
Elmo menemui Maha Adijaya dan membeberkan penemuannya setelah dia mendapatkan bukti-bukti dari Evan teman detekifnya.
"Kau! Elruno tengil, ngapain lagi kamu menemuiku?" Maha menggeram kesal.
"Saya ingin mengajak anda bekerjasama. Ini demi keselamatannya Lili, Putri anda"
"Lili nggak ada di sini" Maha mencoba untuk menyembunyikan fakta karena, dia tidak ingin pemuda tampan keturunan Elruno itu, membawa pergi putri tunggalnya.
"Saya sudah tahu semuanya jadi, anda tidak usah menyembunyikan fakta yang sudah ada di depan mata saya"
"Kau!" Maha kembali menggeram penuh emosi ke Elmo.
"Lili saat ini berada di dalam bahaya. Dan kebetulan saya menemukan kalau musuh kita sama, Dokter Goh" ucap Elmo.
"Goh? cih! nggak mungkin Goh ingin mencelakai Lili. Dia sahabatku dan Lili adalah calon menantunya. Goh sangat menyayangi Lili. Jangan kau adu domba aku dengan Goh!" Maha melotot ke Elmo.
Elmo kemudian menyerahkan dua amplop besar berwarna cokelat muda ke Maha. Amplop pertama yang dibuka oleh Maha berisi foto-foto Goh dengan wajah aslinya. Goh adalah gembong narkoba terbesar kedua setelah Maha Adijaya dan pemasok alat medis di semua rumah sakit yang ada di Tiongkok dengan cara ilegal.
Lalu Maha membuka amplop yang kedua, berisi foto-foto Maha dengan antek-anteknya di rumah sakit swasta tempat Lili dan Ivan magang. Maha juga menemukan foto kebersamaan Elmo dan Lili yang tengah berpelukan di dalam selimut dan Maha pun bangkit lalu memukul wajah Elmo dengan sangat keras.
Wajah Elmo terjengkang ke belakang dan tengkuknya mengenai sandaran sofa. Dara segar mengucur di salah satu lubang hidungnya Elmo. Elmo menegakkan kembali wajahnya lalu bangkit sambil mengusap darah di hidungnya.
Maha melotot seolah kedua bola matanya hendak melompat keluar dari tempatnya lalu memekik penuh amarah, "kau! berani benar meniduri anakku, hah!? aku akan membunuhmu sekarang juga!"
Elmo segera mundur sambil berkata, "saya dan Lili dijebak oleh antek-anteknya Dokter Goh. Ada hasil lab di dalam amplop tadi. Tolong anda lihat dulu!"
Maha mengambil amplop yang tadi dia buang ke lantai lalu merogoh dan menemukan hasil lab yang mengatakan kalau di dalam minumannya Elmo dan Lili ada obat perangsang yang cukup keras.
Maha kemudian terduduk lemas dan menatap Elmo dengan tatapan kosong. Putri tunggalnya sudah kehilangan kegadisannya dan itu karena, dijebak. Amarah menggelegar hebat di dalam dadanya dan dia segera bangkit hendak melabrak dokter Goh.
Elmo segera mencegah langkahnya Maha, "saya mohon, anda duduk dulu! saya sudah membereskan semuanya"
Maha dengan terpaksa duduk kembali dan menatap Elmo dengan kesal. Lalu bertanya, "membereskan yang bagaimana maksud kamu?"
Elmo merogoh saku jasnya dan mengeluarkan buku nikah dia dan Lili. Elmo menyodorkannya ke Maha dan berkata di saat Maha meraih kedua buku nikah itu, "saya sudah bertanggung jawab atas Lili. Saya menikahinya, maaf kejadiannya mendadak jadi saya tidak ........"
__ADS_1
Buugghh.
Maha kembali memukul Elmo dan kini sudut bibirnya Elmo yang berdarah. "Berani-beraninya kau menikahi putriku? putriku hanya akan menikah dengan Ivan Goh, kau mengerti?"
Elmo mengusap sudut bibirnya dengan punggung tangannya kemudian berkata, "apa anda yakin kalau Ivan Goh masih bersedia menikahi Lili kalau dia tahu Lili sudah tidak perawan lagi dan bukankah lebih baik jika saya yang menikahi Lili karena, saya yang telah membuka segelnya Lili?"
Maha tertegun karena, semua yang dikatakan Elmo adalah benar adanya.
"Lalu kenapa kita bisa punya musuh yang sama? kenapa kamu bisa bersinggungan dengan Goh? dan kenapa Goh ingin mencelakai Lili?"
"Saya memasok produk alat medis saya di rumah sakit swasta tempatnya Lili magang dan dokter Goh satu-satunya pemasok alat medis di sana merasa tersaingi dan tidak rela jika saya tetap memasok produk saya di sana. Kalau soal dokter Goh ingin mencelakai Lili, saya tidak tahu alasannya. Lebih baik nanti, anda tanyakan ke dokter Goh pas waktunya tepat"
Maha diam membisu dan terus menatap tajam ke Elmo.
