My Cute Nanny

My Cute Nanny
Aku ingin selalu melindungimu


__ADS_3

Claudia (mama kandungnya Chery)



Claudia masih terus menunggu di dalam mobilnya. Dia ingin turun dan masuk ke dalam kantornya Moses Elruno tapi, dia merasa takut kalau Moses tidak mengenalinya maka, dia akan merasa sangat malu.


Tiba tiba, tidak jauh dari tempat parkir mobilnya Claudia, ada sebuah mobil sport warna kuning berhenti. Dari dalam mobil tersebut keluarlah sesosok pria tampan dan parlente.


"Alfa" gumam Claudia. Dengan cepat, Claudia langsung membuka pintu mobilnya dan turun.


"Alfa!" panggil Claudia ke arah cowok tampan yang baru saja turun dari mobil sport warna kuning.


Alfa Elruno langsung membalikkan badannya dan membuka kacamata hitamnya "Claudia" desisnya pelan sambil menatap penuh selidik sosok wanita seksi nan cantik yang kini berdiri di depannya persis.


Claudia langsung mengunci pintu mobilnya dan melangkah mendekati Alfa Elruno.


"Haaaiiii!" ucap Claudia sambil melambaikan tangannya dan tersenyum manis.


"Kamu, ngapain di sini? kamu Claudia, kan?" tanya Alfa sambil mengernyitkan dahinya.


"Ya, syukurlah kamu masih ingat sama aku" jawab Claudia.


"Masih lah, mana mungkin aku lupa sama cewek secantik kamu, apalagi dulu sewaktu kita masih SMA, kita pernah sebangku, kan?" kata Alfa Elruno sambil melukiskan senyum ala playboy di wajah tampannya.


"Kamu mau masuk ke dalam?" tanya Claudia.


"Iya, dan kamu?" Alfa bertanya balik kepada Claudia.


"Aku ada urusan dengan pemilik gedung itu, tapi aku ragu untuk masuk sendirian, boleh aku ikut kamu masuk, emm, aku senang ada teman yang bisa menemani aku memasuki gedung itu" jawab Claudia asal.


"Oke lah, ayok kita masuk!" kata Alfa Elruno dengan santainya.


Claudia langsung tersenyum lebar dan berjalan di sampingnya Alfa Elruno, melangkah memasuki gedung miliknya Moses Elruno.


Moses dan Melati masih bersitatap.


Tiba tiba........


Tok tok tok


Moses dan Melati langsung mencair dari kebekuan mereka selama beberapa menit tadi.


"Aku buka pintu dulu" kata Moses langsung berdiri dan melangkah keluar dari kamar tersebut.


Melati langsung menggendong Chery dan mengikuti langkahnya Moses, keluar dari kamar tersebut.


Moses membuka pintu dan merasa kesal.


Alfa mendorong paksa pintunya Moses dengan tanpa dosa dan langsung melangkah masuk ke dalam.


Moses mendengus menahan emosi.


Claudia mengikuti langkahnya Alfa sambil melirik Moses Elruno.


Alfa langsung bertemu pandang dengan Melati.


"Haaaaii cantik, kita bertemu lagi" ucap Alfa sambil duduk di atas sofa.

__ADS_1


Claudia mengikuti Alfa untuk duduk di atas sofa. Wanita yang berprofesi sebagai model itu pun langsung tertegun menatap Melati yang tengah memeluk seorang bayi perempuan.


Melati hanya diam menatap kedua tamunya Moses itu.


Moses langsung duduk di depannya Alfa dan Claudia.


"Mau apa kau kemari?" tanya Moses dengan nada menahan emosi.


"Hahahaha, tenang brother, aku hanya ingin meminta sedikit pengertian darimu. Serahkan proyek yang di sini lalu, aku akan sangat berterima kasih" kata Alfa dengan santainya dan masih terus menatap Melati yang kini duduk tidak jauh dari sampingnya Moses Elruno.


"Cih! kamu sudah kalah dalam tender kemarin, ya sudah terima saja!" kata Moses dengan nada geram.


