
Claudia mama kandungnya Chery berhasil mencapai impiannya, menjadi seorang Top Model Intenasional berkat dukungan dari suami kontraknya. Claudia begitu ingin untuk segera kembali ke Indonesia. Dia ingin menemui Momo putri kecilnya juga Moses Elruno pujaan hatinya. Tetapi kontrak pernikahan dia dengan suaminya masih harus dia jalani satu tahun lagi.
"Kamu menggugurkan kandungan kamu?" tanya manajernya Claudia.
"Iya, karena aku tidak menginginkan anak dari suamiku. Aku dan dia hanya nikah kontrak. Aku nggak pernah mencintainya jadi untuk apa aku mempertahankan anaknya" ucap Claudia sembari menyesap anggurnya.
"Kamu itu selalu bertindak seenak hatimu. Bagaimana kalau sampai suami kamu tahu kalau kamu menggugurkan bayinya?"
"Dia nggak akan tahu, usia kandunganku juga masih dua bulan, masih sangat muda jadi dia belum menyadarinya. Dia juga jarang pulang akhir akhir ini karena dia balik ke keluarganya. Dia masih asyik dengan anak dan istri sahnya" jawab Claudia sembari mengulas senyum getir.
"Jika suami kamu tidak pulang akhir akhir ini, kamu balik aja ke Indonesia. Bukankah kamu merindukan Momo anak kamu. Sudah saatnya juga kamu taklukkan Moses Elruno dengan pesonamu sekarang ini, sebelum terlambat" ucap manajernya Claudia.
"Masih satu tahun lagi aku harus jalani pernikahan kontrakku, aku harus selesaikan semua urusanku dulu di sini. Jadi jikalau nanti, aku balik ke Indonesia untuk memperjuangkan Momo dan cintanya Moses Elruno aku sudah merasa tenang dan fokus" Claudia menenggak habis anggurnya.
"Jangan kebanyakan minum dan jangan sering sering mabuk! tidak baik untuk kesehatanmu" manajernya Claudia berusaha meraih gelas anggurnya Claudia.
"Cih! urus saja hidupmu sendiri" Claudia mendengus kesal sembari mempertahankan gelas anggurnya.
Awan mengantarkan Miracle ke bandara internasional. Dia akan menyusul Miracle ke Jerman setelah menyelesaikan kuliahnya. Papanya Awan dan Brenda akhirnya dijatuhi hukuman seumur hidup.
Mamanya Awan akhirnya menjual rumah mewah yang selama ini mereka tempati dan pindah ke sebuah rumah yang lebih kecil. Mereka membeli rumah itu dari sisa penjualan rumah mereka dan sisa dari pembayaran denda kejahatan papanya Awan.
Beruntung sekali Awan memiliki seorang mama yang tegar, kuat dan sabar, bahkan rela memaafkan suaminya yang telah tega berselingkuh selama puluhan tahun. Rela dan ikhlas menjenguk suaminya setiap hari di penjara, sepulangnya dari kerja dan membawakan makanan kesukaan suaminya.
Kita kembali ke kediamannya Moses Elruno.
Dokter Erlangga sekarang ini sering sekali berkunjung ke rumahnya Moses Elruno semenjak Elmo lahir dan Heni, mamanya Melati tinggal di sana.
"Kok kamu yang keluar Mo?" tanya Dokter Erlangga dengan santainya.
"Lho, om nggak mencari Moses? lalu om mencari siapa? Cucu om, Chery sama Elmo?"
"Aaaahhh, hahahaha, ya salah satunya itu" jawab Dokter Erlangga nampak merona malu.
"Salah satunya?" Moses memandang papa asuhnya itu dengan heran.
"Mo, om jujur ya sama kamu. Terserah nanti bagaimana tanggapanmu, tapi om merasa kalau sudah saatnya kamu untuk mengetahuinya" kata Dokter Erlangga serius.
"Ada apa om?"
"Kamu sudah aman dari ancamannya Brenda dan Dipo, kamu juga sudah mengumumkan pernikahan kamu ke publik sebelum Elmo lahir jadi Chery pun juga sudah aman. Om merasa kalau beban om sudah ringan sekarang. Kamu sudah bahagia dan hidup dengan sangat baik sekarang ini. Papa dan mama kamu pun pasti bahagia di Sorga sana melihat kamu saat ini"
"Aaah, ayolah om! to the point aja! ada apa sebenarnya?"
"Hahahaha, om berpikir untuk memulai merawat tulang rusuknya om yang lama hilang"
"Merawat? emang sudah ketemu tulang rusuknya?" tanya Moses sembari tersenyum penuh harapan.