"Kalau anda hendak memukul saya lagi maka, dengan sangat terpaksa saya akan menangkisnya meskipun anda adalah papa mertua saya karena, dua pukulan anda tadi sudah cukup menyakitkan buat saya" Elmo meringis ke Maha dengan sikap waspada
Dan tanpa Elmo duga sama sekali, Maha menggelegarkan tawanya kemudian berkata, "hahahahaha, aku dari awal berjumpa denganmu dulu, sebenarnya sudah menyukai karakter kamu namun, sayangnya kamu anaknya Moses Elruno dan ternyata memang takdir mengharuskan kita untuk bertemu kembali dan bersatu menjadi keluarga. Oh! betapa keruh nasibku, cih!"
"Saya tersanjung dapat pujian pertama dari papa mertua" sahut Elmo dengan senyum lebarnya.
"Jangan senyum terus di depanku!" Maha memekik kesal dan Elmo segera menghapus senyum itu dari wajah tampannya.
"Lili sekarang ada di rumah temannya. Aku akan menjemputnya, kamu tunggu di sini"
"Pa!" Elmo mencegah langkahnya Maha lagi.
Maha menoleh ke Elmo dengan kerutan di dahinya, "Pa?"
"Anda mertua saya sekarang ini. Anda lupa? saya sudah menikahi putri anda"
"Aaahhh! sial! kamu benar lagi. Oke! kamu tunggu di sini aku akan menjemput Lili.
"Tapi Lili tidak ada di rumah temannya saat ini, Pa" ucap Elmo.
"Lalu dimana Lili?"
__ADS_1
"Lili aman saat ini. Saya sudah mengamankan Lili. Sekarang tinggal kita berdua Pa, siap tempur untuk melawan dokter Goh"
"Aman bagaimana maksudmu? bukankah Lili paling aman berada di sini, di rumah ini, di dalam lindungannya Maha Adijaya" Maha menggoncang-nggoncangkan tubuhnya Elmo.
"Pa, tenang dulu! saya tidak akan kasih tahu Lili dimana saat ini karena, banyak telinga di sini dan saya tidak memercayai siapa pun. Saya akan bawa anda menemui Lili setelah kita berhasil melumpuhkan dokter Goh" ucap Elmo dengan santainya.
Maha masih memegang kedua bahunya Elmo kemudian duduk kembali lalu menopang wajah gantengnya sekaligus garang dengan kedua telapak tangannya.
"Pa, maafkan saya kalau saya bertindak tanpa persetujuannya papa karena, saya hanya fokus pada keselamatannya Lili" ucap Elmo sembari duduk di depannya Maha.
Maha menghela napas panjang lalu menatap Elmo, "lalu apa rencana kamu sekarang?"
"Papa harus melepaskan diri dari bisnis narkoba selamanya itu langkah awal kita"
"Hah! kau gila!?"
"Saya gila sedari awal saya tahu kalau Lili adalah putri anda dan saya sangat mencintai putri anda" ucap Elmo. "Dan jika anda juga mencintai dan menyayangi Lili maka, lepaskan bisnis narkoba anda untuk selamanya"
Maha termenung kemudian berkata, "baiklah! aku akan lepaskan bisnis narkoba ku lalu apa selanjutnya?"
"Limpahkan semuanya ke dokter Goh untuk memancing keserakahannya dokter Goh. Kita akan mudah mengalahkan seseorang di dalam keserakahannya mereka" ucap Elmo.
"Okelah! aku serahkan semuanya ke kamu tapi kalau sampai Lili kenapa-kenapa, aku akan mencincangmu"
"Siap papa mertuaku" Elmo tersenyum lebar kemudian memberanikan diri untuk bertanya, "apa ini berarti anda sudah merestui pernikahan saya dan Lili?"
Maha tergelak geli dan berkata, "kamu memang gila dan pemberani, mirip dengan kakek dan papa kamu. Aku saat ini terpaksa merestui kalian dan jika semuanya sudah kelar dan Lili baik-baik saja barulah aku akan benar-benar merestui kalian"
Elmo berucap "Yes!" lalu bangkit dan hendak memeluk papa mertuanya namun, Maha menahan tubuhnya Elmo dan berkata, "jangan main peluk seenaknya! aku alergi dipeluk oleh pria apalagi pria keturunannya Elruno,cih!"
Elmo tersenyum lebar, menarik kembali kedua tangannya yang menjulur ke tubuhnya Maha kemudian berkata, "saya tidak menyangka kalau papa ternyata memiliki hati yang lembut juga, ya"
Maha merona merah karena ,baru kali itu dia mendapatkan pujian yang tulus dari orang lai dan segera memalingkan muka sambil berucap, "kita ke ruang kerjaku untuk mulai beraksi!" dan langsung bangkit melangkah meninggalkan Elmo
"Siap Pa?" Elmo segera mengikuti langkah papa mertuanya menuju ke ruang kerjanya Maha Adijaya
__ADS_1