My Cute Nanny

My Cute Nanny
Elmo dan Maha Adijaya


__ADS_3

Elmo diijinkan masuk ke dalam pekarangan istananya Maha Adijaya. Elmo melangkah turun dari mobil kesayangannya, sedan hitam keluaran terbaru hadiah ulang tahun dari papa dan om Alfa-nya yang patungan saat membelinya.


Sedangkan Tante Angel-nya membiayai modifikasi mobil sedan mewah berwarna hitam itu, maka sempurnalah rasa cintanya Elmo dia limpahkan ke mobil sedan hitam itu. Namun, Loly tidak mengijinkannya memberikan nama Nancy untuk mobil itu. Loly cemburu dan menjadi ngambek saat Elmo mengatakan hendak memberi nama mobilnya, Nancy. Akhirnya dengan berat hati, Elmo memberikan hak pemberian nama mobil itu ke Loly.


"Emm, nggak usah dikasih nama" ucap Loly dengan ketus.


Namun, setiap kali Elmo sendirian mengendarai mobil kesayangannya itu dia nekat memanggilnya Nancy. Elmo selalu curhat ke Nancy mengenai apapun yang dia rasakan di sepanjang perjalanan ke manapun dia pergi.


Seperti saat itu ketika dia hendak melangkah turun, dia berucap sambil mengelus kemudi mobilnya, "doakan semuanya lancar ya, Nancy"


Elmo langsung dihadang dua orang penjaga rumah itu, "anda mencari siapa?"


"Benarkah ini kediamannya bapak Maha Adijaya?" tanya Elmo.


"Benar" jawab salah satu dari penjaga itu.


"Apa boleh saya masuk untuk menemui beliau?" tanya Elmo dengan senyum yang sangat sopan.


"Anda boleh masuk dan silakan duduk di ruang tamu. Saya akan menemui tuan Maha terlebih dahulu" penjaga itu mengantar Elmo masuk sampai ke ruang tamu.


Elmo duduk dan kembali ditanya oleh penjaga rumah itu, "nama lengkap anda siapa?"


"Elmo Elruno" ucap Elmo.


"Baiklah, tunggu sebentar!"


Elmo mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruang tamu itu. Sangat mewah, bernuansa putih dan hitam, nampak garang namun elegan. Elmo mengagumi selera sang empunya rumah.


"Sepertinya aku dan pak Maha, memiliki selera yang sama soal warna dan seni" gumam Elmo.


Seorang pelayan wanita datang menghampiri Elmo dan meletakkan dua botol yang berisi jus jeruk dingin di atas meja tamu. Elmo tersenyum dan mengucapkan terima kasih.


Pelayan wanita itu pun tertegun melihat senyumnya Elmo. Gigi gingsulnya Elmo memang memiliki daya magis yang bisa menarik perhatian kaum Hawa di seluruh dunia.


"Ehem! maaf, apa ada yang salah dengan wajah saya?" Elmo bertanya ke pelayan wanita itu dan pelayan wanita itu pun langsung menggelengkan kepalanya dan pergi meninggalkan Elmo sambil bergumam, "ya ampun, cakep banget ya cowok itu dan ramah banget"


Elmo menunggu cukup lama, hampir satu jam dan bapak Maha belum juga datang menemuinya.


Elmo bergumam, "dia pasti sangat sibuk, apa aku datang di jam yang salah?"


"Ehem!" seorang lelaki tampan berkumis dan berwajah garang, dengan bekas luka di pipi kanannya berdiri di depannya Elmo. Elmo langsung bangkit dan mengulurkan tangannya, "saya Elmo Elruno. Apa anda yang bernama bapak Maha Adijaya"

__ADS_1


Lelaki itu duduk tanpa membalas uluran tangannya Elmo. Elmo menarik kembali tangannya dan duduk kembali di tempatnya semula.


Lelaki tersebut melipat kaki dan menyalakan cerutunya, "ada perlu apa mencari Maha Adijaya?"


"Maaf, apa anda yang bernama bapak Maha Adijaya?" Elmo menanyakan pertanyaan yang sama.


Lelaki itu menghisap dalam-dalam cerutunya lalu menghembuskan secara perlahan, "katakan saja keperluanmu!"


