My Cute Nanny

My Cute Nanny
Puisiku, puisi yang terbaik


__ADS_3

Raja berdiri untuk membacakan puisi karya dia di depan kelas. Dia merasa canggung dan mulai menggaruk nggaruk kepalanya yang tidak merasa gatal.


"Raja, bacakan! ayok!" kata ibu gurunya Raja.


Raja meringis dan mulai membuka bukunya.


***Rasa Manis di Hatiku


Ku merenung........


Semua angan tergelung


Masa itu masuk ke dalam ceruk suatu relung


Tanya mulai menumpuk menggunung


Apa aku pantas..........


Rindu coba ku hempas


Tapi membuatku lemas


Ku raih asa sebelum menjadi ampas


Kau indah........


Manik hitamku menangkup sebingkai wajah


Wajah bak kepompong yang mulai merekah


Dan rasa manis di hatiku indah membuncah


Rasa manis ini, apakah cinta.........


Entahlah ku mulai bertanya


Yang pasti ku rasakan damai di satu tawa


Yaitu di tawa kamu, aku merasa nyata***


Raja lalu menutup bukunya dan berkata "terima kasih" ketika mendengar tepuk tangan mulai terdengar menggemuruh di dalam ruang kelasnya.


Bu gurunya Raja kemudian menghampiri Raja dan menepuk pundaknya Raja "ternyata kamu tidak hanya pandai di bidang matematika dan basket aja ya Raja , ternyata kamu juga pandai bikin puisi, selamat ya, puisi kamu adalah puisi yang terbaik"


Raja tersenyum malu "terima kasih Bu" lalu melangkah kembali ke tempat duduknya.


"Oke, sekian dulu untuk pelajaran bahasa Indonesia pada hari ini, sampai jumpa besok, anak anak, selamat siang"


"Selamat siang, bu" sahut semua murid muridnya secara serempak. Kemudian guru itu meninggalkan kelas.


Kegiatan belajar dan mengajar terjeda beberapa menit, murid murid masih menunggu guru mereka selanjutnya masuk ke dalam kelas, dengan tenang.


Aurelia, cewek cantik, putri dari pemilik supermarket terbesar di kota J menoleh ke bangkunya Raja dan terus tersenyum cantik menatap Raja.


Raja menautkan wajah dan menoleh ke Aurelia "ada apa? kenapa terus menatap aku?"


"Puisi kamu tadi untuk aku ya?" kata Aurelia dengan penuh percaya diri. Aurelia adalah primadona, cantik, seksi juga pintar nge-dance membuat dia populer di kalangan cowok.


"Jangan Ge-Er kamu" Raja kemudian mengalihkan pandangan ke bukunya kembali.


"Raja, aku buat puisi yang aku bacakan tadi untuk kamu, lho. Kamu tersentuh nggak?" Aurelia masih mencoba untuk mendapatkan perhatiannya Raja.


Tapi Raja tidak menghiraukannya dan Raja masih terus berkutat dengan bukunya.


"Raja......"


"Selamat siang anak anak" Guru matematika telah memasuki kelas dan Aurelia langsung terdiam dan menatap ke arah depan kembali.


Ketika jam istirahat telah tiba, Raja langsung berlari menuju ke gedung SD. Dia ingin berterima kasih ke Chery. Karena Chery yang telah mengajari dia membuat puisi. Dan hendak mengatakan ke Chery, kalau puisi dia mendapatkan nilai terbaik. Tetapi laju larinya diikuti oleh Aurelia.


"Raja tunggu!" teriak Aurelia.

__ADS_1


Raja mendengus kesal dan mengerem laju larinya lalu memutar badan dan menatap Aurelia. "Ada apa?"


"Aku bawa dua sandwich, nih satu untuk kamu" Aurelia tersenyum.


Raja menautkan alis dan tidak menerima sandwichnya Aurelia. Cowok beken nan tampan itu kembali memutar badan dan berlari meninggalkan Aurelia.


Aurelia menghentakkan kaki ke tanah dengan sangat kesal. "Awas aja Raja, aku akan bikin kamu tergila gila sama aku"


Raja akhirnya sampai di taman gedung SD. Dia mulai mengedarkan pandangan untuk mencari Chery, dia membawa bekalnya, pancake strawberry, dia minta mamanya untuk membuatkannya dua pancake strawberry dia berencana akan makan pancake itu dengan Chery.


