My Cute Nanny

My Cute Nanny
Bintang dan Bagas


__ADS_3

Bintang tampak meragu untuk menanggapi pernyataan cinta dari Bagas yang terus terngiang-ngiang di telinganya.


Bagas terus memandangi wajah manisnya Bintang dan kembali berkata, "Jangan diam saja Bin! katakan sesuatu!"


Bintang meremas dadanya alih-alih merespons ucapannya Bagas.


Rasa di dadanya Bintang kembali tercabik perih saat ia mendengar kata cinta. Dirinya kembali merana karena, cinta yang ia pendam selama ini tidak pernah berlabuh di dermaga yang ia inginkan. Dia mencintai Elmo selama ini. Jatuh cinta pada pandangan pertama saat ia menolong Elmo dari jambret kala itu.


Kesopanan, ketampanan, dan keramahan Elmo telah memporak-porandakan hatinya Bintang di perjumpaan pertama mereka namun, Bintang segera menyembunyikan rapat-rapat perasaan cintanya untuk Elmo saat Elmo mengutarakan kedatangannya ke Tiongkok. Kata-kata Elmo kala itu, "Aku ingin mencari belahan jiwaku yang selama ini hilang" telah memadamkan api harapan di hatinya Bintang kala itu.


Dan, Bintang hanya bisa berpuas diri dan menyunggingkan senyum tulus ketika Elmo berkata, "Kita sahabat sekarang"


Bintang terus meremas dadanya, kenangan perjumpaan pertamanya dengan Elmo membuat dadanya kembali terasa nyeri dan sesak di degup cinta tak berbalasnya.


"Bin?"


Suara Bagas membuat Bintang tersentak dan segera menurunkan tangannya dari atas dadanya lalu ia taruh tangan itu untuk menangkup tangannya yang lain kemudian, ia menaruh kedua tangannya itu di atas meja sambil terus menatap Bagas dalam kebisuannya.


Bagas menghela napas panjang dan bertanya, "Kau mencintai laki-laki lain?"


Tanpa Bintang sadari ia mengangguk pelan.


Bagas tersenyum kecut dan segera berucap, "Okelah! aku mengerti. Lupakan saja pernyataan cintaku tadi" ada kekecewaan di nada suaranya Bagas.


Bintang segera berucap, "Tapi cintaku bertepuk sebelah tangan sebelum sempat aku utarakan"


Bagas meredupkan kedua matanya dan bertanya, "Lalu?"


"Aku akan coba menerima cinta kamu. Apakah kau mau menjadi kelinci percobaanku?"


Bagas menatap Bintang dengan binar harapan cerah di kedua bola matanya dan ia segera berucap, "Mau! Bahkan aku bersedia menjadi kelinci percobaanmu untuk seumur hidup"


Bintang terkekeh geli, "Aku bercanda. Tapi, aku beneran bersedia untuk mencoba berpacaran denganmu karena, aku menemukan ketulusan di kedua bola mata kamu dan semoga kau nggak akan bosan mengajariku untuk bisa mencintaimu"


"Tentu saja aku nggak akan bosan. Aku akan terus berusaha membuatmu mencintaiku dan melupakan laki-laki yang telah terlebih dulu singgah di hatimu itu. Aku akan sembuhkan luka di hati kamu karena, cinta tak berbalasmu itu" Bagas melempar senyum tulus ke Bintang.


"Terima kasih" Sahut Bintang dengan senyum manisnya.


"Justru aku yang harus berterima kasih karena, kamu sudah mau menerima aku menjadi pacar kamu mulai dari sekarang"

__ADS_1


"Hmm. Iya aku nggak nyangka akhirnya aku yang tomboy dan kayak cowok ini, akhirnya memiliki pacar, hehehehe" Bintang kembali terkekeh geli.


Dan semoga dengan adanya kamu di sampingku, dengan adanya cinta kamu untukku, aku bisa mencabut rasa cintaku untuk Elmo Elruno yang sudah mengakar kuat di hatiku ini. kata Hati Bintang terucap dalam kesunyian rasa di sanubarinya.


Di dalam mobil, di perjalanan pulang, Bagas melirik Bintang dan ia memberanikan diri untuk bertanya, "Apa aku boleh tahu, siapa laki-laki itu?"


Bintang berucap tanpa menoleh ke Bagas, "Kita akan terus menatap ke depan jadi, kita nggak usah lagi menengok ke belakang"


Bagas tersenyum dan sambil terus menyetir, ia mengangguk-anggukkan kepalanya dan berkata, "Baiklah! aku menghargai privasi kamu"


Benak Bintang kembali melayang ke masa lalu. Ia terkenang kembali akan kebaikan hati Elmo, kehangatan, perhatian, dan pengorbanan yang pernah Elmo lakukan untuknya. Lalu Bintang segera berkata kepada benaknya, cukup! lupakan semua kenangan itu dan mulailah belajar untuk mencintai Bagas!


Lili duduk di sebuah bangku taman dan bersandar di bahunya Elmo sambil memandangi keceriaan si kembar yang mereka ajak keluar ke sebuah taman untuk bermain bebas di sana.


Lili berucap, "Sayang, Kak Bintang itu baik banget ya? dia selalu peduli, perhatian, dan bahkan aku perhatikan, dia nggak akan ragu pasang badan untuk menyelamatkanmu"


Elmo memainkan jari jemarinya Lili dan berkata, "Aku pun juga sama ke Bintang. Aku akan selalu peduli, perhatian, dan siap pasang badan untuk dia"


Lili langsung menegakkan badannya dan menarik tangannya dari genggaman tangan suami tercintanya itu.


