My Cute Nanny

My Cute Nanny
Wow!


__ADS_3

Melati dan Moses telah sampai di lokasi pembukaan perusahaan baru milik Elruno grup.


Moses dan Melati duduk di depan podium di barisan paling depan. Acara masih belum dimulai.


"Kita kepagian ya sayang?" tanya Melati.


"Iya kita kepagian nih, emm sebentar ya" ucap Moses sembari menatap layar ponselnya dia bangkit, berdiri, mengecup singkat pipinya Melati, lalu pergi meninggalkan Melati.


Melati tersenyum menatap langkah suaminya.


Moses ternyata menemui Awan.


"Tuan, saya butuh berbicara dengan Anda saat ini juga sebelum acara dimulai" kata Awan.


Moses memberikan tatapan seriusnya ke Awan, " dengar aku merasa malas berbicara dan bertemu dengan kamu saat ini!"


"Tuan saya tahu saya salah, Melati pasti sudah bercerita ke tuan mengenai kejadian kemarin. Saya ingin meminta maaf yang sebesar besarnya sama tuan. Kalau perlu, tuan boleh memukul saya" kata Awan penuh rasa penyesalan.


"Aku ingin memukulmu............sangat ingin memukulmu sampai aku puas, asal kau tahu itu. Tapi, kamu itu sakit dan aku bisa memakluminya. Pergilah!" kata Moses kesal.


"Maafkan saya tuan! Saya janji, saya nggak akan menghubungi Melati lagi, nggak akan menemuinya lagi, saya bersumpah, tuan" kata Awan.


Moses menghela napas panjang, "oke! aku percaya sama kamu, aku memaafkanmu tetapi jika hal itu terjadi lagi, maka aku akan membunuhmu, camkan itu!"


"Iya tuan, saya siap dibunuh jika saya melanggar janji saya. Maafkan saya, tuan!" Awan menatap Moses mencari sorot mata pengampunan dari kedua manik hitamnya Moses Elruno.


"Aku maafkan! sekarang pergilah!" kata Moses Elruno.


"Terima kasih banyak, tuan. Tuhan memberkati Anda dan keluarga anda kini dan selama lamanya" kata Awan sembari membungkukkan badannya ke Moses.


"Amin, terima kasih untuk doa kamu" Moses berucap kemudian berputar badan melangkah hendak kembali ke sisinya Melati.


"Maaf tuan? apa tuan akan memecat saya?" tanya Awan.


"Nggak Wan, aku nggak akan memecat kamu" ucap Moses sembari terus berjalan lurus ke depan tanpa menoleh ke Awan.


Awan pun merasa sangat lega.


Sementara itu, Febrio memulai aksinya unruk mendapatkan perhatiannya Chery Elruno, di jam istirahat makan siang, dia mengajak Chery makan bersama di kantin kampus dengan alasan ingin meminta tanda tangannya Chery.


"Anda duduk saja! saya akan mengantre untuk anda" Febrio tersenyum, "anda pengen makan apa?" tanya Febrio kemudian.


"Saya antre sendiri saja pak, kan saya harus bayar makanannya kalau bapak yang antre terus bayarnya..........."


"Saya traktir anda, siang ini. Mau makan apa?" tanya Febrio lagi sembari terus mengulas senyum di wajah tampannya.


Chery menatap pak Febrio dan tersenyum, "terserah bapak saja, saya ngikut kalau begitu, terima kasih banyak, pak"


"Oke! tunggu ya!" Febrio beranjak menuju ke antrean panjang di kantin kampus tersebut.


Sedangkan Raja tengah bergumam kesal di ruang rapat karena rapat tidak berjalan tepat waktu, pembahasannya berbelit belit dan membuat dia terjebak di sana tanpa bisa mengajak Chery makan siang bersama. Bahkan untuk sekadar berkirim pesan text untuk Chery pun dia tidak bisa.

__ADS_1


Aaaah, sial! kenapa aku harus terjebak dengan orang orang yang tidak disiplin dan nggak cerdas seperti ini. Batin Raja kesal.


