
"Kita kemana nih?" tanya Moses.
"Emm, aku pengen jalan jalan di sebuah taman bergandengan tangan dengan kamu di sepanjang taman itu, sayang. Tapi taman yang nggak ada bunganya, heeeee" ucap Melati.
"Waaahh susah juga nih cari taman yang nggak ada bunganya" ucap Moses.
Moses kemudian meminggirkan mobilnya dan mulai searching di internet, taman tanpa bunga.
Melati terkekeh geli, "sayang, nggak usah seserius itu! kalau nggak ada ya nggak apa apa, kita jalan jalan aja di pasar tempat kamu beli gelang kaki kemarin" kata Melati.
"Ssssttt!" Moses menempelkan jari telunjuknya di atas bibirnya Melati.
Melati kembali terkekeh geli dan menggenggam jari telunjuknya Moses lalu dia cium jari telunjuk itu.
Moses menoleh dan mengecup bibirnya Melati, "sekarang jangan ganggu dulu, ya!? akan aku temukan taman itu" ucap Moses.
Melati memandang keseriusan suaminya dengan senyum cantiknya.
"Yaaaahhh ternyata nggak ada, sayang. Emm, ada satu sih taman yang nggak ada bunganya" ucap Moses.
"Di mana?" tanya Melati.
"Di rumahnya Alfa" ucap Moses dengan santainya sembari tersenyum lebar.
Melati langsung memukul bahunya Moses dan tergelak geli, "ya masak, kita mau bergandengan tangan berjalan di tamannya kak Alfa?"
"Ada satu tempat yang sangat indah untuk jalan jalan berduaan, taman bunga Geranium. Kamu alergi sama serbuk sari dari bunga kan? nah aku pelajari kalau bunga Geranium nggak ada serbuk sarinya kalaupun ada cuma sedikit, jadi aku rasa akan aman untuk kamu" kata Moses.
"Hah!? sejak kapan kamu tahu banyak soal bunga?" tanya Melati.
"Sejak aku tahu kalau kamu alergi sama bunga. Aku lalu mempelajari penyebab alergi dan mempelajari beberapa jenis bunga" kata Moses.
"Sampai segitunya?" kata Melati sembari mengelus lembut pipinya Moses.
Moses mencium tangannya Melati, "Kenapa? kamu tersentuh ya sama suami kamu yang penuh perhatian ini?" ucap Moses bangga sembari menaikkan salah satu alisnya.
"Iya sayang aku sangat tersentuh, terima kasih sudah mencintaiku sebegitu besarnya" ucap Melati.
"Ada beberapa bunga seperti lili, bunga kaktus dan geranium yang aman untuk orang yang alergi sama serbuk sari tapi sampai detik ini, aku juga belum berani kasih bunga apapun ke kamu karena, aku takut kamu kenapa kenapa" kata Moses.
Melati tersenyum lebar, "kamu sangat ingin memberiku bunga ya? sampai segitunya kamu mempelajari berbagai jenis bunga?"
Moses tersenyum dan menganggukkan kepalanya, "iya, aku sangat ingin memberikan bunga ke kamu tapi masih belum berani, heeeee, takut kamu kenapa kenapa"
"Aaahh, sayang, kamu menggemaskan sekali sih" tanya Melati sembari tersenyum menggoda ke Moses.
"Jangan senyum kayak gitu Rumi! bikin aku sesak napas nih, aku alergi sama senyuman kamu itu" ucap Moses sembari menyeringai penuh arti.
"Alergi?!" Melati berucap heran.
"Iya bikin sesak napas dan ingin melakukan itu, heeeee" kata Moses.
__ADS_1
"Itu namanya ketagihan bukan alergi" Melati mendengus kesal dan Moses langsung menggemakan tawanya.
"Bagaimana? Kamu kan pengen jalan jalan di taman, sedangkan semua taman itu pasti lah berbunga, jadi aku pikir sekalian aja kita bereksperimen, benar nggak bunga Geranium aman untuk kamu?" kata Moses.
Melati terus tersenyum dan menatap Moses penuh cinta.
"Kok malah senyam senyum sih? mau mencobanya terlebih dahulu atau nggak, sayang? kalau kamu pusing atau sesak napas, kan ada aku yang akan selalu siap menangkap dan menggendongmu, aku kan ksatria kamu, heeee, gimana? mau mencoba ke sana?" ucap Moses dengan mata berbinar binar.
"Baiklah, kita coba" kata Melati sembari tersenyum lebar.
"Oke! ksatria Moses siap mengantarkan bidadarinya ke taman bunga Geranium, nih!" Moses kembali meluncurkan mobilnya.
Beberapa menit kemudian sampailah Melati dan Moses di taman itu.
Tangan Moses dan Melati saling bertautan begitu mereka turun dari mobil, "kalau pusing dan sesak napas langsung bilang, ya, jangan ditahan!"
Melati tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Mereka melangkah memasuki taman bunga Geranium yang ada di salah satu kota di Jepang.
"Waaaaahhh indahnya! dan aku nggak merasakan apa apa sayang. Nggak pusing, nggak sesak napas, dan nggak bersin bersin" kata Melati dengan penuh suka cita.
Moses pun tersenyum bahagia lalu mencium punggung tangannya Melati dan berucap, "bunga Geranium ini mengusir nyamuk, kalau kamu nggak alergi dan suka sama bunga ini, aku akan mulai menanamnya di rumah kita, selain bunga ini, bunga lili, bunga kaktus, ada satu lagi bunga yang aman untuk kamu yaitu bunga bank, hahahaha"
Melati langsung tergelak geli, "iya bunga bank yang paling disukai oleh kaum hawa dan para istri, hahahaha"
"Kamu nggak capek sayang? kita udah sepuluh menit berjalan kaki nih" kata Melati.
