
Melati menemani anak anaknya menonton televisi di ruang keluarga setelah mengajari mereka beberapa mata pelajaran yang mereka belum pahami sewaktu di sekolah.
Raja secara tiba tiba menampakkan batang hidungnya di ruang keluarga tersebut.
"Hei, Raja! duduk! tante akan suruh Mak Ijah bawakan minum untuk kamu, sebentar ya" Melati bangkit dan tersenyum ke Raja.
Raja duduk dan menyerahkan lolipop yang sudah dia awetkan ke Elmo.
"Nih lolipopnya sudah kakak awetkan" kata Raja sembari menyerahkan lolipop cokelat berbentuk wajah beruang ke Elmo.
"Lucu! aku mau juga, kak!" ucap Chery dan Celyn secara bersamaan.
"Nih untuk Celyn, bisa langsung dimakan.kalau yang ini" kata Raja sambil menyodorkan sebuah lolipop lucu ke Celyn.
"Waaahhh! thank you kak!" Celyn menerima lolipop dari Raja dengan mata berbinar binar.
"Dan ini untuk kamu cantikku, sayangku, Chery-ku" kata Raja sembari menyodorkan sebuah lolipop berbentuk cinta yang sudah diawetkan. "Tapi nggak bisa di makan nih, soalnya udah kakak awetkan, heeee"
"Makasih ya kak" kata Chery dengan senyum cantiknya dan mata berbinar binar terus menatap kekasih lolipop pemberian dari kekasih hatinya.
Raja kemudian berbisik di telinganya Chery "permen itu simbol hati kakak yang awet mencintai kamu selama lamanya"
Chery mendengarkan bisikan itu sembari menatap lolipopnya lalu merona malu.
"Interupsi! ini beneran sudah diawetkan?" tanya Elmo.
"Sudah, dan bisa awet paling nggak sepuluh tahun" kata Raja.
"Benarkah? Waahhh! keren! makasih ya kak" kata Elmo sambil terus memegang dan menatap lekat permen lolipopnya.
"Waaahhh ada pembagian apa nih?" tanya Moses sambil duduk di sampingnya Elmo.
""Lolipop pa, ini kemarin Elmo minta tolong ke kak Raja untuk mengawetkan permen lolipopnya Elmo" kata Elmo.
"Coba papa lihat" Moses mengamati permen lolipop yang dipegang oleh Elmo. "Waahhh! keren nih!" kata Moses.
Melati masuk kembali ke ruang keluarga berbarengan dengan Mak Ijah yang membawakan minuman dan camilan untuk mereka semua.
"Terima kasih mak" kata Melati ke Mak Ijah setelah mak Ijah menaruh nampan yang Mak Ijah bawa di atas meja dan Mak Ijah pun tersenyum lalu meninggalkan ruang keluarga itu.
"Apa itu?" ucap Melati sembari duduk di samping suami tercintanya.
"Lolipop ma" kata Celyn sambil menjilati lolipopnya.
""Waaahhh lucu sekali" kata Melati.
"Kamu mau?" tanya Moses.
Melati menatap lolipop yang dipegang Elmo, Celyn dan Chery lalu menoleh ke suami tercintanya dan menganggukkan kepalanya sembari mengulas senyum di wajah imutnya.
Moses kemudian menggenggam tangan istri tercintanya dan mengajak Melati bangkit "ayok kita beli!"
"Hah?!" Melati nampak kebingungan.
Moses langsung menarik pelan tangannya Melati dan mengajak Melati keluar dari ruang keluarga untuk menuju ke mobilnya.
Chery, Celyn, Elmo dan Raja hanya bisa terkikik melihat tingkah polos dari Melati dan Moses Elruno.
Raja berbisik kembali ke Chery "kakak pengen kita besok selalu penuh cinta dan mesra kayak papa Moses dan mama Melati"
"Amiinnn" Chery berucap lirih ke Raja.
__ADS_1
"Aku ke kamar dulu ya, takut ganggu" kata Celyn sambil bangkit dan terus menjilati permen lolipopnya.
"Aku juga, mau taruh lolipopnya ke dalam freezer biar lebih awet lagi" kata Elmo sambil bangkit dan menyusul langkahnya Celyn.
Raja dan Chery bersitatap dan saling melempar senyum geli.
"Kita mau tetap di sini? apa mau keluar jalan jalan?" tanya Raja sambil mengusap mesra rambutnya Chery.
"Di sini aja. Chery capek kak. Kemarin Chery seharian menangis" kata Chery.
Raja langsung merangkul Chery dan meletakkan kepalanya Chery di atas bahunya "maafkan kakak, ya"
"Chery juga salah kak. Maafkan Chery, ya"
"Emm, terus kita ngapain nih?" tanya Raja.