"Sudah" jawab Dokter Erlangga merona malu.
"Siapa om?" Moses langsung tersenyum lebar penuh kebahagiaan.
Papa asuh yang selama ini berkorban begitu banyak untuknya, berkorban waktu, tenaga dan pikiran, bahkan memutuskan untuk tidak menikah dulu sebelum melihat Moses Elruno sukses dan bahagia, akhirnya sekarang ini telah menemukan tulang rusuknya, membuat Moses merasa begitu bahagia dan bersyukur.
__ADS_1
"Heni namanya"
"Heni? Moses kenal om?"
"Iya, kamu sangat mengenalnya" Dokter Erlangga tersenyum lebar penuh arti.
"Hah? Heni? perasaan, Moses tidak pernah mendengar nama itu"
"Dia mama mertua kamu" jawab Dokter Erlangga.
"Hah!? apa!?" Moses hampir copot jantungnya mendengar pernyataan dari papa asuh kesayangannya.
"Kami akhirnya jadian setelah om melakukan pendekatan selama satu tahun. Heni akhirnya mau menerima om. Om hebat kan, berhasil memenangkan hati seorang bidadari, seorang bunga desa pula. Iya, mama mertua kamu tuh dulunya wanita paling cantik di desanya, selain pintar, tangguh, lembut dan sabar, heeee. Om sangat mencintainya"
"Aaahh, oke. Moses serius shock ini. Kalau Moses sih tidak masalah, asal mama bersedia menerima om, tapi Melati..........."
"Melati juga setuju" sahut Melati yang tiba tiba muncul sembari dorong stroller yang berisi Elmo. Chery digendong oleh mamanya Melati.
Om Erlangga langsung merasa lega dan bahagia bukan main.
Melati duduk di samping suaminya dan mamanya Melati duduk di sebelahnya Dokter Erlangga sembari memangku Chery.
Chery beringsut turun dari pangkuan omanya dan naik ke pangkuan opanya.
Dokter Erlangga tertawa bahagia melihat tingkahnya Chery "waaah, cantiknya opa kangen ya sama opa?"
"Ya" jawab Chery.
"Da da da" Chery menunjuk stroller yang berisi Elmo, adiknya.
"Hahahaha, adik, coba bilang adik" kata Moses.
"Hahaha, belum bisa Mo, Chery belum bisa bilang adik, kalau nanti pas Chery sudah bisa bilang adik, jangan jangan Elmo sudah punya adik lagi, iya, kan, hahahaha, om yakin satu tahun ke depan kalian pasti bakalan punya anak lagi"
"Aku sih mau om, punya sebelas anak aku nggak keberatan. Anak.anak itu ternyata lucu, menggemaskan dan cukup menghibur. Bikin awet muda, hahahaha. Tapi ini nih, pabriknya masih belum mau untuk mulai berproduksi lagi" jawab Moses.
Melati mencubit pinggangnya Moses "kamu enak, tinggal kasih sponsor, lha kita nih yang repot ngurusnya, lagian kasihan kalau anak kita masih kecil kecil terus punya adik lagi, mereka bisa kekurangan perhatian dan kasih sayang"
"Om setuju Mel, dengarkan tuh, Mo!" Dokter Erlangga menatap Moses.
"Oke oke, aku nurut aja sama bu bos" Moses tersenyum penuh cinta menatap Melati.
"By the way, selamat ya om, ma" kata Moses.
"Mama juga nggak menyangka kalau akhirnya mama bisa membuka hati mama lagi untuk seorang pria" kata mamanya Melati sembari tersenyum dengan sangat cantiknya.
"Mama berhak bahagia. Melati yakin pasti papa juga menginginkan hal itu. Melati merasa sangat bahagia dan bersyukur sekali kalau Dokter Erlangga lah yang akan menjaga dan melindungi mama"
"Terima kasih Mel" sahut Dokter Erlangga.
"Oke, Heni bagaimana kalau kita secepatnya memikirkan soal pernikahan?"
Mamanya Melati merona malu "aku sih nurut aja mas, bagaimana menurut kalian, anak anak?" mamanya Melati melemparkan pandangannya ke Moses dan Melati.
__ADS_1
"Boleh, silakan ma! lebih cepat lebih baik" jawab Moses.
"Oke karena sudah mendapatkan persetujuan dari anak anak. Satu Minggu ke depan kita menikah ya, aku akan persiapkan semuanya" kata Dokter Erlangga dengan sangat senang. Senyum cerah selalu terlukis di wajah Dokter Erlangga sekarang ini.