"Aku sudah berjalan berdampingan dengan kamu selama sepuluh tahun nggak merasa capek apalagi cuma sepuluh menit, kecil nih" ucap Moses.
"Mulai ngegombal nih, hadeeeehh! belajar dari siapa sih, pinter ngegombal kayak gini" kata Melati sembari tersenyum lebar ke Moses.
Moses menggemakan tawanya, "dari Alfa dong, dia kan rajanya ngegombal"
Mereka kembali menggemakan tawa merdunya mereka dan terus berjalan berudaan, melati mulai menggelungkan tangannya di lengannya Moses dan menempelkan kepalanya di bahunya Moses.
Moses menunduk menatap Melati, lalu mengecup keningnya Melati, "aku mencintaimu"
"Aku juga, sayang" ucap Melati.
Moses kemudian menghentikan langkahnya dan memegang kedua bahunya Melati. Mereka kemudian saling berhadapan dan saling menatap penuh cinta. Moses menangkup wajah cantik istrinya dengan kedua tangannya dan mereka mulai berciuman dengan lembut, hangat dan penuh cinta.
Setelah puas berjalan jalan di taman bunga, mereka mampir untuk makan malam lalu kembali pulang, Moses membiarkan Melati tertidur pulas setelah pergulatan panas mereka.
Cowok tampan keturunan Elruno itu pun kemudian bangun memakai kembali boxer dan kaosnya lalu menuju ke ruang kerjanya dan mulai menelepon Chery via VC.
"Semua aman, cantikku?" tanya Moses ke Chery begitu wajah cantik putrinya itu nampak di layar ponselnya.
"Aman pa! kami di rumah nih, lagi belajar semuanya, tuh, ada Elmo dan Celyn" kata Chery.
__ADS_1
Elmo dan Celyn melambaikan tangan mereka ke Moses.
"Baguslah! papa bangga sama kalian, tanpa mama kalian di samping kalian, kalian bisa mandiri, sip!" kata Moses.
"Mama mana pa?" tanya Chery.
"Mama di kamar, mama capek dan sudah tidur. Tadi mama dan papa habis jalan jalan di taman bunga, dan ada penemuan baru, mama kalian nggak alergi sama bunga Geranium" ucap Moses senang.
"Aaahh syukurlah!" kata Chery.
"Udah ya, belajar yang rajin! papa tutup dulu telponnya" kata Moses.
Setelah melakukan VC dengan anak anaknya, Moses mulai berkutat kembali dengan segala berkas dan dokumen yang ada di meja kerjanya.
Keesokan harinya..............
Moses menatap Melati yang nampak begitu cantik dalam balutan dress berwarna hijau pupus, sepanjang lutut, dengan polesan make-up sederhana dan rambut disanggul sederhana pula.
"Kamu cantik banget, sayang"
"Kamu juga tampan" ucap Melati, "yuk kita berangkat!"
Moses tersenyum, menganggukkan kepalanya lalu menggandeng tangannya Melati.
Raja telah mengantarkan Elmo dan Celyn ke sekolahnya Elmo dan Celyn. Sampailah dia ke kampusnya Chery, setengah jam lebih awal dari jam masuk kelasnya Chery.
Raja melepaskan sabuk pengamannya dan memutar badan menghadap ke Chery. Chery melepaskan sabuk pengamannya dan menoleh ke Raja, "Chery masuk dulu ya kak?"
Raja tersenyum penuh arti, "cium dulu di sini, di sini, dan di sini!" Raja menunjuk kening, mata, dan pipinya.
Chery menatap Raja dan tersenyum geli, lalu mencium keningnya Raja dan dengan secepat kilat dia memundurkan wajahnya berputar badan hendak melarikan diri dari Raja, tetapi Raja dengan secepat kilat pula, berhasil menangkap lengannya Chery dan menarik Chery sehingga dengan tidak sengaja, bibir mereka saling bertubrukan.
Chery membelalakkan kedua bola matanya dan hendak menarik diri tetapi Raja dengan secepat kilat menahan tengkuknya Chery, Raja mulai mencium bibirnya Chery, lembut, hangat, dan penuh kerinduan.
Raja kemudian melepaskan ciumannya dengan sangat terpaksa, dia tempelkan keningnya di keningnya Chery, dia menghela napas panjang untuk melepaskan gairahnya lalu berucap, "Chery, kakak mencintaimu, sangat mencintaimu"
"Chery juga kak, Chery sangat mencintai kakak"
Raja mencium keningnya Chery lalu dia melepaskan Chery, "mulai hari ini dan seterusnya kakak minta kamu cium kakak di kening, kedua kelopak mata kakak, dan kedua pipinya kakak, sebelum kamu masuk ke kelas kamu, kalau nggak, kakak akan mencium bibir kamu, kamu tinggal pilih yang mana?" kata Raja tersenyum penuh arti ke Chery.
Chery merona malu dan memukul dada bidangnya Raja.
"Chery?" Raja menatap Chery menunggu Chery mengatakan iya.
"Iya kak" kata Chery.
Raja tersenyum senang, "selamat belajar ya" dia mengelus pipinya Chery, "dan ingat! jangan terlalu dekat dengan pak Febrio!"
"Iya kak" Chery mencium punggung tangannya Raja lalu membuka pintu mobil dan melangkah turun.
Raja memutar mobilnya dan meluncur menuju ke kantor.
__ADS_1