
"Aaaaa" Elmo mengangkat sesendok sup jamur ke mulutnya Loly.
Loly tersenyum, membuka mulut dan menyesap sendok itu, "enak, kamu mau cicipi punyaku?"
Elmo menggelengkan kepalanya, "nggak usah, aku lagi nggak berselera makan hari ini"
"Apa kamu sakit? perut kamu kenapa?" Loly langsung panik.
"Aku baik-baik aja cuma malas makan aja" sahut Elmo sembari menyesap jus mangganya.
Loly menatap Elmo, "iya, kamu cuma pesan sup jamur dan jus mangga tanpa nasi" kesedihan dan kekhawatiran tergurat jelas di wajah manisnya Loly
Elmo tersenyum, "aku nggak apa-apa" Elmo kemudian menumpangkan tangannya di atas tangannya Loly dan menggenggam tangan itu, "kamu makanlah! makan yang banyak dan habiskan"
Loly tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Setelah menghabiskan makanan mereka, Elmo dan Loly masuk ke dalam mobil. Elmo memutar badan untuk bisa menatap Loly. Dia mengambil sesuatu dari dalam saku celananya. Cowok tampan itu mengeluarkan tangan dari dalam saku celananya dalam posisi menggenggam lalu dia taruh genggaman tangannya itu di depan bibirnya Loly dan berucap, "ciumlah agar bisa terbuka kepalan tanganku ini!"
Loly terkekeh lalu mencium kepalan tangannya Elmo itu. "tadaaaaa!!!" ucap Elmo dan sebuah kalung cantik berliontin capung, menjulur manis di depannya Loly.
"I....indah sekali" Loly tertegun menatap kalung itu lalu menautkan alis ke Elmo, "untuk apa kalung ini? aku tidak berulang tahun dan hari ini bukan hari Valentine"
Elmo tersenyum sambil membuka kalung itu lalu dia pasangkan kalung itu di leher cantiknya Loly, "ini sebagai simbol cintaku" Elmo lalu mengusap liontin berbentuk capung yang sudah menempel di atas dadanya Loly, "kamu tahu kenapa aku pilih liontin berbentuk capung?"
Loly tersenyum, "karena, mama Melati menyukai capung"
"Iya karena mama sangat menyukai capung maka aku mempelajari capung itu hewan yang seperti apa dan aku menemukan sesuatu yang spesial pada capung" Elmo tersenyum penuh cinta sambil mengusap kepalanya Loly.
"Apa itu?"
"Capung itu selalu beregenerasi, dengan kata lain dia abadi dan tidak pernah benar-benar mati. Capung juga hewan yang gigih dan setia pada pasangannya. Aku mau kamu mengingat cintaku seperti itu. Gigih, setia, dan abadi, tidak pernah mati" ucap Elmo lalu mencium keningnya Loly, sudut matanya Loly, pucuk hidungnya Loly, dan mengusap bibirnya Loly dengan ibu jarinya, "aku akan mencium kamu di sini nanti, kalau dunia sudah tahu, kamu adalah kekasihku"
Loly tersenyum bahagia penuh cinta lalu menghambur masuk ke dalam pelukannya Elmo, "aku sangat mencintaimu"
Elmo mengusap punggungnya Loly, lalu menarik diri dari pelukannya Loly, "aku antar kamu pulang tapi hanya sampai di depan ya karena aku masih ada urusan"
__ADS_1
"Urusan apa?" Loly berucap sambil memasang sabuk pengamannya.
Elmo melajukan mobil dan berucap, "bukan apa-apa cuma masalah kantor. Kalau nanti mama nanya aku ke mana, jawab aja aku ke kantor"
"Kami beneran ke kantor" tanya Loly setengah tidak percaya.
"Iya, aku akan ke kantor sebentar lalu ke ke rumah dosen pembimbingku, aku akan ajukan disertasiku, aku pengen secepatnya ujian skripsi dan lulus lalu menikahimu" Elmo berucap lalu mengusap kepalanya Loly.
"Diakui secara publik sebagai pacar aja belum, kok tiba-tiba mau dinikahi?" Loly mengerucutkan bibirnya.
"Hahahaha. Aku akan menemui kak Chery dulu, hari ini kak Chery akan tiba di rumah. Entar malam aku akan membicarakan soal kita ke kak Chery dulu lalu aku akan mengajak kak Chery berbicara dengan mama" ucap Elmo.
Loly tersenyum senang, "makasih udah mencintai aku sebesar ini"
Elmo menoleh sekilas ke Loly untuk sekadar melempar senyum tampannya.
"Sayang, kamu tahu nggak apa yang paling aku suka dari kamu?" tanya Loly.
"Apa?" Elmo kembali melempar senyum ke Loly.
