
Elmo duduk di depan meja kerjanya dokter Ivan Goh dengan sorot mata santai namun, tidak demikian dengan dokter Ivan Goh.
"Kau sembunyikan di mana Lili? dari kemarin ia tak bisa aku hubungi dan hari ini pun, saat aku ke rumahnya, pelayan di sana mengatakan kalau Lili nggak ada di rumah" tanya dokter Ivan Goh dengan suara rendah penuh kekesalan.
"Untuk apa aku menyembunyikan istriku sendiri?" Elmo menyeringai santai.
Dokter Ivan Goh segera menjulurkan badannya ke ara Elmo dan menghunus tatapan mematikannya ke Elmo, "apa kau bilang? istri?"
"Iya, Jelita Adijaya adalah istriku" Elmo segera melempar dua buku nikah berwarna merah menyala di atas meja lalu kembali membuka suara, "itu buktinya, lihatlah!"
Ivan mengambil buku nikah itu, kedua-duanya sekaligus dengan sorot mata tidak beralih dari wajah Elmo. Ivan membuka satu persatu buku nikah itu lalu melemparnya ke wajah Elmo sambil memekik liar, "berani benar kau memaksa Lili untuk menikahimu, dasar brengsek!" seketika itu pula Ivan bangkit dan menghunus tatapan mematikan tepat di kedua bola mata indahnya Elmo.
Elmo mengambil kedua buku nikah yang jatuh ke lantai lalu memasukkannya kembali ke dalam saku jasnya. Kemudian ia berdiri tegak sambil tersenyum lebar ia menatap Ivan tanpa gentar dan berkata, "memaksa? Lili adalah milikku sejak semula. Kamu yang memaksanya bertunangan denganmu di saat ia kehilangan ingatan akan masa lalunya. Masa lalu berharganya denganku"
"Itu tidak benar! Lili mencintaiku dan hanya mencintaiku?" jerit Ivan dengan nada penuh amarah.
"Benarkah?" Elmo menyeringai ke Ivan. "Sayangnya tidak demikian yang aku lihat di kedua bola mata indahnya Lili. Asal kau tahu, sedari dulu Lili hanya mencintaiku dan aku hanya mencintainya jadi jangan ganggu Lili mulai dari sekarang!" Elmo segera berbalik badan dan melangkah ke pintu untuk pergi meninggalkan Ivan Goh yang masih tampak meradang penuh amarah.
"Aku tidak akan biarkan kau pergi begitu saja! aku tidak akan biarkan wanita yang sangat aku cintai menjadi milikmu!" Ivan segera memutari mejanya dan menghadang langkahnya Elmo.
"Kau yakin tidak akan menyingkir dari hadapanku saat ini? aku sudah bermurah hati mengalah karena, ini rumah sakit dan aku tidak ingin ada keributan yang akan ........"
"Diam kau!" Ivan segera melayangkan tinju ke Elmo namun, dengan entengnya Elmo berhasil menghindar dengan kedua tangan yang masih berada di dalam saku celananya. Elmo memilih menghindar daripada mengeluarkan kedua tangannya untuk membalas serangannya Ivan.
Ivan membabi buta menyerang Elmo dengan tinju dan tendangannya yang ngawur sehingga Elmo dapat dengan mudah memprediksi gerakannya Ivan. Elmo berhasil menghindar dan menangkis semua serangan Ivan tanpa mengeluarkan kedua tangan dari saku celananya.
Ivan terengah-engah dan ia menghentikan gerakannya karena, kelelahan. Ivan menatap Elmo dengan kesal, "dasar pengecut! kenapa kau menghindar terus dan tidak melawanku, hah?! kau takut ya?"
Elmo mengeluarkan satu tangannya dari saku celananya lalu mengayunkannya ke arah Ivan, "majulah! jika kau ingin tahu apa yang akan terjadi jika aku tidak menghindar"
Ivan semakin meradang mendengar tantangannya Elmo dan dia segera melesat maju ke Elmo tanpa perhitungan dan tanpa teknik perlawanan yang bagus, lalu....Buk! satu tinju mendarat tepat di titik vitalnya Ivan dan Ivan langsung terjengkang ke belakang dan jatuh pingsan.
Elmo memasukkan kembali tangannya ke dalam saku celananya dan pergi meninggalkan Ivan begitu saja.
Bagas yang menyusul Elmo, membuka pintu ruang kerjanya Ivan dan menatap sosok Ivan yang terbujur kaku di atas lantai, "ia mati?" tanya Bagas panik.
Elmo tersenyum dan menggelengkan kepalanya, "cuma pingsan. Kita pergi saja. Dia akan baik-baik saja karena, pingsannya di rumah sakit"
Bagas terkekeh geli lalu mengikuti langkahnya Elmo sambil berkata, "Linda sudah terbang ke Indonesia dan ia menerima semua tawaranmu"
"Hmm, baguslah!" sahut Elmo sambil masuk ke dalam mobilnya.
__ADS_1
Bagas menahan pintu mobilnya Elmo untuk bertanya, "kau mau ke mana setelah ini?"
"Kembali ke kantor" sahut Elmo santai.
Bagas tersenyum sambil menutup pintu mobilnya Elmo lalu ia berlari menuju ke mobilnya.
Elmo memasang headset nirkabel-nya dan menghubungi ponsel Lili namun tidak aktif. Lalu ia menghubungi ponsel mamanya, "halo Ma, Lili sama mama saat ini?"
