My Cute Nanny

My Cute Nanny
I can feel it!


__ADS_3

Hari Sabtu telah tiba, akhir pekan yang ditunggu tunggu oleh banyak orang, begitu juga oleh keluarganya Moses Elruno. Melati dan Moses bersiap pergi ke bandara.


Melati merasa sedih karena, harus meninggalkan anak anaknya selama tiga hari untuk pergi ke Jepang. Melati belum pernah pergi tanpa anak anaknya dalam waktu yang sangat lama.


"Chery, Celyn, Elmo, jangan lupa setiap hari minum vitamin! jangan nekat pulang sendiri, kalau pak Joko belum nampak di parkiran sekolah, kalian tunggu di dalam kelas ya! jangan telat makan! jangan lupa VC mama tiap ada masalah ya, jangan.........."


"Rumi, mereka dah gede, jangan bilang terlalu banyak jangan ke mereka, hmm!?" Moses berucap sembari mengulum bibir menahan geli.


Melati menatap Moses dan mengerucutkan bibirnya.


"Ma, mama nggak perlu khawatir, kita bisa jaga diri kok dan Chery akan menjaga adik adik Chery dengan baik, lagian ada kak Raja, ada pak Joko, pak Pramono, Mak Ijah, mbak Gini, kami akan baik baik saja, ma" Chery berucap sembari memeluk mamanya.


"Elmo sebagai satu satunya laki laki di keluarga ini, akan melindungi kakak dan adik Elmo" kata Elmo sembari membusungkan dadanya.


"Wow! keren anak papa" kata Moses sambil terkekeh geli.


"Sudah Rumi, waktunya kita berangkat" kata Moses.


Melati memeluk kembali anak anaknya satu persatu sembari berucap "mama akan sangat merindukan kalian"


"Kami juga ma, tapi nggak lama juga kan, cuma tiga hari kita berpisah. Hati hati ya pa, ma, we love you" kata Celyn.


"Emm, sebentar! Chery nanti malam kamu pergi ke acara reuninya Raja kan, ingat jangan pulang terlalu malam dan jangan minum yang aneh aneh!" kata Melati ke Chery.


Chery mencium pipi mamanya dan berucap "siap mamaku yang paling kusayang"


Melati tersenyum ke semua anak anaknya kalau memutar badan dan pergi bersama suaminya untuk menuju ke bandara kemudian bertolak ke Jepang.


"Dek, mau ikut kakak ke kampus nggak? kakak akan urus berkas berkas kelengkapannya kakak hari ini karena, Senin besok kakak sudah jadi mahasiswi, udah mulai memasuki kampus" kata Chery sembari tersenyum lebar menatap adik adiknya.


"Maaf kak, aku udah ada janji sama Gideon untuk cari buku" kata Celyn.


"Aku juga menunggu teman nih, temanku mau main ke sini" kata Elmo.


"Okelah! kakak tunggu kak Raja dulu baru kakak pergi ke kampus" kata Chery.


"Pagi" Raja tiba tiba nongol dan memberikan senyum tampannya ke Chery, Celyn, dan Gideon.


"Kakak pergi sekarang ya, kalian jaga diri baik baik ya!" kata Chery.


"Oke! kakak juga, ya!" sahut Celyn dan Elmo secara bersamaan.


"Kak? nanti acara reuninya jam berapa? ada dress code nggak?" kata Chery ketika Raja sudah mulai melajukan mobilnya.


"Nggak ada dress code. Kamu pakai apa aja akan kelihatan sangat cantik" kata Raja sambil mengacak acak rambutnya Chery.


"Kak! jadi berantakan nih rambutnya Chery! kenapa suka banget sih acak acak rambutnya Chery" Chery merengut ke Raja.


"Habis kakak gemes banget sama kamu, heeee" kata Raja dengan santainya.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, mereka sampai di sebuah kampus. Raja dan Chery turun dari dalam mobil lalu menautkan jari jemari mereka dan berjalan sambil bergandengan tangan menuju ke gedung sastra.


