My Cute Nanny

My Cute Nanny
Aku sangat mencintaimu


__ADS_3

Moses keluar dari ruang rawat inap omnya dan menuju ke ruang kerjanya sang direktur rumah sakti tersebut yaitu, Dokter Erlangga.


Dia menemui papa asuh tercintanya itu untuk meminta restu, dia sudah bertekad bulat akan melaporkan Brenda ke polisi.


"Iya, om restui. Hati hati Mo"


"Terima kasih banyak, om" kata Moses sembari memeluk erat Dokter Erlangga.


Dokter Erlangga membalas pelukannya Moses selama beberapa detik dan di saat Dokter ganteng kemudian melepaskan pelukannya dan berkata "maaf om tidak bisa menemani kamu, sebentar lagi om akan menangani sebuah operasi. Kalau ada apa apa tinggalkan pesan text di ponselnya om. Selama satu jam ke depan Om tidak bisa menerima telepon kamu. Jadi hati hati"


"Baik om. Moses sayang sama om"


"Om juga sayang sama kamu. Om bersyukur akhirnya semua menjadi jelas dan terungkap sudah siapa dalang di balik semua peristiwa mengerikan yang terjadi di dalam kehidupanmu, Mo. Jika Brenda dan Dipo sudah membusuk di penjara maka om akan tenang, sekarang lekaslah berangkat ke kantor polisi!"


Dalam perjalanan menuju ke kantor polisi, Moses menerima telepon dari Alfa "Mo, aku menyusul Rini dan Melati beserta Chery ke sebuah mall. Tadi Rini ke rumahmu dan mengajak Melati untuk keluar. Katanya tadi Melati menelepon kamu beberapa kali tapi tidak kamu angkat jadi dia kirim pesan text ke kamu" kata Alfa di seberang sana dalam satu tarikan napas tanpa jeda sama sekali.


"Shit! Ray kirimkan beberapa anak buah untuk menyusul Melati dan Chery. Aku tidak ingin Melati dan Chery kenapa kenapa!" kata Moses mulai panik.


"Baik tuan!" Ray langsung menghubungi anak buahnya.


"Fa, kamu masih........"


"Iya ada apa?" sahut Alfa langsung.


"Tolong kamu jaga dan lindungi Melati dengan baik ya! aku menyusul kamu sekarang!"


"Jangan susul aku! kamu langsung ke kantor polisi saja! aku akan melindungi bidadari bidadari cantik hari ini, jangan khawatir!"


"Oke! terima kasih!"


"Oke brother" Alfa kemudian memutuskan sambungan ponselnya.


"Ray, kamu sudah kirim anak buah kamu untuk menyusul Melati?" Moses berucap sembari memeriksa pesan text di ponselnya.


"Sayang, Melati mengajak Chery keluar untuk membeli pembalut, ini tanggal dapetnya Melati jadi mau beli untuk persediaan, sekalian diajak keluar sama Rini"


"Sudah tuan, Mereka pergi bersama Joko, dan Joko sudah mengajak Pramono pengawal terbaiknya kita, tuan" sahut Ray.


Moses kemudian menelepon ponselnya Melati.


"Sayang, kamu di mana sekarang?" tanya Moses.


"Ada di mall sama Rini dan Chery, ada apa? kamu mau dibelikan apa?"


"Kamu hati hati ya, setelah beli apa yang kamu perlu langsung pulang!" Kata Moses dengan nada khawatir.


"Tapi habis ini, mau diajak makan siang sama Rini" kata Melati di seberang sana.


Moses menghela napas panjang. Dia lupa kalau Melati itu keras kepala orangnya, kalau dilarang maka akan perlu beberapa waktu untuk berdebat dahulu.


Akhirnya Moses mengalah dan berkata "oke aku ijinkan, tapi jangan lama lama ya! Pramono ada di dekat kamu saat ini?" tanya Moses.


"Iya, dia ada di dekatku nih, mau bicara?"


"Baiklah! kasih ponsel kamu ke Pramono"


"Iya tuan?" tanya Pramono yang langsung mengambil sikap tegap.