Melati menguap lalu berkata, "Mama nggak tahu, mama baru bangun nih, kesiangan, hehehehe, sebentar mama keluar dulu dari kamar"
Melati keluar dari kamar dan langsung melangkah lebar ke dapur dengan masih mengenakan baju tidurnya. "Kok sepi?"
"Hah?! sepi?" sahut Elmo.
"Iya sepi. Pada ke mana ya?"
Moses segera memeluk Melati dari arah belakang, menaruh dagunya di atas pundaknya Melati dan langsung berkata, "semuanya pergi jalan-jalan, papa yang suruh karena, papa ingin berduaan aja sama mama kamu"
Elmo segera menghembuskan napas kesalnya ke udara lalu berkata, "Pa, kenapa disuruh jalan-jalan sih? Lili masih berada di dalam zona merah, Lili harus stay at home karena......"
"Ssstttt! papa ngerti. Istri kamu akan aman-aman saja. Ia pergi dengan Raja, Chery, Celyn, dan penjaga dia, emm, siapa namanya, aku lupa" Moses melirik ke Melati.
"Bintang" sahut Melati.
"Tapi Pa!"
Klik, Moses mematikan sambungan telepon. itu begitu saja lalu ia membopong Melati kembali masuk ke dalam kamar.
Melati memekik kaget lalu berkata, "kau mau apa?"
"Mandiin kamu" sahut Moses dengan seringai khas-nya.
Melati hanya bisa terkekeh geli sambil menggelungkan kedua lengannya ke leher kokoh suaminya.
Elmo menekan headset nirkabel yang masih menempel di telinganya sambil berteriak, "halo, Pa! halo!" lalu Elmo terkekeh geli sambil melepas headset nirkabel-nya sambil berucap, "papa emang selalu bikin iri anak-anaknya setiap kali beliau berduaan dengan mama, huuffttt! sabar ya Mo!"
Raja menatap heran mobil Van yang menghadang mobil yang ia kendarai. Raja segera berkata ke Chery yang duduk di sebelahnya, "aku akan keluar dan segera masuk ke kemudi, bawa anak-anak pulang!"
Raja segera keluar dari dalam mobil, begitu Chery menganggukkan kepalanya. Chery pun segera keluar dari dalam mobil dan berlari masuk ke belakang kemudi lalu menoleh ke jok belakang, hanya tersisa Bryna dan Barnes.
"Di mana tante-tante kalian?"
__ADS_1
Bryna dan Barnes menunjuk ke depan secara serempak sambil berkata, "tuh!"
"Lalu Tante Lili mana?" Chery menatap ke depan lalu dengan segera kembali menoleh ke jok belakang.
Lili tiba-tiba melongok dari jok mobil yang paling belakang, "saya masih di sini, Kak"
"Aaahhh! syukurlah! pasang sabuk pengaman kalian, kita akan ngebut"
"Mami bisa ngebut?" tanya Bryna.
"Iya mami kan nggak pinter nyetir mobil, mana bisa ngebut?" sahut Barnes.
Chery terkekeh geli mendengar komentar kedua buah hatinya lalu dengan segera ia tancap gas dan pergi meninggalkan tempat itu.
"Mi, papi gimana?" tanya Bryna.
"Iya Mi, daddy-ku pulangnya gimana entar?" sahut Barnes.
Chery melepas tawa renyahnya ke udara mendengar celotehan kedua buah hatinya yang belum bisa kompak memanggil ayah mereka.
"Hmm, papi kalian atau Daddy kalian akan baik-baik saja karena ia smart seperti......."
"Aku" sahut Bryna dan Barnes dengan kompak dan Lili langsung tertawa terbahak-bahak mendengar tingkah lucu si kembar yang dari tadi selalu membuatnya terkekeh geli.
"Iya begitulah si kembar" sahut Chery sambil terus mengemudikan mobilnya.
Ada mobil lain yang mengejar mobilnya Chery. Chery segera memekik panik dan berkata, "kalian pegangan yang kuat ya, mami akan mencoba menambah kecepatan karena, mami belum pernah ngebut sebelumnya dan ......."
"Kami bantu doa, Mi. Ngebutlah!" sahut Bryna dan Barnes secara kompak.
Chery dan Lili kembali terkekeh geli.
Mobilnya Pram segera menyusul mobilnya Chery dan menabrak mobil yang membuntuti mobilnya Chery sampai ke trotoar. Chery melihat ke rear-mirror lalu segera bernapas lega sambil terus melajukan mobilnya menuju ke rumah papanya.
Sementara itu, Bintang, Raja, dan Celyn berhadapan dengan keenam pemuda bertubuh kekar.
"Siapa kalian? kenapa menghadang kami?"
Keenam pemuda bertubuh kekar itu segera memutar badan hendak melangkah masuk kembali ke mobil Van mereka, sambil berucap, "kami tidak ada urusan dengan kalian. Kami hanya menginginkan nona Jelita Adijaya"
"Stop!" pekik Bintang, "jangan sentuh dokter Lili?" Bintang segera melesat dan menarik salah satu dari gerombolan tersebut. Raja dan Celyn segera menyusul langkahnya Bintang sambil berucap, "shit!"
__ADS_1
Pramono dan anak buahnya menghadapi gerombolan yang keluar dari mobil Van yang Pramono tabrak. Dan Pramono tidak akan membiarkan mereka lolos begitu saja, tidak satu pun dari mereka bisa olos dari cengkeram mautnya Pramono.