"Senyum kamu, aku juga suka gigi gingsul kamu, aku suka rambut kamu, lurus, tebal, hitam, aku juga suka tawa merdu kamu dan......"
Loly terkekeh lalu berucap, "aku paling suka tawa kamu. Entah kenapa setiap kali melihat dan mendengar kamu tertawa, aku merasakan damai di hatiku ini"
Elmo menoleh sekilas ke Loly dan tersenyum penuh cinta, kemudian dia meraih tangannya Loly lalu mencium tangan itu, "kalau kamu tahu apa yang paling aku suka dari kamu?"
Loly menggelengkan kepala dan berucap, "nggak tahu"
"Aku paling suka rambut kamu. Seksi dan membuatmu menjadi semakin manis" Elmo berucap lalu menciumi tangannya Loly.
"Hahahaha, aku justru paling benci sama rambutku ini. Rambutku ini udah memakan ratusan sisir, setiap kali sisiran pasti sisirnya patah, terus mau dipotong mode apapun pasti jadinya tidak karuan, awut-awutan. Aku pengen punya rambut lurus seindah rambutnya mama Melati" ucap Loly sambil mengelus rambut keritingnya.
"Justru itu keunikan kamu. Kalau kamu nggak berambut keriting aku nggak akan tertarik sama kamu di awal perjumpaan kita" ucap Elmo.
"Hah?? kamu udah tertarik padaku sejak aku nyelonong masuk ke mobilnya kak Raja waktu itu?" tanya Loly sambil menarik tangannya dari genggamannya Elmo lalu dia pakai tangan itu untuk memukul bahunya Elmo.
__ADS_1
Elmo tertawa, "hahaha, iya sejak awal aku udah tertarik sama kamu dan thank God kita dipertemukan lagi, sampai akhirnya kamu menjadi wanitaku"
"Wanitamu? waahhh! bahasa kamu berat sekali bro" ucap Loly sambil terkekeh geli.
"Iya lah. Kamu pacarku berarti kamu itu wanitaku" Elmo kembali mengusap kepalanya Loly.
Setelah sampai di depan pintu, Loly turun dari mobil sambil berucap "hati-hati jangan ngebut!"
Elmo tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Lalu melajukan mobilnya menuju ke rumahnya Maha Adijaya. Elmo berhasil menemukan alamat rumahnya Maha Adijaya dan tanpa berdiskusi terlebih dahulu dengan papanya, dia berencana menemui Maha Adijaya untuk memperkenalkan dirinya sebagai kekasihnya Loly.
Loly masuk dan langsung dipeluk oleh Melati, "lho Elmo mana?" Melati melepas pelukannya lalu celingukkan mencari sosok tampan putra kesayangannya.
"Kak Elmo, pergi ke kantor lalu mau ke rumah dosen pembimbingnya untuk mengajukan disertasinya, ma" ucap Loly.
"Oooo, ya sudahlah kalau begitu. Mandilah lalu kita makan. Mama tunggu di meja makan, ya"
Loly tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Melati duduk di sampingnya Moses. Chery, Raja, Alfa, Celyn, Moses, telah berkumpul di sana dan suasana langsung penuh dengan canda tawa. si kembar ada di dalam kamar dijaga Mak Ijah dan Gini.
"Elmo mana?" tanya Chery.
"Elmo ke kantor lalu ke rumah dosennya" sahut Melati.
Moses langsung menoleh ke Melati, "ngapain ke kantor? hari ini semuanya aku liburkan karena, aku ingin menyambut keluarga kecilnya Raja"
Melati mengangkat kedua bahunya kemudian berucap, "ambil sesuatu mungkin, berkas atau apalah yang ketinggalan di kantor"
"Dia masih muda tapi pelupa, mirip tuh sama papanya" sahut Alfa.
"Lalu apa kabar dengan omnya? kalau belum lima kali melewati suatu jalan, maka akan tersesat kerena kamu tuh nggak pernah pandai menghapal jalan" Moses tidak mau kalah dengan Alfa.
"Iya benar, hahahahaha, entah kenapa aku selalu kesulitan dalam menghapal jalan. Rumahnya Raja kalau ke sana sendirian, aku pasti tersesat, kan aku baru sekali ke sana dan sudah lupa, hahahaha. Kalau belum lima kali, aku belum bisa ingat dengan benar dan pasti tersesat, hahahaha"
"Serius om? kok Chery baru tahu ya? hahahaha, om Alfa lucu banget sih"
__ADS_1
"Lucu dan imut kan?" Alfa tersenyum ke Chery.
Moses langsung mencebikkan bibinya ke Alfa dan semuanya langsung menggelegarkan tawa mereka dan di saat Loly sudah bergabung, mereka memulai makan malam mereka penuh dengan kehangatan dan keceriaan.