Raja mendengus kesal ketika melihat Chery sedang duduk di sebuah bangku taman dengan Gideon Putra Simpsons



Gideon Putra Simpsons berumur sepuluh tahun. Dia juga merasa cocok berteman dengan Chery. Dan sering mengajak Chery makan bersama bekal mereka masing masing, di taman.


Celyn, Elmo dan Danendra putranya Rio duduk di bangku yang tidak jauh dari Chery dan Gideon.


Raja mendekati Gideon dan Chery lalu duduk di depan mereka sambil mengerucutkan bibirnya karena harapannya untuk makan bekal berdua aja dengan Chery telah menguap begitu aja ditelan udara yang mulai terasa panas bagi dia.


"Kak Raja? ngapain kakak ke gedung SD?" tanya Gideon. Chery tersenyum ke arah Raja.


"Suka suka aku lah" Raja mengeraskan bibirnya ke arah Gideon. "Emm, Chery terima kasih ya udah ajari aku bikin puisi kemarin malam, puisiku dapat nilai yang terbaik" Raja tersenyum ke arah Chery.


"Waaahhh selamat ya kak, kakak memang pintar dan berbakat berarti, jadi bukan karena Chery, Chery cuma bantu sedikit aja kok kemarin" kata Chery.


Raja langsung merona dan menggaruk nggaruk kepalanya. Hati Raja langsung merekah penuh kebahagiaan ketika menerima pujian dari Chery.


"Iiihh kenapa wajah kak Raja tiba tiba memerah? kakak sakit?" tanya Gideon sembari meletakkan tangannya di atas keningnya Raja.


Raja menepis pelan tangannya Gideon dan berkata "apaan sih? kakak baik baik aja kok"


"Emm, Chery, ini pancake strawberry bikinan mama aku, aku kasih kamu satu ya, sebagai ucapan terima kasihku" kata Raja.


Chery menerima pancake strawberry dari Raja "terima kasih banyak ya kak"


"Iya sama sama, heeee" Raja senang bukan main, Chery mau menerima pancake darinya dan mau memakannya.


Chery tersenyum dan menganggukkan kepalanya "iya, enak banget"


"Aku kok nggak dikasih sih kak" kata Gideon mulai protes.


"Lupa! aku bawakan untuk kamu besok ya, atau kamu ke rumahku aja, minta mama Grace untuk bikin buat kamu, heeeee" kata Raja sambil meringis ke arah Gideon.


"Yaaaah, aku minta dong Chery, secuil aja, aaaaaa" Gideon membuka mulutnya di depan Chery.


Chery tersenyum dan mencuil pancake strawberry-nya untuk dia suapkan ke Gideon, tapi mulutnya Gideon langsung dimasuki pancake strawberry yang dipegang Raja.


"Nih, buat kamu aja, kak Raja udah kenyang" kata Raja dengan polosnya sembari menjejalkan pancake strawberry-nya ke dalam mulutnya Gideon.


"Uhhmm" Gideon menarik pancake yang nyungsep ke mulutnya "kok dimasukkan begitu aja ke mulut Gideon sih kak, terlalu besar nih, kalau mau menyuapi tuh secuil secuil"


"Iiih, siapa yang mau menyuapi kamu" kata Raja mulai mendengus kesal.


Chery memasukan cuilan pancake dia yang tadi hendak dia masukkan ke dalam mulutnya Gideon, ke dalam mulutnya sendiri sambil terkekeh geli.


"Jangan pernah minta disuapi sama Chery, kakak larang keras!" kata Raja.


"Lho kenapa?" Gideon mulai protes sambil mengunyah pancake pemberiannya Raja.


"Pokoknya nggak boleh" Raja melirik jam tangannya, beberapa menit lagi jam istirahat akan selesai. Dia harus balik ke gedung SMA sekarang juga kalau tidak mau terlambat masuk ke dalam kelas.


"Kakak balik dulu, ya" Raja berdiri dan mulai berlari menuju ke kelasnya.


Raja duduk di atas bangkunya bertepatan dengan bunyi bel tanda jam istirahat telah usai.


Beberapa jam berlalu dan akhirnya proses belajar mengajar untuk anak SD telah usai. Melati telah siap di depan gerbang sekolah menunggu anak anaknya keluar. Melati menunggu sembari menggendong Celestia.


"cantik, tunggu bentar ya, kakak kakak kamu bentar lagi keluar"


"Ya" jawab Celestia.

__ADS_1


Moses menelepon Melati "Sayang, sudah jemput anak anak?"


"Sudah, tapi anak anak belum keluar"


"Kita makan siang bareng ya, aku tunggu di restorannya Dimas" kata Moses.


