
Elmo dan Bagas diikat kedua kaki dan tangannya di atas kursi yang terbuat dari kayu. Keduanya masih di dalam kondisi belum sadarkan diri.
"Apa yang akan kita lakukan atas mereka, Bos?" tanya anak buahnya Ivan Goh.
"Tinggalkan saja! Kita tunggu mereka sadar barulah kita bermain-main bersama mereka" Ivan Goh menyeringai penuh arti lalu pergi meninggalkan kedua korbannya yang dia ikat di ruang bawah tanah rumah besarnya.
Ivan lalu menuju ke kamarnya untuk menemui wanita pesanannya. Iva menjadi kecanduan bercinta dengan seorang wanita setelah ia mencicipi indahnya bercinta yang merupakan pengalaman pertamanya bercinta dengan Fangyin dan sejak ia kehilangan Jelita Adijaya, tunangannya.
Ivan sungguh menginginkan dirinya memilki kesempatan bercinta dengan Lili dan sebelum ia mewujudkan impiannya itu, ia memutuskan untuk memuaskan napsu liarnya dengan seorang wanita malam eksklusif, wanita malam yang dipesan oleh Ivan Goh di malam itu sangat mahal harganya karena, Ivan menginginkan wanita yang masih tersegel, cantik, bersih, dan belum tersentuh tangan seorang laki-laki.
Wanita malam pesanannya Ivan Goh duduk di tepi ranjang dengan gemetar. Wanita malam itu, tampaknya belum berpengalaman untuk melayani seorang laki-laki dan gerak-gerik lugu dari wanita malam yang ada di hadapannya, membuat Ivan Goh semakin berminat untuk mencicipinya.
Ivan duduk di samping wanita itu dan bertanya, "siapa nama kamu dan berapa umurmu?"
Wanita malam yang duduk di sampingnya Ivan, masih menundukkan wajah cantiknya dan meremas ujung gaun malamnya lalu menjawab pertanyaannya Ivan dengan lirih, "nama saya Diana. Saya masih berumur dua puluh tahun, Tuan dan saya belum pernah melayani laki-laki di ranjang"
Ivan mengusap rambutnya Diana dan Diana secara refleks menggeser letak duduknya. Ivan tersenyum dan berkata, "kenapa kau bisa jadi wanita malam?"
"Sa......saya butuh uang untuk membayar operasi Ibu saya, Tuan jadi saya terpaksa melakukan hal ini"
Ivan menyusupkan wajahnya ke leher gadis itu dan berbisik, "aku akan membiayai semua biaya ibu pengobatan kamu asalkan kau bisa memuaskanku di ranjang" Ivan lalu membanting kasar tubuh Diana di atas ranjang, mengungkungnya dengan paksa dan mencium bibir Diana dengan liar, penuh napsu, dan tanpa ampun. Jeritan Diana dan isak tangisnya Diana tidak mampu menghentikan kebrutalan dan keganasannya Ivan Goh di malam terkutuk bagi Diana itu.
Setelah menghajar Diana berkali-kali, Ivan lalu meninggalkan Diana yang pingsan di atas ranjang begitu saja tanpa menyelimuti tubuh Diana yang masih tampak polos dan Ivan lalu bangun, bangkit dan langsung tersenyum puas sambil memakai kembali bajunya ketika ia melirik ada setitik noda darah di atas ranjangnya.
Ivan lalu membuka pintu geser yang memisahkan kamar dengan balkon. Ivan menelepon Lili tepat di jam sebelas malam. Kediaman Elruno tampak panik karena, Ivan dan Bagas belum pulang ke rumah sampai jam sebelas malam dan tidak bisa dihubungi. Saat ponsel Lili berbunyi, Lili segera mengaktifkan loudspeaker dan suara, "Halo, apa kabar Manisku" dari Ivan Goh bisa didengar oleh semua yang ada di ruang keluarganya Elmo Elruno.
