
Selesai acara pernikahan, maka digelarlah jamuan makan besar besaran. Awan mengajak istri dan anaknya untuk memberikan selamat ke Chery "om ucapkan selamat kepada kalian berdua, semoga kalian selalu bahagia, rukun, banyak anak dan banyak rejeki" ucap Awan.
"Amin! Terima kasih om" ucap Raja dan Chery secara bersamaan.
Awan kemudian menemui Moses dan istrinya Awan mengajak Melati untuk berbicara empat mata.
"Tuan selamat atas pernikahan putri tuan" ucap Awan.
"Terima kasih. Terus terang awalnya aku ragu untuk mengundangmu, Wan. Namun bagaimana pun juga kamu juga berjasa di dalam hidupnya Chery. Jika dulu kau tidak mengijinkan Melati bekerja sebagai nanny di rumahku, untuk mengasuh Chery maka Chery dan aku tidak akan menjadi sebahagia ini sekarang"
"Sama sama tuan. Anda juga sudah banyak berjasa di dalam kehidupan saya. Saya bisa bangkit dari keterpurukan saya dulu, semuanya berkat anda. Maafkan untuk semua kebodohan yang pernah saya lakukan ya tuan!?"
"Iya sama sama. Aku senang kamu sudah sembuh saat ini" ucap Moses.
Istrinya Awan memeluk Melati sambil menggendong putranya, "terima kasih banyak, anda sudah mengembalikan suami saya ke saya, mbak. Terima kasih banyak sudah membuatnya menjadi sadar dan bisa menerima saya sepenuhnya sebagai istrinya. Awan sudah benar benar mencintai saya tanpa bayang bayang masa lalunya lagi"
"Sama sama. Saya bahagia jika kalian bahagia" ucap Melati sambil mengelus punggung istrinya Awan Herlambang.
Beberapa jam kemudian............
"Sayang kita ngapain ikutan bobok di hotel?" Melati duduk di tepi ranjang kamar super deluxe yang sudah disewa suaminya. Moses melongokkan kepalanya dari dalam kamar mandi sambil menggosok gigi, dia berucap, "ya aku juga mau merasakan malam pengantin"
"Hah?! tapi sayang, anak anak bobok di rumah masak kita bobok di hotel?" Melati berucap sambil melepas sandal hotelnya dan naik ke tempat tidur lalu merebahkan diri.
"Aku kangen kamu Rumi! satu Minggu full kamu dikuasai sama Chery" ucap Moses sedikit lantang dari dalam kamar mandi.
"Hahahaha, masak kamu cemburu sama putri kamu sendiri sih. Kita pulang aja ya, kasihan anak anak di rumah tanpa kita" ucap Melati.
Moses melangkah keluar dari kamar mandi dan tersenyum lebar, "Rumi, anak anak sudah besar, kemarin waktu kita tinggal mereka ke Jepang, mereka baik baik saja kan. Rumi, bahkan tanpa terasa kita baru saja menikahkan putri kita lho, jadi berhentilah sejenak memikirkan mereka, pikirkan suami kamu yang butuh kamu asuh, kamu perhatikan dan kamu manjakan saat ini. Lagian kita belum pernah melakukannya di hotel kan selama ini?"
Melati tersenyum geli dan mengusap pipi suaminya, "baiklah sayang, aku milikmu sepenuhnya malam ini"
Moses menyeringai dan mulai mencium istri imutnya, "my cute nanny, I love you" bisik Moses di telinganya Melati dan dia mulai menggila karena terbuai akan kecantikan, keharuman, dan semua pesona yang ada di Melati. Penyatuan raga dan cinta mereka berdua pun melebihi panasnya cinta sepasang pengantin baru.
Ronde pertama selesai dan Moses berbisik, "maaf Rumi, jika aku harus membuatmu bekerja cukup keras malam ini karena, sepertinya tiga ronde saja tidak cukup bagiku, aaahhhh, aaahhhh, aaahhh" Moses melanjutkan aksinya.
Melati hanya bisa mendesah manja mengikuti titah dari suami tercintanya.
Raja dan Chery beradu pandang, mereka telah berada di dalam kamar hotel super deluxe yang Greyson hadiahkan untuk mereka berdua. Kamar mereka hanya berjarak dua nomor dari kamar papa dan mama mereka yaitu, Moses dan Melati yang juga mengecap manisnya cinta di hotel the Rain, malam itu.
"Kamu cantik sekali" ucap Raja sambil memandangi Chery tiada berkedip.
Raja berucap sembari melepas dasi kupu kupu, kemeja, dan jasnya. Dia kemudian memakai kaos putih kesukaannya.
Chery merona malu, dia kembali melihat Raja bertelanjang dada walaupun sekilas.
"Kak, kenapa memandangiku terus?" ucap Chery.
Raja kemudian mendekati Chery dan membisikkan kata kata mesra, "Karena kamu sempurna. Kamu cantik, seksi, namun keibuan"
"Kak, aaahhhh,.........." Chery mendesah dan merona malu mendengar bisikannya Raja.