"Kita sudah bersama sejak kita masih kecil kan kak, tapi Chery belum ngerti benar apa makanan kesukaannya kak Raja. Setahu Chery sih, kak Raja tuh suka semua makanan, tapi pasti ada yang paling kakak sukai, kan?" ucap Chery.
"Kakak paling suka sama martabak telur bikinannya papa Charlie, heeeee. Martabak telurnya papa Charlie tuh top markotop" kata Raja.
"Benarkah? kapan kapan Chery mau belajar memasak sama papa Charlie boleh? biar nanti kalau Chery sudah jadi istrinya kak Raja, Chery bisa bikinin martabak telur buat kakak, heeee" ucap Chery.
"Waaahhh makasih ya sayang, udah mau belajar masak martabak telur buat kakak" Raja kemudian mengecup keningnya Chery. "Emm, hari Minggu papa Charlie longgar, seharian di rumah berkebun sama mama, besok Minggu aja ya, aku akan ajak kamu main ke rumah" kata Raja sembari mengelus elus bahunya Chery.
"Iya kak, Chery mau" ucap Chery.
"Kita beli mie ayam Bandung yang dekat sekolahanmu yuk! kita ajak Celyn sama Elmo sekalian" kata Raja.
"Tapi Chery capek kak, malas keluar" kata Chery.
"Kakak justru takut kalau kelamaan berduaan sama kamu kayak gini, kakak akan tergoda sama bisikan bisikan nggak jelas, heeee" Raja melepaskan rangkulannya dan meringis ke Chery.
Chery nampak kebingungan menatap Raja "bisikan bisikan gak jelas apa?"
"Seperti kemarin sewaktu di kantorku" Raja tersenyum penuh arti ke Chery.
Raja langsung tertawa renyah menatap kepolosannya Chery
Moses dan Melati telah sampai di sebuah toko yang lumayan besar dan hanya menjual berbagai macam permen dan manisan.
Moses menggandeng Melati dan mengajak Melati memasuki toko tersebut.
Melati langsung berbinar binar menatap permen dan manisan yang beraneka warna dan ragam bentuknya.
"Kamu pilih gih! mana yang kamu suka. Mau borong semua isi toko ini juga boleh" kata Moses dengan santainya.
"Hmmm! mulai nih lebaynya. Kalau diborong semua entar gigi aku keropos dong ompong, kalau terlalu banyak makan permen, terus nggak cantik lagi terus kamu akan ............"
"Ssssttt! walaupun kamu ompong aku akan tetap cinta sama kamu" Moses berucap lalu mencium pipinya Melati.
Beberapa pengunjung toko tersebut melirik Moses dan Melati. Melati menyadari hal itu lalu berbisik "sayang, jangan main cium cium ah! diliatin orang tuh, malu!"
"Biarin! aku cium istri aku sendiri kok! ngapain mesti malu" kata Moses lalu mendaratkan kembali ciumannya di pipinya Melati.
"Hmmm, kumat ngeyelnya nih" kata Melati
"Hahahahahaha" Moses langsung tertawa lepas.
"Sayang aku bingung nih mau milih yang mana, heeeee, emm, soalnya aku belum pernah makan permen lolipop sebelumnya" ucap Melati.
Moses mencium tengannya Melati lalu berucap "aku pernah tapi ketika papa dan mamaku masih hidup setelah papa dan mama pergi ke Surga, aku tidak pernah makan permen lolipop lagi"
"Kenapa?" tanya Melati.
"Aku nggak suka aja merasakan lagi hal hal yang manis, heeee, sampai aku bertemu lagi denganmu, Rumi kecilku yang manis dan imut" ucap Moses lalu mencium tangannya Melati sekali lagi.
"Sayang, aku mencintaimu, emm, bagaimana kalau kita mulai makan permen lolipop berdua" kata Melati.
__ADS_1
"Oke! kamu yang pilih!" kata Moses.
"Aku dari kecil pengen banget bisa makan permen lolipop yang seperti itu, sayang" kata Melati sambil.menunjuk satu pot kecil berwarna hijau yang berisi beraneka warna permen lolipop.
"Baiklah kita beli yang itu" kata Moses.
Melati mengambil dua buah permen lolipop dari pot kecil itu tetapi Moses menepuk pelan tangannya Melati lalu berucap "letakkan!"
Melati meletakkan kembali kedua permen lolipop yang sudah dia pegang dan menoleh ke Moses dengan tatapan heran.