"Maaf! jika anda bukan bapak Maha Adijaya maka saya pamit pulang saja, saya tidak bisa mengatakan keperluan saya pada anda jika anda bukan beliau" ucap Elmo.


Pemberani juga Elruno kecil ini. Berani dia melawanku. Batin Maha kesal.


"Tuan Maha" seorang penjaga menemui lelaki itu dan memanggilnya tuan Maha, lalu penjaga itu berbisik di telinga lelaki yang tengah duduk di depannya Elmo.


Elmo tersenyum senang, akhirnya dia bisa bertemu secara langsung dengan Maha Adijaya yang konon katanya, seorang Maha sangat jarang menampakkan batang hidungnya di depan orang asing.


"Bunuh saja! dan buat seolah sebuah kecelakaan biar polisi tidak curiga" ucap Maha dengan santainya di depan Elmo.


Penjaga itu kemudian menganggukkan kepalanya dan pergi meninggalkan Maha Adijaya untuk segera menjalankan perintahnya Maha Adijaya, membunuh seseorang di luar sana.


"Kamu mendengar apa yang barusan aku katakan, apa pendapatmu tentang aku? kamu tidak takut kepadaku? atau kamu mau melaporkan aku ke polisi?" tanya Maha dengan santainya sambil menghisap kembali cerutunya.


Elmo tersenyum, "saya tidak pernah mencampuri urusan orang jika itu tidak menyangkut saya dan keluarga saya maka, saya tidak akan mencampurinya"


"Lalu ada perlu apa kamu ingin menemuiku?"


"Saya ke sini menawarkan jalan damai. Saya tidak ingin anda memiliki niat jahat pada keluarga saya. Tolong jangan ganggu keluarga saya, maka saya akan katakan di mana anak perempuan anda" ucap Elmo, "saya akan mempertemukan anda dengan putri anda, asal anda bersedia berdamai dengan keluarga saya dan anda bersedia berjanji akan menjaga dan bersikap baik pada putri anda" ucap Elmo.


"Hahahaha, aku tidak butuh bantuanmu untuk menemukan putriku. Aku sudah tahu kalau putriku ada di tangannya papa kamu dan aku akan merebutnya" ucap Maha.


"Apa?! saya mohon anda jangan lakukan itu, Loly bahkan belum tahun kalau anda......."


"Siapa Loly?" tanya Maha Adijaya.


"Putri anda bernama Loly" Elmo memandang Maha di dalam kebingungannya. Elmo heran karena, Maha bahkan lupa dengan nama putrinya.


"Putriku bernama Jelita Putri Adijaya, pangilannya Lili, berani sekali kau memanggilnya Loly, cih!" Maha menggeram kesal dan langsung mematikan cerutunya di atas asbak yang berbentuk kepala singa.


"Tapi, putri anda berkata kalau nama dia Loly" ucap Elmo tidak mau kalah.


"Shit! Dony memang brengsek! dia mengubah nama putriku menjadi Loly, cih! jelek sekali nama itu" Maha mulai menggertakkan gerahamnya dan memukul sandaran tangan sofanya.

__ADS_1


"Siapa Dony?" Elmo memberanikan diri untuk bertanya.


"Dony, mantan asisten pribadiku. Dia yang menculik Lili saat Lili masih berumur tiga tahun" ucap Maha Adijaya.


"Maaf, lalu bagaimana dengan tawaran saya tadi? dan maaf jika saya bertanya, apa anda betul-betul menyayangi putri anda?" tanya Elmo.


"Tentu saja aku menyayanginya kalau aku tidak menyayanginya, untuk apa aku menghabiskan banyak waktu, tenaga, dan uang untuk mencarinya sampai ketemu" Maha mendengus kesal ke Elmo.


"Maaf jika saya bertanya seperti itu karena, saya tidak ingin kalau Loly, emm, Lili, menderita dan menangis lagi. Saya cuma ingin Lili bahagia" ucap Elmo.


"Kenapa begitu?" tanya Maha dengan wajah datar dan dinginnya.