"Kamu kenapa ambil jurusan sastra Indonesia?" tanya Raja.


"Karena Chery suka, heeee. Chery besok pengen jadi dosen boleh?" tanya Chery ke Raja.


"Boleh, jadi apa aja, kakak akan selalu mendukungmu" Raja tersenyum lalu mencium tangannya Chery.


"Emm, kak maaf ya, sepertinya kakak harus menunggu di luar. Aku masuk dulu untuk menyelesaikan penilaian terakhirku di kelas itu" Chery melepaskan tautan tangannya lalu menatap Raja.


Raja mengusap puncak kepalanya Chery dan berucap "oke, kakak tunggu di sini ya, semangat!"


"Makasih kak" kata Chery.


Raja duduk di bangku yang yang tersedia di gedung sastra tersebut sembari menatap ponselnya.


Chery duduk dan bersiap untuk menjalani assessment terakhirnya.


Raja melihat seorang dosen pria yang masih sangat muda, ganteng, dan gagah, melangkah memasuki ruang kelas, di mana Chery telah berada di dalamnya.


Raja mengerutkan alisnya dan langsung merasa kesal. Cowok tampan kekasihnya Chery itu pun langsung melongok melihat ke dalam ruang kelas tersebut, Raja melihat Chery melalui kaca yang ada di tengah tengah pintu ruang kelas itu.


Dia melihat hanya ada Chery dan dosen pria yang baru saja masuk, di dalam ruang kelas itu.


Raja kemudian mengetuk pintu kelas itu.


"Emm, apakah saya boleh masuk ke dalam? saya nggak akan mengganggu, saya akan duduk di bangku pojok paling belakang, heeee, saya cuma ingin menjaga calon istri saya" kata Raja mulai memperlihatkan dominasinya atas Chery.


"Tidak boleh!" kata dosen pria itu dan dosen itu langsung menutup kembali pintu ruang kelasnya lalu menguncinya.


"Shit! mau mati dia! awas aja kalau berani tebar pesona ke Chery" Raja terus melongok ke dalam ruang kelas itu untuk mengawasi dosen cowok itu, kalau berani menggoda


Chery, maka dia tidak akan tinggal diam.


Tidak akan kubiarkan siapapun menggoda Chery-ku. Batin Raja sembari terus melongok ke dalam ruang kelas itu.


"Perkenalkan nama saya Febrio Dominikus, saya dosen yang akan memberikan assesment terakhir bagi anda, emm, Chery Elruno, nama yang cantik secantik orangnya" kata Febrio sambil tersenyum.


"Sebelum kita mulai, kita melakukan perkenalan terlebih dahulu. Untuk ke depannya, saya adalah dosen pembimbing anda. Selamat datang di kampus ini and you don't need to worry, we provide you quality, jadi bakat dan kecerdasan anda akan berkembang dengan sangat pesat selama anda menuntut ilmu di kampus ini dan saya akan membimbing anda dengan sangat baik" kata Febrio.


"Thank you very much for your kindness sir. Emm, I am sorry for asking, where do you come from sir?" tanya Chery karena, nama dosen tersebut terdengar unik dan bukan nama orang Indonesia pada umumnya.


Febrio tersenyum dan berucap "I come from Spain"


"Oooo, I see" kata Chery sembari membalas senyumannya Febrio.


"Oke mari kita mulai" Febrio kemudian melangkah ke mejanya Chery dan memberikan beberapa lembar kertas untuk Chery kerjakan.


"Waktu anda satu jam, dan saya akan tunggu di sini" Febrio memutar badan dan melangkah ke mejanya.

__ADS_1


Febrio kemudian duduk di kursinya dan terus menatap Chery.


Cantik sekali dia. Cewek idamanku. Akhirnya ku menemukanmu. Tapi.........dia sudah punya calon suami. Hmm, selama dia belum menikah, aku masih memiliki kesempatan. Batin Febrio.


