My Cute Nanny

My Cute Nanny
Kakak akan jaga kesucian kamu


__ADS_3

Raja melangkah mendekati Chery dan Chery melangkah mundur, begitu seterusnya sampai Chery terbentur tembok kamar itu dan terpaku.


Raja kemudian meletakan tangan di kedua sisi kepalanya Chery, mengungkung Chery, dan menundukkan wajah tampannya melihat Chery yang tidak berani membalas tatapannya.


Chery memejamkan kedua matanya dan berucap seolah tertahan, "kakak mau ngapain?"


Deg Deg Deg Deg


Jantung keduanya beradu bertalu talu dengan sangat kencang. Mereka saling menantikan, hal apa yang akan mereka alami di detik berikutnya dalam kebisuan


Chery menjilat bibir atasnya, kebiasaan yang sudah Raja kenali sebagai tanda keraguan.


Kedua kelopak matanya Raja berkedut, dia berdebar dan bergairah dengan sendirinya, pikirnya. Perut Raja melilit karena kenyataan menyebalkan itu.


Chery menarik napas dengan gemetar, perutnya melilit merasakan ketegangan yang beredar di sekitarnya.


Chery masih memejamkan kedua matanya, mengatupkan bibir rapat rapat dan bersandar ke tembok, berusaha bersikap lebih tidak acuh dan terlihat wajar, dia pun mulai membuka kedua kelopak matanya dan mendongakan wajah cantiknya, beradu pandang dengan Raja.


Ooooo, astaga! tubuh kak Raja keren sekali, dan dia tampak lebih tampan dengan rambut yang terlihat basah dan terburai tidak beraturan sperti ini, oooo, astaga! panas! kenapa terasa panas nih, tubuhku! batin Chery.


"Kak?" Chery memandang lekat kedua manik hitamnya Raja.


Raja diam terpaku, mulai menyapukan ujung jemari tangan kanannya di sepanjang lehernya Chery, menuju ke pelipis, kemudian secara tidak sadar, dia menempelkan tubuhnya ke tubuh Chery.


Oooo,tidak! Batin Chery. Kesadaran yang semakin menajam membuat degup jantungnya kian terpacu. Dia ingin melepaskan diri dan berlari, namun, seluruh perhatiannya menjadi terpusat di bibirnya Raja, "kakak akan menciumku?"


Raja diam terpaku namun, wajahnya semakin menunduk dan terbenam di lehernya Chery. Mulutnya mulai menyapu sisi kanan lehernya Chery. Jari jari kakinya Chery menekuk dan kakinya mulai gemetar, "kak?" desah Chery.


Tanpa ragu, Raja terus bekerja dengan bibirnya menuju ke bibirnya Chery. Mendaratkan ciuman lembut.


Shit! umpat Raja di dalam hatinya ketika mendapati Chery justru merespons ciumannya.


Ciuman itu kemudian menjelma menjadi ciuman ciuman yang panjang dan Raja semakin menggila ketika Chery mulai bisa berinisiatif, Raja mengerang dan mulai melibatkan lidah dan terus menahan tubuh Chery dengan tubuhnya agar tidak bergerak. Raja masih bisa menahan tangannya untuk tidak menjelajahi tubuhnya Chery tetapi entah bisa bertahan sampai berapa lama, dan..............


Tok tok tok


"Kak kenapa dikunci pintunya?"


Raja pun tidak menyadari kapan dia mengunci pintu kamarnya Elmo. Raja terengah engah dan dengan sangat terpaksa melepaskan Chery.


"Ssssttt!" ucap Raja lirih ke Chery lalu Raja berteriak ke Elmo, "iya! tunggu di ruang tamu ya! kakak masih ganti baju nih!"


"Oke!" balas Elmo dari luar kamar. Elmo kemudian melangkah kembali ke ruang tamu.


Tanpa Raja sadari dan tanpa sempat mencegahnya, Chery telah berdiri di depan pintu, membuka kuncinya, dan tanpa menoleh ke Raja, dia langsung berlari keluar dari kamarnya Elmo.


Raja menatap kepergiannya Chery dengan gamang, "shit! apa yang sudah aku lakukan" gumamnya sembari membuka lemari bajunya Elmo dan mengambil asal salah satu t-shirt untuk dia kenakan, dan dia kembali memakai celana panjang kainnya karena, untuk ukuran celana, dia berbeda ukuran dengan Elmo

__ADS_1


Raja kemudian menaruh kemeja kotornya ke dalam tas selempangnya lalu keluar dari kamarnya Elmo.


Elmo merengut, "kok lama sih?"


"Kakak sakit perut tadi. Perut kakak melilit tadi" ucap Raja.


"Kalau kak Raja sakit, ya nggak usah pergi aja" sahut Celyn.


"Yaaaahh, nggak boleh gitu dong! kan udah janji tadi" ucap Elmo.


"Iya jadi kok, perut kakak udah nggak apa apa. Kita tunggu kakak kamu dulu ya?" ucap Raja.


"Oke!" sahut Celyn.


"Aaaah, pasti lama nih! hari ini kan, jadwalnya kak Chery mencuci rambut dan dia bakalan lama kalau mengeringkan dan menata rambutnya" Elmo mulai bersedekap dan mengerucutkan bibirnya.


"Hahahaha, kamu lucu ya, sampai hapal jadwal kakak kamu nyuci rambut" ucap Raja sembari tergelak geli.