Mamanya Melati menganggukkan kepalanya dan mengulas senyum penuh cinta dan kebahagiaan.
Tiba tiba percakapan mereka terputus dengan kemunculan Angel, adiknya Alfa Elruno. Setelah Moses Elruno mengumumkan pernikahannya ke publik, Angel tiba di Indonesia. Angel bisa menghadiri resepsi pernikahannya Moses yang digelar dengan sangat mewah, seminggu setelah pengumuman pernikahannya Moses dan Melati diumumkan di seluruh stasiun TV.
Tetapi gadis remaja yang sangat cantik dan pendiam itu selalu nampak murung dan sedih karena mengetahui kalau mamanya dipenjara dan tidak boleh dikunjungi. Dia menghadiri resepsi kakak sepupu yang belum pernah dia jumpai itu dengan wajah lesu dan murung.
Angel memasuki ruang tamunya Moses kemudian menyalami semuanya dan duduk di sampingnya Dokter Erlangga menghadap ke kakak sepupunya.
"Ada masalah apa kamu kemari?" tanya Moses.
"Angel ingin mengucapkan banyak terimakasih sama kakak, kakak selalu mentransfer sejumlah uang yang tidak sedikit ke rekeningnya Angel"
"Hmm, Pakailah uang itu dengan bijak. Itu untuk biaya pendidikan kamu. Kalau kamu mau melanjutkan pendidikan kamu ke luar negeri lagi tidak masalah, aku akan memenuhinya" kata Moses.
"Enggak, kak. Aku akan melanjutkan sekolah di sini aja, dekat dengan keluarga aku. Aku juga ke sini ingin meminta maaf sama kakak. Aku baru tahu semua kesalahan yang mama lakukan ke kakak, sangat kejam dan jahat. Maafkan mama aku, kak" kata Angel.
"Aku sudah memaafkan mama kamu" jawab Moses.
"Jadi, kalau kakak memaafkan mama, maka kakak akan membebaskan mama dari penjara?" tanya Angel penuh antusias.
Moses mulai mengeraskan bibirnya dan merasa kecewa dengan sikapnya Angel.
Melati bisa merasakan perubahan sikapnya Moses. Kemudian Melati berbisik pelan di telinganya Moses "sayang, sabar ya, dia masih remaja, emosinya masih labil"
Moses menganggukkan kepalanya dan merangkul bahunya Melati meminta kekuatan dan kesabaran dari Melati, istri tercintanya.
"Kak?" Angel masih menatap Moses dengan penuh harap kalau Moses akan mengabulkan permintaannya.
"Jawab dulu pertanyaannya kakak? kamu menemui mama kamu baru baru ini?"
"Iya" jawab Angel.
Moses langsung paham. Brenda yang telah memanfaatkan Angel untuk memohon pembebasan dirinya. Dasar licik, Cih! Moses mengumpat kesal di dalam hatinya.
"Maaf, kakak nggak bisa mengabulkan permintaan kamu. Mama kamu perlu merenungkan semua kejahatannya di dalam penjara supaya dia sadar dan bertobat" kata Moses.
"Ini semua pasti gara gara kak Melati, kan? apa yang kakak bisikan ke kak Moses tadi? jawab!" Angel mulai kesal dan membentak Melati.
"Jaga bicara kamu! berani benar kamu menyalahkan istri kakak yang tidak bersalah apa apa sama kamu dan mama kamu, justru istri kakak kehilangan papanya karena mama kamu, kamu tahu itu? minta maaf sama istri kakak! sekarang!" Moses menggelegarkan suaranya yang penuh emosi.
Angel berdiri dan tersenyum penuh arti alih alih meminta maaf ke Melati. Kemudian berucap "aku akan lakukan segala cara agar mama bebas dari penjara" kemudian gadis remaja nan cantik itu berdiri dan tanpa berpamitan melangkah keluar dari rumahnya Moses.
Moses mulai meradang dan hendak menyusul Angel tetapi ditahan sama Melati "sayang, anak remaja itu memang seperti itu, labil emosinya, labil jiwanya jadi gampang dipengaruhi sama siapapun dan oleh apapun. Kasih dia waktu untuk sendiri dulu, nanti aku akan minta kak Alfa atur waktu aku untuk bertemu dengan Angel. Aku akan coba berbicara empat mata dengannya"
"Melati benar, Mo" sahut Dokter Erlangga.
Akhirnya Moses duduk kembali dan menghela napas panjang.
__ADS_1