"Aaahhh, kamu kan tahu brother, papa aku, om kamu, sangat menginginkan proyek ini, ayolah berbaik hatilah, serahkan padaku, ya?!" kata Alfa sambil terus mengamati wajah cantiknya Melati.


"Turunkan mata sialan kamu dari dia!" kata Moses geram saat menyadari kalau Alfa terus mengamati Melati.


"Hahahaha, kamu hebat ya brother, bukan hanya kau jadikan mainan tapi kau hamili juga, itu anak kalian, kan?" kata Alfa sambil tersenyum sinis.


"Jaga bicara kamu! bukankan kemarin sudah aku katakan dengan jelas, kalau Melati bukan mainanku. Bayi ini anakku tapi, bukan bayinya" kata Moses mulai menggertakkan giginya.


Sementara itu Claudia, terus menatap bayi yang tengah ditimang timang oleh Melati. Claudia tidak menyangka bisa bertemu kembali dengan anaknya.


Ini mama, nak. Tunggu dua tahun lagi, setelah mama bisa go internasional, mama akan menjemputmu, kita akan berkumpul. Mama, papa kamu, dan kamu cantikku. Mama akan berusaha sekuat tenaga untuk merebut papa kamu dari wanita manapun juga. kata Claudia di dalam hatinya.


"Kalau anak itu bukan anaknya Melati, emm Melati nama yang cantik secantik orangnya, hahahaha, lalu, anak siapa bayi itu?" kata Alfa dengan nada mengejek.


"Dia anakku, tapi aku tidak tahu siapa ibunya" jawab Moses sambil melotot tajam ke arah Alfa.


"Hahahaha, wanita itu hebat ya, bisa membuat seorang Moses Elruno mempunyai seorang bayi, hahahaha" kata Alfa langsung tergelak geli.


"Lalu si cantik ini siapa?" tanya Alfa dengan tanpa malunya mengatakan cantik ke arah Melati.


Claudia langsung merasa lega setelah tahu bahwa Melati bukanlah pacar barunya Moses, Melati hanyalah seorang pengasuh.


"Kamu tidak cari ibu dari bayimu?" tanya Alfa.


"Aku tidak berniat mencarinya, dia bukan seorang ibu yang bertanggung jawab, Cih! untuk apa aku mencarinya" kata Moses dengan santainya.


Aku bukannya tidak mau bertanggung jawab, aku hanya ingin mengejar impianku. Kata Claudia di dalam hatinya dengan sedih.


"Aku juga butuh pengasuh, aku bawa dia saja, dan untuk bayimu, kamu cari pengasuh yang lainnya aja!" kata Alfa sambil tersenyum penuh arti ke arah Melati.


"Keluar kamu dari kantorku!" kata Moses sambil berdiri dan menunjuk pintunya.


"Sebentar brother, kamu lupa sama cewek yang di sebelahku ini, emm, dia berkata ingin ketemu sama kamu, ada perlu sama kamu" kata Alfa dengan santainya.


Moses langsung menatap seorang wanita cantik nan seksi yang tengah duduk di sebelahnya Alfa.


"Aaah, emm, sa sa saya, cuma pengen tanya, apa kantornya bapak membutuhkan seorang model untuk menawarkan produk barunya bapak saat ini?" tanya Claudia mulai panik dan bingung saat Alfa menyebut namanya dan Moses tengah menatap tajam ke arahnya.


"Kami tidak butuh seorang model saat ini, keluar kalian sekarang juga!" kata Moses dengan tegas.


"Lalu bagaimana proyeknya?" tanya Alfa.


"Kalau aku balik pulang tanpa hasil, aku bisa dihukum sama papa" kata Alfa mulai memasang wajah memelasnya.


"Cih! bodo amat! keluar!!" kata Moses dengan penuh emosi.

__ADS_1


Alfa dan Claudia langsung berdiri dari tempatnya. Alfa berkata dengan sinis "Aku akan lakukan segala cara untuk merebut proyek ini dan Melati, nama si cantik itu, Melati, bukan? hahahaha aku menyukainya sejak pandangan pertama kemarin" Kata Alfa dengan polosnya.