Febrio tersenyum ketika melangkah menuju ke mejanya Chery sembari membawa nampan yang sudah tertata dua piring nasi dengan sayur dan lauk pauknya, dua buah es krim untuk pencuci mulutnya dan dua gelas jus strawberry.


Febrio meletakkan nampan itu di tengah tengah meja mereka, "silakan nona"


Chery tersenyum sembari mengambil satu piring, satu es krim dan satu gelas jus strawberry dia berkata, "terima kasih banyak pak sudah mentraktir saya, besok giliran saya ya, yang mentraktir bapak"


Febrio tersenyum, "my pleasure. Itu sebagai tanda terima kasih saya karena, anda sudah bersedia menandatangani buku saya"


Chery tersenyum lalu mengangkat gelas yang berisi jus strawberry, "bagaimana bapak tahu kalau saya suka sama strawberry"


"Ada tersirat di salah satu puisi karya anda yang saya baca. Buku season pertama chapter sebelas, buah mungil nan masam tersenyum merona kepadaku. Saya menyimpulkan bahwa itu buah strawberry" Febrio menatap Chery dengan sorot mata penuh kekaguman.


"Waaahhh! bapak sangat cerdas ya, bisa memahami puisi saya dengan sangat baik" kaya Chery.


"Dan saya harap saya pun bisa memahami anda, nona Chery karena, saya sangat mengagumi anda eh puisi anda maksud saya" Kata Febrio.


"Iya itu benar pak, anda harus memahami saya karena saya adalah anak didik anda dan saya pun harus memahami anda karena, anda adalah dosen pembimbing saya. Kita harus saling memahami supaya proses belajar mengajar bisa berjalan dengan baik, bukan?" ucap Chery.


"Anda pun cerdas nona. Anda murid paling cerdas dan paling cantik yang pernah saya miliki" kata Febrio.


"Terima kasih banyak, pak" Chery tersenyum ke Febrio Dominikus dengan polosnya.


"Anda sudah berapa lama berpacaran dengan kekasih anda?" tanya Febrio.


"Baru saja pak, sekitar satu bulan. Namun, saya dan kak Raja sudah saling mengenal sejak kita masih kecil. Mama saya dan mamanya kak Raja bersahabat jadi kami sudah sangat dekat sejak kami masih kecil" kata Chery.


"Iya pak, kak Raja itu memang sangat menyayangi saya sedari saya kecil. Dia menganggap saya adik perempuannya, saya pun menganggap kak Raja kakak laki laki saya, lalu perasaan kami berubah ketika kami beranjak dewasa, kami menjadi saling mencintai" ucap Chery sembari mengulas senyum di wajah ayunya.


Dia imut sekali kalau tersenyum. Aaah, sial! baru kali ini aku begitu terpesona menatap seorang gadis. Batin Febrio.


"Saling mencintai, hmm, bagus itu" ucap Febrio dengan perasaan terpaksa karena, terus terang dia mulai merasa kesal di saat Chery bercerita tentang kekasihnya.


"Bagaimana dengan bapak?" tanya Chery, "ahh, maaf kalau pertanyaan saya tidak berkenan bagi bapak"


"Tidak apa apa santai saja sama saya. Maksud anda apa saya sudah memiliki kekasih?" Febrio tersenyum menatap Chery sembari menikmati es krim cokelatnya.


Chery tersenyum dan menganggukkan kepalanya ke arah Febrio.


Febrio menggelengkan kepalanya, "saya belum memiliki kekasih. Saya baru saja putus karena ternyata kekasih saya sudah memiliki seorang suami tanpa saya ketahui dari awal kami berpacaran" kata Febrio.


"Saya ikut prihatin, pak" kata Chery tulus.


Dia polos sekali ternyata. Batin Febrio.


"Saya nggak kecewa dan sedih saat melepasnya karena, dia telah membohongi saya" ucap Febrio.


Padahal yang terjadi adalah, aku sudah mengetahui kalau dia telah bersuami dan aku memang berniat untuk merebut dia dari suaminya, tetapi dia lebih memilih suami dan keluarga kecilnya. Entahlah! aku memang lebih senang merebut, itu lebih mengasyikan. Batin Febrio.