"Kamu jangan lepaskan pengawasan kamu atas nyonya dan nona muda!" perintah Moses ke Pramono.

__ADS_1


"Siap tuan!" jawab Pramono.


"Jangan biarkan orang asing mendekati mereka! kalau mereka sampai celaka aku akan menghajar kamu, mengerti!?"


"Siap tuan" jawab Pramono.


"Oke sekarang kasih ponselnya ke nyonya kamu!"


"Siap tuan!" Pramono langsung menyerahkan ponsel kembali ke dalam genggaman tangan nyonyanya.


"Sayang, ati ati ya. I Love You" kata Moses.


"Hmm" jawab Melati.


"Kok nggak dijawab balik I Love You?" Moses mulai protes.


"Ada Rini" jawab Melati setengah berbisik.


"Hahahaha, oke tapi nanti kasih tiga ronde buat aku ya sebagai gantinya"


"Hmm" Melati langsung tersenyum dan merona wajahnya.


"Aahhh, benarkah?" matanya Moses langsung berbinar binar "thank you cinta, hati hati, aku tutup teleponnya ya" kata Moses.


Ray berasa ingin mengunyah sepatunya saat ini. Tiga ronde tuan, wow ampuh tuan, ampuh. Batin Ray merana kembali untuk kesekian kalinya.


"Iya" jawab Melati.


Moses langsung mematikan sambungan ponselnya dan masih menyisakan senyum cerahnya.


"Sudah sampai tuan" kata Ray dan langsung menghentikan si Blacky di depan kantor polisi.


Alfa celingukkan ketika sudah memasuki supermaket yang ada di dalam sebuah mall yang cukup besar. Alfa mencari keberadaannya Melati dan Rini.


Saat pandangannya berhasil menangkap sosoknya Rini dan Melati, dia langsung tersenyum lebar dan berlari mendekati mereka.


"Kak Alfa?" Rini berteriak kegirangan.


"Cieeeee yang baru jadian nih" goda Melati sembari membayar belanjaannya.


"Hahahahaha, iya nih lagi sayang sayangnya nih, Mel" ucap Alfa sembari mengusap lembut rambutnya Rini dan Rini langsung merona senang menatap wajah tampan pujaan hatinya itu.


"Kamu Pramono, kan? pengawal terbaiknya Moses?" tanya Alfa saat melihat keberadaannya Pramono.


"Iya tuan dan anda tuan Alfa bukan? adik sepupunya tuan Moses?" Pramono balik berbasa basi.


"Iya, ternyata aku lumayan terkenal juga ya, heeee" jawab Alfa.


Melati dan Rini tersenyum geli mendengar ucapan polosnya Alfa.


Akhirnya mereka selesai berbelanja.


"Kita ke mana nih?" tanya Alfa.


"Kita ke lantai atas aja, makan di food court. Kakak nggak keberatan, kan?" tanya Rini.


"Asal ada kamu, di mana aja terasa nyaman buatku"


"Aaahh mulai pintar ngegombal nih" kata Rini sembari terkekeh geli.

__ADS_1


"Aku serius kok dikatakan ngegombal sih, hahahaha" Alfa tergelak lepas.


Melati ikutan tersenyum lebar mendengar ocehannya Rini dan Alfa.


Mereka akhirnya sampai di food court dari mall tersebut. Mereka memilih kedai bakmi.


Alfa mengambil gambarnya Rini dan Melati yang masih menggendong Chery dengan selendang lalu mengirimkannya ke Moses.


Moses menerima pesan textnya Alfa dan merasa tenang. Melihat istri dan anaknya dalam keadaan aman dan berada dalam perlindungan orang orang terpilihnya. Sehingga bos besar itu bisa fokus ke masalahnya Brenda dan Dipo.


Kelima anak buahnya Moses juga telah sampai di dalam mall tersebut dan langsung berdiri berjajar dengan gagah, tidak jauh dari mejanya Melati.


Tiba tiba Melati merasa ingin pergi ke toilet. Dia meminta tolong Rini untuk memangku Chery sebentar karena, dia ingin pergi ke toilet


Alfa hendak berdiri untuk mengantarkan Melati ke toilet, tetapi tatapan matanya Rini membuat dia mengurungkan niatnya.