Moses langsung mencengkeram jasnya Alfa dan hendak memukul wajahnya Alfa.


"Tuan, jangan lakukan itu! ada Chery, tuan" kata Melati dengan segera. Mencoba menghentikan tindakan gegabahnya Moses.


Claudia yang sudah berada di luar ruangannya Moses langsung mematung melihat adegan yang terjadi antara Moses dan Alfa.


Moses membuka tinjunya dan langsung menyeret paksa tubuh Alfa keluar dari kantornya dan menutup pintunya dengan keras karena, jengkel.


"Oooooeeekkk ooooeeeekk oooeeekkk" Chery langsung menangis karena, kaget akan suara keras, sewaktu Moses menutup pintu ruangannya.


Moses langsung duduk di depannya Melati dan mengelus elus pelan dadanya Chery "maafkan papa ya, Chery. Papa janji nggak akan mengulanginya lagi, cup cup cup cantik" kata Moses sambil terus mengelus elus pelan dadanya Chery.


Melati tersenyum melihat Moses. Kalau dilihat dari dekat seperti ini, tuan Moses Elruno tampan sekali. kata Melati di dalam hatinya.


Chery akhirnya diam dari tangisnya. Mulai tersenyum menatap papa tampannya.


"Aaah, kamu suka menatap wajah tampan papa kamu ini ya, cantik" kata Moses sambil mengelus elus pipi merahnya Chery.


"Kamu juga Mel?" tanya Moses secara tiba tiba dan langsung mengagetkan Melati.


"Aaa....a...apa, tuan?" tanya Melati kaget.


"Kamu menatap aku dari tadi, kamu juga suka dengan wajah tampanku ini?" tanya Moses sambil mendongakkan wajahnya menatap Melati dan tersenyum.


"Aaah, nggak tuan, maaf kalau Melati lancang menatap tuan, Melati cuma merasa hangat melihat anda dan Chery saling menyayangi" kilah Melati.


"Hahahaha, iya iya aku ngerti, nggak usah ketakutan kayak gitu, Mel" kata Moses geli sambil berdiri dan melangkah kembali ke meja kerjanya.


"Kita tunggu Ray, dulu! baru kita pulang" kata Moses.


"Iya, tuan" sahut Melati.


"Emm, maaf tuan, apa boleh Melati bertanya?" tanya Melati dengan ragu ragu.


"Tanya saja!" kata Moses sambil menatap Melati dari balik meja kerjanya.


"Awan, mengajak saya untuk bertemu dengan papa dan mamanya. Saya belum dikenalkan sama papa dan mamanya Awan selama ini, tuan. Apa boleh Sabtu depan saya ijin untuk pergi bersama Awan?" tanya Melati.


Hmmm Melati akan menemui seorang Dipo Herlambang. Itu berbahaya Mel, Dipo Herlambang bukanlah seorang yang baik dan ramah. Kamu hanya akan menjadi bahan tertawaannya nanti. kata Moses di dalam hatinya.


"Tuan?" tanya Melati lagi.


"Aaah, emm, lalu Chery?" tanya Moses mencoba mencegah Melati untuk pergi menemui Dipo Herlambang.


"Kalau Chery tidak ada yang menjaganya, apa boleh saya ajak, tuan?" kata Melati dengan sangat hati hati.


"Boleh, tapi aku antar!" akhirnya Moses mengambil keputusan untuk menemani Melati ke rumahnya Awan.


Entah kenapa belakangan ini, Moses merasa ingin selalu melindungi Melati dari segala hal.


"Baiklah, tuan. Nanti saya akan kasih tahu Awan" jawab Melati.


"Iya, bilang sama dia nggak usah jemput kamu, bilang kalau aku akan mengantarmu" ucap Moses.


"Baik tuan, terima kasih banyak" kata Melati.

__ADS_1


"Hmmm" sahut Moses.


__ADS_2