My Cute Nanny

My Cute Nanny
Sayangnya kau bukan milikku lagi


__ADS_3

Trio Elruno masuk ke dalam kamarnya Melati. Mereka mendapati Angel tengah mengobrol dengan Melati dan Rini, penuh keceriaan dan nampak santai.


Moses, Alfa, dan James saling bersitatap. James dan Alfa yang paling merasa heran dan terkejut akan perubahan sikap Angel yang begitu drastis. Sejak pulang ke tanah air Angel selalu diam dan hanya membaca komik di dalam kamarnya. Begitu mengetahui kalau mamanya dipenjara dia langsung menginginkan homeschooling, gadis cantik yang masih remaja itu, merasa enggan untuk keluar rumah dan bergaul dengan orang lain karena, malu. Angel juga jarang sekali mengeluarkan kata kata.


Tetapi sekarang, seolah James dan Alfa tidak mengenali Angel yang kini terpampang nyata di depan mata mereka. Angel kini tertawa lepas, dan terus berceloteh dengan tanpa henti, bahkan sesekali memeluk Melati.


Mak Ijah tengah menjaga Chery dan Elmo yang masih tertidur pulas di atas tempat tidur, matahari dan bulan miliknya Moses Elruno itu seolah tidak merasa terganggu dengan gelak tawanya Angel.


Angel langsung berlari memeluk kakaknya ketika melihat kakaknya masuk ke dalam kamar itu. Angel langsung teringat akan kata katanya Awan, dia langsung menggantungkan awan mendung kembali di wajah cantiknya. "kak, aku mencintaimu, aku nggak ingin kakak yang lain lagi, aku cuma punya satu kakak" Angel terisak di dalam pelukannya Alfa.


"Iya, kamu tenang saja, kakak akan selalu melindungi kamu, kakak juga mencintaimu, maafkan kakak kalau selama ini kakak kurang memberikan perhatian untuk kamu, maafkan kakak yang jarang menengok kamu sewaktu kamu masih berada di luar negeri. Kakak janji mulai sekarang ini, kakak akan lebih memperhatikan kamu, hmm" Alfa mencium pucuk kepalanya Angel.


"Kak, aku tadi jatuh ke dalam danau dan ditolong sama seorang cowok, dia tampan, bahkan kakak kalah tampan heeee" Angel langsung menghentikan tangisannya dan melepas pelukannya lalu mendongakkan kepalanya menatap kakak tampannya.


Alfa merasa lega, Angel tidak berlarut larut dalam kesedihannya.


Moses langsung memahami situasinya "aku tahu siapa yang kamu maksud, namanya bapak Arkan Wijaya, nah itu kan orangnya?" Moses menunjuk ke arah pintu masuk kamarnya.


Arkan muncul di ambang pintu sembari mengulas senyum "permisi, saya melihat pintu kamar ini terbuka dan saya ke sini karena mau pamit pulang"


Angel langsung menenggelamkan wajahnya ke dalam pelukannya Alfa. Alfa merasa heran dengan sikapnya Angel yang berubah ubah saat ini. Tadi ceria, lalu menangis kemudian nampak bersemangat, terus sekarang ini merona malu dan menyembunyikan wajahnya. Alfa kemudian melempar pandangannya ke Arkan.


Hmm, tampan sekali. Benar kata Angel. Aku kalau tampan nih, bahkan nampak lebih muda dari aku. Batin Alfa.


"Aaah, adik kecil, syukurlah kalau kamu baik baik saja" kata Arkan.


"Aku bukan adik kecil" Angel bergumam di dalam dekapannya Alfa dan masih menyembunyikan wajahnya di sana.


"Hahahaha, iya nona muda, aku akan panggil kamu nona muda aja ya" kata Arkan.


Semua pun terkekeh geli mendengar ucapannya Arkan.


Setelah mengucapkan selamat kepada Melati dan Moses atas dibukanya gedung baru dan danau biru untuk umum, Arkan pun pamit pulang dan meninggalkan mereka semua.


Alfa melepaskan Angel dari pelukannya dan mengajak Rini, Melati, Moses dan papanya untuk berbicara di ruangan yang lain.


"Awan benar benar ceroboh, dia mengatakan ke Angel kalau dia kakaknya Angel" Alfa membuka percakapan.


"Hah?!" Rini dan Melati langsung ternganga secara bersamaan.


"Iya, Awan dan Angel saudara satu papa" jawab Alfa.

__ADS_1


Sementara Moses terus memainkan rambutnya Melati. Mengambil sejumput dendam dengan jari jemarinya dan meremas rambutnya Melati di antara jari jemarinya itu, kemudian menciuminya.


"Aku bingung sekarang ini, aku tidak punya pengalaman menangani anak gadis seusia Angel. Aku takut salah ucap dan salah dalam bertindak. Aku tidak memahami soal remaja. Aku juga tidak begitu dekat dengan Angel karena sejak Angel memasuki usia siap untuk memulai sekolah dasar, mama sudah mengirim Angel untuk bersekolah ke luar negeri" kata Alfa sedih.


"Fa, kalau papa sarankan. Kamu serahkan Angel ke Melati saja, dia kan seorang psikolog" kata James "lagi pula papa lihat tadi, Melati sudah dekat dengan Angel. Angel juga nampak sangat menyayangi Melati"


Melati tersenyum "saya bersedia om, tetapi saya sekarang ini masih repot karena anak anak saya masih kecil, dan bayi gede saya ini" Melati mengusap pelan pipinya Moses "hahaha, bayi gede saya ini, masih sering merajuk pula"


Moses langsung mencium bibirnya Melati tanpa malu malu.