"Oke" jawab Melati.


"Ati ati di jalan. I Love You" ucap Moses.


"I love you too" kata Melati.


Melati menutup sambungan ponselnya dan memasukkan ponselnya ke saku celana kainnya.


Tanpa Melati sadari, Claudia juga berada di sana. Claudia ingin menemui Chery. Claudia ingin mulai mengenal Chery dan mendekati Chery.


Ketika melihat Chery melangkah keluar dari pintu gerbang, Claudia langsung turun dari dalam mobilnya, dia hendak menghampiri Chery tapi Chery berlari tanpa menghiraukannya dan terus berlari menuju ke Melati sambil berteriak "Mamaaaaaaa"


Chery langsung memeluk tubuhnya Melati yang sedang menggendong Celestia.


Claudia menatap Chery dan Melati. Cewek cantik mantan model Internasional itu pun langsung merasa kecewa dan sedih. "Andai Chery memanggilku mama seperti itu, aku pasti akan sangat bahagia" Claudia mulai meneteskan air matanya.


"Lho dik Celestia kok ikut mama?" tanya Chery.


"Iya, dik Celestia nggak ada yang jaga jadi ikut mama deh, adik adik kamu kok belum keluar?" tanya Melati sembari mencium puncak kepalanya Chery kalau mengusap lembut rambut indahnya Chery.


"Bentar lagi keluar ma, masih piket tadi" kata Chery.


Celestia mengajak Chery bermain tangkap tangan dan mereka mulai tertawa penuh keceriaan, Melati jadi ikutan tertawa melihat tingkah lucunya Chery dan Celestia.


Claudia terus memperhatikan Melati dan Chery "tunggu, apakah kamu pengasuhnya Chery dulu, waktu aku ketemu kamu di kantornya Moses? iya kamu pengasuhnya Chery yang itu. Kurang ajar! berani benar kamu merayu Moses dan menikahi Moses, lalu merebut Chery" Claudia mulai menggeram kesal. "kamu akan rasakan akibat dari kelancanganmu merayu Moses, dan merebut anakku, dasar murahan, cih!" Claudia berasumsi kalau Melati telah merayu Moses selama Melati menjadi pengasuhnya Chery di rumahnya Moses.


Selang beberapa menit, Celyn dan Elmo pun keluar dari gerbang sekolahannya mereka dan berlari ke Melati sembari berteriak secara serempak "mamaaaaaaa"


Melati tertawa bahagia ketika semua anak anaknya memeluk dia termasuk Celestia. "Hahaha, mama bisa jatuh kalau diserbu kayak begini"


"Aku sayang mama" ucap, Clelyn, Elmo dan Chery secara serempak.


"Atu iya" sahut Celestia.


"Mama juga sayang kalian semua, yuk masuk ke dalam mobil! papa sudah menunggu kita"


Mereka semua masuk ke dalam mobil. "Sudah pasang seat belt kalian?" tanya Melati.


"Sudah ma" jawab Celyn, Elmo dan Chery secara bersamaan"


Celestia dipangku Melati. Melati kemudian melajukan mobilnya menuju ke restorannya Dimas.


Sesampainya di restorannya Dimas, Moses langsung berdiri menyambut istri dan anak anak tercintanya.


Celyn dan Elmo langsung melompat ke dalam gendongan papanya sambil tertawa senang.


"Aduuuhh! papa bisa encok tiba tiba, kalau menangkap kalian berdua sekaligus kayak begini" Moses terkekeh geli, mencium pipi Elmo dan Celyn sembari menurunkan Celyn dan Elmo dari gendongannya. Dan giliran Celestia yang minta gendong ke Moses.


"Hahaha, tumben kamu mau digendong sama om" kata Moses ke Celestia.


"Atu cayang om" kata Celestia.


"Hahahaha, wow! pandai merayu nih anak, mirip sama papanya, hahaha" kata Moses geli. Melati ikutan geli.


Chery tersenyum dan meraih tangan papanya dan dia cium tangan itu, Moses lalu mendaratkan ciumannya di pipinya Chery.


Semua akhirnya duduk dan mulai menyantap makan siang mereka.


"Lho kak Ray mana?" tanya Melati.


"Ray ada misi penting" kata Moses sambil tersenyum geli.


"Kok kamu senyum kayak gitu? emangnya misi penting apa?"


"Nanti aku ceritakan" kata Moses.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari, tidak jauh dari meja mereka, Claudia terus melihat kebahagiaan mereka dengan kesal dan penuh kecemburuan.


__ADS_2