
Keesokan harinya, di saat Elmo berdiri di depan pintu kamarnya Loly, jam menunjukan pukul enam. Elmo hendak mengangkat tangan kanan untuk mengetuk pintu kamarnya Loly, tiba-tiba Loly menampakkan batang hidungnya.
Elmo tersenyum penuh cinta dan menyapa, "selamat pagi, manisku"
Loly menutup pintu sambi menatap Elmo, "pagi cintaku"
Elmo langsung mendekap Loly dan Loly mendorong pelan tubuhnya Elmo, "sayang, kalau mama memergoki kita gimana?"
Elmo meraih Loly dan dia dekap kembali, "biarin kalau mama lihat, aku akan langsung bilang, ma, kenalkan ini calon menantumu"
Loly terkekeh, menepuk pundaknya Elmo lalu melepaskan diri dari dekapan kekasih tampannya itu. Loly mendongakkan wajah, "ada apa kemari pagi-pagi begini?"
"Mau mengajak kamu joging sekalian sarapan di luar karena, ada yang ingin aku ceritakan ke kamu"
"Emm, udah pamit sama mama dan yang lainnya?" tanya Loly.
Elmo menggelengkan kepalanya, "kita pamit ke penjaga pintu depan aja dan aku juga udah bilang sama Mak Ijah tadi"
"Aku ganti baju dulu, kalau mau joging masa iya pakai dress, lagian aku belum mandi kalau mandi dulu?"
Elmo langsung menarik tangan kanannya Loly, "kelamaan. Pakai dress juga nggak apa-apa, kamu cantik pakai apapun. Pakai mantol hujan aja, cantik kok. Kalau Joging asal bersepatu, aman. Nggak mandi juga nggak apa-apa, kamu wangi dan masih manis kok"
Loly tersenyum menatap tangannya yang digenggam dan digandeng terus sama Elmo. Loly juga tersenyum karena hatinya merasa hangat mendapatkan begitu banyak pujian dari kekasih hatinya di pagi hari lalu dia berucap, "ngegombal di pagi hari bikin kadar gula naik dan menimbulkan penyakit diabetes"
Elmo membukakan pintu mobil untuk Loly lalu senyumnya merekah, "kok bisa bikin diabetes? lagian aku serius kok nggak ngegombal"
Loly tertawa kecil dan berucap, "habisnya ngegombal itu so sweet kan bisa bikin gula darah naik jika kita terlalu banyak menelan yang manis-manis"
Elmo tersenyum masih mengenai pintu mobilnya dan menatap Loly dengan sorot mata jenaka.
"Kenapa menatapku begitu? garing ya leluconku?"
Elmo terkekeh dan menganggukkan kepalanya. Loly langsung tergelak geli dan menepuk dadanya Elmo, "yeeeaahh, aku rasa juga garing"
Mereka berdua langsung melepaskan tawa mereka ke udara.
Loly kemudian masuk ke dalam mobil dan Elmo menutup pintunya.
__ADS_1
Setelah duduk di belakang kemudi, dia memasangkan sabuk pengamannya Loly lalu dia pasang sendiri sabuk pengamannya dan langsung meluncurkan si Nancy, mobil kesayangannya itu.
Loly menoleh ke Elmo, "katamya joging, kok naik mobil?"
"Kita joging di taman dekat kampus" jawab Elmo.
"Hah? sejauh itu?" Loly membuka mulutnya lebar-lebar ke Elmo.
"Hahahaha, kami cantik kalau mulut kamu terbuka lebar kayak gitu" ucap Elmo dan Loly langsung mengatupkan kedua mulutnya sambil menepuk bahunya Loly, "apaan sih, dari tadi so sweet bagi, adek meleleh nih bang"
"Heeee, aku memang lagi suka bermanis-manis sama kamu karena, aku lagi kangeeennn bangeetttt sama kamu"
"Wuiihhh masih ada lagi nih yang manis-manis" ucap Loly sambil terkekeh geli. Elmo menoleh sekilas ke wajah manisnya Loly dan mengembangkan senyum di wajah tampannya sambil terus mengemudikan si Nancy.
"Kamu masih tertarik kuliah di kedokteran?" tanya Elmo kemudian.
"Masih. Tapi otakku nggak seencer kamu. Usia kita hanya terpaut beberapa bulan tapi kamu udah masuk ke kampus sedangkan aku masih duduk di bangku SMA" sahut Loly sambil mengerucutkan bibirnya.
Elmo tertawa lalu mengusap rambutnya Loly, "kamu juga pandai kok, buktinya selalu berada di peringkat tiga. Kalau nilai kamu bisa bertahan terus seperti ini sampai nanti lulus, kami bisa dapat jalur undangan masuk ke universitas negeri ambil kedokteran"
"Kalau gitu aku akan pertahankan nilaiku demi kamu" sahut Loly sambil menarik tangan Elmo dari atas kepalanya lalu dia genggam tangan itu dan dia taruh di atas pangkuannya.
"Heeeeee" Loly meringis lalu melepaskan tangannya Elmo.
Elmo terkekeh dan kembali memang kemudi dengan kedua tangannya lalu berucap, "kalau mau mempertahankan nila bagus kamu, jangan demi aku, tapi demi cita-cita kamu, demi masa depan kamu"
"Iya itu alasan yang benar tapi bagi Loly, jika itu demi kamu maka Loly menjadi lebih bersemangat di dalam segala hal, heeee"
"Waaahh, aku juga dapat yang manis-manis nih, akhirnyaaaaaaa" Sahut Elmo mendengarkan pujian dari Loly.