"Karena, saya sangat mencintai Lili. Saya adalah pacarnya Lili. Apakah anda mengijinkan saya berpacaran dengan putri anda?" tanya Elmo dengan berucap tanpa jeda karena gugup berhadapan langsung dengan calon mertuanya.


Maha tersenyum tipis, "sepertinya aku yang akan mengajukan penawaran ke kamu karena, kamu memiliki banyak permintaan sama aku. Kamu ingin Lili dan kamu ingin aku melepaskan Elruno"


"Katakan saja apa penawaran anda, saya hanya inginkan kedamaian bagi keluarga kita dan kebahagiannya Lili" ucap Elmo.


"Hahahahaha, aku menyukai keberanian dan sikap naif kamu tapi aku adalah Maha Adijaya selalu mencari keuntungan di setiap transaksi. Aku menginginkan mama kamu, Melati Arumi Putri. Jika aku bisa memilikinya, maka aku akan melepaskan Elruno dan aku akan menikahkan kamu dengan Lili"


"Apa?!" Elmo langsung berdiri di depannya Maha Adijaya, "berani benar anda berkata seperti itu?"


"Duduk!" perintah Maha dan Elmo kembali duduk hanya untuk menghormati Maha sebagai orang tuanya Loly.


"Hahahaha" Maha Adijaya langsung menggemakan tawa renyahnya kemudian berkata, "aku telah mengamati keluargamu sejak lama dan aku ingin memiliki mama kamu sejak lama. Mama kamu cantik, awet muda, lembut, setia. sama suami dan menyayangi keluarganya. Sangat langka wanita seperti itu di dunia ini dan aku menginginkannya tapi Moses begitu ketat menjaga dan melindungi mama kami sehingga aku tidak pernah memiliki celah untuk mendekati mama kamu"


Elmo mengeraskan wajah dan mengepalkan kedua tinjunya namun, dia cukup cerdas di dalam pengendalian amarah. Dia keturunan Elruno yang memiliki karakter santai, sama seperti Alfa.


Elmo kemudian berkata, "mengagumi seseorang itu memang hak anda dan siapapun tidak bisa mengaturnya. Tapi, saya mohon anda bersikap sopan pada mama saya dan dengan sangat terpaksa saya memberitahukan kepada anda, mama saya tidak mungkin anda miliki karena, mama saya sangat mencintai papa saya dan sangat mencintai keluarganya"


Alih-alih menerima ucapannya Elmo, Maha Adijaya tersenyum dengan bayangan Melati di benaknya, kemudian dia berucap, "mama kamu bahkan mau mengasuh putriku dengan tulus" dan senyum terus mengembang di wajah tampannya karena benaknya terus melukis wajah imutnya Melati.


"Oleh karena itu saya mohon anda berdamai dengan keluarga saya. Kita bisa menjadi keluarga besar dengan saling menerima dan menyayangi, tanpa ada lagi dendam. Mama saya sangat menyayangi putri anda jadi saya pikir anda bisa melepaskan kami dan kita menjadi satu keluarga" ucap Elmo.


"Cih! satu keluarga dengan Elruno? Nggak! kalau satu keluarga dengan Melati dan Lili, aku mau, hahahahahaha. Aku berniat mengambil Melati dan Lili karena mereka berdua saling menyayangi bukan, jadi akan sulit memisahkan mereka maka, aku akan mengambil keduanya sekaligus" ucap Maha dengan santainya.


Elmo menghela napas panjang lalu berucap, "saya pamit kalau begitu. Percuma berbicara dengan anda karena, nggak akan ada titik temu"


Maha Adijaya menatap Elmo lalu berkata, "aku melepasmu pergi kali ini tapi jika kamu berani menginjakkan kaki kamu di sini lagi, aku akan mematahkan kakimu itu"


Elmo tersenyum tipis lalu berputar badan dan pergi meninggalkan kediamannya Maha Adijaya.

__ADS_1


Di sepanjang perjalanan pulang, Elmo mendesah frustasi. Mamanya dan Loly dalam bahaya besar dan begitu sampai di rumah dia bertekad akan mengumpulkan semuanya dia akan memberitahukan ke semuanya niat buruknya Maha dan dia juga akan mengumumkan kalau dia dan Loly berpacaran.


__ADS_2