"Ada apa menelponku?" tanya Lili.
"Suami dan asisten pribadinya menginap di rumahku, hahahaha, tapi tidur mereka di ruang bawah tanah. Aku berencana bermain dengan mereka saat besok mereka sudah sadarkan diri tapi, kemudian aku menemukan permainan yang lebih menarik, hahahaha"
Melati langsung menutup mulutnya yang ternganga. Celyn, Gideon, Bintang, dan Ray, langsung mengepalkan kedua tinju mereka dalam diam.
Lili langsung menjerit panik, "Jangan pernah menyentuh dan menyakiti suamiku dan Bagas! aku tidak akan pernah memaafkanmu kalau kamu berani menyakiti mereka, camkan itu!"
__ADS_1
"Hahahaha, kau berani mengancamku? kau memang benar-benar wanita yang sangat menarik dan pantas untuk aku cintai"
"Diam!" pekik Lili dengan amarah yang meledak-ledak. "Aku rasa kau tidak pernah mencintaiku. Kau mendekatiku di saat aku hilang ingatan akan masa lalu-ku, kau egois dan tidak punya perasaan!"
"Hahahaha, kita akan buktikan aku mencintaimu atau tidak kalau kau mau datang ke rumahku besok pagi. Datang sendiri, jangan bawa keluargamu ataupun polisi! Dan kita akan bermain permainan yang seru, Manisku" Klik Ivan Goh langsung mematikan sambungan ponselnya begitu saja.
Lili mengedarkan pandangannya untuk menatap semua keluarganya kemudian berkata dengan suara bergetar menahan tangis, "Apa yang harus saya lakukan?"
"Kita harus membuat strategi untuk menolong Kak Elmo dan Bagas" sahut Celyn.
"Iya benar. Nggak mungkin kita biarkan Kak Lili menemui Psikopat itu seorang diri" sahut Gideon.
Ray yang sangat pandai mengatur strategi segera mengutarakan idenya, "aku akan memasang alat pelacak dan kamera kecil di kancing blus kamu besok dan kami akan mengantarkanmu ke sana tapi, kamu harus masuk sendirian ke sana. Pancing Ivan untuk menunjukkan di mana ia menahan Elmo dan Bagas dan kami akan ke sana. Setelah sepuluh menit kami masuk, barulah aku akan menelepon polisi. Setelah ini aku akan menghubungi anak buahku yang aku tanam di jaringannya Goh untuk meminta print out tata letak rumahnya Ivan Goh"
"Siap, setuju!" sahut Bintang.
"Aku ikut!" sahut Melati.
Ray dan semuanya langsung menoleh ke Melati dan menggelengkan kepala mereka secara bersamaan.
"Tapi Mel, Tuan Moses akan mencincangku habis-habisan kalau sampai kamu terluka. Kamu tolong nurut ya, nggak ikut kali ini karena, Tuan Moses sedang nggak ada di sini dan aku juga belum memberitahukan soal ini ke Tuan Moses karena, aku takut mengganggu Tuan Moses dengan bisnisnya" ucap Ray.
"Iya benar jangan beritahu suamiku dulu soal ini! Kita selesaikan saja sendiri tapi, pokoknya aku ikut, titik nggak pakai koma" pekik Melati sambil melipat tangannya.
"Ma, kalau Mama ikut, siapa yang jaga si kembar?"
"Iya semuanya ikut" sahut si kembar secara bersamaan.
"What?!" Celyn langsung mendelik kaget.
"Dengar Aunty, kalau kita dan Grandma di rumah bertiga saja sedangkan semuanya pergi, lalu kalau ada serangan lagi, siapa yang akan melindungi kami?" tanya Barnes.
"Betul!" pekik Bryna.
__ADS_1
Ray langsung menyandarkan kepalanya di sofa kerena mendadak ia merasa pusing merasakan sifat keras kepalanya semua keturunan Elruno.