"Ya hapal lah! kita kan giliran pakai hair dryer-nya, heeee" ucap Elmo dengan santainya.


Chery menutup pintu kamarnya dan langsung bersandar sembari mengatur napasnya.


"Astaga! apa yang aku lakukan?" gumam Chery sembari melangkahkan kaki menuju ke lemari pakaiannya. Dia mengambil asal sebuah dress berwarna merah muda untuk dia kenakan, lalu dia menatap hair dryer yang sudah dia letakkan dengan tanpa sadar di atas meja riasnya.


"Kelamaan kalau harus dikeringkan dengan hair dryer" ucapnya kepada dirinya sendiri lalu dia menyisir asal rambutnya dan melangkah lebar keluar dari kamarnya.


"Yuk berangkat!" ucap Celyn sembari bangkit dan diikuti oleh Raja dan Elmo.


Raja dan Chery saling membisu dan menjadi canggung satu sama lain.


Raja memasangkan sabuk pengamannya Chery lalu mulai meluncurkan mobilnya menuju ke kafe uang berada di dalam sebuah mall mewah, yang kemarin mereka kunjungi.


"Kak, tumben nggak dikeringkan dulu rambutnya? nanti kakak kedinginan terus flu lagi" ucap Elmo.


Raja menoleh ke Chery, "benar kata Elmo, kenapa.........."


"Kelamaan entar, dan kakak nggak apa apa kok, kakak nggak merasa dingin" ucap Chery memotong ucapannya Raja tanpa menoleh ke Raja.


Chery kenapa ya? apa dia marah sama aku? kok dia cuek dan kesannya ketus sama aku? Batin Raja.


Mereka akhirnya sampai di dalam kafe, duduk di sebuah meja yang lumayan nyaman karena, meja itu berada di teras belakang kafe tertata apik di sebuah taman minimalis yang indah.


Raja terus menatap Chery yang masih belum mau menatapnya. Elmo dan Celyn dengan santainya mulai menyantap makanan yang makanan mereka tanpa menyadari keganjilan yang terjadi diantara Raja dan Chery.


Elmo makan sembari mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kafe itu.


"Apa yang kakak cari?" tanya Celyn.

__ADS_1


"Teman kakak" jawab Elmo sekenanya.


Raja bangkit, "emm sebentar ya, kakak mau ajak Chery bicara berdua dulu, kalian tunggu di sini jangan ke mana mana!" ucap Raja.


"Oke!" ucap Celyn dan Elmo sedangkan Chery menatap Raja dengan tanda tanya besar.


"Chery tolong ikut kakak sebentar! kakak perlu bicara!" Raja menatap Chery.


Chery pun bangkit dan berjalan beriringan dengan Raja, masuk ke dalam kafe itu dan menuju ke sebuah meja yang teronggok manis di pojokkan.


Chery duduk di depannya Raja dan mengerutkan dahi, "ada apa kak?" ucap Chery sembari meletakkan kedua tangannya di atas meja.


Raja menyentuh kedua tangan itu dan menggenggamnya, "Chery maafkan kakak ya, tadi kakak khilaf......lagi"


Blush


Chery merona malu dan tubuhnya kembali merasa panas ketika dia mengingat kejadian yang terjadi di kamarnya Elmo beberapa menit yang lalu.


"Chery?" Raja mengusap tangannya Chery.


"Chery maafkan kakak! Chery juga salah, Chery menanggapinya tadi" Chery berucap lirih sembari menundukkan wajahnya karena, malu.


"Chery dengar! itu terjadi karena, kakak sangat mencintaimu, di dalam cinta itu pasti ada gairah dan seharusnya kita tidak menghidupkan gairah itu, terlebih kakak, kakak yang sudah memulainya, maaf!"" ucap Raja serius.


"Tetapi kak, kejadian tadi juga bukan kehendak kita kok, kita nggak sepenuhnya salah juga, kan?" kata Chery dengan polosnya.


Raja mengulum senyum menahan tawa, "iya kita nggak sepenuhnya salah tapi kakak janji kakak nggak akan melewati batas, kakak hanya akan berciuman dengan kamu jika terpaksa dan nggak akan melakukan hal yang melebihi ciuman" kata Raja.


Blush


Chery kembali merona malu, mendengar kata hal yang melebihi ciuman, apa saja itu? Batin Chery dengan polosnya.


"Aku akan jaga kesucian kamu sampai kita menikah nanti, kakak janji!" kata Raja penuh keseriusan.


"Chery jadi pengen tahu kak, hal apa aja sih yang melebihi ciuman?" ucap Chery.


Blush


Giliran Raja yang merona malu, "Itu, anu, emm, kamu tanya ke mama Melati aja ya soal itu" jawab Raja dengan ekspresi canggung dan bingung.


Chery menatap Raja penuh tanda tanya namun, kemudian dia menganggukkan kepalanya, "oke! Chery akan tanya ke mama nanti"


Raja tersedak salivanya sendiri, "Uhuk uhuk, kamu beneran akan tanya ke mama Melati soal itu?" ucap Raja dengan ekspresi kaget.


"Hu um!" Chery mengangguk serius dan melempar senyum lugunya ke Raja.


Raja hanya bisa menatap Chery, Kelu.

__ADS_1


Oooo, om Moses cepatlah pulang om! Raja ingin membicarakan perihal lamaran Raja ke Chery, hiks hiks hiks, Raja sudah tidak tahan nih om, menunggu Chery terlalu lama, hiks hiks hiks. Batin Raja.


__ADS_2