__ADS_1
Raja mengecup telinganya Chery dan kembali berbisik, "kamu nantinya bisa menggoda kekasihmu ini di malam hari dan menjadi ibu bagi anak anak kita di siang hari"
Chery menunduk, merona malu dan langsung mendorong Raja, "aku mau ganti baju dulu" Chery kemudian berlari menuju ke kamar mandi dan menutup pintu kamar mandi dengan keras.
Raja tergelak geli menatap sikap malunya Chery, "jangan lama lama di kamar mandinya sayang! kekasihmu ini sudah sangat merindukanmu" teriak Raja sambil merebahkan diri di atas ranjang super mewah yang berada di dalam kamar super deluxe hotel the Rain tersebut.
Chery telah selesai mandi dan berganti baju tetapi merasa ragu untuk melangkah keluar.
"Apa yang harus aku lakukan setelah ini?" gumam Chery, "aaaa, mama gimana ini?"
Tok tok tok
Raja mengetuk pintu kamar mandi itu setelah menunggu Chery selama setengah jam dan Chery belum juga menampakkan batang hidungnya.
Chery pun terlonjak kaget.
"Sayang, kamu baik baik saja?" tanya Raja.
"Iya" sahut Chery.
"Kenapa lama sekali di dalam? ada apa? kamu sakit perut?" kepanikan terdengar di suaranya Raja.
"Nggak kak, aku baik baik saja, tapi Chery takut sama kakak" ucap Chery dari dalam kamar mandi"
Raja langsung menggemakan tawanya, "hahahahaha, kenapa kamu takut, sayang? ini kak Raja yang sama, nggak berubah sayang. Selama satu Minggu dipingit, kakak masih saja sama Chery, nggak ada bedanya. Buka pintunya, kamu masuk angin nanti kalau kelamaan di dalam kamar mandi"
Ceklek
Chery keluar dari kamar mandi dengan wajah tertunduk.
Raja tersenyum menatap wajah ayu istrinya yang tengah merona malu lalu dia merebahkan Chery di atas ranjang dengan pelan. Raja berbaring miring di sampingnya Chery dan memegang tangannya Chery.
Chery terlonjak kaget dan Raja pun ikutan terlonjak kaget, "ada apa?"
Chery kemudian memunggungi Raja dan berucap, "kakak akan melakukan hal hal yang melebihi ciuman kan setelah ini?"
Raja terkekeh geli, dan memeluk Chery dari belakang, dia membenamkan wajah tampannya di lehernya Chery lalu berucap, "jika kamu belum siap untuk menyerahkan diri kamu ke kakak sepenuhnya malam ini, nggak apa apa sayang, kakak akan sabar menunggu sampai kamu siap, hmm?"
Chery memutar badan dan menghadap ke Raja, "kita hanya akan tidur sambil berpelukan aja malam ini?"
Raja menatap kedua matanya Chery sambil menyusuri alisnya Chery, pelipisnya Chery dan sampai di sudut bibirnya Chery dengan jari telunjuknya, "sesuai permintaan tuan putri. Kita hanya akan tidur sambil berpelukkan malam ini"
Chery mengerutkan dahinya, "tadi katanya Chery cantik banget kok cuma akan berpelukkan sih? emangnya kakak nggak kangen sama Chery? Chery tuh kangen berat sama kakak, selama satu Minggu nggak ketemu kakak, nggak telponan dan nggak bisa ngobrol sama kakak, Chery merindu sampai sesak napas, tahu nggak?" Chery melancipkan bibirnya ke arah Raja.
Giliran Raja yang mengerutkan dahinya, "lalu? apa mau kamu sayang?" Raja kemudian mengecup keningnya Chery, pucuk hidungnya Chery dan terakhir mencium pipinya Chery.
"Kita ngobrol sampai pagi atau sampai Chery ketiduran" ucap Chery dengan senyum lebarnya.
"Emangnya kamu nggak penasaran dengan hal hal yang melebihi ciuman?" tanya Raja.
Chery menggelengkan kepalanya, "udah nggak penasaran, mama udah kasih tahu ke Chery kalau............"
cup cup cup
Raja mendaratkan tiga kecupan di bibir istrinya sambil tersenyum penuh cinta.
__ADS_1
"Kak!" Chery mulai protes.
"Apa? mau lagi?" Raja langsung meraih tengkuknya Chery dan mencium bibir istri cantiknya itu dengan penuh damba. Kali ini Raja memberikan ciuman yang manis dan mengunci kedua bibir mereka, lalu membenamkan lidahnya dalam dalam. Lidah itu bergerak dengan sangat gesit sementara jari jarinya terus menjelajahi tiap jengkal tubuh istrinya, ibu jarinya menggoda di setiap sentuhannya dan telapak tangannya mulai membelai punggung Chery dengan rasa yang penuh menggelora.