Akhirnya Pramono yang berdiri dan mengawal Melati menuju ke toilet yang terletak tidak jauh dari meja mereka.


Melati masuk ke dalam toilet tersebut dan Pramono menunggu di depannya.


Dari kejauhan Dipo Herlambang menatap mereka dengan sangat kesal.


Kalau seperti ini, mana mungkin aku bisa mendekati Melati dan Chery. Aaah sial. Batin Dipo kesal.


Tanpa mereka sadari di situ juga ada Awan. Awan mengikuti papanya tadi karena tingkah laku papanya dirasa sangat aneh oleh Awan.


Benar firasatnya Awan. Papanya sedari pagi tadi parkir di depan istananya Moses. Pada saat sebuah mobil keluar dari istananya Moses, mobil papanya pun langsung mengikutinya.


Apa rencana kamu, pa? Batin Alfa.


Melati keluar dari toilet dan balik ke mejanya lagi.


Alfa tengah memangku dan memberikan dot susu ke Chery.


"Kamu anak kecil pertama yang nge-fans sama aku, hahahaha, aku juga nge-fans sama kamu Chery"


Melati dan Rini tersenyum menatap Alfa.


Pramono yang mengetahui keberadaannya Dipo Herlambang karena, dia sangat terlatih dan terbiasa menyisir setiap sudut dari suatu ruangan dengan cermat, langsung mengambil ponsel dari saku kemejanya.


Pramono langsung mengirim pesan text ke ponselnya Moses.


Moses membalas pesan textnya Pramono.


Bagus! Awasi terus jangan sampai lolos. Sebentar lagi polisi meluncur ke sana untuk menangkapnya. Isi pesan text dari Moses Elruno.


Pramono langsung menerapkan teknik pengawasan yang dia kuasai sebagai detektif dan pengawal pribadi yang handal. Dia terlihat acuh tak acuh tetapi siap menerkam jika lawannya hendak kabur, tajam dan gesit seperti seekor elang.


Awan terus menatap Melati dan bergumam "kamu cantik sekali hari ini, Mel. Aku sangat merindukanmu" gurat penyesalan tergambar jelas di wajah gantengnya saat ini.


Miracle ternyata tidak seperti yang dia bayangkan dan harapkan selama ini. Miracle ternyata egois dan manjanya minta ampun. Berbeda seratus delapan puluh derajat dengan Melati.


Tetapi keseksian dan kecantikannya Miracle berhasil menutupi semua sikap Miracle yang menjengkelkan dan dirasa Awan kurang cocok dengannya. Awan berusaha terus menahan semuanya karena, memang Miracle yang akhirnya dia pilih untuk menjadi pacarnya. Dia harus terima semua kekurangannya Miracle yang begitu banyak ternyata. Bahkan cowok ganteng, putra tunggalnya Dipo Herlambang itu berniat akan mengikuti Miracle ke Jerman. Awan oengen pergi sejauh jauhnya, meninggalkan semua kenangan yang terjejak dengan sangat jelas, di negeri ini


Saat ini, detik ini, di saat dia melihat Melati, rasa cinta dan kerinduan untuk Melati kembali muncul dan terasa menyesakkan dadanya.


Aku baru sadar saat ini, Mel. Aku mencintai kamu ternyata. Bahkan sangat besar ternyata. Batinnya Awan merana perih menahan penyesalan, rindu, dan cintanya untuk Melati.


Dipo memakan makanan yang dia pesan sembari melakukan panggilan ponsel lewat headset nirkabelnya. Dipo menghubungi kekasih gelapnya, Brenda Elruno. Meminta Brenda mengirimkan beberapa anak buah untuk membantu Dipo Herlambang menculik Melati dan Chery. Dipo Herlambang tidak menyadari kehadiran putra tunggalnya saat ini, yang tengah mengawasinya tanpa lengah sedikit pun. Dia juga tidak mengetahui kalau polisi sudah meluncur ke mall tersebut untuk menangkapnya.

__ADS_1


__ADS_2