Celyn dan Bintang terkekeh geli melihat kekonyolannya Ray lalu Gideon berkata, "Nggak semuanya pergi kok. Pak Bram dan kelima anak buahnya akan melindungi kalian dan Grandma di rumah"
"Bram kemarin aja kewalahan melawan mereka sendirian. Menurutku, tempat teraman untuk kita itu ialah rumah musuh kita" sahut Melati.
"Baiklah, aku akan telpon Kak Raja dan Kak Chery agar mereka ........"
"Ada apa mencari kami?" suara Raja menggelegar di ruang keluarga itu dan membuat semuanya langsung menoleh. Si kembar langsung bangkit, menuju ke papa mereka, dan melompat masuk ke dalam gendongan papanya secara bersamaan. Raja langsung menggelegarkan tawa renyahnya dan menciumi si kembar sembari duduk di sofa. Chery ikutan tertawa dan duduk di sebelah suaminya dan berkata, "Nggak kangen nih sama Mama?"
Si kembar lalu melompat turun dari pangkuan papanya dan langsung memeluk mama mereka dengan penuh kerinduan.
"Kami datang untuk menjemput di kembar balik ke Indonesia. Emm, kenapa wajah kalian semuanya tegang dan Elmo mana? kakak perempuan kesayangannya datang kok nggak disambut sih" Chery berucap panjang lebar dengan senyum cantiknya.
Ray masih menyandarkan kepala di atas sofa dan memejamkan kedua matanya. Celyn akhirnya yang membuka suara untuk memberikan penjelasan mengenai teleponnya Ivan Goh dan keras kepalanya Mama mereka yang memaksa ikut dalam misi penyelamatannya Elmo dan seketika itu Chery langsung bangkit dan berjongkok di depan Melati lalu memegang pipi Melati dengan pelan dan bertanya, "Wajah Mama kenapa? siapa yang telah berani menyakiti Mama?"
Melati mengusap kepalanya Chery, "Mama nggak papa. Cuma memar sedikit dan udah periksa tadi"
Celyn kembali bercerita ketika Kakaknya menoleh, menatapnya dan Chery meminta penjelasan atas memar yang ada di wajah cantik Mama yang begitu ia cintai.
Chery lalu berdiri dan mengepalkan kedua tangannya, "Aku akan ikut misi penyelamatan ini dan aku akan memberikan lebih banyak memar di wajah Ivan Goh itu"
"Yeeeaahhh, satu lagi yang memaksa untuk ikut" Ray menyahut dengan helaan napas kesal.
"Papa, Om Alfa, Pak Maha ada di Jepang saat ini.Nah jadi, sudah menjadi kewajibanku sebagai anak tertua untuk memimpin misi penyelamatannya adikku, kan?" ucap Chery.
"Begini saja, biar Om Ray nggak pusing tujuh keliling, ditetapkan saja, Chery, menjaga Mama dan si kembar di rumah dan aku janji, akan menyeret Ivan Goh secara utuh ke sini sebelum diserahkan ke polisi. Kamu dan Mama, bebas mau melakukan apapun ke Ivan Goh nanti, kami nggak akan ikut campur" sahut Raja.
Akhirnya semuanya menyetujui saran dari Raja dan misi penyelamatan akan dilancarkan keesokan harinya, di pagi-pagi buta.
Sementara itu, di dalam pesawat pribadinya Moses, Alfa memijit keningnya karena, pusing harus melerai Moses dan Maha seharian. Alexa dan Evan sampai melepas tawa mereka melihat tingkah konyolnya Alfa lalu mereka berkata, "untung Anda ikut, kalau nggak, mungkin mereka berdua sudah berduel"
"Yeeaaahhh, Om dan kakak sepupuku itu memang bagai air dan minyak tak bisa akur tapi, tanpa mereka sadari sebenarnya mereka itu saling membutuhkan dan saling menyayangi" sahut Alfa.
__ADS_1
Alexa dan Evan kembali tergelak geli.