My Cute Nanny

My Cute Nanny
Penyerangan Dimulai


__ADS_3

Lili diantarkan ke rumahnya Ivan Goh hanya sampai di ujung jalan. Setelah itu Lili berpindah tempat ke belakang kemudi dan menyetir mobilnya Elmo Elruno menuju ke rumahnya Ivan Goh sendirian. Namun, di kancing blusnya Lili telah terpasang kamera yang juga berfungsi sebagai alat pelacak.


Raja, Ray, Bintang, Gideon, dan Celyn menunggu di dalam mobil Van, dan di belakang mereka mobil Van lain yang penuh dengan peralatan elektronik berupa layar televisi, radio penyadap, dan layar penunjuk arah yang bisa disebut peta elektronik, dijaga oleh Pramono dan kelima anak buahnya.


Semua telinga mereka, terpasang Earpiece atau penyuara telinga merupakan salah satu alat komunikasi rahasia yang menempel di telinga yang biasanya digunakan anggota pasukan khusus. Mereka siap untuk menjalankan misi penyelamatannya Elmo Elruno dan Bagas sekaligus misi untuk membekuk Ivan Goh.


Melati dan Chery harap-harap cemas menunggu di rumah. Bryna dan Barnes berkata, "Tak usah khawatir! The Elruno itu yang terhebat!"


Melati dan Chery langsung melepas tawa merdu mereka ke udara mendengar celotehan polosnya Bryna dan Barnes.


Lili memarkirkan mobil milik suaminya persis di depan gerbang besar rumahnya Ivan Goh yang dijaga super ketat, dari kamera yang ada di kancing blusnya Lili, Pramono bisa melihat ada empat orang satpam di pos penjagaan lalu ia segera memerintahkan salah satu anak buahnya yang sudah menyamar sebagai tukang pengantar paket untuk berjalan ke sana dan anak buahnya Pramono segera menghubungi ketiga temannya untuk menyusulnya dan keempat satpam rumah itu yang telah pingsan, mereka ikat dan keempat anak buahnya Pramono segera mengganti tugas dari keempat satpam itu.


Lili melangkah masuk ke dalam dengan pelan tanpa pengawalan satpam, atas perintah Ivan Goh. Ivan tidak rela, wanita pujaan hatinya berjalan beriringan dengan satpam penjaga rumahnya. Lili berjalan pelan sambil sesekali memutar badan dengan pelan ke kanan lalu ke kiri untuk mengirim landscape ke Pramono dan menunjukkan ke Pramono ada apa saja di halaman rumahnya Ivan Goh.


Setelah Lili sampai di teras depan, Lili melakukan hal yang sama, ia mengalihkan badannya ke kanan, nampak ada dua orang penjaga rumahnya Ivan Goh yang membawa pistol, lalu di sebelah kiri ada tiga orang pengawalnya Ivan Goh yang lainnya tanpa dilengkapi senjata apapun.


Lili langsung disambut secara langsung oleh Ivan Goh. Dan di saat satpam rumahnya mengabarkan kalau Lili Adijaya telah sampai, Ivan Goh memerintahkan wanita malam yang sudah ia cicipi madunya semalam, untuk mulai menggoda dan memerkosa Elmo Elruno dengan kamera yang terpasang di sana dan siap merekam kemesraan wanita malam itu dengan Elmo Elruno


Ivan mencekal pergelangan tangannya Lili dan mengabaikan teriakannya Lili yang memerintahkan Ivan untuk melepaskan tangannya. Alih-alih mengindahkan Lili, ia terus menarik Lili hingga masuk ke dalam kamarnya dan anak buahnya yang mengikutinya dari belakang segera mengunci kamarnya Ivan Goh dari luar.


Di saat Lili ditarik paksa oleh Ivan Goh, The Elruno dan kawanannya segera berlari dan menerobos masuk ke rumahnya Ivan Goh dengan mudah karena, gerbang sudah dikuasai oleh keempat anak buahnya Pramono.