Raja mengerang menarik bibir dan tangannya, dia memeluk Chery erat erat sambil membenamkan wajahnya di lehernya Chery Raja berucap, "kau istriku Chery, kau dengar? aku bersyukur kau istriku sekarang" Raja mempererat pelukannya seakan tidak mau melepaskan Chery untuk selama lamanya.
"Aku mencintaimu kak, dan sepertinya aku menginginkan kakak malam ini" ucap Chery lirih.
Raja melepaskan pelukannya dan menatap wajah ayu istrinya itu, "maksud kamu?"
Chery menunduk dan memainkan jari jemarinya di depan Raja yang masih berbaring menghadap ke arahnya, "aku mau menjadi milikmu sepenuhnya malam ini tapi......."
"Tapi apa?" tanya Raja sambil mengelus mesra rambutnya Chery.
"Tapi kata mama akan sakit dan kata papa, Chery nggak boleh hamil dulu sebelum Chery lulus kuliah" Chery masih menundukkan wajah ayunya dan masih memainkan jari jemarinya.
Raja langsung menggemakan tawanya, "soal itu serahkan pada kakak, kakak akan mengurusnya"
Chery mendongakkan wajahnya dan menautkan alisnya, "kakak udah pernah melakukannya? dengan siapa kak?" Chery mulai mendorong tubuhnya Raja untuk menjauh.
Raja merengkuh Chery dan memeluknya erat, "kakak belum pernah melakukannya dengan siapapun sayang. Ini juga akan menjadi yang pertama kalinya bagi kakak"
"Tapi kedengarannya kakak sudah ahli" ucap Chery di dalam dekapannya Raja.
"Kakak berucap tadi juga dengan perasaan gemetar dan was was, heeee. Tetapi kakak benar benar berjanji, kakak akan berhati hati. Gimana? kalau kamu masih ragu kita bisa lakukan kalau kamu sudah benar benar siap"
Chery menganggukkan kepalanya dan berucap, "Chery percaya sama kakak dan Chery sudah siap malam ini"
Raja tersenyum penuh syukur dan langsung membenamkan wajahnya ke leher Chery dan memberikan banyak sekali tanda cintanya di sana lalu dia mencari bibirnya Chery, ciumannya menjadi lebih liar dan menggairahkan. Penyatuan raga dan cinta mereka pun terjadi dengan irama yang begitu indah bagi mereka berdua. Chery terisak di awal permainan namun menjadi ketagihan di menit menit selanjutnya.
Raja mengusap setitik butiran bening di sudut kelopak matanya Chery lalu mencium keningnya Chery. Chery tersenyum bahagia di dalam dekapannya Raja dan berucap, "kak, jangan pernah berhenti mencintai Chery seperti ini ya"
"Iya sayang dan terima kasih kamu sudah kasih kakak kado terindah di malam pengantin kita. Terima kasih kamu sudah jaga kesucian kamu hanya untuk kakak. Bagaimana dengan kamu? kakak jauh lebih tua dari kamu lho, kakak pastinya akan lebih cepat menua daripada kamu. Apakah kamu akan tetap mencintai kakak saat kakak udah menua?" tanya Raja.
"Laki laki yang dicintai oleh istrinya dengan sangat dalam tidak akan cepat menua. Bahkan akan awet muda" ucap Chery.
Raja terkekeh geli, "kamu dapat kata kata itu dari siapa?"
"Dari papa. Terbukti kan, mama begitu dalam mencintai papa dan papa tampak awet muda dan tidak menua" kata Chery lalu mencium pipinya Raja.
"Ammiinnn! sekarang tidurlah" kata Raja.
Raja dan Chery akhirnya tertidur sambil berpelukkan di dalam selimut yang akan selalu menghangatkan cinta mereka berdua.
Keesokan harinya.............
Chery mengernyit kesakitan tetapi bisa dia tahan rasa nyeri itu karena, dia tidak mau membangunkan Raja yang masih tertidur pulas. Chery memakai kembali dressnya dengan berjalan tertatih dia menuju ke jendela balkon, membukanya dan tersenyum menerima sapaan angin pagi dan hangatnya senyuman sang mentari.
"Selamat pagi semesta, aku sekarang sudah bukan lagi Chery Elruno namun Chery Darmawan" gadis cantik itu pun memberikan senyumannya ke seekor burung yang hinggap di balkon kamarnya dengan rasa bahagia dan penuh syukur.
❤️❤️❤️❤️❤️THE END❤️❤️❤️❤️❤️
Terima kasih untuk pembaca setianya My Cute Nanny atas dukungannya. Terima kasih juga atas dukungan dari para author yang kece kece dan hebat hebat. Tanpa kalian semua saya nggak akan bisa meneruskan cerita Moses dan Melati sampai selesai. Terima kasih untuk like, vote dan komentar kalian yang selalu membuat hati saya merasa hangat dan membuat saya merasa dihargai dan dicintai. ILU and GBU all😘 Sampai jumpa lagi di karya saya selanjutnya ya❤️
__ADS_1