My Cute Nanny

My Cute Nanny
Kado Dari Alfa Bikin Moses Happy


__ADS_3

Celyn menyentuh bahunya Melati lalu mencium pipi Mama cantiknya nan imut itu dengan pelan dan berbisik lirih di telinganya Melati, "Ma,.bangun! Papa ultah lho hari ini. Celyn udah beli kue tart tadi siang nih"


Melati langsung membuka kedua matanya lalu bangun dan duduk. Dia melihat si kembar udah bangun dan semuanya udah berdiri mengelilingi Moses yang masih tertidur pulas di sofa.


Celyn menyerahkan kue tart ke Melati dan menyalakan lilin di atas kue tart itu. Melati tersenyum lalu melangkah mendekati Moses. Dia duduk di tepi sofa dan menaruh kue tart di atas meja. Kemudian ia menyentuh pelan pipi suami tercintanya yang masih terlihat tampan di usia yang sudah menginjak kepala lima.


Moses langsung membuka kedua matanya dan tersenyum lebar saat ia melihat istri tercintanya tersenyum di depan dia. Dia langsung mengangkat wajahnya hendak mencium bibirnya Melati dan Melati dengan sigap memundurkan wajahnya lalu berucap, "Sayang, jangan aneh-aneh deh! lihatlah dulu sekelilingmu!"


Moses menautkan alis dan menoleh ke kanan, dia melihat semuanya ada di dalam kamarnya, berdiri mengelilinginya dengan senyum lebar. Moses langsung bangun dan hendak melayangkan protes tapi protesnya Moses langsung terbungkam dengan suara dari paduan suara dadakan yang mengumandangkan lagu, "Happy Birthday to you........Happy Birthday to you.......Happy Birthday dear.........." mereka menghentikan paduan suara mereka dan semuanya saling berpandangan, mereka kebingungan mau manggil Moses apa.


"Grandpa!" pekik si kembar dan membuat semua yang ada di dalam kamar itu langsung tergelak geli lalu melanjutkan paduan suara mereka, "dear Grandpa! happy birthday to you"


Moses menitikkan air matanya. Moses selalu terharu setiap kali ia merayakan ulang tahunnya. Dia selalu teringat akan kedua almarhum orang tuanya, almarhum Kakeknya, dan juga Om Erlangga terkasihnya yang sudah berjuang mengasuh dan mendidiknya tanpa pamrih.


"Wah! kau cengeng juga ya ternyata" celetukan Maha langsung mendapat sorotan tajam dari kedua bola matanya Moses.


Melati tersenyum ke Maha, "Bapak benar, suami saya memang cengeng tapi dia cengeng hanya di hari ulang tahunnya saja" Melati lalu menoleh ke Moses, mengusap air matanya Moses, mengelus pipinya Moses, dan mengecup mesra pipi itu.


"Kau beruntung memiliki orang-orang yang mengingat ulang tahunmu Mo. Sedangkan aku......." Maha tiba-tiba ikutan menitikkan air mata dan dengan helaan berat menahan keharuan, ia kembali berucap, "Aku nggak tahu kapan hari ulang tahunku. Aku lupa kapan hari ulang tahunku sejak aku kehilangan istriku dan........."


"Kau ternyata lebih cengeng dariku, cih!" kekeh Moses. Maha langsung mengusap air matanya dan ikutan terkekeh geli.


"Kalau gitu kita tetapkan saja. Mulai hari ini, ulang tahunku sama dengan ulang tahunnya Maha. Mulai hari ini dan seterusnya kita akan rayakan secara bersama ulang tahun kita" sahut Moses sambil menatap Maha dengan tatapan tulus penuh kasih.


Maha kembali menitikkan air mata mendapat gemuruh tepuk tangan dari semuanya lalu ia berucap, "terima kasih, Mo. Terima kasih semuanya"


"Kalau gitu, silakan Pak Maha meniup lilin ini bersama-sama dengan suami saya" sahut Melati.


Maha lalu berjongkok dan Moses memajukan wajahnya. Moses meniup lilin itu bersama-sama dengan Maha dan kembali mendapatkan gemuruh tepuk tangan dari semuanya.


"Apa harapanmu?" tanya Moses ke Maha.

__ADS_1


Maha merona malu dan berkata, "katakan dulu harapanmu!" ucap Maha sambil berdiri kembali.


"Aku berharap, aku bisa menikmati masa pensiunku dengan damai, bisa memiliki my cute Nanny-ku ini secara utuh" Moses langsung merangkul Melati dengan senyum penuh cinta, "Dan, anak-anak, cucu-cucuku hidup bahagia, sejahtera, panjang umur"


"Amin!" sahut semuanya.


"Belum selesai kok udah amin? masih adalagi, emm, aku ingin Celyn dan Gideon segera menikah"


Celyn langsung menunduk malu dan bergumam lirih, "Papa kok tiba-tiba bahas tentang pernikahan sih?"


