
Moses memeluk erat istri cantiknya "sayang, maafkan kebodohan kebodohanku di masa lalu ya. Aku banyak melakukan dosa dan kebodohan di masa lalu. Andaikan aku bisa mengingatmu lebih awal, anak kita pasti sudah berjumlah sebelas saat ini, ya"
Melati secara spontan langsung mengganti isak tangisnya dengan tawa renyah setelah mendengar seloroh dari suaminya.
"Kami tuh lebih cantik kalau tersenyum dan tertawa. Jangan suka nangis lagi ya, aku nggak tahan kalau lihat kamu mencurahkan air mata dari kelopak mata kamu yang indah ini" Moses mengusap pelan kelopak mata istrinya dengan jari jempolnya. "Yang layak kamu bagikan dari kelopak mata kamu yang sangat indah ini adalah binar binar kebahagiaan, sayang. Aku janji akan selalu menghidupkan binar binar itu di sini" Moses mengecup bergantian kedua kelopak mata istri imutnya itu.
Melati terhanyut dalam dekapan dan jutaan ciuman yang Moses daratkan di atas wajah imutnya.
"Oooeeekkk oooeeekkk oooeeekkk" Elmo terbangun dan menangis dengan sangat kencang.
"Huaaaa huaaaa hiks hiks huaaaa" Chery pun melakukan hal yang sama karena, kaget mendengar tangisan dari adik tampannya.
"Hufffttt sabar ya Mo, Rumi kecil kamu akan menjadi miliknya duo krucil dulu nih" Moses melepas istrinya dengan berat hati. Melati menepuk pundak suaminya dan terkekeh geli Kemudian bangun dan melangkah menuju ke boxnya Elmo.
Moses bangun dan melongok ke dalam ranjangnya Chery "cilukbaaaaaa, halo princess, cup cup, jangan nangis ya!?"
Chery mengerjap ngerjapkan kedua kelopak mata indahnya dan langsung mengulas senyum di wajah cantiknya ketika papanya menampakkan rupa lucu di depannya.
Moses menggendong Chery sembari melangkah untuk membuatkan Chery, susu.
Melati sudah duduk di tepi tempat tidur dan tengah menyusui Elmo. Mamanya Chery dan Elmo itu, mengelus elus pelan kepalanya Elmo dan memberikan senyumannya untuk putra tampannya itu.
Chery meronta dari gendongan papanya minta untuk diturunkan ketika melihat mamanya bangun dan tengah menyusui adiknya.
"Lho lho lho, eh mau ke mana nih?" Moses akhirnya menurunkan Chery dari gendongannya karena Chery terus meronta minta turun.
Moses terkekeh geli melihat tingkah menggemaskannya Chery yang langsung melangkah lebar menuju ke mamanya. Melati langsung menggemakan tawanya melihat Chery melangkah lucu dan dengan ekspresi wajah yang begitu menggemaskan.
"Chery nih susunya sudah jadi, yuk minum susu dulu sama papa sini!" Moses duduk lekat di sampingnya Melati dan menepuk pelan pantatnya Chery yang tengah nungging dan kepalanya ditaruh di atas pangkuan mamanya.
"Ma ma ma" ucap Chery dan belum berganti posisi.
"Hahahaha, kamu nih keras kepala mirip sama mama ya. Chery sayang, mama masih menyusui adik, entar susu kamu keburu dingin, nggak enak lho" kata Moses sembari menepuk nepuk pelan pantatnya Chery.
Melati tersenyum geli menatap Moses kemudian berkata ke Chery "princessnya mama, nurut ya sama papa, nanti mama kasih cerita yang lucu soal capung, oke?"
Chery langsung mengangkat kepalanya dan memutar badannya masuk ke dalam pelukan papanya dan langsung merebahkan diri di atas pangkuan papanya.
"Hahahaha, memang ya kamu nih, kalau mama yang bilang langsung nurut" Moses langsung memasukkan botol susu ke dalam genggaman tangannya Chery.
Moses memangku Chery yang tengah meminum susunya. Chery memegang sendiri botol susunya dengan kedua tangannya.
Tangannya Moses yang bebas dan tidak ada aktivitas mulai mendarat di pinggang rampingnya Melati. Mulai mengelus elus perutnya Melati dengan penuh cinta.
__ADS_1
"Sayang hentikan! geli nih!" Melati berbisik pelan.
Moses kemudian menaruh dagunya di atas pundaknya Melati dan berbisik pelan "habisnya tangan aku nggak ada kerjaan nih, tangan ini nggak bisa dibiarkan menganggur, sudah terbiasa bekerja di tiap detik napasku soalnya"
"Mulai nggak jelas nih" Melati menepuk pelan tangan suaminya yang masih terus mengelus elus perutnya.
Moses mengangkat dagunya dari pundaknya Melati dan tertawa lebar.
Chery melepas botol susunya dan mulai protes "pa pa pa" kemudian mengedot kembali susunya setelah mendapatkan kembali perhatian papanya.
"Tuh, Chery protes. Habis papa sih nggak perhatian sama Chery, betul tidak Chery?"
Chery menganggukkan kepalanya sembari terus mengedot botol susunya.
"Huufftt, sabar Mo" Moses mengumbar tawa geli dengan sendirinya.
Melati telah selesai menyusui Elmo kemudian bangun dan menaruh Elmo yang sudah kembali memejamkan matanya, ke dalam box
Chery langsung melepas botol susunya yang telah habis dan menyerahkan botol itu ke papanya. Lalu masuk ke dalam pelukan mamanya yang sudah kembali duduk di tepi ranjang.
"Naaah, papa cuma dapat botol kosong nih" Moses berdiri untuk mencuci botol kosongnya Chery lalu menaruhnya ke dalam alat sterilisasi.