"Semoga bapak bisa bertemu kembali dengan gadis yang lebih baik ya pak" ucap Chery dengan polosnya.

__ADS_1


"Iya terima kasih, ya untuk doanya" ucap Febrio.


Aku sudah bertemu dengan gadis itu Chery dan itu kamu. Batin Febrio.


Mereka telah menyelesaikan makan siang mereka dan mereka kembali masuk ke kelas. Febrio bertugas membimbing dua orang murid yaitu Chery dan satu lagi seorang laki laki yang bernama Alex.


Alex adalah seorang laki laki lugu, kurus, tinggi berkulit putih dan berkaca mata tebal, ciri khas anak cerdas dan seorang juru buku. Alex seorang yang sangat pendiam tetapi Chery yang ramah berhasil menjadi teman ngobrolnya Alex.


Febrio merasa bangga melihat Chery berhasil berteman dengan Alex padahal dia sendiri merasa kewalahan untuk bisa masuk dan memahami Alex.


Hari pun beranjak sore, Raja menjemput Chery ke kampusnya Chery. Dia memarkirkan mobilnya dan beranjak turun lalu menuju ke kelasnya Chery.


Chery keluar dari kelasnya dengan senyum ceria, "kak sebentar! kenalkan ini Alex teman sekelasnya Chery dan Alex ini kak Raja........"


"Calon suaminya Chery" ucap Raja sembari tersenyum dan menerima uluran tangannya Alex.


Alex tersenyum dan berucap, "iya saya tahu. Chery sudah menceritakannya ke saya" ucap Alex sembari merona malu menatap Raja.


Raja langsung menarik tangannya dari genggaman tangannya Alex lalu merangkul Chery dan mengajak Chery untuk segera pulang.


Sesampainya di rumah, Celyn dan Elmo sudah wangi, mereka duduk di ruang tamu menunggu kedatangannya Chery dan Raja.


"Kak Rajaaaaa akhirnya kau datang juga!" Elmo langsung berdiri dan memegang kedua bahunya Raja.


"Dia dari tadi nungguin kakak" ucap Celyn.


"Chery ke dalam mandi dulu ya kak" Kat Chery dan Raja menganggukkan kepalanya ke Chery.


Raja menatap Elmo, "ada apa? pasti ada maunya nih"


Elmo melepaskan tangannya dari bahunya Raja lalu meringis, "kakak mandi di kamarnya Elmo ya! pakai bajunya Elmo. Elmo mau ajak kalian makan di kafe yang kemarin. Elmo yang traktir" Elmo mengajak Raja untuk mengikutinya.


"Oke! cocok itu!" Raja mengikuti langkahnya Elmo menuju ke kamarnya Elmo.


"Masuklah kak! Elmo tunggu di ruang tamu ya" Elmo menutup pintu kamarnya.


Raja masuk menuju ke.kamar mandi dan mandi di sana.


Tanpa.Chery ketahui bahwa di dalam kamarnya Elmo ada Raja, dengan santainya Chery memakai jubah mandinya dan masuk ke dalam kamarnya Elmo untuk mengambil hair dryer yang kemarin dipinjam oleh Elmo. Elmo memang suka ngerecokin alat alat kakaknya.kerena, Celyn tomboy jadi Celyn tidak memiliki alat alat semacam hair dryer dan catokan rambut.


Chery kemudian berbalik badan dan bertubrukan dengan Raja yang hanya terlilit handuk mandi dan bertelanjang dada.


Chery terlonjak kaget dan hendak menjerit, tetapi Raja langsung menutup mulutnya Chery dengan tangannya, "sassssttt! jangan teriak! bikin heboh nanti"


Chery menganggukkan kepalanya dan Raja pun langsung menarik tangannya dari mulutnya Chery.


Glekkkkk!!


Raja menatap Chery dalam balutan jubah mandi dan langsung merasa kesulitan untuk menelan salivanya.


Chery pun membelalak saat menatap tubuh eloknya Raja yang hanya berbalutkan handuk dan bertelanjang dada.

__ADS_1


Wow! Batin mereka berdua.


__ADS_2