"Shit! ngapain dia senyam senyum seperti itu sambil menatap Chery-ku" Raja yang masih melongok ke dalam ruang kelas itu mulai mendengus kesal dan kembali mengetuk pintu ruang kelas itu.


Febrio mendengus kesal lalu bangkit dan menuju ke pintu. Dia membuka pintu dan langsung berucap" what exactly do you want?"


"Stop staring at my girl friend, I don't like it!" Raja melotot tajam ke dosen itu.


"Saya dosen pembimbingnya dan saya punya mata, kenapa saya tidak boleh menatapnya?" Febrio melangkah keluar lalu menutup pintu ruang kelas itu.


"You don't have any intention, right?" tanya Raja dengan tatapan penuh kecurigaan.


"Ternyata anda hanyalah seorang pacar yang posesif" Febrio tersenyum kecil ke Raja dan kembali berucap "dengar! saya punya niat apapun itu masalah saya, bukan masalah anda, ngerti?"


Raja mulai mencengkeram kerah kemejanya Febrio. Febrio menepis tangannya Raja dan berkata lirih "are you sure, you want to punch me right here? ini kampus lho, anda bisa kena pasal kalau anda memukul seorang dosen hanya karena, cemburu nggak jelas, cih!"


Raja mendengus kesal dan berkata "I don't mind to do that if I have to! dengar! aku bisa merasakan kalau kamu punya niat nggak baik sama calon istriku dari senyuman dan tatapan mata kamu tadi. I can feel it!" Raja mulai menggeram kesal.


"Oke! saya akan tinggalkan ruang kelas itu dan saya akan masuk kembali ke dalam, satu jam ke depan, jika itu bisa meredakan kecemburuan anda" kata Febrio sambil melangkah menuju ke sebuah bangku yang berada tidak jauh dari Raja dan duduk di atas bangku itu dengan santainya.


Raja hendak membuka pintu ruang kelas itu tetapi Febrio langsung mencegahnya dengan berkata lantang dan tegas "don't do that! itu kelas, jangan masuk dan jangan ganggu murid saya yang sedang mengerjakan ujian!"


Raja kembali menutup pintu ruang kelas itu dengan sangat pelan, kemudian duduk kembali di bangku yang tadi dan mendengus kesal.


Febrio duduk di bangku yang berada tidak jauh dari bangkunya Raja sambil bersedekap dan terus menatap Raja.


Raja melakukan hal yang sama kepada Febrio.


"Hmm, tampan, keren, dan tampak cerdas nih orang. Batin Febrio.


Shit! kenapa dosen pembimbingnya Chery dia? kenapa harus dia? ganteng, bule, gagah, dan sangat cerdas kelihatannya. Batin Raja.


"How old are you?" Raja dan Febrio berucap secara bersamaan.


"Dua lima" kembali berucap secara bersamaan membuat Raja dan Febrio terkekeh geli.


"Dengar! selama jadi dosen pembimbingnya Chery ada syarat utama yang harus anda ingat! jangan pernah mengajak Chery keluar berduaan saja walaupun itu hanya sekadar untuk makan siang di kantin! ngerti!?" keseriusan terdengar di nada bicaranya Raja.


"Dengar, kalau anda mencintai kekasih anda sebegitu besarnya, saya malah takut kalau anda akan semakin terluka! jadi, saran saya, jangan mencintai kekasih anda terlalu dalam maka anda akan terhindar dari perihnya sebuah luka" Febrio berucap sembari tersenyum dan mengangkat kedua alisnya.


"Cih! aku tidak butuh saran kamu!" Raja mendengus kesal.


Shit! satu jam ini, aku akan terus berada di udara yang sama dengan dia, di sini, dan membuatku menjadi sesak napas nih. Batin Raja kesal.


Sedangkan Febrio masih bersikap santai dan mulai membuka ponselnya. Febrio mulai mengacuhkan Raja.


Raja mendengus kesal lalu melakukan hal yang sama, Dia kembali menatap layar ponselnya.

__ADS_1


__ADS_2