
Raja bersimpuh dan menyerahkan mikrophone yang dia pegang ke Master of Ceremony. Sang Master of Ceremony langsung terpana, "wow! mas Raja kok bersimpuh, kira kira mau ngapain ya?"
Raja tersenyum lalu merogoh saku celananya, mengeluarkan kotak kecil berwarna merah, dia buka dan dia menengadahkan kepalanya sambil menyodorkan kotak yang berisi sebuah cincin nan cantik, ke Chery, "Will you marry me?" sang Master of Ceremony masih terus memegangi Mikrophone dan dia arahkan di depan bibirnya Raja, "Aaauuwww! ternyata mas Raja melamar nona Chery"
Semua tamu undangan seketika menjadi tegang dan menghentikan aktivitas makan mereka. Pandangan mereka semua tertuju ke Chery dan Raja.
Jantungnya Raja bertalu talu, berdegup dengan sangat cepat.
Chery tersenyum canggung, tertegun, dan mengerutkan dahinya, "kak, kok gini sih?"
Raja tersenyum ke Chery, "tolong diterima ya, kalau enggak diterima, kakak akan selamanya bersimpuh nih"
"Terima terima terima!" ucap sang Master of Ceremony dan langsung diikuti oleh semua tamu undangan, semuanya mengumandangkan kata, "terima, terima, terima!"
Chery menoleh ke semua tamu undangan dan tersenyum canggung, "kak, berdiri dulu! kita bicarakan soal ini nanti ya? Chery belum siap nih" ucap Chery sambil menatap mama Melati-nya.
Melati tersenyum dan menganggukkan kepalanya sembari menggerakkan bibirnya, "terima!"
"Chery, tatap kakak, pandang wajah kakak!" ucap Raja.
Chery kemudian menundukkan wajah cantiknya untuk menatap Raja.
"Kakak hanya mencintai satu wanita di dunia ini yaitu kamu..........."
"Aaawww so sweet!" potong sang Master of Ceremony dengan santainya.
Raja langsung menoleh ke Master of Ceremony tersebut, "bisa diam dulu sebentar?!"
"Oooo, iya, oke, baik dan maaf!" ucap sang Master of Ceremony tersebut sembari tersenyum jenaka ke Raja.
"Kamu benar benar cinta sama kakak atau nggak sih? jangan jangan nggak cinta sama kakak lagi" ucap Raja lirih dan sorot matanya mulai meredup.
Chery langsung menangkup wajah tampan kekasihnya itu dengan kedua tangannya, "Chery cinta banget sama kakak, namun, lamaran ini terlalu mendadak dan Chery belum siap, kak"
"Baiklah!" Raja kemudian menutup kotak cincinnya dengan sorot mata kekecewaan dia menundukkan wajah tampannya.Tetapi tangannya Chery langsung menangkap tangannya Raja yang masih memegang kotak cincin itu.
"Dengarkan dulu kak! emm, Chery belum siap tuh karena, Chery belum siapkan kata kata yang indah untuk menerima lamarannya kakak ini, ya soalnya dadakan sih, Chery kan jadi bingung mau balas pakai kata kata apa?" Chery tersenyum jenaka penuh cinta ke Raja.
"Maksud kamu? jadi gimana nih?" Raja kembali menengadahkan wajah tampannya ke atas dan menatap Chery dengan penuh tanda tanya.
"Buka kembali kotaknya dan pasangkan cincinnya. Chery cuma bisa ucapkan kata, I Love You untuk saat ini" ucap Chery penuh senyum.
Ketegangan dari para tamu undangan pun langsung mencair, semua hadirin langsung berseru bahagia dan memberikan tepuk tangan mereka. Sang Master of Ceremony pun ikutan terlonjak bahagia.
Raja langsung menyematkan cincin yang sudah dia beli sewaktu dia masih berada di Amerika, cincin yang dia beli dari hasil usahanya sendiri itu pun, telah berhasil melingkar di jari manisnya Chery yang sebelah kiri.
Raja tersenyum penuh cinta dan keharuan, dia cium tangan kekasihnya yang sudah memakai cincin ikatan cintanya, kemudian dia bangkit diiringi tepuk tangan dari para tamu undangan.
Melati langsung memeluk Moses, "sayang aku bahagia dan lega"
Moses terkekeh geli dan membalas pelukannya Melati dengan erat.