Loly tertawa lepas dan Elmo meliriknya.
Kamu manis sekali kalau tertawa seperti itu. Semoga setelah aku menceritakan semuanya ke kamu, tawa kamu tidak akan hilang untuk selamanya. Batin Elmo.
Mereka akhirnya sampai di taman di dekat kampusnya Elmo. Mereka turun dan mulai joging mengitari taman setelah melakukan beberapa gerakan pemanasan.
"Loly, emm, aku ingin bercerita sama kamu. Kita duduk dulu di bangku itu, yuk!" ucap Elmo setelah mereka berjoging mengitari taman sebanyak dua kali.
__ADS_1
Loly menganggukkan kepalanya sambil berjalan menuju ke sebuah bangku lalu duduk di atasnya.
Elmo merapikan rambutnya Loly lalu duduk di sebelahnya Loly. Untuk sejenak cowok tampan keturunan Elruno itu tertegun memandang wajah kekasih hatinya yang nampak semakin manis kena sorotan sinar mentari.
Loly menoleh, "katanya mau cerita kok malah bengong liatin aku?"
"Habisnya kamu manis banget pagi ini, beruntungnya aku bisa menjadi pacar kamu" ucap Elmo.
"Mulai lagi nih memuji aku terus, bisa beneran kena diabetes aku entar" ucap Loly sambil tersenyum geli.
Elmo ikutan tersenyum lalu mulai membuka ceritanya sambil merangkul Loly, "emm, dulu ada sepasang suami istri. Suaminya berprofesi sebagai mafia, ketua gangster kelas kakap, disegani se Asia. Dia asli Tiongkok dan istrinya orang Indonesia. Mereka menikah dan menetap di sini sampai putri mereka berumur dua atau tiga tahun. Saat putrinya berumur dua atau tiga tahun itu, putri kecil itu diculik oleh asisten pribadi si mafia karena dendam pribadi"
"Lalu?" Loly bersemangat mendengarkan ceritanya Elmo karena dia menyukai film action dan dia pikir Elmo telah menceritakan sebuah adegan di salah satu film action.
"Lalu, kedua suami istri itu tidak berhasil menemukan putrinya sampai bertahun-tahun lamanya. Sang suami menjadi stress, suka melampiaskan kemarahan dan frustasinya karena, tidak berhasil menemukan putrinya dengan cara menyiksa istrinya. Dan karena tidak tahan dengan sikap suaminya yang berubah menjadi temperamen, kejam, dan suka menyiksanya, sang istri berselingkuh dengan salah satu pengawal suaminya"
"Kasihan mereka" ucap Loly.
"Itu belum seberapa. Sang suami yang memang memiliki sikap dingin, kejam, dan tidak memiliki jati nurani namun, dia lembut, dia selalu bersikap lembut pada istri dan anaknya karena, dia sangat mencintai istri dan anaknya, Namun, semua kelembutannya berubah setelah anaknya hilang dan istrinya berselingkuh dia menjadi semakin kejam, dia menembak istrinya itu dan menyiksa pengawal yang berselingkuh dengan istrinya sampai mati kemudian dia balik ke Tiongkok"
"Ngeri sekali cerita kamu. Apa judul filmnya? aku pengen nonton sama kamu nanti" ucap Loly.
Elmo mendesah panjang, mengelus bahunya Loly dan berkata, "ini bukan cerita dari sebuah film. Ini kisah nyata"
Loly menoleh dan bertanya, "kisah nyata? kisah siapa? kisah teman kamu?"
"Loly, aku minta kamu siapkan hati kamu dan jangan pingsan atau bersedih ya. Aku akan selalu ada di sampingmu, aku akan selalu berusaha melukis kebahagiaan di wajah manis kamu ini, jadi jangan sedih, jangan pingsan dan......." Elmo berucap sambil menangkup wajah mungil dan manisnya Loly.
Loly menautkan kedua alis tebalnya, "maksud kamu apa?" dengan suara gemetar.
"Kisah yang aku ceritakan tadi adalah kisah orang tua kamu. Papa kandungmu telah kembali dari Tiongkok setelah dia mengendus keberadaanmu, papa kamu......"
"Maksud kamu, mafia kejam, gangster berdarah dingin yang membunuh istrinya sendiri itu........pa......pa.....papaku?" Loly langsung menarik wajahnya dari kedua tangannya Elmo.
"Iya dan kemarin aku sudah bertemu dengannya maaf jika aku tidak bercerita dulu ke kamu dan aku memilih untuk menemuinya dulu karena, aku pikir aku bisa mendapatkan perdamaian darinya. Dia dendam dengan Elruno dan ingin menumpas habis Elruno karena kisah masa lalu kakek buyut kami dan dia ingin membawa kamu dan mama Melati kita karena, dia ternyata ingin memiliki mama dan......."
Loly berdiri, menatap Elmo dengan tajam lalu menggeleng-nggelengkan kepalanya, "nggak! nggak mungkin! itu semua bohong kan?"
__ADS_1
Elmo langsung berdiri dan mendekap Loly, "semua benar sayang, tapi jangan sedih, jangan menghindariku, jangan menghindari keluarga Elruno, aku akan cari jalan keluarnya, asal kamu tegar aku akan memiliki kekuatan untuk menghadapi semuanya dan bisa berpikir jernih untuk mencari jalan keluarnya. Percayalah padaku"
Elmo terus mengelus punggungnya Loly yang terguncang hebat karena, tangisannya Loly.