Setelah selesai Moses merebahkan diri di sampingnya Chery yang tengah di peluk erat sama Melati dan tampak asyik mendengarkan ceritanya Melati tentang si capung.
Moses mencoba bangun untuk kemudian tidur di sampingnya Melati setelah menaruh guling di sisinya Chery. Moses tersenyum kegirangan saat dilihatnya Chery tidak protes, ketika Chery memandang papanya merebahkan diri di samping mamanya. Melati tidur miring sembari bercerita dan menepuk nepuk pelan pantatnya Chery.
Kemudian Moses mencium rambut itu, menjumput lagi dan mencium lagi helai demi helai rambut indah nan wangi milik istrinya.
Moses kemudian berbisik "kalau Chery bobok, kamu juga bobok. Aku akan jaga anak anak. Besok perjalanan kita sangat panjang, aku nggak mau kalau kamu kecapekkan dan jatuh sakit" Moses hendak mencium pipinya Melati tetapi bibirnya didorong sama Chery dan Chery berucap "no no no"
"Hahahaha, kamu tuh lama lama mirip sama mama, suka banget menyiksa papa, masak papa mau cium mama aja nggak boleh, hahaha"
Chery langsung memasang wajah posesifnya ke arah papanya.
"Naah kalau wajah yang ini nih, ekspresi yang ini nih, mirip sama papa" Melati mencium wajahnya Chery dan langsung tertawa di sela sela ceritanya.
Keesokan harinya ketika Melati dan Moses hendak pergi, Chery menangis tiada henti dan tidak mau lepas dari gendongannya Melati.
"Sayang, gimana kalau kita ajak Chery? aku nggak tega melihat dia menangis nih dan kalau nanti terus mencari aku gimana dong?"
"Iya Mo, mama juga nggak tega melihat Chery menangis kayak gitu. Chery kan belum pernah pisah sama Melati. Kalau Elmo masih bayi dia masih belum ngerti" kata mamanya Melati.
"Aku setuju" Dokter Erlangga tiba tiba muncul sembari menarik sebuah koper.
__ADS_1
"Lho, ngapain om ke sini dan bawa koper?" tanya Moses heran.
"Aku mau menginap di sini selama kamu di Jepang. Heni dan Elmo nggak ada yang jaga, jadi aku akan di sini untuk menjaganya" Dokter Erlangga tersenyum lebar menatap Moses.
"Heleehh modus nih pastinya" Moses mengulum geli menahan tawa begitu pula Melati.
Mamanya Melati merona merah karena malu.
"Beneran tulus mau menjaga kok dikatain modus" Dokter Erlangga ikutan mengulum senyum menahan geli.
"Sayang, kita ajak Chery ya?" kata Melati.
"Oke, baiklah. Biar Ijah siapkan semua keperluannya Chery" ucap Moses.
Sementara itu Ray langsung tanggap dan melangkah keluar untuk memerintahkan Joko memindahkan semua barang barang tuan dan nyonya mereka, ke dalam mobil Van.
Ray menatap Delia yang terus melemparkan senyum lebar kepadanya.
Ray memicingkan matanya dengan tanpa ekspresi, membalas senyumannya Delia.
Delia kemudian melangkah mendekati Ray "sayang, senyum dong, mentari sudah kasih senyumnya di pagi nan cerah ini, masak kamu tidak membalasnya" Delia kemudian menaruh kedua jari telunjuknya di kedua pipinya Ray dan menariknya ke kanan dan ke kiri. Kini terlukis senyuman indah di wajah gantengnya Ray akibat dari kelakuannya Delia itu.
"Naah, cakep kalau begini, tersenyum terus kayak gini, pertahankan senyumnya ya! emm, sebentar aku ambil ponsel dulu, aku mau selfie sama kamu" Delia kemudian melepaskan kedua jari telunjuknya dari kedua pipinya Ray.
Saat Delia berhasil mengambil ponsel dari saku celana kainnya dan hendak selfie dengan Ray, cewek cantik itu langsung mengerucutkan bibirnya karena, Ray kembali memasang wajah datar dan seriusnya. Senyum yang tadi Delia buat dengan jari telunjuknya, telah menguap dari wajah gantengnya Ray.
"Hufftt dasar manusia es!" Delia kemudian melangkah pergi dengan sangat kesal, meninggalkan Ray dan masuk ke dalam mobil.
Ray hanya diam mematung dengan sikap sempurna dan tanpa ekspresi, menunggu tuan besar dan istrinya keluar dari dalam rumah.
Tidak begitu lama, Moses dan Melati keluar. Melati menggendong Chery dan mereka pun masuk ke dalam mobil Van. Ray kemudian masuk dan mengemudikan mobil itu menuju ke bandara.
"Ray, kita mampir ke makam kakek, mama dan papa dulu ya. Aku mau minta restu semoga perjalanan kita lancar dan bisnisnya pun lancar"
"Baik, tuan"
Delia menengok ke jok belakang "nyonya Melati yang cantik jelita nan imut, selamat pagi, tuan Moses Elruno selamat pagi, dan nona muda Chery nan imut kayak Tante Delia heeee, selamat pagi"
Chery yang tengah duduk dipangku Melati dan menghadap ke depan langsung terkekeh geli menyambut sapaannya Delia.
"Selamat pagi aunty Delia nan imut" sahut Melati sembari tersenyum lebar menatap keceriaan dan semangatnya Delia.
Sedangkan Moses hanya diam tanpa ekspresi dan tidak membalas sapaannya Delia.
__ADS_1
Delia tersenyum ceria kemudian menatap ke arah depan lagi.
Ray yang mendengarkan ucapannya Delia langsung merasa heran dengan kekasihnya itu, mengucapkan selamat pagi saja panjangnya kayak gerbong kereta. Batin Ray.