Elmo yang masih berada di depan piano langsung memainkan lagu "A Thousand Years" dan Elmo langsung menyanyikan lagu tersebut tanpa diminta dan tanpa persiapan pula, dia mulai bernyanyi tidak kalah merdunya dengan Raja, Heart beats fast, colors and promises. How to be brave? How can I love when I' m afraid to fall?............................
Raja menatap Elmo dan mengacungkan jempolnya, Elmo membalasnya dengan senyuman lebar penuh kelegaan sambil terus memainkan pianonya dan bernyanyi.
__ADS_1
Febrio Dominikus bergumam lirih, "bahagialah selalu, gadis manisku, Chery-ku"
Raja menatap om Rio Putra dan om Rio Putra langsung mengacungkan tinggi tinggi kedua jempolnya ke Raja.
Sang Master of Ceremony langsung berucap, "oke mas Raja, ada yang mau disampaikan ke para tamu undangan?"
Raja masih merangkul pinggangnya Chery, dia tersenyum lebar dan hanya bisa berkata, "terima kasih semuanya, atas doa dan dukungannya. Doakan kami kiranya Kami bisa melangkah ke pernikahan dengan lancar"
"Amiinnn!" seru para tamu undangan secara serempak.
"Oooowwww! kapan itu?" tanya sang Master of Ceremony.
"Secepatnya" ucap Raja sembari tersenyum penuh kebahagiaan dan kelegaan.
Chery tersenyum penuh keharuan.
Raja kemudian berbisik ke Chery, "kamu dah bikin kakak jantungan tadi!"
"Kakak juga dah bikin Chery kaget sih, kenapa nggak bilang dulu kalau mau melamar?" ucap Chery lirih.
"Hei hei! ngobrolnya nanti lagi ya kalian berdua, nona Chery dan mas Raja, heeee Sekarang waktunya pembagian doorprize, bagi para tamu undangan, di kartu undangan kalian ada nomornya, saya akan panggilkan nomor yang sudah berhasil diundi dan anda yang dipanggil nomornya silakan maju ke sini, ambil hadiahnya. Ada lemari es, televisi 48 inch, kitchen set, handphone, dan lain lain, siap siap saya panggil nomornya ya!" ucap sang Master of Ceremony"
Raja kemudian menggandeng tangannya Chery untuk turun dari atas panggung menuju ke meja keluarga untuk makan sembari menikmati acara pembagian doorprize.
Elmo, Celyn, Loly, Moses, Melati, Alfa, Angel, Arkan, Rini, Celestia, Herold putranya Arkqn dan Angel minta dipangku Melati, Ray, Delia, Cinta, Mama Grace, papa Charlie, dan mama Claudia sekeluarga, telah menunggu Raja dan Chery untuk bergabung bersama mereka.
"Selamat ya" ucap semua keluarga secara serempak.
"Terima kasih" ucap Raja dan Chery secara bersamaan dan mereka pun langsung menikmati semua hidangan yang sudah tersaji di atas meja yang memanjang itu.
Moses membuka suara, "om Charlie, sepertinya kita butuh membicarakan soal pernikahan Raja dan Chery nih"
Chef Charlie papa sambungnya Raja tersenyum lebar penuh kebahagiaan lalu berucap, "iya, om nurut aja Mo, kapan maunya anak anak, om ngikut aja"
"Waaahh! om memang selalu keren dari dulu ya, santai tapi bijaksana, Moses selalu mengagumi sikap om Charlie yang seperti ini" ucap Moses sambil menyendok makanan mie goreng-nya.
"Hahahaha, kamu berlebihan memuji om, Mo. Asal kau tahu, kamu itu juga mengagumkan di matanya om, andai Erlangga masih hidup, dia pasti bahagia sekali saat ini, melihat kamu dan Chery bahagia" ucap chef Charlie
Chery menitikkan air mata, "iya om, Chery tiba tiba merasa kangen banget dengan kakek Erlangga"
Melati berucap, "besok kita ke makam ya"
Chery mengusap air matanya dan menganggukkan kepalanya, "iya ma, besok kita ke makam ya"
"Om boleh ikut? besok restorannya om libur" ucap chef Charlie.
"Boleh dong! besok kita ramai ramai ke makam" ucap Moses Elruno.
