahut Claudia.
"Lebih cantik putri mama" sahut Fausto.
Semua tertawa menyambut celotehannya Fausto.
Chery tersenyum ke semuanya dan tersipu malu.
"Mari duduk!" kata Steve suaminya Claudia.
"Kenalkan ini Fausto putraku, dia berumur dua puluh lima tahun dan ini Belleza putriku dia seumuran dengan Chery, tiga bulan lagi dia sweet seventeen"
Chery, Melati, Belleza dan Fausto saling bersalaman dan saling melempar senyum.
"Baiklah Fausto, Belleza ikut papa ke dalam! mama kamu butuh bicara dengan Chery" kata Steve sambil bangkit dan mengajak kedua anaknya mengikutinya.
Chery menatap Claudia.
Cantik sekali mama Claudia. Tapi kenapa di mata Chery, mama Melati tetaplah cewek yang paling cantik sedunia. Batin Chery.
"Sayang, Chery, terima kasih mau datang ke rumah mama, mau menemui mama" kata Claudia.
"Apakah mama boleh memeluk kamu?"
Chery menoleh ke Melati. Melati tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
Chery kemudian bangkit dan melangkah mendekati Claudia.
__ADS_1
Claudia langsung memeluk Chery dengan sangat erat dan pecahlah tangisnya.