"Mo, jangan lakukan itu di depan kami! huh dasar Moses!" Alfa mulai protes melihat kemesraan Moses ke Melati. Karena dengan melihatnya, Alfa timbul keinginan untuk mencium Rini tapi malu, ada papanya saat ini. Makanya cowok tampan berjiwa Flamboyan itu pun langsung protes.


Melati langsung menepuk pelan dadanya Moses "sayang, dengerin tuh kak Alfa"


"Hahaha, aku cinta kamu" Moses terus menatap istrinya, kemudian terkekeh geli.


James Elruno ikutan terkekeh geli dan menggeleng nggelengkan kepalanya melihat tingkahnya Moses dan Alfa.


"Lalu bagaimana solusinya?" tanya James Elruno.


"Kita minta waktu sama pak Arkan saja bagaimana? dia seorang profesor dan sudah sering sekali menangani remaja remaja bermasalah yang masih mencari jati dirinya, dan beliau berhasil" kata Melati.


"Benarkah" tanya Alfa sembari mengelus elus pelan bahunya Rini yang tengah dia peluk.


"Hmm" jawab Rini.


"Aku setuju" sahut Moses yang masih asyik memainkan rambutnya Melati dengan jari jemarinya.


"Baiklah, aku juga setuju" kata James Elruno.


"Oke, good! aku juga setuju. Besok aku akan ajak Angel menemui Arkan" kata Alfa.


"Oke kita balik ke kamar kita masing masing sebelum makan malam siap" kata Moses.


Mereka pun kemudian masuk ke kamar mereka masing masing. Moses meminta mereka semua menginap di danau biru malam ini karena, besok adalah ulang tahunnya Melati. Moses sudah menyiapkan kejutan untuk istri tercintanya. Itulah kenapa semuanya belum diijinkan pulang oleh Moses.


"Mama sama om Erlangga mana?" tanya Melati.


""Mereka di tepi danau tadi" jawab Moses.


"Ooo, baguslah"

__ADS_1


Ceklek


Moses membuka pintu kamarnya dan mendapati Angel masih duduk di atas tempat tidur bercanda dengan Chery. Elmo digendong Ijah dengan selendang.


"Kamu kenapa masih di sini?" Moses menatap Angel penuh heran.


"Angel pengen bobok sama kak Melati, boleh?"


"Aaah, sial! nambah satu lagi nih sainganku" kata Moses mulai meraup kasar wajah tampannya


"Hahahaha, sayang jangan gitu ah" Melati menepuk pelan pundaknya Moses.


Moses kemudian meraih Elmo dari gendongannya Ijah dan berkata "tinggalkan kami!"


Ijah pun menganggukkan kepalanya dan meninggalkan kamar tuan dan nyonyanya.


Moses kemudian duduk di atas tempat tidur dan menatap Melati yang tengah berbicara dengan Angel. Angel akhirnya memeluk Melati dan tersenyum ke arah Moses "aku nitip kak Melati ya, nanti malam aku ke sini lagi" Angel melangkah ceria meninggalkan kamarnya Moses dan Melati.


Chery langsung melompat ke dalam pelukannya Melati dan berucap "ma ma ma"


"Dasar bocah aneh, bisa bisanya dia bilang titip kak Melati, memang kamu tuh siapanya dia, cih!" Moses mulai protes.


"Hahahaha, sayang, namanya juga anak anak"


"Kamu tadi bilang apa ke dia, kok bisa dengan mudahnya, dia pergi dari sini?" tanya Moses penuh rasa penasaran.


"Rahasia perempuan, laki laki nggak boleh tahu" Melati berucap sembari melempar senyum jahil ke arahnya Moses.


"Waahh, kalau nggak ada duo krucil nih, sudah aku terkam kau" Moses menggeram penuh cinta ke arah istrinya.


Melati bercanda dengan Chery sembari berucap "terkam nih Chery, mama terkam, aauummm" Melati menggemakan tawa merdunya, Chery pun tertawa lepas terkena hujan ciuman dan gelitik dari mama cantiknya.


Moses ikutan berucap "papa juga bisa menerkam nih, papa menerkam Elmo, aauummm" Elmo menggeliatkan tubuhnya yang masih berada di dalam dekapan papanya, ketika papa tampannya melahap gemas pipi gembulnya.


Awan masih membeku di dalam mobilnya. Angan angannya menerawang jauh. Dia membutuhkan Miracle untuk berbagi segala duka dan kebingungan yang saat ini dia rasakan. Tetapi Miracle sudah berada di Jerman saat ini.


Betapa dia merindukan saat saat indahnya bersama Melati dulu. Melati yang selalu bisa mengurai segala kebingungan yang dia bagikan. Melati yang selalu mampu memberikan kembali keceriannya di saat dia merasa sedih.


Kamu berubah menjadi sangat cantik dan mempesona, Mel. Sayangnya tawa kamu, senyum kamu, hati dan raga kamu, bukan milikku lagi. Aku sedih melihat kau bahagia. Iya aku sedih, sangat sedih. Kamu bahagia dengan laki laki lain, aku merasa tidak rela. Awan berkata di dalam hatinya.


Awan kemudian memejamkan matanya dan ketiduran di dalam mobil sedan tua kesayangannya.

__ADS_1


__ADS_2