Mereka segera dihadang banyak sekali orang, dan orang-orang yang bersenjata api segera dilumpuhkan oleh Pramono dan anak buahnya dari kejauhan dengan sangat cepat sebelum mereka berhasil memuntahkan peluru mereka ke The Elruno sehingga yang menghadang The Elruno hanya tersisa orang-orang dengan senjata tajam saja namun, jumlah mereka sangat banyak.


Pramono ikutan maju dan membuang pistolnya yang telah habis Pelurunya setelah layar di pos satpam menunjukkan tidak ada lagi sisa orang di dalam rumahnya Ivan. Semua anak buahnya Ivan telah keluar ke halaman itu. Salah satu anak buahnya Pramono segera menghubungi pihak kepolisian setelah itu ia pun membuang pistolnya dan ikutan maju.


Lili bergerak mundur ketika Ivan terus bergerak maju mendekatinya, "Kau mau apa?" pekik Lili tanpa gentar.


Ivan menghentikan langkahnya dan tersenyum penuh arti, "Aku ingin memiliki kamu sepenuhnya. Aku sangat mencintaimu. Setelah penyatuan kita, aku akan membawamu pergi sejauh-jauhnya lalu menikahimu. Kita akan hidup berdua di tempat terpencil dengan anak-anak kita"

__ADS_1


"Jangan mimpi! Katakan di mana suamiku? Aku ke sini untuk suamiku, bukan untukmu!" Lili menggeram kesal.


Ivan langsung menghentak maju dan menarik Lili ke dalam pelukannya lalu ia mencium bibirnya Lili secara paksa, menghisap dan menguncinya. Lili mendorong, memukul dan terus mendorong Ivan namun, tidak berhasil. Akhirnya, ia menggigit bibir Ivan hingga Ivan kesakitan, melepaskan bibir Lili dan mendorong tubuhnya Lili.


Lili terhuyung ke belakang dan punggungnya membentur tembok cukup keras dan menyebabkan ia terjatuh ke lantai sambil meringis kesakitan.


Ivan mengusap darah yang sedikit keluar dari bibirnya dan menyeringai ke Lili yang masih berusaha untuk bangkit. Ivan menggeram kesal, "Berani kau menggigitku! Dasar wanita tidak tahu diuntung! Namun, rasa bibir kamu ternyata sangat manis, Sayang. Aku akhirnya bisa mencicipi bibir ranum kamu itu" Ivan berdiri diam di tempatnya untuk memberikan kesempatan kepada Lili agar bisa bangkit dan kembali berdiri tegak.


Lili bersandar ke tembok dan mengedarkan pandangan untuk mencari sesuatu yang bisa ia pakai untuk menghadapi Ivan karena, pistol yang ia sembunyikan di balik blusnya berhasil ditemukan dan disita oleh Ivan sebelum Ivan mencekal pergelangan tangannya tadi.


Ivan berkacak pinggang dan menghunus tatapan mengejek ke Lili lalu berkata, "Kau cari apa? hahahaha, dasar bodoh! aku sudah sterilkan kamarku dari semua benda-benda tajam. Yang ada hanya bantal, guling, dan selimut yang akan menjadi saksi percintaan kita, Sayang, hahahahaha!" Tawa Ivan pecah di kamar itu dan membuat Lili merinding ketakutan.


Flashback On


"Aku tidak bisa bela diri seperti Kak Chery, Celyn, dan Kak Bintang. Kalau belajar bela diri sekarang, apakah sudah terlambat di umurku yang segini?" tanya Lili kala itu di saat mama mereka Melati, masih terbaring pingsan.


Elmo tersenyum penuh cinta lalu berkata, "Aku akan mengajarimu gerakan dasar untuk melumpuhkan orang yang hendak menyerangmu. Untuk melindungi diri kamu sementara tapi, orang itu hanya akan menjadi tak berdaya sementara. Setelah berhasil kamu lumpuhkan sementara maka, segeralah berlari sekencang-kencangnya dan ingat jika keadaan sangat mendesak jangan mati konyol demi melindungi kesucianmu karena, bagiku keselamatan dan hidupmu lebih penting daripada kesucianmu"


Elmo segera mencium bibir yang menguncup karena merengut itu. Lalu Elmo berkata, "Karena, apapun yang terjadi, kamu tetaplah suci bagiku jadi ingatlah! jika keadaan mendesak jangan menjadi bodoh demi menjaga kesucianmu"


"Baiklah" sahut Lili.