"Saya juga boleh ikut? emm, walaupun saya hanya mengenal almarhum secara singkat namun, saya sangat mengagumi almarhum" sahut Claudia.
Moses diam menatap Claudia lalu Melati yang menjawabnya, "boleh mbak, mbak Claudia boleh ikut. Terima kasih mbak Claudia masih mengingat kebaikannya almarhum.
Claudia lalu mengalihkan pandangannya ke Melati,. "Terima kasih jeng Melati"
Melati tersenyum dan berucap, "sama sama mbak"
__ADS_1
Raja berbisik ke Chery, "kamu pulang sama kakak ya, ada yang ingin kakak omongkan ke kamu" kata Raja.
Chery menggelengkan kepalanya, "maaf kak, ini sudah malam nggak etis kalau kita pulang larut malam nanti. Besok aja ya bicaranya"
Raja mengelus tangannya Chery yang berada di bawah meja, "gagal deh kakak pengen berduaan sama kamu" bisiknya kemudian.
Chery langsung mencebikkan bibirnya ke Raja, "pasti ada udang di balik batu nih"
"Habisnya kamu cantik banget malam ini, kakak nggak tahan pengen mencium kamu" bisik Raja dengan santainya.
Chery langsung melotot ke Raja dan Raja langsung tergelak lirih.
"Nggak nyangka ya kita sehati, baju kita couple-an padahal kita nggak janjian lho" ucap Raja sambil memandang dressnya Chery.
"Iya kak, Chery baru sadar nih, ternyata baju kita warnanya senada, keren ya!" ucap Chery sambil memandang jaketnya Raja.
Melati dan Grace yang mendengar ucapannya Raja dan Chery, langsung beradu pandang dalam diam lalu saling melempar senyum penuh kepuasan. Misi mereka berhasil, baju couple pilihan mereka berdua disukai Raja dan Chery.
Melati tiba tiba merasa pusing, mungkin karena, nekat mencoba meminum air soda jadi asam lambungnya kambuh dan membuat dia tiba tiba merasa pusing.
Melati kemudian berbisik ke Moses, "sayang aku lelah dan pusing nih, kalau aku pulang duluan kira kira sopan nggak ya?"
Moses mencium pelipisnya Melati, "kamu nggak apa apa?"
Melati menggelengkan kepalanya, "nggak apa apa cuma merasa sangat capek dan pusing.
Moses bangkit dan meraih tangannya Melati, melati pun jadi ikutan bangkit, " kamu pulang dulu sama anak anak nggak apa apa, aku di sini dulu sampai selesai, aku akan wakili kamu menyalami semua tamu undangan.
"Mama kenapa?" tanya Chery.
"Mama nggak apa apa. Cuma merasa pusing, mama mau pulang duluan, maaf semuanya saya pulang duluan" ucap Melati.
Semua menganggukkan kepala mereka dan tersenyum memaklumi kondisinya Melati.
Elmo, Loly, Celyn ikutan bangkit dan pamit ke semuanya, mereka pulang duluan mengikuti mama mereka.
Claudia sekeluarga pun ikutan pamit pulang.
Chery dan papanya terpaksa tinggal sampai acara selesai untuk menyalami semua tamu undangan dengan ditemani Grace dan Charlie.
Melati pulang bersama Elmo, Loly, Celyn, Mak Ijah, Gini, dan supir pribadi mereka pak Joko. sambil membawa semua hadiahnya Chery.
Raja berbisik ke Chery, "kita melipir ke balkon yuk!"
Chery tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Mereka berdua pun berdiri di balkon jauh dari keramaian para tamu undangan yang masih ikut undian doorprize. Raja dan Chery menikmati keindahan kota yang terlihat dari balkon tersebut sambil bergandengan tangan.
Chery menatap cincin di jari manis sebelah kirinya, "Chery masih nggak percaya, saat ini di jari manisnya Chery sudah ada cincin dari kak Raja"
Raja mencium tangannya Chery, "kakak boleh minta hadiah dari kamu?"
Chery menghadap ke Raja, "kakak mau minta apa dari Chery?"
__ADS_1
Raja tersenyum penuh arti sambil terus secara perlahan mendekatkan wajahnya ke wajahnya Chery. Perlahan tapi pasti wajah tampannya itu semakin dekat dan dekat................