Elmo menoleh ke Lili, "Kenapa? kamu cemburu? Bintang itu sahabat terbaikku, aku akan seperti itu, sama kayak perhatianku ke Bagas"


"Tapi tetap saja, Kak Bintang itu cewek" Lili mulai mengerucutkan bibirnya.


"Aku juga banyak berhutang budi sama Kak Bintang tapi, aku ini seorang istri dan seorang wanita, aku tetap nggak rela kalau suamiku memperhatikan wanita lain walaupun......."


Ting, satu pesan text masuk ke dalam ponselnya Elmo.


Elmo tersenyum ke Lili setelah membaca pesan text itu lalu ia menyerahkan ponselnya ke Lili, "Bacalah! pesan dari Bagas.


"Hah?! Kak Bintang dan Kak Bagas udah jadian?"


"Hmm" Elmo tersenyum lebar dan segera berucap, "Dengan begitu, aku tidak akan pasang badan lagi demi Bintang. Aku akan mulai menjauh dari Bintang karena, Bintang udah ada yang menjaga"


Lili tersenyum, "Maafkan aku, telah cemburu buta tadi"


"Iya aku paham kok. Maafkan aku juga kalau aku telah membuatmu cemburu selama ini tapi, Sueerr! aku dan Bintang hanya murni bersahabat"


Lili segera memeluk suaminya dan berkata, "Aku sangat mencintaimu"

__ADS_1


"Aku juga sangat mencintaimu" Elmo mengecup keningnya Lili.


"Wanita itu, emm siapa namanya?" Moses menunjuk ke Alice Goh dengan pandangan terarah ke Maha.


"Alice Goh" Sahut Alice, "Kau tadi pas di mobil, ingat namaku tapi sekarang kok lupa?"


"Kakak sepupuku itu emang hanya bisa mengingat nama perempuan yang ada di keluarga kami. Jika itu perempuan di luar keluarga kami dia akan melupakan nama perempuan itu hanya dalam hitungan detik" sahut Alfa.


Moses bangkit tanpa menoleh ke siapa pun dan berkata, "ajak wanita itu ke tempatnya Tommy Goh sekarang!"


Sesampainya di dalam sebuah rumah yang sangat besar dan mewah, Moses mendelik ke Alice Goh, "Mana kembaran kamu itu? kamu mau mempermainkan kami ya?"


Alice Goh menautkan alisnya, "Aku nggak mempermainkan kalian, tapi beneran Tommy tinggal di rumah ini. Kok sepi? di mana Tommy dan semua anak buahnya?"


"Kau! kasih ponsel kamu ke wanita itu! biar ia telpon kembarannya" Moses menunjuk Alexa.


Alexa segera menyerahkan ponselnya ke Alive Goh. Alice Segera menghubungi ponsel Tommy Goh namun, sampai panggilan kelima, Tommy Goh tidak mengangkat panggilan teleponnya" Alice mengembalikan ponsel ke Alexa dan berkata, "Dia tidak mengangkatnya, ke mana dia?"


Raja, Ray, dan Pramono duduk di sebuah meja, mereka menunggu Melati dan Tommy Goh keluar dari dalam private room sambil menikmati camilan dan kopi yang mereka pesan.


"Apa Mama baik-baik saja Om? kok mereka lama sekali berada di dalam"


"Aku yakin Mama kamu baik-baik saja. Mama mertua kamu itu dibekali ilmu bela diri dan kecerdasan di atas rata-rata jadi Om sangat yakin Mama mertua kamu akan baik-baik saja.


"Kenapa Mama nggak tanya dulu ke Papa soal Tommy Goh ini?" tanya Raja.


"Papa Mertua kamu selalu menyetujui apapun yang menjadi pemikiran dan keputusannya Mama mertua kamu jadi, Om juga tidak ikut campur saat ini. Biar Mama mertua kamu yang menjelaskannya ke Papa mertua kamu nanti. Om hanya akan memastikan keamanan Mama mertua kamu saja" sahut Ray.


Raja manggut-manggut sambil menikmati keripik kentangnya.


Moses terlonjak kaget saat ponselnya berdering dengan sangat nyaring dan wajah mendungnya langsung berubah menjadi cerah ceria saat layar ponselnya muncul wajah cantik istrinya. Dia segera mengangkat panggilan Video Call itu dan memekik penuh kerinduan, "Sayang! akhirnya kamu meneleponku. Aku tersiksa rindu nih, menunggu telepon dari kamu"


Alfa, Maha, Alexa, dan Evan segera menghela napas panjang mereka di saat mereka melihat Moses menerima panggilan Video Call dari istrinya karena, mereka yakin panggilan Video Call itu bakalan memakan waktu yang sangat lama padahal masalah Tommy Goh belum terselesaikan.


Alice Goh menatap Moses berinteraksi dengan Melati via Video Call dengan penuh kecemburuan.


"Aku nggak bisa lama-lama meneleponmu Sayang. Karena, aku akan mengantarkan seseorang ke pihak kepolisian"


"Mengantarkan siapa?" Tanya Moses.

__ADS_1


"Tommy Goh" Sahut Melati.


Hah?!" Alfa, Maha, Moses, Evan, Alexa, dan Alice Goh langsung menarik rahang mereka ke bawah secara bersamaan.


__ADS_2