"Kenapa? Gideon udah mapan dan kamu juga udah cukup umur untuk nikah. Buruan nikah biar Papa bisa tenang" Moses menatap Celyn dengan senyum geli.


"Iya Om, Gideon udah ngobrol dengan Celyn dan Celyn sudah setuju untuk menikah. Nanti siang kita terbang ke Indonesia, mau mengajak Celyn menemui Papa dan Mamanya Gideon" sahut Gideon dengan senyum lebar


"Aku dan Mamanya Celyn ikut. Ada yang mau aku bicarakan juga dengan Grey, Papa kamu" sahut Moses.


"Baik Om" Gideon tersenyum dan menganggukkan kepalanya ke Moses.


"Aku berharap, Lili dan Elmo selalu bahagia, sejahtera, panjang umur, dan cepat punya momongan"


"Itu aja?" tanya Moses.


"Iya itu saja" sahut Maha dengan senyum lebar.


"Amin!" sahut semuanya.


Moses mengundang Evan, dan Alexa ke rumahnya Elmo untuk menjamu makan siang mewah ala The Elruno dan juga untuk merayakan perpisahan mereka karena, Moses dan Melati akan kembali ke Indonesia. Moses tidak lupa menelepon Alfa sebelum ia berangkat ke bandara Internasional dan ia menyuruh Alfa untuk melepaskan wanita dan anjing ganasnya itu karena, wanita itu tidak bersalah.


Alfa tidak lupa mengucapkan, "Selamat ulang tahun Mo. Panjang umur, terus diberkati dan menjadi berkat bagi sesama. Kau ingin hadiah apa dariku?"


"Serius kau nanya nih?" Moses mulai mengulas senyum jahilnya karena, Alfa memang tidak pernah bertanya soal hadiah ulang tahun untuknya dan Alfa tidak pernah memberinya kado ulang tahun. Tiap kali Moses protes, Alfa selalu bilang lupa dan lupa untuk seterusnya.

__ADS_1


"Hmm! Ini perdana aku memutuskan untuk kasih kamu kado" sahut Alfa serius.


"Apapun? aku boleh minta apapun?" tanya Moses dengan nada girang.


"Iya apapun" Alfa berkata dengan nada penuh ketegasan.


"Emm, aku minta apa ya enaknya? emm........." Moses semakin melebarkan senyum jahilnya.


"Cepat bilang Mo! Aku ditunggu pasienku nih" Alfa mulai mendengus kesal.


"Aku ingin kamu jadi chef pribadiku selama aku tinggal di Indonesia. Aku cocok sama rasa masakanmu dan biar aku bisa awet muda kayak kamu kalau aku makan masakan ala Alfa Elruno, hihihihi"


"What?! wah! aku langsung nyesel nawari kado ultah ke kamu, dasar gila!" Alfa menghembuskan kekesalannya.


"Eits, seorang Elruno pantang ingkar janji. Kau bilang aku boleh minta apapun kan tadi? lagian salah sendiri, kenapa kau tak pernah kasih kado ke aku padahal aku selalu kasih kado di hari ulang tahun kamu" ucap Moses sambil berusaha keras menahan tawa.


"Tapi aku kan masih kerja di sini, bagaimana mungkin aku jadi chef pribadi kamu di Indonesia? dasar gila!" Alfa langsung mendengus kesal.


"Itu gampang, aku akan atur cuti buat kamu lagi, aku akan bilang ke atasan kamu, aku kan sohibnya atasan kamu"


"Sohib gundulmu! aku bisa dipecat tanpa pesangon lama-lama kalau kebanyakan cuti" Alfa menghela napas panjang menahan kesabarannya.


"Aku akan kirim tiket ke Indonesia untuk kamu dan Rini untuk hari ini. Soal cuti gampang aku akan mengurusnya, kamu dan Rini tinggal terbang aja ke Indonesia. Aku tunggu kedatanganmu chef Alfa, hahahahaha" klik Moses mematikan panggilan teleponnya begitu saja dan Alfa di seberang sana menggeram kesal.


Tiba saatnya bagi Moses, Melati, Ray sekeluarga, Gideon dan Celyn berpelukan mengucapkan kata perpisahan ke Elmo, Lili, Maha, Bintang, Bagas, Evan, dan Alexa.


Moses berpesan ke Maha, "Urus kebun yang aku kasih ke kamu dengan baik, panen pertama nanti aku pasti datang untuk mengunjungimu"


"Siap Brother! Terima kasih banyak, Mo kiranya Tuhan selalu memberkatimu" ucap Maha.


"Amin!" sahut Moses. Lalu Moses mengajak Melati, Celyn, Gideon, dan Ray sekeluarga segera ke bandara untuk bertolak ke Indonesia.

__ADS_1


__ADS_2