"Nah pintar! untuk apa cuma ambil dua, aku mau beli satu pot sekalian kok. Mbak, tolong bungkus satu pot lolipop ini ya!" kata Moses kepada salah satu pramuniaga toko tersebut.
"Baik tuan, waaahhh anda sangat menyayangi putri anda ya tuan, sampai sampai anda membelikan lolipop sebanyak ini" kata pramuniaga toko tersebut.
Moses hanya diam tidak merespons ucapan dari pramuniaga toko itu. Tiba tiba Moses melihat satu permen lolipop lucu yang berada di dalam sebuah kaca bening dan berbentuk bunga mawar berwarna merah "tunggu aku mau juga yang berbentuk bunga mawar itu"
"Baik tuan, pilihan yang bagus, bunga mawar ini secantik putri anda. Mari ikut saya ke kasir, tuan!" kata pramuniaga toko tersebut.
"Tunggu! dari mana kau tahu putriku cantik? kamu kenal dengan salah satu putriku?" tanya Moses.
Melati pun menatap penuh tanya pramuniaga toko tersebut.
Pramuniaga toko itu menghentikan langkahnya dan menoleh ke Moses "saya nggak kenal putri tuan, tapi kalau boleh kenalan, saya mau berkenalan dengan putri tuan yang cantik ini" pramuniaga toko itu mengarahkan tangannya ke Melati "kenalkan nona, nama saya.........."
"Tunggu! maksud kamu, ini putriku?" Moses menatap pramuniaga toko itu lalu menatap Melati secara bergantian.
"Iya, ini putri tuan kan? sangat imut dan cantik, kenalkan nona, nama saya Lastri" kata pramuniaga toko itu.
Moses mulai melotot dan mendengus kesal ke arah pramuniaga toko itu dan hendak mendampratnya tetapi ditahan oleh Melati.
Melati mengulum bibir menahan geli, lalu berucap "nama saya Melati mbak, tapi maaf ya, saya bukan putri tuan ini, saya adalah istrinya"
"Ooooo, anda beruntung tuan mendapatkan istri semuda dan secantik ini" lalu pramuniaga toko itu melanjutkan langkahnya menuju ke kasir meninggalkan Moses begitu saja dengan santainya.
Moses melepaskan tautan tangannya dan bersedekap lalu berucap "kamu aja yang bayar, nih kartunya" Moses menyerahkan kartu saktinya ke Melati sambil merengut.
Melati terkekeh geli "sayang, jangan gitu ah! mbaknya kan nggak tahu kalau aku ini istri kamu, jangan ngambek dong! please?" Melati mengatupkan kedua tangannya ke arah Moses.
Moses menghela napas panjang lalu mengetuk pipinya dengan jari telunjuk dan berucap "cium dulu!"
Apa sih, kok jadi cium cium gini" Batin Melati.
"Ayok! cium! atau aku akan ngambek terus nih" Moses masih merengut.
Akhirnya Melati mengalah dan mencium pipinya Moses. Kemudian mereka menyelesaikan transaksi mereka di kasir dan melangkah keluar dari toko permen tersebut.
Moses memasang sabuk pengamannya sembari ngedumel "ini yang sering bikin aku minder kalau jalan sama kamu, semua pasti yang ada di dalam toko itu, mengira kamu itu putriku, cih! bikin kesal saja"
"Sayang jangan kesal dong! gimana kalau kita makan permen lolipop ini di danau biru? terus kita lanjutkan ronde keduanya juga di danau biru?"
"Aaasiiiiaaappp dong!" wajahnya Moses langsung berubah cerah ceria dan semua kekesalannya menguap sudah.
Melati hanya bisa terkekeh geli dan menggeleng nggelengkan kepalanya.
"Emm, sayang, kenapa beli permen lolipop yang berbentuk mawar tadi?" tanya Melati.
"Itu karena aku pengen dari dulu tuh kasih kamu bunga mawar biar romantis. Mawar merah kan tanda cinta yang selalu membara, tapi kan, kamu alergi sama bunga. Jadi tadi pas aku lihat ada permen berbentuk bunga mawar merah langsung aja aku beli, sebagai tanda cintaku yang selalu membara untukmu, Rumi-ku"
Melati menoleh ke Moses dengan rona malu di wajahnya. Dia tidak menyangka ternyata dia perempuan yang sangat beruntung di dunia ini, begitu dicintai suaminya.
"Kenapa menatapku seperti itu?" tanya Moses.
"Terima kasih sayang, sudah mencintaiku sebegitu besarnya, tapi aku lebih mencintaimu seribu persen" kata Melati.
__ADS_1
"Hahahahaha, iya Rumi-ku sayang" kata Moses sambil mencium tangannya Melati.