Elmo tersenyum mengusap mesra rambutnya Lili dan mulai mengajarkan gerakan dasar melumpuhkan lawan yang menyerang dari arah depan, lalu dari belakang, dan dari samping kanan maupun kiri.


Lili bisa menguasai gerakan dasar itu dengan cepat dan Elmo segera berkata, "Kau harus terus mengingat gerakan dasar yang sudah aku ajarkan tadi untuk melindungi dirimu dan itu tadi bukanlah gerakan untuk melawan dan menang tapi, untuk memberikan kesempatan bagimu untuk melarikan diri. Mengerti?"


Lili menganggukkan kepalanya dan sejak hari itu, ia terus melatih dan mengingat gerakan yang telah diajarkan oleh Elmo di waktu luangnya.


Flashback Off

__ADS_1


Lili mengingat kembali semua perkataan suaminya di saat ia berhadapan dengan situasi genting yang mengancam jiwa dan kesuciannya sebagai seorang istri. Lili bersiap untuk melakukan gerakan melindungi diri dan melumpuhkan Ivan Goh di saat yang tepat. Dia terus bersikap waspada di saat Ivan Goh mulai melangkah pelan mendekatinya dengan seringai mengerikan.


Sementara itu, Elmo yang telah membuka kedua matanya segera menunduk saat ia merasakan ada tangan menyentuh ritsleting celana kainnya dan ia mendengar suara ritsleting diturunkan, "Kau siapa? berani sekali kau menyentuhku?"


Wanita yang masih memegang ritsleting celananya Elmo segera berbisik, "Saya terpaksa melakukannya, Tuan. Kita diawasi, ada kamera di ruangan ini. Saya mohon bantu dan selamatkan saya"


Elmo segera mengedarkan pandangannya dan menemukan kamera yang dimaksud oleh wanita itu. Dia lalu memekik, "Bagas, bangun! ah sial, kau malah enak-enakkan molor di saat seperti ini, bangun woooiii!!!"


Bagas segera membuka mata dan tampak kebingungan, "Kok kamu di sini dan......kita terikat? siapa wanita ini?"


"Kau ambil baju dia dan tutupkan ke kamera itu cepat!" perintah Elmo ke wanita itu.


Wanita itu segera mengambil kemejanya Bagas dan langsung menutupi kamera di sudut ruangan itu dengan kemejanya Bagas dan Bagas segera melempar protes ke Elmo, "Kenapa nggak pakai kemeja kamu?"


"Aku pria yang sudah beristri nggak sopan kan bertelanjang dada di depan seorang wanita" ucap Elmo dengan santainya dan Bagas hanya bisa meringis kesal ke Elmo.


"Tolong bantu kami lepaskan ikatan kami dan kami akan menolongmu pergi dari sini" ucap Elmo.


Wanita itu segera membantu Elmo dan Bagas melepas tali yang mengikat mereka.


"Kita harus segera keluar sebelum si pengawas kamera melapor ke Ivan dan anak buahnya Ivan menyerbu kita ke sini" Ucap Elmo sambil menaikkan kembali ritsleting celananya.


"Maafkan saya, Tuan" ucap wanita itu.


"Nggak apa-apa. Kamu juga terpaksa melakukannya. Ayok kita keluar dari sini!" ucap Elmo dengan senyum ramahnya.


Elmo lalu mendobrak pintu ruangan itu dan tampak kebingungan, "Kenapa nggak ada penjaga di depan pintu?"


"Iya kok aneh?" sahut Bagas.

__ADS_1


"Tapi tadi ada empat orang yang berjaga di sini dan mereka semua membawa pistol"Sahut wanita itu.


Mereka bertiga terus melangkah menaiki anak tangga dengan sikap waspada..............


__ADS_2